Hati-hati jadi baper‼️Banyak sekali adegan yang manis-manis di cerita ini🌹🌹
"Jagakan dia untukku Vin, aku mungkin ngga akan bisa menjaganya lagi" ucapnya sembari menghapus air mata
yang tanpa sadar sudah menetes.
"Gila lo yah....cewek sendiri malah suruh gw yang jagain" protes Vindra pada sahabatnya itu.
***
Bagaimana rasanya? Jika seorang lelaki menitipkan kekasih yang sangat ia cintai, kepada sahabat nya sendiri? Rasanya pasti sangat berat yang dirasakan oleh sahabat nya itu.
Begitu pula juga yang dirasakan oleh Vindra. Ketika Andra sahabat karibnya menitipkan kekasih nya bernama Cinta kepada Vindra.
Sampai pada akhirnya, tanpa Vindra sadari benih-benih cinta mulai tumbuh. Rasa ingin menjaga kini berubah menjadi rasa ingin memiliki seutuhnya.
Mau tau kelanjutan kisah cinta manis mereka? Yuk lanjut bacanya🌹🌹
Slow Update🙏🏻
Mohon pengertiannya 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 31
Bel sekolah pun berbunyi pertanda pelajaran pertama telah usai. Semua murid terlihat sedang sibuk mempersiapkan untuk pelajaran kedua mereka.
Begitu pun dengan Cinta, karna di jam pelajaran kedua nya adalah olahraga. Cinta mengganti seragam putih abu nya dengan seragam olahraga khas SMA mereka.
Tidak hal nya dengan Vindra. Seharus nya dia melanjutkan jam pelajaran kedua di lab sains. Tetapi dia malah tidur di perpustakaan, tempat favorite nya di sekolah.
Seperti biasa dia akan tidur di deretan rak buku paling ujung. Dengan sebuah buku yang menutupi wajah nya. Vindra seperti orang yang sama sekali tidak niat bersekolah.
Ditengah terlelap nya Vindra terbangun, karna suara bising dari beberapa siswi yang sedang mengobrol.
Vindra pun meraih buku yang menutupi wajah nya itu. Lalu mengacak-acak rambut nya sendiri kesal dengan kebisingan tersebut.
"Aissshhh........berisik sekali, apa tidak tahu jika ada orang tidur disini?" gerutu nya pelan.
Vindra pun segera beranjak dan mrnghampiri suara yang di anggap nya berisik itu. "Bisa tidak kalian diam, mulut kalian itu kaya burung beo tau gak......berisik" ucap Vindra sembari memutar jari telunjuk di telinga nya.
Ada empat orang siswi disana, mereka semua di tugas kan untuk memebersihkan ruangan perpustakaan oleh guru olahraga mereka.
Tiga orang siswi saling melempar pandang, mereka begitu senang bertemu dengan Vindra sang bintang sekolah.
"Wahh.....ganteng nya..."
"Iya ganteng yah aslinya...."
"Tapi ngapain dia disini?"
"Apa dia tadi sedang menyapa kita?"
"isshh daebak......kita di sapa sama Vindra, bisa jadi trending di grup sekolah ini"
Ketiga siswi itu nampak berbisik-bisik kegirangan. Mereka berpikir gerutuan dari Vindra adalah sapaan normal. Dasar para sisiwi yang aneh......
Sedangkan di ujung sana, Cinta yang sedang menyusun beberapa buku di rak. Nampak sinis melihat siswi-siswi itu.
Cihhh....menyapa apa nya? Dia saja sedang marah-marah karna tidur nya terganggu....
"Jika mau tidur sana dirumah...." cetus Cinta.
Vindra terkejut mendengar suara Cinta, dia langsung mengerjapkan matanya hingga benar-benar terbuka. Vindra mencari-cari keberadaan Cinta dari balik ketiga siswi itu. Begitu pun dengan ketiga siswi itu, mereka langsung menatap Cinta keheranan. Bagaimana bisa ada gadis yang berani berkata seperti itu pada Vindra.
Salah satu siswi itu pun bermain mata kepada Cinta. "Apa yang kamu lakukan? Bisa-bisa nya kamu berkata seperti itu, cepat minta maaf...jika tidak dia akan marah" begitu lah kira-kira sorot mata siswi itu tergambar.
Cinta mengkerutkan bibir nya dan menaikan pundak nya. Tidak merasa bersalah sama sekali dengan ucapan nya. Siswi-siswi itu nampak panik dan canggung mereka takut Vindra akan marah. Tetapi apa yang mereka pikirkan malah berbalik banding dengan kenyataan.
"Cinta....." lirih Vindra yang wajah nya kini merah.
Siswi-siswi itu nampak terkejut saat Vindra menyebutkan nama Cinta. Mereka bersamaan menatap kearah Cinta dan Vindra secara bergantian. Sedangkan Cinta memilih untuk memalingkan wajah nya, berpura-pura tidak menghiraukan Vindra dan yang lain nya. Dia masih sibuk merapikan buku-buku yang ada di hadapan nya.
Deg.....deg.....deg
Sial.....kenapa aku jadi deg-deg an gini sih, Vindra bersikap lah normal. Ck....kenapa juga dia ada disini?
Salah satu siswi kembali bermain mata kepada Cinta. "Apa kamu mengenalnya? Kenapa dia bisa memanggil namamu?" begitu sorot mata siswi itu tergambar.
Lagi-lagi Cinta hanya menaikan pundak nya. Lalu kembali dengan kesibukan nya sendiri. Sedangkan Vindra dia menjadi gugup sendiri.
Vindra berjalan cepat melewati ketiga gadis itu dengan wajah yang merah merona. Menuju pintu keluar perpustakaan. "Sebaiknya aku kembali ke kelas, disini suasana nya udah gak tenang untuk tidur......" gerutunya sembari terus melangkah menuju pintu.
Tetapi saat sudah mencapai pintu, Vindra terkejut Elang datang dan hendak masuk ke dalam perpustakaan. Spontan Vindra menahan nya.
"Hey broo.....sedang apa kamu disini?" sapa Elang saat sadar jika siswa yang ada di hadapan nya itu Vindra. Raut wajah Elang seperti biasa, selalu cerah dengan senyuman manis di wajah tampan nya. Seperti sedang tebar-tebar pesona ke semua murid di SMA Vindra.
"Seharusnya aku yang yang bertanya, sedang apa kamu di sekolah ku? Bukan kah ini belum waktunya kegiatan ekstrakurikuler futsal?" Sahut Vindra bertanya dengan sinis nya.
"Untuk beberapa waktu, aku akan menggantikan guru olahraga di sekolah mu....." jawab Elang dengan santai tanpa berpikiran aneh.
Mey makanya jd perempuan jangan murahan kalau dah gantel mending nikah muda dr PD nikah dah dewasa tau tau yg jd suaminya kecewa karna dah losdol🤣