Dear Viona,
Terima kasih, karena telah memberikan warna-warni kehidupan disisa waktuku.
Terima kasih, karena telah mencintaiku dengan tulus.
Mencintaimu adalah hal terindah yang pernah kurasakan.
Bersamamu, kurasakan seperti seorang yang paling sempurna. Memiliki segalanya, dirimu dan cintamu.
Berjanjilah, untuk tidak menangisi kepergianku!
Karena aku selalu ada didekatmu, menjagamu, memelukmu, lewat penglihatan yang kutitipkan padamu.
I Love You, Sasha....
Salam,
Galang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Dreamers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
VhieDjar 31
Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit, kondisi kesehatan Fajar sudah membaik dan sudah diizinkan pulang oleh Dokter.
Semangat Fajar semakin bertambah saat ia mendengar informasi tentang Viona dari orang tuanya. Bagaimana tidak setelah setahun lebih lamanya ia mencari Viona, tapi tidak mendapatkan hasil.
Sebenarnya Fajar sudah empat kali mendatangi kediaman Amara Ibunya Viona, namun kedatangannya selalu diwaktu yang tidak tepat. Saat Fajar tiba disana, kondisi rumah Viona sepi tidak berpenghuni. Fajar mendapat informasi dari tetangga sebelah rumahnya, bahwa Amara sedang pergi keluar kota untuk menjenguk putrinya.
Setelah tiga hari absen dari kuliahnya karena sakit. Hari ini Fajar mulai mengerjakan aktivitasnya kembali, mengejar ketertinggalannya dikampus. Selain Kuliah, Fajar juga mengelola bisnis Perhotelan milik Ayahnya.
"wiihhh... Tiga hari gak masuk, kemana aja Lo?" Tanya Arka pada Fajar sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman style Cowok.
"Pangeran kita udah datang..." Sapa Lintang saat melihat kehadiran Fajar diantara mereka.
"Gimana kabar kalian selama gue gak ada. Amankan?" Ucap Fajar sambil menaik turunkan alisnya
"Hayati lelah bang, ditanyain terus sama fans gila Lo." Ucap Lintang sedikit kesal dengan tingkah konyol cewek-cewek kampus yang begitu tergila-gila pada cowok seperti Fajar dan Arka.
Dua pemuda yang kini bersama Lintang adalah sosok pria idaman para gadis sekampusnya.
Fajar dan Arka tertawa bersama mendengar ucapan Lintang tentang para Fannya.
Lintang menatap Fajar aneh, karna selama Lintang bergabung bersama Fajar dan juga Arka sepupunya. Lintang hampir tidak pernah melihat Fajar tertawa lepas seperti yang dilakukannya sekarang.
"Kenapa Lo liatin gue kaya gitu?" Tanya Fajar saat matanya menangkap Lintang sedang menatapnya.
"Lo kesambet setan dari mana? Lo gak sakit kan?" Bukannya menjawab Lintang malah balik bertanya kepada Fajar sambil mengangkat tangannya menyentuh dahi Fajar.
"Ish apaan sih Lo, gak jelas banget." Ucap Fajar sambil menepis tangan Lintang.
"Lo kenapa? Gue perhatiin muka Lo cerah banget hari ini." Ucap Arka
"Nah benarkan gue bilang, Arka aja aneh liat lo hari ini." Lintang membenarkan ucapan Arka.
Fajar tersenyum tulus, matanya menerobos jauh kedepan.
Arka dan Lintang saling melirik satu sama lain saat melihat Fajar senyum-senyum sendiri dihadapan mereka.
"Heh, Lo beneran gak kenapa-napa kan, Jar? Merinding gue liat lo senyum-senyum sendiri" Ucap Arka
Peletak
Fajar menjitak kepala Arka gemas.
"Kalo ngomong tuh jangan sembarangan. Gue lagi seneng hari ini." Ucap Fajar
"Seneng kenapa?" Tanya Lintang
"Iya, seneng kenapa lo?" Cicit Arka mengulang pertanyaan Lintang.
"Sebentar lagi gue bakal ketemu sama Viona." Ucap Fajar dengan semangat. Senyumnya tidak lepas dari bibirnya saat ia menyebutkan nama gadis yang selalu dirindukannya.
"Viona?" Tanya Arka dan Lintang secara bersamaan.
Tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya, Fajar melangkahkan kaki meninggalkan Arka dan Lintang yang masih Shok mendengar nama Viona.
"woy, tungguin... Lo belum jawab pertanyaan gue!" Ucap Arka setengah berlari mengejar Fajar disusul Lintang dari belakang Arka.
Mereka pun ikut bahagia mendengar kabar tentang Viona. Fajar, Arka dan Lintang berjalan sambil bercanda menuju ruang kelasnya.
Tanpa mereka sadari, seorang gadis berada tidak jauh dari tempat mereka, mendengar semua percakapan tiga sahabatnya itu. Gadis itu adalah Intan.
"Viona kembali? Bahkan saat dia gak ada pun aku tidak bisa mendapatkan cintanya, bagaimana nanti bila dia kembali?" Gumam Intan.
***
Sementara dilain tempat, Sasha sedang mengerjakan tugas yang diberikan Dosennya. Suasana kelas hening, tidak ada yang berani berbicara saat kelas berlangsung. Hingga bel istirahatpun berbunyi dan Dosenpun keluar meninggalkan kelas.
"Akhirnya tuh Dosen kiler pergi juga..." Ucap Citra sambil merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena terlalu lama duduk.
"Makanya belajar, jadi kalau ada kuis dadakan kaya gini kamu gak kalang kabut kaya ikan kekurangan air." Ucap Sasha sambil terkekeh.
"iya, iya, calon kakak ipar aku yang paling cantik, baik hati, dan rajin menabung. Maafkan adik ipar ini yang malas belajar." Cibir Citra sambil terkekeh.
"Lagi ngomongin apa nih, kayanya asik?" Tanya Galang.
Citra dan Sasha pun membalikan badannya, mereka melihat Galang sedang berjalan mendekati Citra dan Sasha.
"Asik apanya, yang ada malah puyeng gara-gara Dosen killer ngasih kuis dadakan." Ucap Citra sambil cemberut.
Galang terkekeh mendengar ucapan adiknya.
"Makanya belajar dong..." Ucap Galang
"Tau ah..." Ucap Citra masih cemberut. "Aku ke toilet dulu ya" Ucap Citra lagi.
"Nanti langsung aja nyusul ke kantin ya!" Seru Galang dan dibalas dengan acungan jempol dari Citra.
Citra pun pergi meninggalkan Galang dan Sasha berdua dalam kelas.
Hening beberapa saat.
"kenapa liatin aku kaya gitu? Apa ada yang salah dengan penampilan aku hari ini?" Tanya Sasha pada Galang saat Ia tidak sengaja memergoki Galang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kamu cantik..." Ucap Galang
"Memangnya kemarin-kemarin aku gak cantik gitu?" Tanya Sasha sambil terkekeh.
Galang melangkahkan kakinya mendekati Sasha.
Sementara Sasha merasa gugup saat Galang semakin mendekat kearahnya. Reflek Sasha memundurkan kakinya. Sasha terus mundur hingga punggungnya menabrak dinding kelas.
"Kakak, mau ngapain?" Tanya Sasha gugup.
Galang tersenyum jahil saat melihat Sasha gugup. Ia mengangkat sebelah tangannya mengusap lembut rambut Sasha yang dibiarkan tergerai oleh pemiliknya, lalu menyelipkannya dibalik telinga Sasha.
Deg
Jantung Sasha berdebar kencang seperti ingin loncat keluar dari tempatnya.
"ini kak Lang ngapain sih deket-deket gini." Gumam Viona dalam hati
Galang menatap mata Sasha dalam, wajahnya semakin mendekati wajah Sasha. Galang tersenyum saat melihat wajah Sasha merona merah.
Sasha menelan salivanya dengan susah payah saat wajah tampan Galang semakin mendekati wajahnya.
"Kamu sangat cantik saat tersenyum seperti tadi. Aku suka..." Galang berbisik ditelinga Sasha.
Sontak Sasha membulatkan kedua bola matanya saat mendengar bisikan Galang. Ia malu karena sudah berpikir macam-macam.
Wajahnya semakin merona, Sasha memalingkan wajahnya kesamping.
"A-ayo ke kan-tin. Citra pasti udah nunggu di sana." Ucap Citra gugup.
Galang menganggukan kepalanya, Ia tersenyum lalu mendaratkan bibirnya dikening Sasha.
"Kakak sayang kamu Sha." Ucap Galang seraya mengusap rambut Sasha lembut.
Sasha tidak bicara sepatah katapun kepada Galang. Ia hanya menatap mata Galang dengan tatapan sendu.
"Maafin aku kak, aku belum bisa melupakan ya." Gumam Sasha dalam hati.
"Ayo... Katanya mau ke kantin, kok malah bengong!" Ucap Galang membuyarkan lamunan Sasha.
"I-iya kak, ayo..." Ucap Sasha masih gugup.
Galang tersenyum lalu berjalan keluar menuju kantin dengan tangannya yang terus menggenggam tangan Viona.
"aku tau, kamu belum bisa mencintai aku. Tapi aku akan terus berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu, Sha. Aku sayang kamu tulus." Lirih Galang dalam hati
*
*
*
*
*
**Maaf bila masih saja banyak Typo🗻
Semoga kalian suka ceritanya ya 😊
Jangan lupa bantu Vote, like dan coment ya... Author akan sangat senang mendapat dukungan dari kalian semua 😍😍**
tapi galang sedikit obsesi sama viona alias shasha..bukan karna galang cinta..karna klo dia cinta pasti akan bertanya gimana perasaan wanitanya..bukan dengan egoisnya bilang nggak mau di tinggalin dan nggak membiarkan wanitanya memilih siapa yang sebenarnya ada di hati wanitanya..