NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 2: Shadows of the Realm :The Underworld Shifts

Dua hari telah berlalu sejak kejatuhan Pangeran Ke-3 Lu Cangqiong, dan dampaknya mulai merembet luas ke seluruh pelosok dunia bawah tanah Kekaisaran Tianming. Langit pagi yang diselimuti kabut tipis di atas ibu kota seolah menyimpan ketegangan terselubung. Di lorong-lorong gelap, markas organisasi rahasia, serta kedai-kedai remang yang menjadi pusat pertukaran informasi, isu mengenai pergeseran kekuasaan menjadi topik hangat yang dibicarakan dengan berbisik. Hilangnya pengaruh militer Pangeran Ke-3 secara mendadak menciptakan kekosongan kekuasaan yang menggiurkan bagi faksi-faksi kegelapan. Sindikat perdagangan gelap, kelompok pembunuh bayaran, dan sekte-sekte menyimpang kini berlomba-lomba untuk memperebutkan wilayah kekuasaan yang ditinggalkan.

Di dalam Paviliun Bintang Abadi, sebuah ruangan rahasia yang terletak di lantai paling atas Balai Lelang Xingzhou, suasana terasa begitu tenang namun dipenuhi konsentrasi tinggi. Ruangan berarsitektur megah dengan dinding berlapis kayu cendana hitam dan hiasan giok spiritual itu terisolasi sepenuhnya dari dunia luar oleh susunan formasi pelindung ranah tingkat tinggi. Han Xingzhou berdiri di depan meja peta raksasa yang menampilkan proyeksi wilayah ibu kota Kekaisaran Tianming. Jemari tangannya yang lentik dan terlatih bergerak lincah merapikan tumpukan gulungan informasi yang baru saja dikirimkan oleh para mata-mata.

Langkah kaki yang berat dan mantap bergema pelan di atas lantai kayu, menandakan kedatangan Po Jun. Pemimpin tertinggi Pasukan Bayaran Po Jun itu melangkah masuk dengan jubah hitam berornamen garis emas yang menjuntai gagah. Wajahnya yang tegas dan dipenuhi bekas luka pertempuran memancarkan aura intimidasinya yang biasa, namun matanya tetap menunjukkan kepatuhan mutlak. Di belakangnya, sosok Mu Xuanyuan berjalan santai seraya mengunyah sebutir buah pir kristal yang diambil dari Ruang Dimensi Portabel milik sang pangeran. Xuanyuan mengenakan jubah sutra biru muda yang agak longgar, berjalan dengan gaya sedikit membungkuk dan tersenyum ceria seolah sedang melakukan jalan-jalan pagi yang menyenangkan.

"Yang Mulia," panggil Han Xingzhou seraya membungkukkan tubuhnya secara mendalam saat Xuanyuan mendekati meja peta. "Pergeseran di dunia bawah tanah berjalan jauh lebih cepat dari yang kita perkirakan. Faksi Serigala Hitam dan Sekte Bayangan Merah mulai bergerak menancapkan pengaruh mereka di pasar gelap ibu kota. Mereka berusaha merebut kembali jalur penyelundupan senjata yang sebelumnya dikuasai oleh orang-orang Pangeran Ke-3."

Xuanyuan menelan gigitan buah pirnya dengan nikmat, lalu menepuk-nepuk tangannya yang basah seraya terkekeh pelan. "Oho~ Serigala Hitam dan Bayangan Merah? Nama-nama yang terdengar sangat keren dan menakutkan! Tapi, bukankah mereka itu kelompok kecil yang dulu pernah kabur hanya karena mendengar namamu, Po Jun?"

Po Jun menyunggingkan senyum dingin di bibirnya yang tebal, lalu menangkupkan kedua tangan ke arah Xuanyuan. "Anda benar, Yang Mulia. Kelompok-kelompok itu hanyalah tikus-tikus got yang mencoba memanfaatkan kesempatan di tengah kekacauan. Jika Anda memberi perintah, hamba bisa menyapu bersih seluruh markas mereka dalam hitungan satu cangkir teh."

"Tidak perlu terburu-buru menggunakan kekerasan, Po Jun," ujar Xuanyuan seraya menyenderkan tubuhnya pada meja kayu giok, matanya yang biasa terlihat polos mendadak berkilat dengan kecerdasan yang dalam. "Dunia bawah yang terlalu tenang justru akan membuat Putra Mahkota Long Wuji merasa bosan dan mulai mengawasi hal-hal lain yang tidak perlu. Biarkan tikus-tikus itu membuat kekacauan kecil di permukaan. Sementara mereka sibuk bertengkar memperebutkan sisa-sisa tulang, kita gunakan Pasukan Bayaran Po Jun untuk mengambil alih inti dari jaringan informasi dan penguasaan bahan baku pembuatan pil spiritual secara diam-diam."

Han Xingzhou tersenyum penuh kekaguman seraya mencatat petunjuk dari majikannya. "Strategi yang sangat bijaksana, Yang Mulia. Dengan menguasai pasokan bahan baku pil spiritual, kita secara tidak langsung memegang kendali atas rantai pasokan seluruh praktisi kultivasi di ibu kota, baik dari faksi resmi maupun dunia bawah."

Belum sempat percakapan mereka berlanjut, aroma harum bunga melati yang sangat menyengat tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam ruangan rahasia tersebut, menembus susunan formasi pelindung tanpa peringatan. Suara langkah kaki yang ringan dan diiringi denting perhiasan emas bergema ceria dari arah koridor luar.

"Aduh, aduh~ Sungguh sebuah pertemuan rahasia yang teramat serius di pagi hari yang cerah ini!" suara merdu dan mendayu-dayu yang sangat dikenal itu terdengar sebelum sosoknya muncul di balik pintu.

Leng Yan melangkah masuk dengan gaya yang sangat anggun dan flamboyan. Ia mengibaskan kipas emasnya seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Xuanyuan. Jubah sutra merah menyala yang dikenakannya dihiasi sulaman benang emas berbentuk burung feniks, membuat penampilannya terlihat sangat mencolok di dalam ruangan tersebut. Di belakangnya, Leng Shuang melangkah dengan wajah masam, tangannya sudah bersiap di atas gagang pedang pendeknya seolah siap menghentikan kekonyolan kakaknya kapan saja.

"Yang Mulia Pangeran Ke-14 yang sangat tampan dan tiada tandingannya!" panggil Leng Yan dengan intonasi dramatis seraya mendekati Xuanyuan tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Po Jun. "Hamba sangat merindukan senyuman Anda yang bagaikan sinar matahari musim semi! Begitu mendengar Anda berada di Balai Lelang Xingzhou, hamba langsung berlari melintasi tiga blok jalanan hanya untuk melihat wajah rupawan ini!"

Xuanyuan seketika merubah ekspresi wajahnya kembali menjadi sosok pangeran konyol yang polos. Ia tertawa cempreng seraya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Hahaha! Paman Flamboyan dari rumah bordil datang lagi! Apakah Paman membawakanku ubi goreng manis lagi seperti kemarin?"

Leng Yan meletakkan kipas emasnya di dada, berpura-pura terluka secara emosional. "Paman? Aduh, Yang Mulia, panggil hamba 'Kakak Yan' atau 'Kekasih Hati' saja! Kata 'Paman' itu sungguh melukai hati hamba yang lembut ini!"

Brak!

Sebuah tendangan tanpa ampun dari Leng Shuang bersarang tepat di betis Leng Yan, membuat pemilik rumah bordil yang sangat kuat itu terhuyung ke depan seraya mengaduh kesakitan. "Hentikan kelakuan menjijikkanmu itu, Kakak Bodoh! Kita berada di tempat pertemuan penting, bukan di panggung pertunjukan rumah bordilmu!" seru Leng Shuang dengan suara tegas dan wajah yang memerah karena malu atas tingkah kakaknya.

Gu Juechen dan Feng Wuchen yang berada di sudut ruangan hanya bisa menghela napas pasrah, sementara Han Xingzhou menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis melihat pemandangan rutin tersebut.

Setelah mengusap betisnya yang kesakitan, Leng Yan kembali merapikan jubahnya dan mengubah raut wajahnya menjadi sedikit lebih serius, meski binar jahil di matanya tidak pernah benar-benar padam. Ia mengibaskan kipasnya pelan seraya melirik peta wilayah di meja. "Namun, bicara soal pergeseran dunia bawah... hamba juga membawa hadiah informasi yang cukup menarik untuk Anda, Yang Mulia."

"Informasi apa?" tanya Feng Wuchen dingin seraya melangkah mendekat.

Leng Yan menyunggingkan senyum misterius yang memikat. "Orang-orang hamba di rumah bordil mendeteksi adanya pergerakan asing dari perbatasan selatan Kekaisaran Tianming. Sisa-sisa pengikut Pangeran Ke-3 tampaknya tidak tinggal diam setelah junjungan mereka dikurung. Mereka telah menyewa sekte pembunuh paling berbahaya di dunia bawah, Sekte Bayangan Merah, untuk melakukan tindakan nekat di ibu kota dalam waktu dekat."

Mendengar hal tersebut, aura di dalam ruangan seketika berubah menjadi dingin. Po Jun mengepalkan tangannya hingga persendian fisiknya berbunyi nyaring, sementara mata Han Xingzhou menyipit tajam. Namun, Mu Xuanyuan justru tersenyum semakin ceria. Sang Kaisar Abadi yang menyembunyikan kekuatannya itu memetik buah pir baru dari ruang dimensinya, melemparkannya ke udara seraya menatap ke luar jendela menuju langit ibu kota yang kian pekat. Pergeseran di dunia bawah tanah ini hanyalah awal dari badai yang baru, dan sang pangeran "bodoh" telah siap memainkan perannya di atas panggung catur kekaisaran.

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!