Sekuel SUAMIKU BERWAJAH CACAT
Novel ini, menceritakan kisah cinta segitiga. Jadi bijaklah, dalam membaca.
Haris Wilson, anak pertama dari pasangan Henri Wilson, dan Rania Cullen, tidak menyangkah hidupnya akan berakhir menikahi anak dari pelayannya sendiri Bibi Ana.
Apalagi saat itu, Haris Wilson mempunyai seorang kekasih yang begitu dicintainya, yaitu seorang supermodel, bernama Kenny.
Haris menentang keras perjodohan ini, karena
dia sudah mempunyai kekasih, dan yang membuat dia sangat menolak perjodohan ini adalah, anak dari pelayannya itu, adalah seorang gadis cacat.
Tapi Haris tak dapat menolak, karena ayahnya Henri Wilson mengancam, kalau dia tidak menikahi Vivian, maka jabatannya sebagai seorang CEO diperusahaan, akan dicabut.
Karena tidak ingin kehilangan jabatannya, dia menyetujui pernikahan ini, tapi dengan membuat kesepakatan pernikahan kontrak, yang dia buat bersama Vivian.
Tapi itulah cinta bisa tumbuh kapan saja, Harispun tak dapat menolak pesona Vivian, saat mendapati gadis itu sudah bisa berjalan, ditambah lagi dengan kelembutan, dan perhatian dari wanita itu, membuat ia terjebak dengan permainan yang dia ciptakan sendiri, hingga membuat ia harus memilih Vivian, sigadis cacat, atau Kenny wanita yang begitu dicintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.31.Meminta bantuan Riana
Mobil terus melaju, ditengah keramaian lalulintas dipagi hari kota London.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dari limabelas menit, tibalah mereka diperusahaan.
Melangkahkan kaki dengan gagahnya, memasuki gedung bertingkat itu, diikuti oleh sekretaris pribadinya James.
Saat tiba dilantai duapuluh empat, Haris langsung melangkah keruang kerjanya.
Membuka pintu, masuk kedalam ruangan dengan melonggarkan sedikit dasinya.
"James.."
"Ada apa Tuan?"
"Apakah semalam Kenny datang kerumah mencariku?!" Tanya Haris, saat sudah duduk dikursi kebesarannya, sembari tangannya membuka-buka berkas yang sudah berada diatas meja.
James yang tadi akan berjalsn keluar dari ruangan, kembali menghampiri kursi yang terletak diruang kerja Tuanmudanya.
Menghembuskan nafas yang terasa berat, sebelum menjawab pertanyaan Haris.
"Iya Tuan, semalam Nona Kenny datang mencari anda."
Menghentikan kegiatannya sejenak, sembari menatap intens Tuanmudanya.
"Iya Tuan, semalam Nona Kenny datang kerumah, dan dia sangat marah karena tidak mendapati keberadaan anda."
Menghembuskan nafas yang terasa berat, sembari menyandarkan pundak pada kursi kebesarannya.
"Anda baik-baik saja Tuan?" Tanya James, saat melihat raut wajah Haris begitu resah.
"Aku tidak tau, akan terjadi seperti ini James! Ini betul-betul pilihan yang sangat sulit.Tapi bagaimanapun, aku harus memutuskan salahsatu diantara mereka."
"Siapa yang akan anda pilih Tuan?! Nona Kenny wanita yang sudah bertahun-tahun menemani anda, atau Nona Vivian istri anda sekarang."
"Aku begitu mencintai Kenny, tapi aku juga tidak mau kehilangan Vivian. Dia adalah wanita yang baik. Tapi aku akan tetap memilih diantara mereka berdua, sebelum waktu yang ditentukan oleh Papaku." Jawab Haris, dengan suara yang terasa berat.
"Apapun keputusan anda? saya akan selalu mendukungmu Tuan."
Tersenyum, saat mendengar ucapan sekretarisnya.
"James.."
"Iya Tuan!"
"Kau pesan phonsel buatku sekarang, karena ini sudah lebih dari duapuluh lima menit, aku belum menghubungi dia."
Menghembuskan nafas kasar, saat mendengar permintaan Tuanmudanya.
"Tuan, Tuan, apakah anda tidak menyadari kalau anda sudah jatuhcinta pada Nona Vivian? bahkan anda terlihat gelisah sekarang, padahal baru juga dua puluh lima menit!"
"Baik Tuan" Jawabnya.
Duapuluh menit kemudian.
Haris terlihat begitu gelisah, karena sampai sekarang, James belum datang juga datang membawa phonselnya.
"Kemana dia?! kenapa sampai sekarang dia belum membawa phonselnya kemari?! bahkan dia juga belum pergi menemui Daren" Gumamnya, yang terlihat begitu kesal.
Terdengar suara pintu terbuka, yang menampilkan sosok James yang baru saja datang.
"Darimana saja kau?! kenapa lama sekali hahh...!!"
Tanya Haris dengan nada sedikit tinggi, dan tersimpan kemarahan disana.
Tersenyum, sembari meletakkan phonsel tersebut diatas meja.
"Kenapa kau tersenyum, kau pikir ini lucu?!" Tanyanya, kesal.
"Tenang dulu Tuan, tenanglah. Sebenarnya anda harus berterimakasih pada saya." Jawabnya bangga.
"Kenapa aku harus berterimakasih padamu?"
"Manamungkin anda menelpone Nona Vivian, kalau anda tidak mengetahui nomor phonselnya. Dan tadi saya juga pergi melihat keadaan disana, mungkin saja Tuan Daren berusaha untuk mendekati Nona Vivian, dan saya juga sudah membicarakan hal itu dengannya."
"Terus apa yang dia katakan?!" Tanya Haris penasaran.
"Maaf Tuan tapi saya tidak bisa mengatakan" Jawabnya, pelan.
"Katakan saja, apa yang Daren katakan?!" Pinta Haris, dengan raut wajah yang sudah terlihat tidak sabaran.
"Dia mengatakan padaku, memang ini kedai milik Tuanmu apa?! kenapa dia balik yang balik membuat peraturan dikedai milikku."
Haris terlihat begitu kesal, saat mendengar ucapan sekretarisnya.
"Apa dia tidak tau siapa aku?!"
"Tentu saja Tuan Daren mengetahui anda siapa Tuan? bukankah Tuan, anak dari Tuan besar Henri Wilson, dan Nona Rania, dan Kaka dari Tuan Herry, dan Nona Riana sipembuat masalah itu..!!"
Haris menatap kesal sekretarisnya, saat mendengar ucapannya.
"Jadi menurutmu aku ini pembuat masalah?!"
"Tidak Tuan, saya hanya mengatakan yang sebernarnya." Jawabnya, tersenyum.
"Tetap saja itu sama."
"Tenang Tuan, saya punya sesutu yang bagus untuk anda, dan saya yakin anda akan menyukainya."
"Apa itu James?!" Tanyanya, penasaran.
"Saya ada merekam beberapa Video Nona Vivian saat bekerja, dan beberapa fotonya. Bukankah anda belum mempunyai.fotonya?!"
"Benarkah James, kau serius?!"Tanya Haris, yang terlihat begitu antusias.
"Tentu saja, buat apa saya berbohong."
"Kalau begitu keluarlah, kau sangat mengganggu James!"
Menghembuskan nafas kasar, dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Baiklah" Jawabnya, dengan berlalu dari ruangan itu.
Haris meraih phonselnya, dan mulai melihat foto foto milik istrinya.
Haris begitu terkejut saat melihat foto-foto Vivian, yang begitu cantik.
"Darimana James mendapati foto-fotonya ini?! dan dia terlihat sangat cantik, pantas saja banyak pria yang menyukainya." Gumamnya, tersenyum.
Dan Haris mulai membuka video yang telah direkam tadi oleh James.
Semula semuanya tampak baik-baik saja, tapi tak beberapa lama raut wajahnya terlihat kesal.
Saat melihat perbincangan Vivian, dan Daren.
Dimana ketika Vivian melayani pelanggan, dan Daren membantunya.
"Akukan sudah bilang padanya, untuk menjaga jarak!! tapi kenapa dia masih dekat dengan pria ini." Serunya kesal.
Dan diapun memutuskan untuk melakukan videocall.
Terus menghubungi Vivian, tapi tidak ada jawaban. Sekali lagi, sekali lagi, dan sekali lagi. Dan hasilnyapun sama.
"Jamees....." Teriaknya, dari dalam ruangan.
Saat mendengar teriakan Tuanmudanya, James langsung berlari kedalam ruangan.
"Kenapa Tuan?! apakah ada masalah?!"Tanyanya, dengan raut wajah yang terlihat panik.
"Ayo sekarang juga kita pergi kekedai." Titahnya, dengan mengenakan jas yang ia gantungkan pada kursi kebesarannya.
"Apa?! tapi Tuan kita masih ada pertemuan dengan klien."
"Batalkan saja, Vivian jauh lebih penting."
"Tapi Tuan?! klien kita ini sangat penting. Beliau jauh-jauh datang dari Korea, hanya untuk menjalin kerjasama dengan kita."
Haris langsung menjatuhkan dirinya dikursi kebesarannya, dengan raut wajah yang terlihat frustasi.
"Terus aku harus bagaimana James? kau lihatlah mereka berdua sangat dekat( dengan menunjuk video itu pada James) "
"Ini masih dalam tahap wajar Tuan, jadi anda tidak perlu cemas."
"Kau memang sangat bodoh! jadi wajar saja, kau belum mempunyai kekasih sampai sekarang." Jawabnya, kesal.
"Maafkan saya Tuan! tapi kenapa anda tidak minta bantuan dari Nona Riana saja, bukankah dia sangat menyukai Tuan Daren?!"
Senyuman langsung merekah diwajahnya, saat mendengar ucapan sekretarisnya.
"Ternyata kau sangat pintar, James?!"
Meraih phonselnya, yang ia letakkan diatas meja.
"Nomor Riana sudah ada disinikan James?!"
"Sudah Tuan."
aasyeiikk ... bakal makin posesif aja bos nya si james 😁👍🏻
bisaan ni author pilih visual nya
posesif tanda cinta .. ouw ouw oooo
sudah jelas vivian berstatus kan istri "sah"
kenny dasaarrr
gemesss gau thor aaaaa mantaff👍🏻🤣