"Mulai besok kamu akan di pindahkan ke apartemen CEO, kamu bisa melakukan tugas mu disana. Gajimu akan dinaikan dua kali lipat. Dan ingat, jangan sampai membuat kesalahan. Ada yang ingin di tanyakan?" ucap Diki pada Kirana
"Maaf, Pak. Jika saya menolak apa konsekuensi nya?" tanya Kirana
"Tidak ada penolakan, karena kamu sudah menandatangani kontrak kerja selama satu tahun. Yang diperbolehkan, kamu hanya menyetujui dan menjalankan tugas mu dengan benar. Dan ingat, jangan ceritakan ke staff yang lain" ucap Diki
"Peraturan macam apa ini" ucap Kirana seraya membaca lembar demi lembar peraturan yang tertulis pada kertas di hadapan nya
Dari kantor CEO Steven menatap layar monitor cctv dari ruangan nya, menatap ekspresi Kirana seraya berkata
"Ide cemerlang ku bagus juga, aku jadi lebih leluasa menatap mu setiap hari. Kirana"
Senyum nakal menyeringai dari bibir seksi nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Bahagia
Selesai melepaskan gaun akad, Kirana terduduk di sofa bersama Lucas dan Silvia serta Steven
" Apa yang kamu pikirkan ? " tanya Steven
" Ibu... kita belum mendapatkan restu Ibu " ucap Kirana sedih
" Kita akan segera ke rumah Ibu untuk meminta restu " jawab Steven
" Ma, sudah sore kita pamit ya " ucap Steven
" Nggak tidur disini saja ? " tanya Silvia
" Biarlah, ini kan malam bahagia buat mereka " imbuh Lucas
" a ha ha ha ... iya iya nak... beri kan mama cucu yang banyak " ucap Silvia
" Aku akan memberikan sepuluh ma " ucap Steven seraya menatap Kirana
" Dasar ! " geram Kirana dalam hati
" Baik lah kita pamit ma " ucap Steven di susul Kirana
Apartemen
" Kamu boleh pulang, terimakasih sudah mengantar " ucap Steven
" Sudah tugas saya Tuan " jawab Diki
Mereka berdua berjalan menuju lift dan sampai di pintu apartemen
" Tumben nggak usil dia, biasa nya iseng pakai gendong segala " ucap Kirana dalam hati
diam diam dia rindu ke iseng an Steven
Ceklek... pintu di buka
Sudah bertebaran kelopak bunga mawar di lantai dari pintu menuju kamar utama.. di hiasi banyak bunga di setiap sudut ruangan. Bunga mawar dan bunga lily.. Membuat hati Kirana semakin bahagia
Tiba Tiba...
" Kau milik ku " seraya berjalan Steven membisik kan kata tersebut ke telinga Kirana dan menggigit nya lembut.. membuat jantung nya terasa ingin melompat keluar...
Berjalan membawa nya masuk ke kamar, Steven meletak kan tubuh Kirana di atas tempat tidur...
Kemudian...
Steven menuntun nya dengan kelembutan, jari jemari nya menari di setiap bagian pada tubuh Kirana.. membuat nya merasakan yang belum pernah dia rasakan sebelum nya
Jantung nya berdetak kencang dan pikiran nya melayang merasakan setiap gerakan Steven padanya
Steven yang tak kalah pa*as dengan ekspresi wajah cantik Kirana membuat nya tak ingin menghentikannya meskipun Kirana mulai tampak lelah
Dan tak lama kemudian mereka merasakan kemenangan bersama, Steven memeluk nya erat
Dan terjadilah yang seharunya terjadi...
" Aku mencintaimu sayang " ucap Steven lembut di telinga Kirana kemudian mengecup nya
" Terimakasih sayang " Kirana tersenyum dan berbaring di dada bidang Steven..
Bunga yang tadi nya di atas tempat tidur, sudah berserakan kemana mana akibat olah raga yang mereka berdua lakukan
Kemudian tak lama kemudian mereka terlelap..
Tengah malam Kirana terbangun merasa ingin buang air kecil...
Saat kembali ke tempat tidur, dia melihat darah
" Sayang ... bangun ... ini ada darah.. apa kamu terluka ?" tanya Kirana seraya membangunkan Steven
" Sayang itu dari bagian terindah mu " Steven tersenyum seraya menghujani kecupan lagi di kening nya...
" Mau lagi sayang... " pinta Steven
" Aaaa ... " ucap Kirana seraya membenamkan diri di dalam selimut
Steven tertawa dan kembali melingkarkan lengan nya di atas selimut dimana Kirana bersembunyi
" Sayang, keluarlah.. atau kamu mau aku melakukannya lagi ya " tanya Steven
Perkataan itu sontak membuat Kirana langsung keluar dari tempat persembunyian nya dan menatap Steven
" Apa... apa " tanya Kirana dengan cepat nya
" Mau aku ulangi lagi " tanya Steven lagi seraya menatap nya dengan senyum nakal nya
" Aaaa... " teriak Kirana
" Sayang, aku mau laki laki.. " ucap Steven
" Memang bisa kita tentukan jenis kelamin nya " tanya Kirana dengan polos nya
" Bisa saja, nanti aku konsultasi dengan Hasan " ucap Steven kemudian mereka terlelap
sampe traveling kmna mana hahaaa