Descnya dibaca dulu ya sayang❤️
novel ini dalam masa penulisan ulang untuk mengganti keseluruhan nama tokoh, para pembaca harap maklum atas ketidaknyamanan ini.
Thank you ♥️
***
~Hilangkan perasaanmu, balas dendam akan berhasil ketika kamu tak berperasaan~
.
.
.
Ini karya pertama Author semoga kaka-kaka semua suka.. kalau gak suka skip aja nee🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atika.NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter~31 akibat dari kau yang tidak menurut
Warning!!
mengandung unsur kekerasan harap bijak dalam membaca dan menanggapi nee🤗🙏 Borahae 💜
next cerita👇👇
****
"Kau!"
Seidon sangat marah saat melihat Lisa berdiri diambang pintu dengan wajah polosnya dengan bibir bergetar yang tak mampu bicara lagi.
Para sahabatnya tidak yakin Lisa akan selamat kali ini, entah apa yang akan Seidon lakukan pada Lisa karena berani melanggar ucapannya.
"Lisa! apa yang kau lakukan disini! Pergi! Cepat lari dari sini!!" Teriak Glen.
"Glen, berhentilah bicara" sela Minho.
"Lisa lari!!" Teriaknya sekali dan ingin menghampiri Lisa tapi ditahan oleh Mike dan Leon.
Hatinya sedih saat melihat Lisa menderita di tangan Seidon, tapi Glen sudah tidak bisa berbuat apapun untuk menolongnya.
*Lisa.. apa yang telah kau lakukan, kesalahan besar ini.. kau bisa mati ditangan Seidon* batin Glen.
Mike menutup mulutnya dan Leon menahan dirinya agar tidak menghampiri Lisa.
Dengan wajah penuh emosi Seidon berjalan kearah Lisa. Melemparkan pisaunya jauh hingga terpental jauh.
Semua orang hanya bisa terdiam dan tak mampu berbuat apapun. Karena tidak mungkin bagi mereka untuk mencampuri urusan Seidon dan Lisa. Seandainya Lisa tidak datang maka ia akan baik-baik saja. Tapi kekhawatiran nya malah membawanya menuju malapetaka.
"Seidon.." ucap Lisa lirih berjalan mundur saat Seidon maju perlahan mendekatinya.
"Sayang.. sedang apa aku di sini um!?"
"Berani sekali kau melanggar perintahku!" Tekannya dengan wajah dipenuhi dengan emosi yang sangat meluap.
"Maaf.. maafkan aku.." ucap Lisa benar-benar ketakutan.
"Aku paling tidak suka kalau perintahku di langgar, apa kau pernah merasa aku orang yang pemaaf? jika ingin, aku bisa memenggal kepalamu seperti apa yang kau lihat itu!" Ucapnya semakin mendekati Lisa.
"Sini.. biar aku melihatmu lebih dekat!" Seidon menarik Lisa kasar hingga tubuh mungilnya berbenturan dengan tubuh Seidon. ia menatap Lisa tajam dan mencengkram kuat tangan Lisa membuatnya semakin ketakutan.
"Sa-Sakit.. ma-maafkan aku ku mohon" ucap Lisa miris didepan suaminya.
"aku serahkan dua sampah itu pada kalian.. aku akan pulang dan menghabisi wanita yang tidak penurut ini!! Ahh aku benar-benar kesal saat ini" Tekannya menarik Lisa pergi.
"Kalian yakin Lisa akan baik-baik saja?" Tanya Andhika.
"Tidak, aku sudah tau benar Seidon seperti apa" kata Calfin.
"Lepaskan aku, br3ngs3k!" Glen memberontak sampai Mike dan Leon melepaskannya.
"Glen, aku tau bagaimana hubunganmu dengan Lisa.. tapi saat ini Lisa milik Seidon, kita tidak bisa menyelamatkannya" tegur Minho.
"Tapi Lisa.. dia bisa mati!"
"Kita tau siapa yang paling kejam, bahkan Seidon lebih tak berperasaan dibandingkan dengan Minho" kata Andhika.
"Haisshh!" Decak Glen
,
Seidon menarik Lisa sangat kasar, ia berusaha melepaskannya tapi malah mendapat tamparan keras yang membuatnya membatu, merasakan darah segar yang mengalir di ujung bibirnya. Menangkup wajahnya dari bekas tamparan Seidon yang begitu menusuk hingga ke hatinya.
"Diam, jika tidak ingin terluka maka diam dan jangan melawanku" Tanya Seidon menarik Lisa kasar.
Seidon beralih mencengkram leher Lisa dan menariknya.
"L-lepaskan!! Seidon lepaskan aku!" Ia memberontak tapi semakin melawan maka Seidon juga semakin menyakitinya.
"Kenapa kau melanggar ucapan ku? Kau ingin mencari masalah denganku?" Tekannya.
Lisa hanya terdiam dengan memegangi pipi yang ditampar oleh Seidon dengan sangat keras.
"Jawab!" Bentaknya.
"Sudah ku katakan kau tidak boleh keluar dari rumah tanpa ijin dariku!! Tapi kenapa kau tetap melakukannya? Kau akan lihat kematian seseorang yang tak berdosa akibat ulahmu sendiri"
"apa kau ingin aku memperlakukanmu seperti itu? Lisa jawab!" Tekannya sekali lagi.
"Aku hitung sampai 3 jika kau tidak menjawab ku, maka kita akan bermain malam ini!"
"1... 2..." Menatap Lisa tapi tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan menjawabnya.
"3..!" Ucap Seidon yang sudah kehabisan kesabaran tapi Lisa tetap terdiam.
Seidon menarik Lisa dengan kasar, mendorongnya kedalam mobil hingga tangan Lisa tergores pintu mobil. Ia melajukan mobilnya menuju rumah. Lisa hanya menangis sendu dengan perlakuan Seidon. Rasa sakitnya menembus hingga ke tulangnya. Membuat luka nya semakin dalam dan hampir membunuh dirinya.
Dae Jung melajukan mobilnya dengan kecepatan full menuju rumah.
Setelah sampai dirumah Seidon menyeret Lisa dengan sangat kasar. Seluruh pelayan terkejut karena Seidon masuk dengan mendobrak pintu dengan kuat. Melihatnya menarik Lisa dengan keadaan berantakan dan menangis tanpa suara.
"Sini kau!"
Bruukk_
Mendorong Lisa hingga terjatuh. Jujur saja Lisa masih menahan sakit dibagian sensitifnya. Tapi demi suaminya Lisa kabur dari rumah melanggar ucapan Seidon dan pergi mencarinya karena rasa khawatirnya. Perih sakit dan ngilu itu yang Lisa rasakan saat ini.
"Alexi?" Ucap Seidon menatap Lisa tajam.
"Ya Tuan"
"Kemari" Alexi mendekati Seidon tak berani mengangkat wajahnya untuk diperlihatkan pada Tuannya itu.
"Bagaimana dia bisa kabur? Apa kau tidak mengatur penjagaan? Bukankah sudah ku peringati berkali-kali!? apa kalian semua sedang meremehkan ku dan sengaja membantu wanita ini!?"
Dengan suara tinggi membuat Alexi agak takut untuk menjawab tapi.
"Maafkan aku Tuan, penjagaan begitu ketat di luar rumah dan di dalam rumah. Seharian nyonya mengurung diri di kamar dan tidak mau keluar. Sampai pada saat malam tadi penjaga melaporkan padaku bahwa ada kain menjulang dari balkon kamar anda hingga ke tanah"
"Kunci gerbang juga rusak dan mereka menemukan linggis kecil. Kemungkinan kuncinya dirusak menggunakan linggis tersebut." Jelas Alexi.
"Saat mendapat laporan dari penjaga kami langsung mendobrak kamar anda dan tidak menemukan nyonya disana" sambungnya.
Alexi juga memberikan bukti pesan Lisa yang ia kirimkan pada Alexi. Dan semakin membuat emosinya meninggi.
"Semua penjaga langsung di kerahkan untuk mencari nyonya tapi kami tidak dapat menemukannya, kami tidak berfikir bahwa nyonya akan menuju markas. Tuan mohon anda mengampuni kelalaian kami" jelas Alexi.
Seidon menghela nafas dan dengan sangat kasar Seidon menariknya.
Plaakkk__
"Kau sudah berani melanggar perkataanku... Aku tidak suka jika ucapanku dilanggar, dan di bantah! jika kau berani membantah itu artinya kau tau sendiri resikonya!" Tekannya.
Seidon terus memukuli gadis cantik itu tanpa ampun. Jeritan Lisa tak lagi membuat hati Seidon merasa iba. Emosinya sudah berada di tanduknya.
Seluruh pelayan sangat-sangat iba pada Lisa. Mau membantu pun itu sama saja mengantarkan nyawa mereka untuk menggantikan Lisa. Dengan tubuh yang lemah Lisa berusaha meraih kaki Seidon yang berdiri dihadapannya.
"Seidon.."
"Jangan sentuh aku!" Ucapnya
Menepis Lisa.
"Dengarkan aku baik-baik! Aku sadar dengan yang aku lakukan ini! Kau sangat suka di pukuli jadi, akan ku pukuli sampai kau tidak bisa berbuat apapun lagi!" Tekannya berjongkok dihadapan Lisa dan mencengkram pipinya.
"Maaf.. maafkan aku.. aku terlalu khawatir denganmu... Itu sebabnya aku mencari mu" ucap Lisa menangis dan meringis kesakitan mencoba menahan tangan Seidon yang mencengkram pipinya.
Ia kembali menghaj4r Lisa dan menamp4rnya berkali-kali, hingga d4rah kent4l keluar dari hidungnya. Membuat Lisa pucat dan lemas tak berdaya.
*Sakit.. sakit.. tolong aku, tolong selamatkan aku..* batin Lisa merintih.
"Uhuk.. akhh...!!"
Pukulan terakhir berhasil membuat Lisa tak berdaya. Wajahnya penuh darah dan memar, pakaiannya robek berantakan.
"Ekhem.. ahh membuatku lelah saja"
Tanpa menghiraukan Lisa, Seidon pergi begitu saja. Dengan cepat Alexi langsung menopang tubuh Lisa yang tak berdaya.
"Nyonya..."
"Alexi, a-aku.. aku tidak k-kuat lagi" ucapnya terbata-bata.
"Nyonya bertahanlah.. anda pasti kuat"
Alexi menenangkan Lisa dengan cara mendekapnya. Dae Jung segera mengambil air dingin untuk mengompres luka Lisa.
"Nyonya bertahanlah.. Kami akan berusaha menolong anda"
*Ayah..* batin Lisa.
______________