Hastari Ananda adalah seorang karyawati yang sedang giatnya bekerja. Harus mengikuti aturan dari tempat kerjanya untuk mau dimutasi dimana saja.
Dan saat sedang LDR dengan sang pacar ternyata ia mendengar kabar kalau sang pacar akan menikah. Saat sedang dilanda galau datanglah Rama, lelaki yang ternyata menjadi teman hidupnya di masa depannya.
Bagaimana Tari menghadapi semua masalah peliknya, dari keputusan tempat kerjanya, sikap yang diambil saat tau kekasihnya akan menikah dan perasaannya terhadap Rama.
Saksikan semuanya disini ya...CINTAKU LDR TERUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nie Junie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 29 - PERASAAN INI
Tari pun hanya bisa ber oh ria saja mendengar penjelasan Rama.
Lalu Tari teringat sesuatu yang di bilang Rama tadi saat di rumah
"Rama kamu tenant mana sih emangnya?" Tari harap rasa penasarannya bisa hilang dengan bersamanya perjalanan Tari pulang ke Jambi lagi dengan Rama
"Aku yang di lantai 1. Tenant jam dari Time Art Corp" Rama menjelaskan singkat
"Emang jadi apa? Kok sampai bilang nggak bakal bangkrut!" ketus Tari
"Aku supervisor Tari, iyalah nggak akan bangkrut kalau cuma naik taksi tiga kali. Kecuali setiap hari" jelas Rama sambil terkekeh
"Iya juga ya" sambil manggut-manggut kemudian melihat jalan yang sudah hampir sampai bandara Soetta
"Kita udah mau sampai Ram, terminal berapa nih?" tanya Tari karena Rama belum menginformasikan apa-apa kepada supir taksi mereka
"Sabar Tari, Terminal 2E ya Pak" Rama langsung memberitahu supir taksinya
"Iya Mas" jawab supir tersebut
Setelah sampai di terminal yang dituju Rama pun membayar uang taksi tersebut. Rama dan Tari pun turun dari taksi dengan membawa tas masing-masing.
"Sini aku bawain tas kamu Tar" Rama segera mengambil tas yang dibawa oleh Tari
"Eh Rama. Nggak usah sih kan nggak berat juga" Tari yang sudah tidak membawa apa-apa pun sebenarnya tidak enak dengan Rama
"Nggak apa-apa kok. Kalau cewek itu biasanya emang nggak usah bawa apa-apa, cukup bawa diri aja" Rama pun tersenyum ke arah Tari, dan Tari pun tersipu karena perkataan Rama
"Kita chek in dulu ya. Mana kartu identitas kamu?" Rama pun sedang mengeluarkan kartu identitasnya dan dua buah tiket
Tari yang melihat dua buah tiket pun langsung mengambil tiket tersebut untuk melihat miliknya. Dibacanya dengan seksama tiket miliknya
"Betul semua kok nama sama tanggal lahir, tau dari mana ya dia!" batin Tari penasaran
"Mana kartu identitas kamu? Kenapa? Takut salah ada yang salah?" tanya Rama sambil melirik ke arah Tari yang sedang mesem-mesem tidak jelas
"Hehehe....heran aja Ram. Nih" Tari menyerahkan kartu identitasnya sambil cengar-cengir karena merasa pertanyaan Rama tepat sasaran
"Eh kita naik ini Ram?" tanya Tari tak percaya
Rama pun hanya menganggukkan kepalanya sambil berjalan maju karena antriannya pun sudah maju. Kini giliran Rama dan Tari chek in.
"Tempat duduknya bersebelahan ya Mba!" pinta Rama pada petugas chek in maskapai
"Baik Mas" petugas yang ramah pun sambil tersenyum mengiyakan permintaan Rama
"Ayo Tari udah nih.." belum selesai Rama bicara Tari pun sudah tidak ada disampingnya
"Di gate 3 Tar" seru Rama agak keras kepada Tari yang sudah berjalan mendahuluinya
"Ayo Rama, lamban kaya kura-kura" pekik Tari meledek Rama
"Dasar Tari, semangat banget" Rama pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
"Kita nunggunya lama nggak ya Ram. Aku mau ke toilet dulu" Tari yang baru saja duduk di samping Rama pun terlihat gelisah
"Mau ngapain? Masih ada waktu kok kalau mau ke toilet" ucap Rama sambil melihat jam tangannya
"Sebentar ya" Tari pun langaung pergi menuju toilet perempuan
Saat Tari pergi ke toilet ada sepasang mata yang tengah memperhatikan Rama. Kemudian orang itu pun berjalan mendekati Rama yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Rama?" terdengar suara perempuan yang menegur Rama
Rama pun mendongakkan kepalanya agar bisa mengetahui siapa yang menegurnya. Betapa kagetnya Rama saat melihat siapa yang ada di depannya saat ini. Rama pun sampai membelalakkan matanya tak percaya.
"Nina?" Rama merasa tak percaya
"Iya ini aku Ram. Syukurlah kamu masih ingat aku. Kamu masih seperti dulu Ram" Perempuan yang bernama Nina itupun langsung duduk disebelah Rama sangat dekat hingga tanpa celah
"Maaf" Rama pun menggeser duduknya ke kursi sebelahnya karena merasa risih
"Rama kamu apa-apaan sih" Nina pun menggeser lagi badannya agar dekat seperti semula dengan Rama
Rama pun langsung berdiri karena malas melayani Nina dan dengan halus mengusir Nina dari hadapannya. Namun tak Nina hiraukan.
"Kamu mau kemana Ram? Aku kangen kamu" Nina pun mendekat lalu meraih lengan Rama
"Ya Tuhan kenapa dari sekian wanita harus bertemu sama dia sih!" batin Rama sambil memijit keningnya yang mulai pusing karena ulah Nina
Nina adalah salah satu mantan Rama. Rama hanya memiliki dua orang mantan. Nina adalah mantan yang kedua, Nina mengkhianati Rama dengan berselingkuh di belakang Rama. Karena Nina menganggap Rama hanya pegawai biasa. Jadi sudah tidak ada bagus-bagusnya untuk dikenang
Saat Rama sedang sibuk melepaskan tangan Nina dari lengannya Tari pun datang. Dan dengan perasaan campur aduknya Tari pun menegur mereka
"Ehm..." Tari melirik ke arah Rama kemudian ke arah perempuan disebelahnya
"Sayang, kamu udah dari toiletnya?" Rama yang melihat ada kesempatan langsung melepaskan tangan Nina, kemudian beralih menggenggam tangan Tari.
"Dia siapa?" tanya Tari sambil menunjuk ke arah Nina
"Dia cuma orang nggak penting" balas Rama sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Tari
Jantung Tari langsung berdebar tiga kali lebih cepat dari biasanya. Tari tau saat seperti ini ia harus akting seperti Rama akting di depan keluarga Ardy dan Intan kemarin.
"Hmm..Sayang kita pindah tempat duduk aja yuk. Aku gerah disini" ucap Tari sambil menarik tangan Rama dan kemudian berjalan menggandeng lengan Rama.
Rama pun hanya mengikuti Tari sambil mencoba menetralisirkan jantungnya yang berdegup lebih cepat dari biasanya
"Pintar juga akting kamu Tari. Tapi semoga ke depannya ini bukan cuma akting" batin Rama sambil tersenyum simpul
"Kita duduk sini aja sayang. Biar dekat sama pintu keluarnya, adem juga ada anginnya" Tari pun langsung duduk disusul oleh Rama
Tak lama kemudian informasi untuk penerbangan Tari dan Rama dengan maskapai yang dinaikinya akan segera lepas landas, penumpang pun dipersilahkan untuk masuk ke dalam pesawat. Rama dan Tari pun bergegas menuju pintu keluar dan berjalan menuju pesawat mereka.
Saat sudah di dalam kabin pesawat, Rama pun mempersilahkan Tari untuk duduk di tempat yang ia inginkan karena letak kursi mereka ditengah dan di dekat jendela. Dan Tari pun duduk di dekat jendela.
Pesawat pun akhirnya lepas landas. Tari yang belum mengantukpun mengguncang Rama agar bangun dari tidurnya.
"Rama bangun" Tari masih mengguncang badan Rama
"Kenapa sayang?" Rama belum membuka matanya
"Eh Tari. Kenapa? Maaf ya keceplosan" Rama yang sudah membuka matanya ingat apa yang baru saja ia katakan
"Iya nggak apa-apa. Kita impas ya 1-1. Oh iya aku mau bilang terima kasih Ram" ucap Tari sambil membetulkan posisi duduknya
"Impas?" tanya Rama heran
"Iya impas. Kemarin kan kamu udah nolong aku waktu di pesta pernikahan Ardy. Jadi tadi gantian. Nah kita impas sekarang" jawab Tari mejelaskan
"Trus terima kasih?" tanya Rama lagi sambil mengamati wajah Tari yang terlihat tambah manis kalau tersenyum
"Terima kasih buat semua. Buat kemarin, buat hari ini, sama yang lalu-lalu" ucap Tari sambil kembali tersenyum mengingat kebaikan Rama kepadanya
"Oh gitu. Anything for you Tari. Nevermind" jawab Rama tersenyum manis kepada Tari
"Istirahatlah. Kita masih lama di perjalanan" Rama pun menutup matanya lagi hendak pergi ke dunia mimpi
"Iya deh" jawab Tari dan ia pun menutup matanya juga
Perjalanan selama satu jam tiga puluh menit pun membuat Tari tidur dengan nyenyaknya. Sampai tak terasa mereka sudah akan sampai di bandara Sultan Thaha Jambi.
Sesampainya di Jambi mereka pun menyewa taksi lagi. Rama lebih dulu mengantar Tari ke kostnya kemudian baru terakhir Rama pulang ke kostnya. Dengan mereka pergi ke Jakarta ternyata membuat hubungan mereka maju satu langkah lebih dekat.
Sesampainya di kost Tari langsung bersih-bersih kemudian merebahkan badannya di tempat tidurnya. Tari pun tengah berpikir perasaan apa yang ada di hatinya. Ia selalu gugup juga deg-degan kalau ada di dekat Rama.
"Apa mungkin gw udah suka Rama? Masa iya cepat banget, habis ketemu dia intens banget sih. Liat nanti aja deh!" batin Tari masih menerka hatinya sendiri.
Rama pun yang baru sampai di kostnya langaung memberaihkan diri kemudian beristirahat di kasur empuknya. Ternyata Rama oun memikirkan apa yang tengah Tari pikirkan juga
"Tari kamu manis banget sih. Kamu bisa rasain nggak sayang aku ke kamu. Nggak nyangka aku bisa sayang lagi sama seseorang setelah sekian lama" batin Rama sambil tersenyum
Dan akhirnya mereka pun terlelap di kamar masing-masing setelah tenggelam dengan pikiran mereka yang sama-sama memikirkan satu sama lain.
tetap semangat ya.💪💪💪
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
nanti aku lanjut baca lagi