NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Utusan Hukuman Surga dan Peringatan dari Langit Tinggi

​Dunia fana Benua Tengah sedang merayakan lahirnya penguasa baru. Namun, di atas Benua Melayang Sekte Puncak Awan yang agung, suasana mendadak berubah menjadi mencekam. Angin yang biasanya membawa aroma wangi bunga rohani kini terasa tajam seperti sembilan bilah pedang yang menghiris ruang.

​Lin Chen, yang baru saja memadatkan Inti Surgawi Absolut, tiba-tiba membuka matanya. Pandangannya menembus bumbung istana, menatap lurus ke arah kubah langit yang mula retak.

​"Akhirnya, 'Mata' di atas sana mula merasa gatal," gumam Lin Chen dengan nada yang sangat tenang, seolah-olah kehancuran dunia hanyalah gangguan kecil bagi waktu minum tehnya.

​KRAAAAK!

​Langit Benua Tengah yang cerah tiba-tiba terbelah. Sebuah rekahan perak sepanjang ribuan batu muncul, memancarkan cahaya yang begitu menyilaukan hingga ribuan kultivator di bawah sana jatuh buta seketika jika mereka berani menatapnya. Dari dalam rekahan itu, sebuah sosok yang diselimuti baju zirah perak yang memancarkan api putih turun dengan perlahan.

​Setiap langkah sosok itu membuat Hukum Dunia Benua Tengah menjerit kesakitan. Inilah Utusan Hukuman Surga dari Alam Abadi. Kekuatannya bukan lagi diukur dengan tahap fana, melainkan dengan Hukum Keabadian.

​"Anomali yang tidak mempunyai takdir... Lin Chen," suara Utusan itu bergema, bukan melalui udara, tetapi langsung menghujam ke dalam jiwa setiap makhluk hidup di benua tersebut. "Kau telah merosakkan aturan putaran nasib. Sekte Puncak Awan adalah noda yang harus dihapuskan. Atas nama Pengawas Hukum Alam Abadi, matilah!"

​Utusan itu mengangkat tangan kanannya. Sebuah pedang cahaya perak bermanifestasi, membawa beban dari seluruh berat langit di atasnya.

​Di pelataran bawah, Ye Fan, Su Yue, dan Lin Tian merasa tubuh mereka seolah-olah dipaku ke bumi. Walaupun mereka telah mencapai tahap Pembentukan Inti Surgawi, di hadapan Utusan dari Alam Abadi ini, mereka merasa seperti semut yang cuba menahan runtuhan gunung.

​"Guru!" Lin Tian meraung, urat-urat di lehernya menonjol saat dia cuba mengangkat kepalanya.

​"Tetap di tempat kalian," suara Lin Chen mengalir dengan lembut namun penuh kewibawaan yang tidak boleh dibantah.

​Lin Chen melangkah keluar dari istana. Dia tidak menggunakan kapal perang, tidak juga menggunakan aura yang meledak-ledak. Dia hanya berjalan dengan tangan terlipat di belakang punggung, setiap langkahnya menstabilkan Hukum Dunia yang sedang bergoncang.

​"Alam Abadi selalu sahaja gemar mencampuri urusan dunia bawah dengan alasan 'nasib'," Lin Chen mendongak, menatap Utusan tersebut dengan pandangan yang sarat dengan arogansi mutlak. "Jika Kau adalah hukum, maka Kursi Ini (Ben zuo) adalah pencipta hukum tersebut."

​Utusan itu tidak membalas. Dia menghayunkan pedang peraknya ke bawah.

​BOOOOOOOOOOOM!

​Satu hayunan itu membelah atmosfera, menghasilkan gelombang pemusnahan yang mampu menghapuskan sepuluh buah kekaisaran dalam sekelip mata.

​Lin Chen hanya mengangkat tangan kirinya secara santai. Inti Surgawi Absolut di dalam tubuhnya berputar, memancarkan tenaga transparan yang menyelimuti seluruh Benua Melayang.

​BANG!

​Pedang Hukuman Surga itu menghantam perisai transparan Lin Chen. Seluruh Benua Tengah bergetar hebat, namun Benua Melayang milik Sekte Puncak Awan tidak bergerak seinci pun. Cahaya perak yang mematikan itu terserap sepenuhnya ke dalam tenaga transparan Lin Chen, bagaikan titisan air yang jatuh ke dalam lubang hitam.

​Utusan itu terdiam. Mata peraknya yang tanpa emosi kini memancarkan keterkejutan yang nyata. "Tenaga Keabadian di dunia fana? Bagaimana mungkin?!"

​"Dunia ini luas, Utusan kecil. Ada banyak perkara yang tidak mampu difahami oleh minda sempit Pengawasmu," Lin Chen tersenyum tipis.

​Lin Chen tahu, jika dia mahu, dia boleh menggunakan seluruh kuasa sistem untuk menghancurkan Utusan ini dalam sesaat. Namun, dia teringat akan rancangan jangka panjangnya. Jika dia menjadi terlalu kuat terlalu cepat, para musuh di Alam Abadi akan segera turun dengan kekuatan penuh yang mungkin akan merosakkan fondasi murid-muridnya yang masih lemah.

​Seekor singa tidak akan membunuh semua mangsa dalam satu hari, fikir Lin Chen. Aku perlu membiarkan Utusan ini merasa 'harapan' agar mereka mengirimkan lebih banyak 'batu asahan' untuk murid-muridku.

​Lin Chen tidak menyerang balik dengan kekuatan penuh. Sebaliknya, dia hanya menjentikkan jarinya.

​TING!

​Sebuah riak tenaga transparan menghantam dada Utusan tersebut, melemparkannya kembali ke arah rekahan langit. Zirah peraknya retak seribu, dan darah emas mengalir dari mulutnya.

​"Kembalilah," titah Lin Chen, suaranya kini dingin seperti fros abadi. "Beritahu tuanmu, Benua Tengah kini adalah wilayah terlarang bagi Alam Abadi. Sesiapa yang berani melangkah masuk tanpa izin Kursi Ini, jiwanya akan dijadikan minyak lampu untuk menerangi jalan sekteku."

​Utusan Hukuman Surga itu menatap Lin Chen dengan penuh ketakutan. Dia tidak berani tinggal lebih lama lagi dan segera melesat kembali ke dalam rekahan ruang sebelum pintu dimensi itu tertutup rapat.

​Langit Benua Tengah kembali menjadi tenang, namun keheningan yang menyusul jauh lebih berat.

​Lin Chen turun kembali ke pelataran, menatap ketiga-tiga muridnya yang masih tercengang.

​"Guru... mengapa Guru tidak membunuhnya?" tanya Lin Tian dengan rasa lapar akan darah yang masih tersisa.

​"Dunia ini mempunyai tingkatannya sendiri, Lin Tian," Lin Chen duduk kembali di kursi malanya. "Membunuh Utusan itu hanyalah permulaan. Kita memerlukan masa untuk mengukuhkan kedudukan kita di Benua Tengah. Kita memerlukan jutaan murid, sumber daya yang tidak terbatas, dan yang paling penting... kalian bertiga harus mencapai tahap yang mampu membelah Utusan itu sendiri tanpa bantuan Kursi Ini."

​Lin Chen memandang ke arah Sistem yang memaparkan data baru.

​[Ding!]

[Tuan Rumah telah berjaya mengusir Utusan Alam Abadi tanpa mendedahkan kekuatan penuh!]

[Strategi: Pembangunan Jangka Panjang Teraktifkan!]

[Poin Reputasi +50.000!]

[Misi Baru: 'Membangun Dinasti Puncak Awan' - Rekrut 10,000 Murid Berbakat dalam masa 30 Hari!]

​"Ye Fan, Su Yue, Lin Tian," panggil Lin Chen. "Buka pintu sekte seluas-luasnya. Sampaikan ke seluruh pelosok benua: Sekte Puncak Awan sedang mencari bakat. Tidak kira mereka manusia, iblis, atau binatang buas—selagi mereka memiliki niat untuk menundukkan langit, mereka boleh mencuba nasib."

​"Tetapi ingat satu perkara," Lin Chen menyempitkan matanya. "Ujian masuk sekte kita tidak akan mudah. Kursi Ini tidak mahu sampah yang hanya tahu berlindung di bawah ketiak kaisar. Aku mahu monster yang mampu mengguncang galaksi."

​"Kami laksanakan, Guru!"

​Maka, bermulalah era baru di Benua Tengah. Bukan lagi tentang perang antara kekaisaran, tetapi tentang perlumbaan sejuta jenius untuk mendapatkan tempat di Benua Melayang.

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!