NovelToon NovelToon
Aku Bukan Anak Kuntilanak

Aku Bukan Anak Kuntilanak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

"Dasar anak Kunti!"
"Aku bukan anak Kunti! berhenti memanggilku anak Kunti! namaku Kalingga Arsana!"


Kalingga sering di panggil anak Kunti oleh teman temannya dan para warga di tempat dia tinggal, bukan tanpa alasan, itu karena dia lahir dari rahim seorang perempuan yang sudah di kubur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salbiah terjebak

‎Warga yang mendengar kalau ada tubuh tanpa kepala di rumah Salbiah langsung berdesakan ingin melihat secara langsung apa yang di katakan Wisnu, apalagi katanya pakaian yang di pakai perempuan itu sama dengan pakaian yang di pakai Salbiah saat bertemu Wisnu tadi sore.

‎"Mbah itu benar tubuh Salbiah!" ucap seorang warga

‎"Jadi benar ada tubuh tanpa kepala di dalam?" tanya Kaelan

‎"Kamu mau lihat?" tanya Wisnu

‎"Tidak Mbah, saya takut nanti dia makan Kalingga" jawab Kaelan

"Mungkin anak Kunti itu yang nanti akan memakan Salbiah" ketus seorang warga

"Kamu nanti yang aku makan!" bentak Kaelan

"Sudah, jangan ada yang berdebat, kita urus dulu masalah kuyang ini" ucap Narno

‎"Dobrak saja pintu rumahnya Mbah, saya yakin Salbiah kuyang itu, kalau bukan kenapa ada tubuhnya di rumah Salbiah" ucap warga yang mulai semakin banyak.

‎"Iya Mbah, kami tidak mau di salahkan kalau sampai ada korban di kampung ini"

‎"Bagaimana Mbah? saya juga khawatir kalau sampai kampung kita namanya jadi tercoreng karena masalah ini" ucap Wisnu

‎Narno semakin bimbang, di satu sisi dia tidak mau Salbiah celaka, tapi di sisi lain dia juga tidak mau warga curiga dengan dirinya yang sudah dua puluh tahun memimpin di kampung itu.

‎"Kenapa Salbiah malah ke rumah Jamal dan menyerang Kalingga, bukannya menuruti perintahku, maafkan aku Salbiah, aku terpaksa melakukan ini karena kamu sendiri yang melanggar perintahku" batin Narno

‎"Aakhhh! lihat itu, tangannya bergerak!" teriak seorang warga yang masih mengintip di jendela.

‎"Segera dobrak saja sebelum kepalanya muncul, kita bawa jasadnya ke balai desa dan kita bakar di sana!" ucap warga lain

‎"Mbah, kami butuh perintah dari Mbah" ucap warga

‎"Pak, bapak harus memutuskan yang bisa menguntungkan bapak" bisik Beno dan Narno menghela nafasnya.

‎"Baiklah, dobrak pintunya dan pastikan di dalam tidak ada Salbiah, bisa saja Salbiah ada di suatu tempat dan kuyang itu kebetulan ada di rumah Salbiah" ucap Narno

‎"Baik Mbah" jawab semuanya segera pergi ke arah pintu depan untuk mendobrak pintu rumah Salbiah.

‎Kaelan tersenyum sinis, dia bisa melihat Narno terlihat khawatir dengan Salbiah tapi memang itu tujuan Kaelan, dia ingin warga tahu siapa Salbiah yang sebenarnya dan ikut menghabisi kuyang yang meresahkan banyak warga di kampung kampung sekitar.

‎"Mudin! Mudin!" panggil seorang ibu ibu berlari ke arah kerumunan warga yang sedang berkumpul setelah pintu rumah Salbiah di dobrak.

‎"Ada apa bi Yati?" tanya orang bernama Mudin itu.

‎"Adik kamu, katanya adik kamu di gigit kuyang saat menemani ayah kamu mencari ikan di sungai dan sekarang sedang di bawa ke ke kampung Mahoni, tadi aku dapat kabar dari kang Umar yang sedang berjaga di perbatasan kampung" ucap Yati

‎"Ya ampun! Mbah jangan jangan kuyang ini yang sudah melukai adik saya Mukhtar Mbah!" pekik Mudin terlihat emosi

‎"Pasti, sekarang kamu pergi saja menyusul bapak dan adik kamu, kasihan mereka mungkin butuh bantuan" ucap Wisnu memberikan beberapa lembar uang merah

‎"Terima kasih Mbah" ungkap Mudin

‎"Bawa delman milikku dan pergi dengan Beno supaya kamu tidak di tanyai di sana" ucap Narno

‎"Baik Mbah" jawab Mudin segera pergi ke arah kandang kuda Narno di temani Beno.

‎"Mbah, Salbiah juga tidak ada di dalam, kami malah menemukan beberapa kain bedong di lemarinya, ada bekas darahnya juga, ini pasti kain bedong bayi bayi yang dia makan" ucap seorang warga

‎"Hiks... Kalingga, untung saja kamu di jaga para leluhur dengan baik" lirih Kaelan berpura pura bersyukur Kalingga selamat.

‎"Mbah apa mau di bawa sekarang?" tanya Wisnu

‎"Iya, bawa ke balai desa, kita lihat kuyang itu pasti akan melindungi tubuhnya dan datang ke balai desa" jawab Narno

‎"Aku jijik, lehernya bau juga" ucap seorang warga

‎"Tutupi dengan kain saja" ucap Narno dan mereka setuju

‎Kaelan tetap di samping Narno, dia berjalan perlahan karena dia juga melihat sekeliling barangkali saja Salbiah sudah datang, tapi dia masih belum terlihat dan Kalingga malah terlihat anteng melihat banyak obor yang di bawa warga.

‎"Kaelan, pukul berapa kuyang itu datang ke rumahmu?" tanya Narno

‎"Pukul sebelas malam Mbah, awalnya saya pikir Kalingga menangis karena mau susu, pas saya buat susu dan kembali ke kamar, kuyang itu sedang mencoba menggigit Kalingga dan Maryani menghilang dari sana, mungkin kalah dengan si kuyang" jawab Kaelan membuat semua yang ada di sana merinding dan berlari untuk memastikan rumahnya aman dan terkunci.

‎"Pukul sebelas, itu tepat saat aku memerintahkan dia untuk mencari ari ari Kalingga, tapi dia malah menyerang Kalingga dan seorang warga yang sedang mencari ikan, dasar kuyang tidak bisa di percaya!" kesal Narno dalam hatinya

‎"Siapkan kayu bakar, kita tunggu kuyang itu datang setelah itu kita bakar jasadnya di depan kuyang itu secara langsung" perintah Narno membuat Kaelan menyeringai.

‎"Baik Mbah" jawab semua orang

‎Semua orang sibuk dini hari itu mencari kayu bakar untuk membakar jasad Salbiah, dan tepat saat mereka sudah selesai, Parta membisikkan sesuatu ke telinga Kaelan dan itu adalah tentang kedatangan Salbiah ke kampung itu yang dalam keadaan terluka setelah di serang tongkat bambu milik Abidin.

‎"Kalingga.... bersiaplah karena salah satu sosok yang akan membahayakan hidupmu di masa depan akan segera muncul" bisik Kaelan melihat sekeliling

‎Senyumnya tersungging saat dia melihat sebuah energi merah sedang menatap tajam ke arah tubuh Salbiah yang sudah di letakkan di atas tumpukan kayu bakar tepat di depan balai desa kampung cadas.

‎"Pak Wisnu lihat itu, ada kepala bersembunyi di balik pohon kedondong pak Hasan" ucap Kaelan dan semua orang melihat ke arah yang di sebutkan Kaelan sambil mendekat dengan banyak obor yang mereka bawa.

"Itu kuyangnya! Itu kuyangnya Mbah dia benar kuyang!" teriak warga

‎"Hherrr..... jangan bakar tubuhku... nar...."

‎Bukh.

‎Hampir saja Salbiah menyebut nama Narno, tapi Narno melempar Salbiah dengan batu dan membuat kepala Salbiah terjatuh, batu yang di lempar Narno tentu saja bukan batu biasa, dia memantrai batu itu supaya Salbiah tidak bisa menyebut nama Narno ataupun mengatakan kalau Salbiah adalah sekutu Narno.

‎"Aaaaaaa!"

‎"Bagaimana Mbah, kami takut di gigit!" ucap seorang warga ketika kepala Salbiah sedang berusaha menyerang semua orang karena marah Narno mengkhianati dirinya

‎"Kenapa Narno malah membiarkan tubuhku di bawa warga, padahal aku sudah tahu keberadaan ari ari itu?" batin Salbiah.

‎"Itu.. itu wajah Salbiah, dia benar benar Salbiah! berarti selama ini aku naksir kuyang!" kaget seorang warga

‎"Ya ampun, aku pernah peluk dia kemarin!" pekik warga lain

1
Nurr Tika
ketauan juga
neni nuraeni
aduh kakek nya kaget ma tu tawa cucunya,,,eeeh ayah nya mlh ngelawak aduuhhh seruuu ini lnjutt
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
neni nuraeni
ayo bakar tu jasadnya biar mampus tu kuyang
neni nuraeni: ok... ok... ok... kak othorrr😁😁
total 2 replies
Sri rahayu
mungkin itu akan menjadi hari terahir Salbiah ada di muka bumi ini
Ridwan01: mungkin kak
total 1 replies
Nurr Tika
kebongkar sudah, bakar saja
Ridwan01: untung dunia Maya jadi boleh bakar bakaran ya kak🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
dah jodohin aja thor... nanti juga lama" bkl suka dia ma Kinanti,,, lnjut atuhh
neni nuraeni: ok saya tunggu kak othor🤗🤗
total 2 replies
Nurr Tika
dah kaelan sama kinanti ja
Ridwan01: siap kak 👍
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Ari" nya tidak di ketemukan oleh malak dan jayandanu,,, kasian klingga
neni nuraeni: sama" kak thor 😁😁😁
total 2 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
Nurr Tika
udah di bilangin suruh hati ati ,tuh kan kena pelet narno
Ridwan01: Kinanti terlalu positif thinking kak🤭🙏
total 1 replies
Ilham
panjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
neni nuraeni
iiih gemes deh moga aja Kinanti dan kaelan di satukan dlm ikatan suci,,,,, iiih dsr aki" peot untung keluarganya kinanti sakti semua
neni nuraeni: sama"🤗
total 2 replies
neni nuraeni
mending kaelan sama Kinanti buat mereka bersatu thor mnjdi psngn halal agar tidak di ggu si narno Mulu,, gedek aku ma aki" peot
neni nuraeni: 👍 deh... lnjut thorr💪💪😁
total 2 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
Nurr Tika
udah iklasin ja maryani ya kael
Ridwan01: Kaelan galau
total 1 replies
Sri rahayu
bapaknya suka sama Kinanti sementara neno suka sama Aini .ga sadar Luh marno udah tua nangka malah suka gadis belia
Ridwan01: Narno sedang puber kedua kak🤭🙏
total 1 replies
Sri rahayu
asik nih duda bisa peluk perawan 😁😁😁
Ridwan01: mantap 🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
dsr Salbiah edan
neni nuraeni: betul... betul.. betull🤭🤭
total 2 replies
Nurr Tika
duh kunyang datang lagi
Ridwan01: kuyang masih penasaran dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!