NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:786
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.

Suara Maura nampak menggema di dalam rumah mewah keluarga Bouven itu. Bahkan Lian yang baru saja pulang dari kantor langsung buru buru naik ke lantai dua rumahnya.

Untuk mengecek keadaan anak semata wayangnya.

"Astaga Mah! Apa yang kamu lakukan? Kasihan Maura," kata Lian yang terlihat langsung memeluk anaknya.

"Lepaskan pelukan mu itu dari anak mu! Kalau tidak, aku akan —." Ucapan Stela nampak terhenti.

Lian yang tahu apa yang di katakan oleh istrinya nampak melepaskan pelukannya dari tubuh anaknya.

"Pergilah, bukankah kamu itu baru saja pulang dari kantor! Mandi, lalu tunggu aku di dalam kamar! Karena sekarang, anak ini bukan urusan mu," kata Stela dengan tatapan mata tajam kala menatap ke arah suaminya.

"Iya tapi senakal nakalnya Maura, Mamah itu tidak perlu melakukan hukuman sampai seperti ini. Dia hanya gadis yang remaja yang baru ber umur 15 tahun Mah! Tolong berhenti menghukum Maura," pinta Lian dengan nada memohon.

Naura nampak menatap wajahnya ayahnya dengan tatapan kecewa. Karena seperti biasa, ia mempunyai sosok ayah. Namun sama sekali tidak pernah membantu dirinya. Bahkan ayahnya selalu menyalahkan dirinya dan mengatakan jika ia adalah anak yang nakal.

"Aku itu tidak nakal Yah, Maura cuman ketiduran di rumah Mamih Cherly! Kenapa ayah itu selalu mengatakan jika Maura itu nakal!" gumam Maura dalam hatinya sembari menatap ke arah ayahnya dengan penuh kepedihan.

Maura merasa tubuhnya mulai kedinginan sekarang ini, kala air shower terus mengalir dan membasahi tubuhnya. Bahkan bibirnya mulai terlihat gemetaran.

Perut Maura juga terdengar berbunyi, kala rasa lapar sekarang ini benar benar melanda dirinya.

"Aku menyesal, kenapa tadi Mamih Cherly menyuruh ku untuk makan dulu sebelum pulang dari rumahnya, aku malah menolaknya. Dengan alasan kalau kelamaan sampai rumah Mamah Stela bisa marah, nyatanya Mamah tetap saja marah dan menghukum ku. Pasti setelah ini Mamah juga akan mengunci ku di dalam kamar mandi ini." tebak Maura lagi dalam hatinya.

"Iya Mah Soka mohon, maafin Maura. Tadi dia itu hanya ketiduran di rumah Mamah Cherly, dia tidak habis dari mana mana." Soka nampak menimpali ucapan ayahnya.

"Diam kalian berdua! Sekarang kembalilah ke dalam kamar kalian! Kalau tidak aku akan menghukum anak ini dengan lebih parah!" Stela nampak mengeluarkan cambuk yang di lilitkan di sabuk belangnya.

Melihat cambuk yang di pegang oleh Mamah nya, Maura nampak memasang wajah takut. Bahkan ia terlihat mengeleng gelengkan kepalanya.

"Tolong Mah, jangan cambuk Maura! Itu sakit sekali! Maura sampai kesulitan tidur beberapa hari kalau punggung Maura di cambuk lagi!" batin Maura.

"Baik Mah, ayah akan segera kembali ke kamar menunggu Mamah. Dan ayah akan segera mandi! Tolong jangan cambuk Maura!" pinta Lian, lantas ia pun lari untuk meninggalkan kamar mandi.

Lalu Stela nampak melirik tajam ke arah anak kandungnya Soka.

****

Soka bukanlah anak kandung Lian, Soka lahir dari kesalahan. Dulu waktu Naura, Aron, Liam, Cherly, Vince dan juga Daniel masih SMA. Stela pernah di sukai sahabat Aron yaitu Ronald. Dan berkali kali Stela menolak cinta Ronald, Ronald yang gelap mata menggarap Stela dengan Aron dan juga Gie.

Ada di buku pertama yang berjudul "Dipaksa menikah dengan orang mati".  Hingga lahirlah Soka.

*** Kembali ke cerita utama ****

"Ba - baik Mah, Soka juga akan segera kembali masuk ke dalam kamar Soka! Tapi Soka mohon, tolong jangan cambuk Maura Mah!"

"Hemm," sahut Stela dengan malas.

Melihat ke anaknya benar benar pergi meninggalkan kamar Maura, Stela pun terlihat jongkok lalu mencengkram erat dagu Maura.

"Bagus, bukankah sekarang kau itu senang! Setelah membuat suami dan juga anak ku itu membantahku dan malah membela mu mati matian."

Dengan linangan air mata, Maura terlihat menggeleng gelengkan kepalanya.

"Jadi kau itu tidak setuju untuk home schooling, dan tadi Cherly itu sudah mendaftar kan mu untuk bersekolah bukan?" tanya Stela memastikan. Bahkan kedua bola matanya menyiratkan sebuah amarah yang mendalam dan juga sebuah dendam kesumat.

Apalagi Stela merasa, jika Maura itu tidak menuruti keinginannya. Malah seenaknya sendiri, karena main mendaftar sekolah tanpa meminta persetujuan darinya. Karena keinginan Stela sendiri, ia ingin jika Maura itu tidak bersekolah dan harus terus di kurung di rumah ini saja, karena diam diam Stela merencanakan sesuatu.

"I - iya Mah," sahut Maura dengan wajah takut. Ia tahu, pasti setelah ini Mamahnya itu akan mencambuk dirinya, karena ia melakukan hal yang tidak di setujui oleh Mamahnya.

"Karena kau itu nakal dan juga jadi anak yang pembangkang. Mamah akan memberikan hukuman untuk mu berupa cambuk, tidak mungkin Mamah itu menarik berkas yang sudah masuk dan di serahkan oleh Cherly ke pihak sekolah, dan pastinya berkas itu juga sudah masuk ke Dinas pendidikan. Maura kau itu membawa nama keluarga Bouven yang terpandang, kalau sampai aku mengambil berkas itu dan tidak segera mendaftar kan mu ke sekolah manapun, tentu saja hal itu akan menjadi deadline di portal berita." Stela nampak mencengkram dagu anaknya. Lalu ia terlihat mengangkat cambuk nya.

"Maafin Maura Mah, ... Maura beneran minta maaf. Tolong! Maura janji tidak akan mengulanginya lagi!" Maura terlihat memohon pengampunan dari Mamahnya.

Ctek

Stela mencambuk punggung anaknya  dengan satu cambukan.

"Sebuah jeritan pilu nan menyakitkan nampak menggema di dalam rumah itu."

Soka dan Lian yang memang menunggu di dekat kamar Maura hanya bisa sama sama menghembuskan nafasnya dengan kasar.

Beberapa pelayan rumah yang masih bekerja bahkan sering di buat bingung, dengan perilaku Stela yang begitu kejam pada anak gadisnya. Dan perlakukan Stela itu sungguh sangat jauh berbeda jika di bandingkan dengan Soka.

"Malam ini kamu Mamah kurung untuk kembali tidur di dalam kamar mandi, besok pukul 5 pagi Mamah akan membuka kembali pintu ini. Karena kamu harus pergi ke sekolah!"

Maura hanya menjawab ucapan mamahnya itu dengan anggukan kepala seraya tersenyum getir.

Ia juga terlihat meringis.

Tak berselang lama pintu kamar mandi kamarnya juga kembali di tutup.

"Kenapa wanita itu terus saja ikut campur urusan ku?" gumam Stela dengan wajah merah padam.

"Apakah seragam ku itu sobek?" tanya Maura pada dirinya sendiri, seraya berusaha bangkit untuk mematikan karan shower yang sedari tadi mengguyur tubuhnya.

Dengan langkah yang terlihat tertatih tatih, Maura berjalan ke arah lemari buffett yang ada di dalam kamar mandinya. Guna mengambil handuk, karena sekarang tubuhnya itu benar benar mengigil.

Maura mengusap air matanya, ia melihat ke arah kaca.

"Apakah orang seperti ku tidak pantas untuk di sayang?" gumam Maura.

Namun Maura nampak memasang wajah syok, kala dari pantulan cermin ia melihat bayangan sekarang wanita yang memiliki wajah persisi seperti dirinya. Cuman wajah wanita itu terlihat lebih tua dan berwibawa.

Wanita itu tersenyum, lalu berkata "Mamah sudah kembali Maura!"

Maura lantas menolehkan wajahnya dengan cepat, namun wanita itu tiba tiba menghilang.

Deg

"Apakah barusan aku melihat hantu? Tapi kenapa wajahnya nyaris sama seperti diriku? Dan apakah tadi aku tidak salah mendengarnya, dia menyebut dirinya dengan sebuah Mamah! Apa maksudnya? Bukankah Mamah kandung;yang melahirkan ku adalah Mamah Stela, dan Mamah Cherly mengangkat ku sebagai anak angkat nya karena dia memang di vonis tidak bisa punya anak," gumam Maura dengan wajah bingung.

Maura memilih segera melepas pakaian basah nan bolong yang sekarang ini di pakai olehnya, ia ingin segera mengganti pakaian itu dengan handuk.

Maura memilih tidur di lantai kamar mandi yang berada dekat dengan pintu, karena area situ yang tidak basah, ia hanya bisa beralaskan handuk handuk yang tersedia di dalam lemari kamar mandinya.

Walaupun besok pasti Maura kena amuk Stela lagi karena menggunakan handuk bersih sebagai alas, ia tidak ada pilihan lain. Maura tertidur dengan posisi tengkurap.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!