NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.31. Datang Melayat

Olivia....

Ketika aku memasuki halaman rumah orang tuaku, aku yakin sekali itu adalah mobil Alex yang terparkir di garasi. Apa yang dilakukannya di sini? Ada urusan apa dia dengan keluargaku?

Aku menghela nafas untuk menenangkan diri sebelum melangkah memasuki pintu bersama David di sisiku. Aku tidak terkejut ketika melihat Alex sedang duduk di sofa ruang tamu.

Sudah bertahun-tahun lamanya dan keadaan rumahku masih sama seperti dulu. Bibirku melengkung membentuk sebuah senyum tipis ketika kudengar suara ibuku dari arah dapur.

Aku bersikap seolah-olah aku tidak melihat kehadiran Alex di sana saat aku berbalik dan berjalan menghampiri ibuku. Aku sangat bersyukur ibuku masih hidup sampai saat ini. Meskipun kami sering tidak sepaham dalam banyak hal, tapi aku harus bersikap lebih baik padanya.

"Olivia, sini," panggil ibuku, dengan senyum lebar dan tangan terbuka. Itu adalah hal yang paling membahagiakan ibuku sejak dia melihatku.

Aku jatuh ke dalam pelukannya dan dia memelukku dengan erat. "Aku senang bisa bertemu kamu lagi, mom," ucapku, dan aku merasa pelukannya semakin erat.

Setelah beberapa saat kemudian, aku melepaskan pelukannya dan memperkenalkan David padanya. David sejak tadi hanya berdiri di sampingku menyaksikan interaksi kami berdua.

"Apakah dia David teman kuliahmu dulu?"

Aku tidak menyangka, ibuku masih mengingatnya. Dulu, aku tidak pernah memperkenalkan David pada orang tuaku jadi mereka tidak mengenal sosok David. Mereka hanya tahu namanya saja.

Kedua orangtuaku sangat selektif dalam menilai pasanganku, sehingga saat itu aku tidak memiliki keberanian untuk mengenalkan pacarku pada mereka.

"Ya," aku menganggukkan kepalaku dengan rasa bangga. "Dia memang David, teman kuliahku dulu. Sekarang kami adalah rekan kerja." aku memperkenalkan David pada ibuku dan mereka pun saling bertukar sapa.

Saat kami kembali ke ruang tamu, aku bisa merasakan Alex sedang menatapku dengan intens. Aku langsung meraih tangan David dan menggenggamnya.

Saat tanganku dan David bertaut, aku melihat wajah David mengeras dan matanya tajam menyipit. Dia bahkan bersikap dingin pada David saat mereka bertemu.

Ketika kami semua sedang duduk di ruang tamu, menunggu kedatangan saudara - saudaraku, percakapan pelan antara Alex dan ibuku menarik perhatianku.

Meskipun aku tidak bisa mendengar dengan jelas percakapan keduanya, tapi aku bisa melihat dengan jelas perubahan raut wajah ibuku.

Matanya jatuh padaku, dan dengan isyarat anggukan, dia memintaku untuk mengikutinya. "Olivia, bisakah kamu ikut mommy ke kamar sebentar?" pintanya dengan suara pelan dan berbisik.

Aku ragu sejenak, tak bisa menduga apa yang akan dia lakukan, tapi suaranya yang lembut membuatku tenang. Aku bangkit dari sofa, dan menoleh pada Alex, namun dia buru-buru berpaling, menghindari kontak mata denganku.

Aku mengekor di belakang ibuku saat dia menarikku menuju ke kamarnya. Aku sangat penasaran apa yang akan dia katakan padaku. Dia menutup pintu kamar dan memintaku duduk di atas tempat tidur.

Aku menuruti permintaannya dan duduk di tempat tidur.

Setelah beberapa saat, pintu kamar terbuka dan kulihat Alexander berjalan masuk. Aku sudah tahu, mereka berdua pasti yang mengatur semua ini. Aku langsung berdiri dan saat aku baru akan berucap sesuatu, ibuku langsung keluar kamar dan mengunci pintu kamar dari luar.

"Apa masalahmu, Alexander Stone?" tuntutku, tanganku mengepal menahan geram dan frustasi. "Kamu bahkan tidak bisa menunggu sampai pemakaman ayahku selesai." ucapku, menyindir.

Alex menarik napas, tatapannya melembut. "Aku hanya ingin berada di sini, untukmu. Tolong, biarkan aku di sini untukmu, ya?" Dia berjalan mendekatiku dan aku mundur beberapa langkah ke belakang.

"Kamu tidak punya hak untuk berada di sini, Alex. Ayahku meninggal sama sekali bukan kewajibanmu untuk peduli. Ingat, kita sudah bukan lagi suami-istri. Urusan keluargaku bukan lagi urusanmu." Aku berdiri sambil berkacak pinggang dengan wajah cemberut karena kesal.

Alexander menatapku dengan terkejut. Dia sungguh tak menduga aku akan meresponnya dengan ucapan sekasar itu.

"Ayolah, Olivia. Kamu akan selalu menjadi bagian dari hidupku. Ingat, kita sudah punya anak, bukan?" ucapnya dan aku membuang muka, jijik.

"Siapa yang bilang anakku itu adalah anakmu?" tanyaku dengan senyum mengejek.

"Tapi itu kenyataannya meskipun kamu tidak mau mengakuinya." jawab Alex penuh percaya diri seperti dia sangat yakin bahwa si kembar itu adalah anaknya.

Aku tidak pernah mengakui bahwa si kembar itu adalah anaknya. Tidak masalah meskipun pada kenyataannya, mereka memang anak - anak Alex, tapi aku bahkan tidak memberikan kesempatan padanya untuk berbicara denganku.

"Tuan Alexander Stone, tidak peduli apakah anak - anak itu adalah anakmu atau bukan. Tapi semua itu tidak merubah fakta bahwa aku tidak ingin berada di dekatmu, bahkan juga mereka!"

Alex menyugar rambutnya dengan kasar. "Aku tahu ini pasti akan butuh waktu, tapi aku siap berjuang demi cinta kita. Aku minta maaf untuk waktu yang terlewati selama bertahun-tahun ini. Tapi aku berjanji, aku akan menebusnya."

Mendengar ucapan Alex, aku tidak bisa menahan tawa, aku mendengus kasar dan membalas dengan nada mengejek. "Apa kau pikir sebuah kata maaf yang basi dan senyum hangat darimu bisa menghapus semuanya? Kamu pikir, aku di sini sedang duduk santai, menunggu kamu datang kembali padaku? Kamu pasti berpikir aku ini bodoh, kan?"

Wajah Alex jatuh dalam keterkejutan. Dia pastinya tidak menyangka akan mendengar makian kasar dari mulutku. Dia merasa shock dan tertampar dengan semua ucapanku. Dan itu sukses membuat aku merasa puas karena telah berhasil memaki Alex habis-habisan.

Tapi kemudian ekspresinya berubah dan dia melangkah maju mendekatiku.

"Aku faham mengapa kamu marah padaku." dia berkata dengan suara pelan dan lembut. "Tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan melakukan apapun itu untuk mendapatkan hatimu kembali."

Aku memutar mataku, jengah dan tidak percaya. "Kamu pikir kamu bisa dengan mudah kembali masuk dalam kehidupanku dan menganggap semua akan kembali berjalan normal? Kamu pikir aku akan memaafkanmu dan melupakan semua?"

Alexander menatapku dalam-dalam, "Olivia , aku tidak memintamu untuk memaafkan diriku. Aku hanya meminta kesempatan untuk memperbaiki semua. Aku ingin menjadi bagian dari hidupmu lagi, sehingga kita bisa membesarkan anak-anak kita berdua."

Kata-kata itu keluar dari seseorang yang menghamili sahabatku?! Aku tak percaya dia dengan lancar mengucapkan kata-kata seperti itu di depanku.

"Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku akan di sini hari ini?" tanyaku dengan wajah kesal. "Aku tidak ingin bersamamu hari ini!"

Aku berjalan melewati Alex menuju pintu. Aku menggedor-gedor pintu berulang kali dan memanggil ibuku, berharap dia mendengar dan membuka pintu.

Aku tidak tahan jika harus bersama Alex dalam satu ruangan.

1
Nessa
aahh sedih😢 apakah oliv dan alex ngak bisa kembali bersatu lagi thor
Nessa
yampun aq pikir sonya akan sama asisten nya alex, wah ternyata….🤭🙈
eva
lanjut
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!