NovelToon NovelToon
Cara Hidup Di Masa Kiamat

Cara Hidup Di Masa Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Hari Kiamat / Sistem
Popularitas:652
Nilai: 5
Nama Author: Lloomi

Saat langit retak dan hukum purba kembali berkuasa, manusia jatuh ke dasar rantai makanan. Di tengah keputusasaan itu, Rifana bangkit dengan luka yang tak kunjung sembuh dan ingatan yang perlahan terasa asing.

​Di dunia di mana para Superhuman mulai membangun tatanan baru di atas reruntuhan, Rifana hanyalah anomali yang membawa aroma maut ke mana pun ia melangkah. Dia tidak memiliki kekuatan yang memukau, hanya kemampuan adaptasi yang gila dan perasaan bahwa dirinya bukan lagi manusia yang sama.

​Berapa lama dia bisa bertahan di dunia yang tak lagi mengenali keberadaannya? Dan apa yang sebenarnya mengawasi dari balik fajar yang tak kunjung tiba?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lloomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Scout

Lebih baik memiliki monster di pihakmu dibandingkan memilikinya sebagai musuh.

Ziva sangat sadar akan hal itu, dia memiliki banyak alasan untuk membantu Rifana, bahkan jika pria itu tak menjadi Superhuman dia akan tetap memaksa Adam untuk membantunya.

Lagipula kekuatan sebenarnya dari pria itu bukanlah trait ataupun skill miliknya, pada dasarnya otak pria itu sendirilah monster utamanya disini.

Ziva mengepalkan tangannya dengan erat, Adam diperingatkan olehnya untuk tidak gegabah, mereka tetap tersembunyi di balik kegelapan, kelompok itu mencurigakan.

Adik kakak itu berdiskusi sebentar, sepertinya mereka perlu perubahan rencana sekarang, tujuan awal mereka mungkin tak dapat dicapai sekarang, lagipula ada kelompok lain disini.

Dan setelah mendengar kelompok itu berbicara, tempat ini sepertinya dipimpin oleh seseorang, dan bahkan ada tim pengintai, mereka mungkin memiliki Superhuman sebagai tim penyerang di sana.

Ziva melihat ke sekitar, kegelapan total masih memeluk mereka, namun Ziva masih mengingat arah dimana mereka datang "Kita harus keluar dari sini Dam," Dia menepuk pundak Adam "Kita harus cepat, sebelum mereka kembali" Ucap Ziva cepat.

Mereka berdua tak tahu motif apa yang dimiliki oleh kelompok penguasa di tempat ini, kepercayaan menjadi semakin mahal di dunia ini, mereka tak bisa begitu saja datang dan menyapa mereka.

Sebelum kiamat mungkin itu hal biasa, namun setelah kiamat banyak hal telah berubah.

Mereka bisa saja dituduh melanggar batas wilayah kelompok itu, atau bahkan mereka akan diperas oleh kekuatan jumlah pada akhirnya.

Ziva telah memikirkan beberapa skenario terkait tentang situasi ini, hal pertama yang harus mereka lakukan adalah mengamati, bertindak impulsif hanya akan membawa bencana.

Adam mengangguk "Bener sih, ayo cepat" Ziva dengan cepat menunjuk arah mereka datang "Kita lewat situ"Adam kemudian menuntun jalannya mereka di depan.

Dengan lengan kanan meraba tembok, dan lengan kiri yang menggandeng Ziva, dia perlahan menyusuri kembali langkahnya.

Masuk lebih sulit daripada keluar, mereka berjalan tanpa petunjuk selama beberapa menit, namun setelah berbelok mereka menemukan jalan keluarnya.

Cahaya retakan langit hanya merembes di bagian pintu masuk area parkir itu, di tengah kegelapan, tempat itu layaknya pintu surga yang disorot dengan cahaya utama dunia.

Mereka melepas pegangannya dari dinding dan terus berlari ke luar, dan sekali lagi mereka kembali ke jalur sepi yang berbau itu.

"Ayo sembunyi, pasti ada regu pengintai lainnya di sekitar sini" Sebut Ziva, Adam langsung mempercepat langkahnya dan berjalan menjauh dari tempat itu.

. . .

Jauh di dalam gedung mall, di pintu masuk, sebuah barikade darurat dibangun secara acak, pengerjaannya sangat buruk karena dibuat dengan terburu-buru.

Di sisinya, dua orang pria berdiri dengan perlengkapan sederhana, rompi tebal dan helm full face menutupi tubuhnya, batang besi digenggam di tangan mereka bersiap untuk apapun yang akan datang.

Dalam penglihatan mereka, di kejauhan, cahaya obor perlahan terlihat.

Setelah menjelajah selama beberapa jam, mereka kembali.

Pria penjaga mengangkat senjatanya dan berkata dengan nada yang mengintimidasi "Sebutkan identitas kalian!" Suaranya tegas, keduanya menatap kelompok itu dengan seksama.

Salah satu pria di depan berbicara "Ardy, pemimpin regu pengintai ke-3 kembali untuk melapor" Pria itu sedikit menundukkan kepalanya, semua anggota kelompok mengikutinya tanpa mengeluh.

"Begitu, baiklah, pergi lapor segera, tim penyerang perlu informasi sebanyak mungkin untuk menjalankan rencana kita." Sebut pria itu, keduanya menyingkir ke sisi membiarkan kelompok itu masuk dengan mudahnya.

Mereka tak repot-repot menoleh ke belakang, semuanya masuk dengan serempak, penjaga gerbang kembali ke tempatnya saat mereka pergi.

Dua pria itu kemudian mencibir dengan konyol "Dasar bodoh, mereka cuma umpan meriam, bisa-bisanya kembali kesini" Ucap salah satu penjaga, penjaga lainnya tertawa terbahak-bahak mendengar itu dia mengatupkan mulutnya.

"Tumben lu bener, wkwk, lagian di luar sana dan di tempat ini ga jauh beda kan" Penjaga itu terus terang. "Toh malah di luar lebih berbahaya daripada di dalam sini bro, kita beruntung bisa jadi penjaga gerbang" Pria itu bersantai saat melanjutkan "Setidaknya nasib kita ga akan seburuk regu pengintai"

Mereka terus mengejek kelompok itu dengan sengaja, di belakang mereka Ardy sang pemimpin mendengar semuanya, dia hanya mengepalkan tangannya dengan keras, tak ada yang bisa dilakukan oleh mereka.

Lagipula ucapan kedua penjaga itu tak sepenuhnya salah, regu pengintai merupakan salah satu kelompok yang didirikan di bawah perintah sang penguasa.

Berbeda dengan grup penyerang, atau biasa disebut juga oleh orang-orang yang lebih muda dengan sebutan Raid Team, regu pengintai hanyalah kelompok umpan meriam biasa yang dikirim untuk misi bunuh diri.

Pada awalnya ada 13 grup pengintai yang aktif di mall ini, di bawah kepemimpinan pria itu, sang penguasa, terdapat kurang lebih lima ratus orang yang menetap di mall ini.

Meski terbagi ke dalam beberapa kubu, mereka tetap harmonis dibawah pengawasan sang penguasa.

Bahkan jika seseorang ingin mengubah itu, semuanya malah akan menjadi semakin rumit.

Terdapat tiga kelompok utama di tempat ini, yang pertama Raid Team, yang bertugas sebagai kelompok penyerangan utama dari tempat penampungan ini.

Yang ke dua, para supporter, kelompok ini memiliki keahlian nyata dalam suatu bidang dan biasanya merupakan seorang berpengalaman dalam bidangnya sendiri.

Dan yang terakhir adalah para Scout, pengintai, kelompok ini dianggap sebagai kelompok paling lemah, namun resiko pekerjaan mereka sangat tinggi.

Sebagai pengintai, seorang pemimpin harus dipilih untuk mengendalikan kelompok ini, pekerjaan mereka cukup simpel.

Seperti sebelumnya, orang memanggilnya kelompok umpan meriam dengan alasan tertentu.

Itu karena, hanya tersisa 3 regu yang masih bertahan, dari 13 regu utama yang didirikan sang penguasa di masa awal kiamat.

Sisanya, telah mati!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!