Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31: MEKANISME LANGGANAN
Dinginnya dinding logam di ruang kendali utama Sektor 1 seakan meresap ke dalam sirkuit pemikiran Charlotte. Di hadapannya, ribuan aliran data berwarna ungu neon mengalir deras, melaporkan status setiap unit Aegis yang kini telah tersebar di tangan para prajurit Radiant, agen rahasia, hingga tentara bayaran di perbatasan. Produksi massal telah berhasil menciptakan ketergantungan yang ia inginkan. Sekarang, saatnya mengubah ketergantungan itu menjadi rantai yang tidak akan pernah bisa mereka lepaskan.
Charlotte menyesap kopi pahitnya, matanya yang ditutupi monokel Eye of the Raven tidak berkedip menatap grafik pertumbuhan pengguna. Ia menekan sebuah tombol pada konsol utama, memicu sub-rutin yang telah ia persiapkan sejak awal desain blueprint Aegis.
"Sistem, aktifkan Fase Transisi Layanan. Kirimkan notifikasi pembaruan sistem ke seluruh unit yang aktif," perintah Charlotte dengan suara yang datar namun dingin.
[Protokol Transisi Layanan Dimulai. Mengirimkan Notifikasi Firmware ke 15.420 Unit Terdaftar.]
[Pesan: Lisensi Penggunaan Aegis Versi Uji Coba Telah Berakhir. Silakan Hubungi Administrator untuk Aktivasi Layanan Perlindungan Bulanan.]
Di layar besar, Charlotte melihat titik-titik hijau yang mewakili pengguna Aegis mulai berubah menjadi kuning. Ini adalah jebakan yang ia sebut sebagai Mekanisme Langganan. Ia tidak lagi menjual senjata sebagai barang sekali beli. Ia menjual "keamanan" sebagai layanan berkelanjutan.
Beberapa menit kemudian, terminal komunikasinya mulai meledak dengan panggilan dari berbagai departemen logistik dan komandan lapangan. Yang paling mendesak datang dari kantor Jenderal Kaelen.
"Charlotte! Apa maksud dari pesan ini?" Suara Kaelen terdengar di speaker ruang kendali, penuh dengan kebingungan dan sedikit nada tinggi yang tertahan. "Para kapten di perbatasan melapor bahwa sistem perisai mereka menampilkan peringatan kadaluwarsa. Mereka berada di tengah zona konflik, mereka tidak bisa memiliki sistem yang tiba-tiba meminta biaya tambahan!"
Charlotte menyandarkan punggungnya di kursi ergonomis miliknya, wajahnya tetap tanpa ekspresi. "Jenderal, teknologi Aegis memerlukan pemeliharaan server dan kalibrasi energi jarak jauh secara real-time untuk memastikan integritas heksagonalnya tidak runtuh melawan serangan baru musuh. Biaya perlindungan bulanan ini adalah untuk memastikan staf teknis saya dan sumber daya komputasi sistem tetap berjalan 24 jam. Ini adalah standar keamanan baru."
"Tapi kita sudah membayar biaya produksi yang sangat tinggi!" bantah Kaelen. "Dewan Tinggi akan menganggap ini sebagai pemerasan!"
"Ini bukan pemerasan, Jenderal. Ini adalah asuransi jiwa. Apakah nyawa prajurit Anda tidak sebanding dengan biaya langganan bulanan yang hanya seharga beberapa keping kristal energi? Pikirkan tentang biaya yang harus dikeluarkan jika satu divisi musnah karena perisai yang tidak terkalibrasi," balas Charlotte dengan nada yang sangat persuasif sekaligus mengancam.
Kaelen terdiam di ujung sana. Charlotte tahu bahwa sang Jenderal tidak memiliki pilihan. Jika ia menolak, dan perisai itu gagal, maka kepalanya yang akan menjadi taruhan di depan dewan.
"Aku akan mencoba membujuk dewan. Tapi ada beberapa kapten faksi pahlawan independen yang sangat vokal menolak ini. Mereka mengklaim bisa meretas sistemmu dan menjalankan Aegis tanpa biaya langganan," kata Kaelen akhirnya.
Charlotte tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang jarang terlihat namun sangat mematikan. "Biarkan mereka mencoba, Jenderal. Keamanan adalah hak istimewa, bukan hak dasar."
Setelah komunikasi diputus, Charlotte mematikan lampu ruangan, menyisakan cahaya dari layar monitor yang menerangi wajahnya dengan pendaran ungu yang mengerikan. Ia mulai mengidentifikasi para "pahlawan bandel" yang disebut oleh Kaelen. Di sektor barat, sebuah unit elit bernama Iron Vanguard secara terang-terangan menolak untuk membayar biaya langganan pertama. Mereka bahkan mencoba melakukan bypass pada perangkat keras Aegis menggunakan teknisi internal mereka.
"Sistem, lacak unit Aegis yang dimiliki oleh Iron Vanguard. Tunjukkan status integritas inti mereka," perintah Charlotte.
[Melacak Unit 088 hingga 112. Lokasi: Lembah Kematian, Sektor 4 Barat.]
[Status: Mencoba Peretasan Firmware secara Ilegal.]
[Deteksi Pelanggaran Kontrak: Penolakan Pembayaran Biaya Perlindungan Terdeteksi.]
"Berikan mereka pelajaran tentang arti dari kata malfungsi," bisik Charlotte. "Jangan matikan sepenuhnya. Berikan kegagalan sistem secara bertahap saat mereka melakukan kontak senjata berikutnya."
[Instruksi Diterima. Mengaktifkan Protokol Malfungsi Terencana.]
[Estimasi Waktu Kontak Senjata: 15 Menit.]
Charlotte mengawasi melalui feed satelit rahasia. Unit Iron Vanguard sedang melakukan patroli rutin ketika mereka disergap oleh sekelompok monster mutan bersenjata plasma. Saat pertempuran pecah, para pahlawan itu dengan percaya diri mengaktifkan perisai Aegis mereka. Di layar, Charlotte bisa melihat perisai ungu yang megah menyelimuti para prajurit.
Namun, di saat intensitas serangan musuh meningkat, Charlotte menggerakkan jemarinya di atas konsol.
"Kurangi efisiensi penyerapan energi sebesar 60 persen. Aktifkan peringatan baterai kritis palsu," perintahnya.
Seketika, perisai-perisai di lapangan mulai berkedip-kedip tidak stabil. Suara sirene peringatan terdengar dari unit-unit tersebut, menciptakan kepanikan instan di tengah hujan peluru plasma. Kapten Iron Vanguard terlihat berteriak ke arah teknisinya, menuntut jawaban mengapa perisai mereka tidak mampu menahan serangan ringan sekalipun.
"Sistem, aktifkan mode overload pada generator pusat mereka selama tiga detik, lalu matikan total," perintah Charlotte lagi.
Ledakan kecil terjadi pada perangkat di lengan para prajurit itu. Perisai mereka lenyap seketika, meninggalkan mereka tanpa perlindungan di hadapan musuh. Jeritan ketakutan terdengar melalui audio komunikasi yang disadap Charlotte. Tanpa Aegis, pertahanan mereka hancur dalam sekejap. Lima prajurit jatuh dalam hitungan detik sebelum akhirnya mereka terpaksa melakukan penarikan mundur yang memalukan dan penuh luka.
[Insiden Terkendali. Kerugian Unit Iron Vanguard: 4 Personel Gugur, 12 Luka Berat.]
[Pesan Sistem Terkirim ke Perangkat Mereka: Malfungsi Terdeteksi Akibat Lisensi Tidak Valid. Harap Lakukan Pembayaran untuk Memulihkan Fungsi Keamanan.]
"Penolakan berujung malfungsi. Sebuah demonstrasi yang sangat efektif," gumam Charlotte.
Ia melihat bagaimana notifikasi pembayaran mulai masuk ke sistemnya dalam jumlah besar segera setelah berita kegagalan Iron Vanguard menyebar melalui jaringan internal militer. Para pahlawan yang tadinya vokal menolak, kini berebut untuk menghubungkan akun kredit mereka ke sistem Aegis. Mereka lebih takut pada malfungsi teknis daripada musuh di depan mata.
[Perolehan Poin: 9.500 MP dari rasa takut massal pengguna terhadap kegagalan teknis.]
[Pendapatan Bulanan Terproyeksi: 2.500.000 Kredit Radiant.]
[Poin Administrator Baru: 15.000 MP dari Inisiasi Sistem Monopoli.]
Charlotte berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah barak prajurit. Ia melihat konvoi medis yang membawa korban dari Iron Vanguard masuk ke pangkalan. Wajah-wajah yang penuh trauma itu melewati gerbang, dan Charlotte hanya menatap mereka dengan dingin. Bagi Charlotte, mereka bukan lagi manusia; mereka adalah statistik yang membuktikan keberhasilan model bisnis barunya.
"Biaya perlindungan bulanan bukan hanya soal uang," kata Charlotte pada dirinya sendiri. "Ini tentang memastikan bahwa setiap detik mereka bernapas, mereka tahu bahwa napas itu milikku karena aku yang menjaga perisai mereka tetap menyala."
Ia kembali ke mejanya dan mulai menyusun jadwal penagihan untuk bulan depan. Ia memastikan bahwa biaya akan meningkat seiring dengan meningkatnya ancaman di garis depan. Semakin berbahaya situasinya, semakin mahal harga keamanan yang ia tawarkan. Ia telah berhasil mengintroduksi mekanisme langganan ini ke dalam nadi kehidupan militer Radiant, menjadikannya sebuah keharusan yang tidak bisa dinegosiasikan.
Sistem, siapkan laporan bulanan untuk Jenderal Kaelen. Tunjukkan bahwa malfungsi pada Iron Vanguard terjadi karena sabotase internal mereka sendiri saat mencoba meretas sistem Aegis yang sangat kompleks. Pastikan dia percaya bahwa hanya teknisi di bawah pengawasanku yang boleh menyentuh unit-unit ini, perintah Charlotte.
[Laporan Dipalsukan dan Siap Dikirim.]
[Menganalisis Reaksi Pahlawan Lain: Tingkat Kepatuhan Meningkat hingga 92 Persen.]
[Status: Mekanisme Langganan Berhasil Menjadi Standar Operasional.]
Charlotte menutup matanya sejenak, mendengarkan dengungan server yang kini menyimpan data ribuan pelanggan setianya. Kematian beberapa prajurit tadi hanyalah pengorbanan kecil untuk memastikan otoritasnya tidak lagi dipertanyakan. Di dunia yang gila ini, ia telah menciptakan bentuk kekuasaan yang paling absolut: kekuasaan atas rasa aman.
Dengan mekanisme langganan ini, ia kini memiliki aliran poin dan kredit yang tidak terbatas. Ia tidak perlu lagi meminta anggaran kepada Kaelen atau dewan. Ia telah menjadi entitas ekonomi yang berdiri sendiri, sebuah negara di dalam negara, dengan Aegis sebagai hukumnya yang tak tertulis.
[Pesan Sistem: Anda Telah Mencapai Target Monopoli Tahap Awal. Misi Selanjutnya: Aksi Demonstratif Skala Luar.]
Charlotte berdiri dan merapikan kerahnya. "Mari kita lihat seberapa besar kepanikan yang bisa kita ciptakan jika kita mematikan sesuatu yang lebih besar dari sekadar perisai tangan."
Langkah kakinya bergema di lorong yang sunyi saat ia meninggalkan ruang kendali. Di luar, langit Sektor 1 tampak mendung, seolah-olah alam pun tahu bahwa badai yang sesungguhnya bukan berasal dari musuh di utara, melainkan dari seorang mekanik yang kini memegang saklar kehidupan mereka di tangannya. Charlotte telah mengintroduksi mekanisme langganan, dan sekarang, seluruh dunia harus belajar untuk terus membayar jika ingin tetap melihat cahaya esok hari.