NovelToon NovelToon
Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:416
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf... Maaf... Maaf

"Aku takut sekali melihat keadaan putriku seperti ini," ucap raja Hermes sembari mengelus rambut perak Igris dengan hangat.

Secara diam-diam dan tanpa sadar raja Hermes menyalurkan sesuatu dari tangannya. Igris mendongkak menatap lembut sang raja yang telah menjadi ayah baginya itu.

"Sejak kapan ayah kemari?" suaranya terdengar sangat pelan.

"Raja Ornebic mengirim surat kalau kau dalam keadaan kritis. Kenapa tidak membuka gulungan yang ayah berikan?"

Igris yang menyadari ada energi spiritual masuk dari kepalanya tentu saja tak ingin tinggal diam.

"Maaf, telah membuat ayah khawatir. Aku lupa kalau ada gulungan itu. Yang mulia raja telah mengalirkan energi kehidupan kepadaku, aku berutang nyawa pada raja Hermes. "

"Jangan panggil aku raja Hermes! Sejak kita terikat kontrak darah kau sudah menjadi putriku, maka keselamatanmu adalah prioritasku. Kau adalah Putri mahkota dari kerajaan Neuzella yang agung. Apapun yang terjadi kepadamu, itu adalah tanggung jawab kerajaan." Tegas raja Hermes.

Diam-diam sang raja itu telah mengalirkan ekselir kehidupannya sendiri kepada Dewi kecil itu. Tanpa di sadari siapapun sejak pertama menyentuh kulit dewi alam tadi, raja Hermes telah menyalurkan energi spiritualnya, tanpa di sadari efek dari hal tersebut telah mengurangi lima puluh tahun umur raja Hermes.

Seorang raja yang perkasa dan di juluki dewa manusia juga di segani, mengorbankan ekselir kehidupannya untuk seorang putri angkat yang sangat di percayainya. Siapa yang menyangka hal itu. Raja yang terkenal tegas bahkan tidak menitiskan air mata saat ke enam putranya mati di medan perang, kini malah dengan suka rela mengorbankan umurnya untuk seorang wanita yang menjadi putri angkat nya.

Raja Hermes menyembunyikan tangannya yang memucat. Kulit tangannya membiru, seakan habis terbakar hangus, warna kulit telapak tangannya tampak seperti kayu bakar. Seketika raja yang terkenal tegas itu beranjak dari tempat tidur dan berdiri menjauh.

Zein mendekat dan menyambar telapak ibgis lalu menciumnya, matanya masih sayup dan berkaca-kaca penuh dengan kesedihan. Rasa bersalah juga di rasakan pangeran harimau itu. Dengan suara yang berat dan gemetar dia memberanikan diri untuk bertanya.

"Tuan putri, bagaimana keadaanmu? kau baru saja sadar setelah lima hari terbaring lemas. Apa masih ada yang sakit?"

Igris hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya,matanya yang sayup tak dapat membohongi keadaan, tak mungkin keadaan nya baik-baik saja. Dalam keadaan yang lemah, Igris menarik tangan raja Hermes hingga sang raja itu terpaksa duduk kembali di atas kasur di sampingnya, Igrisia menyandarkan kepalanya di bahu kekar sang raja kerajaan Neuzella tersebut, air matanya mengalir tipis tanpa aba-aba.

"Ayahanda, maaf telah membuat anda khawatir, jauh-jauh anda datang kemari hanya untuk melihat keadaanku yang menyedihkan. Maafkan putri yang tak berbakti ini ayah, aku tau, ayah mengorbankan sesuatu yang sangat berharga."

Seketika Igris bangkit, lalu membungkuk kepada sang raja. Di atas lantai aula agung itu, seorang dewi yang di bergelar dewi alam semesta bersujud memberi penghormatan tibgkat tinggi kepada pria paruh baya di depan nya. Air mata kesedihan tak dapat lagi di bendung nya. Igris melipat kedua tangan nya dan bersujud berulang kali.

"Maaf ... maaf ... maaf ... "

Isak tangis dewi alam itu membuat kebingungan. Serentak orang yang melihat penasaran. Sang dewi masih melipat kedua tangan nya di lantai sambil menangis.

Raja Hermes merangkul tubuh mungil itu dan menatapnya dengan lembut.

"Sudah seharusnya seorang ayah memberikan kehidupan untuk putrinya,"

Igris bangkit dan menangkap pergelangan tangan raja Hermes. Tangisnya pecah. Namun bibirnya tak sanggup untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Ia hanya menangis tersedu-sedu.

"Yang mulia raja, apa anda ...?" Pertanyaan itu terputus sesaat.

Danji yang memahami hal tersebut meminta orang-orang keluar dari aula agung tersebut dan membiarkan mereka berdua bicara empat mata.

Di keheningan sore itu, Igris menyeka air matanya. Pipinya memerah dengan mata yang sembab. Bibir kecilnya bergetar memberanikan diri bertanya.

"Kenapa? Kenapa ayah melakukan itu?"

"Igris, sejak pertama kau mengajukan kesepakatan, aku sepenuhnya percaya kau adalah orang yang di janjikan untuk mengubah dunia ini."

"Aku? "

Raja Hermes pun mulai menceritakan kisah masa lalunya. Dulu, sewaktu putra bungsunya mati di medan perang, raja Hermes sempat frustasi berat bahkan ingin menantang dewa kematian. Sang raja merasa sangat terpukul atas kehilangan nya. Lalu raja Hermes pergi bertapa selama ratusan tahun di alam spiritual hingga membuatnya semakin kuat.

Setelah keluar dari sana raja Hermes tak sengaja membantu seorang pendeta suci yang hendak pergi ke alam spiritual. Karena kebaikan hati sang raja, pendeta itu memberikanya anugerah umur panjang.

Pendeta itu juga mengatakan, jikalau di masa depan nanti raja Hermes akan mendapatkan seorang anak yang sangat luar biasa. Anak itulah yang akan mengubah dunia ini dan membawa perdamaian sejati.

Raja Hermes percaya akan perkataan pendeta itu. Pada masa itu, pendeta suci adalah satu-satunya perantara dewa yang bisa membaca takdir.

Maka dari itu, raja Hermes yang sangat yakin dengan ramalan tersebut gencar mencari wanita dari bangsa manapun agar melahirkan anak untuk nya. Namun tubuhnya yang begitu kuat tak mampu di tahan para wanita saat berhubungan intim. Para wanita itu hangus terbakar setelah menerima benih sang raja.

"Apa karena alasan itu, sebelumnya aku akan di jadikan istri?" Tanya igris malu-malu.

"Ya benar, tapi melihat tekad mu untuk membalas dendam aku mengurungkan niat itu dan menjalin kesepakatan. Janji yang kau ucapkan membuatku teringat akan kata-kata pendeta suci itu."

"Tapi ayah, kita bahkan tidak memiliki hubungan darah,"

"Selama seratus tahun kau tidur, aku telah meminum darah emas mu setiap hari. Ikatan darah seperti itu telah melebihi Ikatan kau dan orangtua kandungmu sendiri,"

Sontak igris memeluk erat pinggang kekar sang raja. Saat itu raja Hermes sungkan, tubuhnya kaku. Tangannya ragu-ragu hendak membalas dekapan itu. Namun isak tangis tulus dari seorang dewi di hadapannya membuatnya luluh. Tangan besarnya langsung melingkari tubuh igris. Pelukan hangat itu menenangkan hati keduanya. Igris merasa perjuangan nya tak sia-sia. Dia tak sendirian, ada sosok ayah yang siap mendukungnya dari segi apapun.

Dewi itu bertekad, apapun kesulitan yang menanti nya akan dia lewati. Janjinya kepada raja Hermes harus di penuhi. Kekuatannya harus kembali demi keseimbangan alam dan kedamaian yang ingin di raihnya.

Keesokan harinya.

Igris yang telah berdandan rapi keluar dari kamar tamu lalu berjalan menuju ruang istana. Tampilan kedewiannya selalu membuat pesona. Gaun panjang semata kaki berwarna hijau dengan belahan sepanjang paha menampakkan jelas garis hitam corak harimau putih di pangkal paha putih nya.

Rambutnya di sanggul ke atas dengan tusuk konde emas berjuntai manik-manik putih, hingga tampak jelas leher putih miliknya. Kulit yang semula pucat kini telah kembali mulus. Belahan dada dari kedua bilah gunung bulat jelas terpampang. Susunan rapi bekas kristal jiwa di dadanya hanya kristal tanah yang bersinar paling terang.

Ana yang selalu mendampingi pun tampak lega, majikannya kembali ceria. Sesampainya di ruang istana, Zean menyambutnya dengan hangat.

"Apa tuan putri baik-baik saja?"

Suara yang terdengar khawatir itu langsung mendekap erat tubuh ramping sang dewi. Igris yang canggung bemesraan di depan umum secepatnya keluar dari lingkaran pelukan itu.

"Aku tidak apa-apa. Tenanglah! Anna? Zain, Danji dan juga Raja, aku hanya kelelahan karena menyegel monster Jurak. Penyegelan itu benar-benar menguras energi spiritualku, aku perlu istirahat dan racun naga iblis ini benar-benar menyiksa." jawab Igris lugas berwibawa.

"Apa sungguh tidak ada cara untuk membersihkan racunnya?" sela Zean.

"Ada suatu legenda yang mengatakan kalau teratai suci bisa menyembuhkan segala racun. " jawab raja Ornebic tapi kurang yakin. "Kau harus menggunakan embun dari teratai suci untuk menetralkan racun itu. Teratai es itu hanya terdapat di satu kerajaan di daratan Lumina, yaitu di kerajaan Safir. Kerajaan itu memiliki spiritual dari bunga suci yang memiliki ekselir racun."

"Teratai suci itu adalah peninggalan dari Dewi bunga, dan kabarnya teratai itu bisa menyembuhkan segala jenis racun di alam semesta, hingga banyak orang ingin memperebutkannya. Namun tidak ada satupun yang mampu melakukannya," Sambung raja Ornebic.

"Antar aku ke sana! Aku akan melakukan apapun demi mendapatkan teratai itu." Potong Igris.

"Jangan gegabah! Sebaiknya kau istirahat dan pulihkan keadaan, kerajaan safir berbeda dari kerajaan yang lain. Sebelum pergi ke sana, pulihkan dulu kekuatanmu. Dan Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya, setelah persiapan penuh baru kau boleh ke sana. Ini bukan permintaan tapi ini perintah!" Tekan Raja Hermes.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!