Disarankan membaca dulu ,
Omku Suamiku Season 1
Projek memikat hati suami.
ini sequel gabungan keduanya 👆
" Hai, Sweet heart, pulang bareng aku ! " Adam sudah duduk diatas jok motornya, tersenyum manis ke arah Regina.
" Jangan ganggu adikku " Dengkus Elang kesal.
" Dia cuma adik sepupu mu " Adam mencibir.
Bagaimana keseruan kisah cinta, adik, tetangga, keponakan dan para Om kecil yang melingkari kehidupan mereka seperti rantai yang saling bertautan, sementara orang tua mereka juga memiliki hubungan yang sama rumitnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Cita cita
Waktu berlalu seperti biasa, tidak ada yang berubah.
Tanpa terasa kepergian Elang dan Regina ke Batam, sudah memasuki bulan ke tiga.
Pengelolaan usaha Travel dan Toko sovenir serta oleh oleh di Batam, dan untuk semua usaha yang kecil kecil Opa dan Omanya yang mereka miliki berjalan lancar, orang orang kepercayaan yang sudah lama ikut bersama Opanya sangat dapat diandalkan dari segi kesetiaan dan keahliannya di bidang masing masing.
Elang dan Regina lebih banyak mengawasi dan pengambil keputusan setelah segala sesuatunya dirapatkan oleh semua staf, Opanya masih terus mendampingi Elang dan Regina sebelum melepaskan pengelolaan usaha sepenuhnya pada mereka berdua sebagai perwakilan keluarga.
Adam fokus dengan skripsinya, jika malam tiba, ia dan Regina baru melakukan komunikasi, menceritakan apa pun kegiatan di siang hari, serta rasa rindu yang harus di tahan.
Begitu juga dengan Elang dan Freya, gadis itu sudah kembali ceria seperti biasa, tidak lagi merengek rengek seperti di Minggu Minggu awal kepergian Elang.
kelimanya sedang bertahan didalam kelas saat istirahat, tidak seperti biasanya yang langsung berhamburan kekantin buat mengisi perut, kali ini tidak, karena Quina membawa banyak cake untuk mereka berlima.
" Quin, setelah lulus kau akan melanjutkan kemana ? " tanya Leon sambil mengunyah
" Kedokteran dong, seperti Papa mengambil kebidanan dan kandungan, Papa akan menjadi tutor terbaik ku " jawab Quina bangga
" Kau ? " tanyanya pada Leon.
" Tidak jauh beda dengan dirimu, aku akan meneruskan apa yang sudah Ayah tekuni selama ini, Psikolog " ujar Leon
" Aku lebih suka ambil jurusan hukum, kaya'nya " tanpa di tanya Benua mengutarakan cita citanya.
" Kenapa kau berbeda ? tidak seperti Quina dan Leon yang mengikuti jejak Papanya ? " Gaia bertanya bingung.
" Kau sendiri ? apa langsung mau menikah ? kau sudah terikat " Benua mencibir sembari meminta dukungan pada Leon, saudara sepupunya itu mengangguk anggukkan kepalanya.
" Aku ingin menjadi desainer perhiasan, walaupun aku sudah bertunangan dan akan segera menikah, tidak menutup kemungkinan aku tetap kuliah bukan ? aku masih terlalu muda untuk mempunyai anak, Bang Adit pasti mau mengerti, menunggu empat atau lima tahun baru mempunyai anak, usia yang pas untukku, dan Bang Adit juga belum terlalu tua, bahkan Papa kita semua jauh lebih tua " jawab Gaia memberikan alasan.
" Kau Frey ? " tanya Quina pada Freya.
" Sama seperti Gaia, setelah menikah aku akan kembali melanjutkan pendidikanku, dan Mas Elang kan juga sedang masa cuti, kami bisa bersama sama untuk ke kampus bukan ? aku masih muda , Mas Elang juga, lebih baik kami menikah dan tetap melanjutkan pendidikan, aku ingin menjadi desainer pakaian, merancang gaun gaun indah untuk pernikahan, tidak perlu menundah untuk menikah jika ingin tetap kuliah bukan ? dari pada terus berbuat dosa ? " Freya mencebikkan bibirnya.
keempatnya terdiam dengan jawaban Freya.
" Aku setuju denganmu, Frey, apalagi kau yang tidak bisa menahan diri " ucap Gaia mencibir
Freya melotot.
" Kenapa Gai ? pasti dia gemes ya sama Om Elang ? " Quina terkikik.
Leon dan Benua saling bertukar pandang.
" menurutmu ? Freya mana tahan ? agresifnya minta ampun dech " Gaia menepuk jidatnya.
" Gai, tutup mulutmu ! tidak bisakah kau menyimpan rahasia itu untuk dirimu sendiri ? " ucap Freya judes.
" hei...mereka semua kelurga kita " Gaia tidak terima.
" tapi Benua dan Leon masih kecil " saut Freya lalu tergelak.
kedua pria yang dikatakan masih kecil melengos sebal, terutama Benua.
" bukannya kami masih kecil, tetapi kau saja yang keganjenan " Benua mencibir.
" Ben, aku calon kakak iparmu " Freya melotot garang.
" Baru calon Frey, siapa tahu di Batam, Mas Elang bertemu dengan cewek yang lebih cantik, lebih agresif lebih sexy ...tamatlah riwayatmu " do'a Leon jahat.
" Leooooooonnn " teriak Freya memekakkan telinga.
Benua dan Leon tertawa terbahak bahak, Quina dan Gaia menutup kedua telinga mereka dengan kedua tangan.
Freya langsung meraih ponselnya. Leon cepat mencegah.
" Frey, kau mau apa ? mau menghubungi Mas Elang ? " tanya nya cemas.
" Iya, tentu saja, aku akan mengadukan apa yang kalian katakan " ancam Freya.
" Jangan dong, Frey ! kau ingin kami disemprotnya nanti di telepon ? aku cuma bercanda, mana mungkin Mas Elang seperti itu, melihat wajah garang dan tatapannya yang menghunus saja, kau kira ada perempuan yang berani mendekat ? " kecuali kau, ucap Leon dalam hati.
" Makanya jangan manas manasi aku ! " Freya tersenyum puas.
" Le, ayo kita ke kantin ! aku tiba tiba haus " Benua menarik tangan Leon secara paksa untuk mencari aman.
" Kau tidak ingat pesannya Mas Elang pada kita ? jangan membully Freya ! " ujar Benua begitu keduanya sudah keluar dari kelas.
" Kalau dia merengek dan Mas Elang menjadi terganggu dengan pekerjaannya di Batam, kita yang kena imbasnya " Benua menggerutu.
" Freya itu tunangannya atau anaknya Mas Elang, sih ? gitu amat " Leon mencibir.
" Mas Elang lagi bucin pada Freya, biarkan sajalah ! dia sudah mengorbankan waktunya dan perasaannya untuk keluarga kita, tidak banyak yang dia minta pada kita, jaga Freya, itu saja'kan ? "Benua menghentikan membicarakan tentang Elang dan Freya, ketika keduanya sudah berada di dalam kantin.
Didalam kelas.
" Kau sudah membicarakan rencana mu pada Bang Adit, Gai ? " tanya Quina.
" Belum, nanti jika ada kesempatan aku akan membicarakannya, karena belakangan ini cafe sedang sibuk sibuknya, ada yang mau menyewa untuk acara Family gathering Minggu depan " jawab Gaia santai
" Kalau Bang Adit tidak setuju bagaimana ? " tanya Quina lagi
" Kan masih belum dibicarakan ? jangan berandai ! aku yakin Bang Adit akan setuju, dia buka pria yang kolot seperti Papa kita yang tidak mengizinkan lagi istrinya melanjutkan kuliah hanya kerena takut pasangannya tertarik pada pria yang lebih muda dari diri mereka sendiri " Gaia mencebikkan bibirnya
" Dari mana kau tahu jika itu alasan yang membuat Papa kita tidak mengizinkan Mama kuliah lagi ? " tanya Freya penasaran.
" Aku pernah mendengar para pria tua itu sedang bergosip saat menunggu Mama Mama kita sedang melayani para pelanggan di Butik " jawab Gaia.
" Pria tua yang kau sebutkan itu, Papa kita Gai " Freya berucap tidak terima.
" Bercanda Frey, kau dari tadi gampang sekali tersulut emosimu, kau sedang PMS ? atau hamil muda ? " Gaia semakin asal bicara.
" jaga ucapanmu Gai ! kau kira cuma ciuman saja bisa hamil ? " sembur Freya.
Quina melongo
" Kau dan Om Elang sudah berciuman ? kapan ? berapa kali ? dimana ? " tanya Quina beruntun .
" Quin, jangan bertanya ! nanti kau kepengen " cegah Gaia
" kepengen apa ? ciuman ? " tanya Quina bodoh.
" Bukan kepengen ciuman, tetapi kepengen nabok bibir Freya yang tidak bisa dikondisikan " jawab Gaia cuek.
Quina terkekeh.
Freya mencebik dengan wajah semerah tomat karena malu.
▫️
▫️
▫️
...🌻🌻🌻🌻🌻...