PENULIS : NESC PL
ILUSTRASI : ABU SAMUEL ETO
SINOPSIS : Aku adalah seorang wanita yang memiliki Dua Kehidupan, Dua Wajah. Suatu hari aku bertemu dengan seorang pria yang lebih muda dariku. Aku terjatuh di atas tubuhnya saat memanjat dinding sekolah. Apakah hubungan di antara kami yang bermula dari kebencian bisa berubah menjadi cinta?
Bagaimana cinta itu bisa terjadi di saat aku kehilangan cinta pertamaku karena penghianatan. Pesona cowok berondong yang tampan dan menggoda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NESC PL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30 Batu Giok
Bandara Udara Internasional Ibu Kota Beijing.
"Kita pesan hotel".
Aku mencari hotel.
Setiba di hotel.
Aku memesan tiga kamar.
"Kamu tidak menghubungi kekasihmu?".
"Kemarin aku sudah menghubunginya.Aku juga berjanji kepadanya untuk bertemu dengannya hanya berdua".
"Oh...?.Itu ide yang bagus".
"Tok-tok".
Suara ketukan pintu.
"Sepertinya itu Naomi".
"Aku sarankan kepadamu untuk tidak memberi tahu kencan mu kepada Naomi".
"Baiklah.Aku tidak akan menceritakannya".
Aku membuka pintu.
"Kamu sudah makan?".
"Belum".
"Boleh aku masuk ke dalam?".
Aku memperbolehkan Naomi masuk ke dalam.
Naomi masuk ke dalam dan melihat Essen.
"Hai?".
Essen menyapa Naomi.
"Ternyata kamu juga ada di sini".
"Kamu tidak suka ada di sini?".
"Tidak juga".
"Ada apa kamu kemari?".
"Aku ingin mengajakmu makan malam".
Naomi melihat Essen dengan wajah tidak senang.
Essen seketika tahu maksud perkataan Naomi.
"Aku mau kembali ke kamar".
"Kamu tidak ikut makan bersama dengan kami".
"Aku sangat lelah dan ingin tidur".
Essen kembali ke kamarnya.
"Ayo kita pergi makan".
Naomi mengajakku makan.Aku dan Naomi pergi ke restoran".
Restauran King Joy.
Pelayan restoran datang.
"Pesanlah menu yang kamu suka".
"Baiklah".
Naomi tersenyum kepadaku.
Kami memesan beberapa menu.
Pelayan pergi meninggalkan kami.
"Tempat ini sangat ramai".
"Kamu benar".
Sesampai di dapur pelayan menemui koki di dapur.
"Ada kabar baru?".
Ternyata pelayan itu adalah Alden dan kokinya adalah Richard.
Aku menatap Alden dengan serius.
Richard mengira itu kabar tentang investigasinya.
"Kabar terbaru tentang apa?".
"Aku melihat kekasihnya Xian Mai".
Pikiranku seketika kosong.
Alden melambaikan tangannya ke depan wajahku.
"Maksudmu itu Heinry Rush".
"Benar".
"Apa dia bersama dengan Xian Mai?".
Alden melihat ekspresi Wajahku yang berubah pucat.
"Tidak.Pria itu datang bersama dengan seorang wanita".
Wajahku yang tadinya pucat berubah seketika menjadi bahagia.
"Aku ingin melihatnya".
Aku dengan semangat berjalan menuju tempat Heinry.
Berdiri di tempat tidak jauh dari tempat Heinry.
"Mungkin mereka ke sini hanya ingin makan".
"Itu memang benar.Tetapi jarang terjadi seorang pria datang bersama wanita hanya untuk makan".
"Menurutmu bagaimana hubungan mereka berdua".
"Mungkin hubungan mereka hanya sebatas teman tetapi aku melihat gadis itu sepertinya menyukai kekasih Xian Mai".
"Akan lebih baik jika gadis itu mencintai kekasih Xian Mai".
"Apa kamu tida ingin merebut Xian Mai dari pria itu".
"Aku tidak ingin merusak hubungan orang lain.Tetapi aku tidak segan untuk memiliki Xian Mai jika pria itu mengkhianatinya".
"Jalan pemikiran seorang Raja memang sangat berbeda".
"Berikan kepadaku menu apa yang di pesannya".
"Baik".
Aku membuat masakan sesuai menu.
"Pesanan sudah siap.Kamu segeralah antar pesanan ini".
"Siap".
"Usahakan kita dapat mengetahui hubungan mereka".
"Aku akan memiliki sebuah rencana".
Alden mendorong meja yang berisi makanan dan minuman.
"Ini pesanan anda".
Alden meletakkan makanan dan minuman di meja.
"Terimakasih".
"Saya ingin memberikan selamat kepada tuan muda dan nona karena telah memenangkan undian sepasang kekasih dalam acara ulang tahun restauran".
"Benarkah?.Kita hari ini beruntung Heinry".
Pelayan memberi kode tepuk tangan.
Seorang Violinist datang.
"Hari ini tuan muda dan nona bisa menikmati menu yang telah di pesan dengan gratis".
"Terimakasih".
"Saya ingin mencatat nama tuan muda dan nona sebagai laporan".
Pelayan mengambil buku dan pulpen di saku.
"Bolehkah saya tahu nama tuan muda?".
"Namaku Heinry Rush".
"Boleh saya tahu nama pasangan anda?".
"Kami bukan...?".
Naomi menginjak sepatu Heinry.
"Namaku Han Naomi.Kami memang sepasang kekasih".
Pelayan mencatatnya.
"Saya mau undur diri dan selamat menikmati".
Pelayan pergi.
"Kenapa kamu berkata ke pelayan kalau kita ini sepasang kekasih?".
"Maafkan aku.Aku terpaksa mengatakannya karena ini kesempatan untuk mendapatkan makanan gratis".
"Kamu ini".
Naomi tersenyum.
Kami menikmati hidangan.
Di dapur restoran.
"Bagaimana?".
"Aku sudah mendapatkannya.Mereka bukan sepasang kekasih tetapi gadis itu menyukai kekasih Xian Mai".
Alden memberikan kertas yang bertuliskan nama.
"Han Naomi?".
"Sepertinya gadis itu orang Korea".
"Iya".
"Aku memiliki foto mereka berdua".
Alden memperlihatkan foto di handphone.
"Hapus foto itu".
"Kamu tidak ingin memberikan foto ini kepada Xian Mai".
"Jika aku ingin merebut Xian Mai darinya.Aku akan merebutnya dengan cara yang jujur.Aku tidak akan menggunakan cara kotor untuk mendapatkannya".
"Kamu benar".
Di restauran Heinry dan Naomi sedang menikmati hidangan dan mendengarkan musik biola.
"Musik yang sangat merdu".
"Benar.Restauran ini memilki seorang Violinist yang hebat".
"Makanan dan minuman di sini juga sangat enak".
"Aku ingin membawanya ke sini".
Naomi meletakkan sendok dan garpu di piring.
Merasa kesal mendengar perkataan Heinry lalu Berusaha untuk tersenyum.
"Kamu bisa membawanya besok".
"Apakah kamu memiliki kekasih saat kamu berada di sana?".
"Aku pernah memiliki kekasih".
"Siapa namanya?".
"Namanya Haru".
"Lalu bagaimana hubungan kalian?".
Naomi terdiam dan meneteskan air mata.
Aku bingung saat melihat Naomi menangis.
"Kamu kenapa Naomi?".
"Aku sangat mencintainya tetapi dia pergi meninggalkanku".
"Pria itu selingkuh?.Aku akan mencarinya dan menghajarnya".
Naomi menggelengkan kepala.
"Dia tidak pernah mengkhianati ku".
"Lalu kenapa dia pergi meninggalkanmu".
"Dia mengalami kecelakaan dan meninggal".
Aku kaget setelah mendengarnya.
Naomi menangis.
Music berhenti.
Violinist membungkukkan badan dan pergi.
Aku berdiri dan memeluknya.
"Kamu boleh menangis sepuasnya".
(Dalam hatiku:Kamu selalu tersenyum dan tertawa.Aku baru tahu dirimu yang sebenarnya.Kamu selalu menutupi kesedihanmu).
Handphone berbunyi.
Aku mengangkat telepon.
"Halo?".
"Kamu sudah sampai di Cina?".
"Iya".
"Kapan kita bisa bertemu?".
"Aku baru sampai ke Cina.Tubuhku sangat lelah".
"Baiklah.Aku akan menghubungimu besok".
Aku menutup telepon.
"Kamu sedang berbicara dengan siapa?".
"Kekasihku.Dia bertanya kepadaku apakah aku sudah sampai di Cina".
"Segeralah kamu menemuinya".
"Bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat?".
"Kemana kita akan pergi".
"Ikutlah denganku".
Aku dan Naomi pergi meninggalkan restoran.
Mobil berhenti.
Aku dan Naomi turun dari mobil.
Naomi terkagum melihat pemandangan yang ada di depannya.
Teman kerjaku pernah berkata kepadaku kalau dia selalu mengunjungi Tianzifang saat berada di Cina.
"Wah...?Tempat yang sangat indah".
Naomi berjalan mengelilingi jalan.
"Lihatlah ini!".
Naomi menggandeng tanganku.
"Lihat Heinry!.Ada patung kelinci besar".
Ada tokoh yang menjual berbagai kerajinan.
Aku masuk ke dalam tokoh.
"Selamat sore?".
"Bisakah perlihatkan barang terbagus di tokoh ini".
"Mohon tunggu sebentar".
Pelayan tokoh menunjukkan sepasang gelang yang terbuat dari batu giok.
"Batu giok melambangkan kesempurnaan dan keabadian".
"Bagus sekali gelangnya".
Naomi terlihat menyukainya.
"Saya beli ini".
Naomi memakai gelang itu ke tangannya.
"Ini?".
Naomi memberikan gelang yang satunya kepadaku.
Aku memakainya.
"Bagaimana?".
Naomi mendekatkan tangannya ke tanganku.
"Bagus seperti couple".
salam hangat dari CINTA DALAM LUKA...👍👍👍
lanjut nanti..
🌹🌹🌹
salam dari Gadis Tiga Karakter