NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: tamat
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:170.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 ~ Tidak Akan Memberitahunya

Huwekk...

Marvin berdiri di depan wastafel, memuntahkan isi perutnya. Dia sudah merasa lemas, tapi entah kenapa seharian ini hanya terus muntah. Setiap ada makanan yang masuk ke mulutnya, dia akan langsung muntah. Apalagi mencium bau yang tajam.

"Vin, kau baru minum satu gelas, masa sudah muntah. Lemah sekali" Ejek Davin yang melihat sahabatnya kembali ke ruang tengah dengan wajah pucat. "Kau seperti orang yang sedang hamil saja. Terus muntah. Haha"

"Mungkin memang dia hamil" ucap Andreas santai, membuat Marvin langsung melempar bantal sofa padanya.

"Sial, aku ini laki-laki dan mana bisa hamil. Gila ya!"

Semua orang hanya tertawa, tapi tidak dengan Andreas. Wajah pria itu benar-benar terlihat serius. "Maksud aku bisa saja Raina hamil, dan kau yang ngidam. Sejenis kehamilan simpatik"

Seketika semua orang terdiam, Marvin pun terlihat terkejut. Langsung terdiam, ucapan Andreas cukup mengejutkan semua orang. Bahkan Marvin jadi terus berpikir, apa mungkin Raina benar hamil anaknya? Tapi kalau benar, kenapa dia tidak memberitahu Marvin?

"Mana mungkin, memangnya Marvin sudah melakukannya dengan Raina? Bukankah dia tidak mencintai gadis itu, dan membencinya" ucap Davin.

Marvin hanya diam, mengingat kembali malam pertama yang mengerikan pastinya bagi Raina. Namun, dia menyadari jika saat itu memang rasa benci begitu besar, hingga hanya ingin menyiksanya. Melihatnya menangis dan kesakitan, seperti sebuah kepuasan baginya. Tapi sekarang ... Marvin menyadari jika perlakuannya itu hanya sebuah sikap yang tidak manusiawi.

Andreas menatap Marvin dengan satu alis terangkat, seperti sudah curiga dan tahu apa yang sudah pernah terjadi. "Kau yakin tidak mengambil hakmu? Aku rasa meski kau membencinya, tidak mungkin jika sampai tidak menidurinya"

Semua orang langsung menoleh pada Marvin, mereka memang hanya berpikir jika Marvin hanya menyiksa fisik Raina karena kebenciannya, tidak berpikir sampai Marvin akan meniduri gadis itu juga.

"Aku hanya melakukannya sekali di malam pernikahan"

Bugh... Bayu langsung melayangkan tinju pada wajah Marvin. Benar-benar terlihat marah mendengar jawaban Marvin barusan. Dia menindih tubuh Marvin di atas sofa dengan amarah, mencengkram kerah baju pria itu dengan kuat.

"Kau memang berengsek Marvin! Bahkan lebih berengsek dariku yang pemain wanita sialan! Kenapa kau menidurinya?"

Bara langsung menarik tubuh Bayu agar turun dan berhenti menindih tubuh Davin. Semua orang juga cukup terkejut dengan sikap Bayu yang seperti ini. Biasanya dia tidak pernah sensitif seperti ini jika hanya soal tidur dengan wanita. Apalagi status Marvin dan Raina sudah menikah saat itu.

"Bay, udah Bay. Kenapa kau begitu marah? Lagian itu hanya praduga Andreas saja, belum tentu benar Raina hamil. Hanya melakukan satu kali, tidak selalu menjadi hamil" ucap Davin.

Bayu menghempaskan tangan Bara dan Davin yang memeganginya. Menatap Marvin dengan tajam dan menunjuk wajahnya. "Kau tahu apa saja yang sudah Raina lakukan? Kau tahu dia sudah banyak berkorban, tapi kau .... Arghh... Sudahlah"

Bayu tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena dia sudah terlanjur berjanji pada Raina. Dan melihat gadis rapuh itu, Bayu hanya ingin melindunginya seperti pada seorang saudara perempuan. Akhirnya Bayu memilih pergi dari sana, jika terus berada disana, dia takut akan tidak sengaja membocorkan apa yang sudah Raina lakukan, dan mungkin hanya akan membuatnya melanggar janji pada gadis itu.

"Kenapa Bayu bisa semarah itu? Aku baru melihatnya marah seperti ini" ucap Bara sambil menatap kepergian sahabatnya itu.

Bayu adalah orang yang jarang serius ketika berkumpul dengan teman-temannya. Meski ketika dia sedang menjalani profesinya sebagai pengacara, maka tidak akan ada yang menyangka jika sebenarnya dia hanya pria cassanova yang suka bermain wanita.

"Entahlah, sudah seperti istrinya di rebut pria lain saja" timpal Davin.

Bara menoleh pada Marvin yang mengusap darah segar di sudut bibirnya karena pukulan keras Bayu. Dia duduk disamping Marvin, dan menatap sahabatnya dengan lekat. Menepuk bahunya hanya untuk memberikan semangat baru, karena dia juga pernah melakukan kesalahan, dan beruntung masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki semuanya dan istrinya mau menerimanya kembali.

"Sekarang kalian sudah berpisah, jadi lebih baik memang jangan mengganggunya lagi, Vin. Karena ini yang kalian inginkan"

Marvin tidak menjawab, dia hanya diam saja dengan tatapan mata yang menerawang. Ucapan Andreas beberapa saat lalu cukup memenuhi pikirannya sekarang. Sampai akhirnya dia tidak bisa fokus lagi.

Mungkinkah dia benar hamil? Tapi kenapa tidak memberitahuku jika dia mengandung anakku?

Marvin menghembuskan napas kasar sambil memijat pelipisnya. Bayangan Raina memang selalu sering muncul akhir-akhir ini. Bahkan seperti berputar-putar dalam ingatan Marvin. Seolah menolak untuk dilupakan.

*

Dengan di antar Ibu dan Wahyu, Raina akhirnya pulang ke rumah. Masih merasa ling-lung ketika dia tahu jika dirinya hamil. Dihitung dari terakhir dia menstruasi dan berhubungan dengan Marvin, memang sesuai dengan usia kandungannya. Raina sempat menyadari terlambatnya dia menstruasi, namun memang hormonnya yang terkadang tidak stabil, membuat dia tidak terlalu mengambil pusing tentang itu. Hanya berpikir terlambatnya menstruasi hanya karena dia sedang banyak pikiran dan sedikit stres saja. Tapi ternyata, sudah ada calon bayi dalam kandungannya.

"Sebaiknya kamu istirahat dulu, Nak. Kandungan kamu masih rentan, dan harus di jaga dengan baik"

"Iya Bu, terima kasih"

Setelah menangis di rumah sakit tadi, Raina masih belum sempat menceritakan yang sebenarnya pada Ibu dan Wahyu. Rasanya dia juga belum siap untuk bercerita.

"Jadi siapa Ayahnya?" tanya Wahyu yang sejak di rumah sakit tadi berubah sedikit dingin pada Raina. Bahkan dari tatapan mata dan cara bicaranya sudah menunjukan itu semua.

"Emm..."

Raina memang sulit untuk menceritakan semua kisah hidupnya. Baru saja dia bercerai dan mulai terlepas dari penjara pernikahan Marvin, sekarang untuk bercerita dan mengingat kembali apa yang sudah terjadi padanya, rasanya masih sangat sulit. Membuatnya hanya bisa bungkam, karena semuanya tercekat di tenggorakan.

Ibu berdiri dan menghampiri Wahyu yang berdiri bersandar di dinding. "Kita pulang saja, biarkan Neng Sahila istirahat. Kita juga tidak berhak memaksanya bercerita apa yang sudah terjadi, semua orang punya privasi masing-masing"

Menghela napas kasar, Wahyu akhirnya pulang bersama Ibunya. Meninggalkan Raina sendirian yang sedang merenung dan masih shock atas apa yang terjadi pada dirinya. Tangan yang tiba-tiba mengelus perut ratanya, membuat air mata kembali menetes di pipinya.

"Ibu pernah menjadi anak yang tidak di inginkan. Tapi Ibu tidak akan melakukan itu padamu, Nak. Kamu akan Ibu rawat dengan penuh kasih sayang. Meski kita hidup berdua dan pas-pasan, tapi Ibu tidak akan memberikan kamu pada Ayahmu"

Ketakutan masa kecilnya akan terulang pada anaknya sendiri. Raina akan berusaha sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya. Meski dia harus bekerja keras dan berjuang, dia tidak akan pernah memberikan anaknya pada Marvin, seperti yang pernah dilakukan Ibunya saat dia masih kecil.

"Karena Ibu yakin, Ayahmu tidak akan menginginkan kehadiranmu. Daripada kamu harus tersiksa hidup dengannya, lebih baik kita hidup sederhana berdua saja"

Raina mengusap kasar air matanya, sebelah tangannya yang lain masih mengelus lembut perutnya yang masih rata. Kehadiran bayi ini tidak salah, dan dia akan menyayanginya sepenuh hati tanpa harus memberitahu Marvin sebagai Ayah kandungnya.

Bersambung

1
Acih Sukarsih
mata bpknya saja buat donor
Cinta Perrira
good rain... dia pikir gelad yg pecah bisa diperbaiki, bekas tdk akan hilang... enak aja .
Cinta Perrira
g ush Raina laki2 jahat begtu biar dia tau rasa... ingat rasa sakitmu dulu.
Dede
yeeyy aku udah nyampe sini
Nita.P: cerita Bayu sudah rilis ayo mampir, bantu ramaikan.. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Nasyya
👍🏻👍🏻
Nita.P: mampir cerita Bayu yuk, sudah rilis. Bantu ramaikan. judulnya BENIH SATU MALAH TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Pujiastuti
ok kak ditunggu cerita tentang Bayu, semanggaaaat ya kak 💪💪
Tika Rostika
siap d tunggu cerita bayu
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Angga Gati
good kak ceritanya
dtunggu karya berikutnya🥰🥰🥰🥰🥰
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Ivy
siap thor sukses slalu 😊
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Mita Paramita: siap meluncur ke novel baru author 😘😘😘
total 2 replies
Dew666
☀️☀️☀️
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
di tunggu thor
Susma Wati
wahyu sama sepupunya marvin, yang punya yayasan di kotanya wahyu, karena dari itu ratna dan marvin bertemu lagi, dan bersama lagi
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Rohmi Yatun
kayaknya Shela ni.. sepupunya Marvin..
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
kang wahyu lg deket ma sepupunya marvin itu kali yaa,,,siapa sih namanya,,,shela gk sihh🤔
Nasyya
lanjut thor
Nci Nur
lo yg belum sembuh dari sakit lo marvin emang pantes ranis lo perlakukan seperti itu sok berkuasa lo emang lo ada hak buat jadiin rania peliharaan dan bisa lo siksa sebebasnya rania juga nggak mau kalli nikah sama titisan setan kaya lo
Nita.P: Cerita Bayu sudah rilis, ayo mampir dan ramaikan. Judulnya BENIH SATU MALAM TUAN CASSANOVA
total 1 replies
Nci Nur
lo aja yg mati malvin gw ikhlas lagian memang berat kalo orang kita cintai meninggal tapi itu juga bukan keinginan rania oon itu udah naskah dari author tau nggak lo hahh
Nci Nur
matikan aja si malvin sama ortu nya rania biaar rania hidup aman lagian si malvin ihhh sumpah toon tu orang kalo emang punya hati dia bisa ngiklasin amira dan mulai menerima tania bukan malah di siksa nanti ujungnya menyesal mohon" ke rania dah gw tebak ini, basi banget
Nci Nur
ihhh gedeg sama si.marvin nih kelakuannya nggak manusiawi banget apa apa nyalahin rania pikir pake otak emang kelakuan lo bener hah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!