Ibu Alya meninggal karena menyelamatkan anak majikannya yang bernama Bagas, dia adalah tuan muda dari keluarga Danantya.
~
Bagas patah hati karena kepercayaannya dihancurkan oleh calon istrinya Laras, sejak saat itu hatinya beku dan sikapnya berubah dingin.
~
Alya kini jadi yatim piatu, kedua orang tua Bagas yang tidak tega pun memutuskan untuk menjodohkan Bagas dan Alya.
~
Bagas menolak, begitupun Alya namun mereka terpaksa menikah karena terjadi sesuatu yang tidak terduga!
~
Apakah Bagas akan menerima Alya sebagai istrinya? Lalu bagaimana jika Alya ternyata diam-diam mencintai Bagas selama ini?
Mampukah Alya meluluhkan hati Bagas, atau rumah tangga mereka akan hancur?
Ikuti kisahnya hanya di sini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon znfadhila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31.
Edo dan Laras kini sedang berada di sebuah restoran, keduanya makan lebih dulu sebelum menuju ke bandara.
Sebenarnya Edo sengaja mengajak Laras kesini lebih dulu untuk menghindar, dia sedang dalam mode waspada karena sebelumnya Edo menyadari gerak-geriknya diawasi.
Edo tau betul bagaimana bahayanya Joshua, ya pria itu sangat yakin orang yang mengawasinya itu suruhan Joshua.
Jika Bagas masih bisa di tipu oleh Edo maka lain halnya dengan Joshua, pria itu tidak akan bisa di bohongi dengan mudah, apalagi jika hanya mengandalkan kata-kata manis saja.
Makanya itu Edo berusaha keras untuk melarikan diri sekarang, dia yakin Joshua sudah mengetahui jika dalang di balik kecelakaan yang di rencanakannya itu adalah dia sendiri.
"Edo kenapa kita harus kesini dulu sih, kan aku udah bilang kalo aku gak laper sama sekali." Laras nampak protes, mereka pura-pura makan padahal tidak lapar sama sekali.
"Laras, kamu gak boleh banyak protes sekarang itu kita harus cari aman sebelum nanti Joshua tau keberadaan kita." Edo berusaha sabar menghadapi Laras yang keras kepala.
"Kenapa kita harus kabur coba, gimana caranya aku bisa dapetin Bagas lagi kalo gini caranya." kesal Laras yang tentunya tidak ingin kabur ke luar negeri.
Beberapa waktu belakangan Edo memang selalu saja mendesak untuk pergi ke luar negeri, katanya kejahatan mereka sudah tercium Laras jelas kesal karena Edo menjanjikan masalah ini akan selesai tanpa ada masalah.
Tapi nyatanya kejahatan tidak selamanya bisa tersembunyi apalagi ada Joshua yang bergerak cepat untuk mencari kebenaran, Edo jelas kalah karena Joshua memiliki cara sendiri untuk mencari tau.
"Laras dengerin aku, selama ini Bagas itu bisa aku tangani tapi Joshua beda cerita, kamu inget kan penyebab hubungan kamu hancur sama Bagas itu ada campur tangannya dia padahal selangkah lagi kalian bisa nikah."
Edo kembali mendoktrin Laras, bahkan kini malah menyalahkan Joshua memang tidak ada takutnya dia membawa nama Joshua.
"Kamu bener, harusnya dia gak pernah datang di kehidupan Berlian! sejak dia datang semua rencana aku hancur!" Laras mengepalkan tangannya kuat, dia merasa dendam karena sejak kedatangan Joshua rencananya berantakkan.
Joshua kebanyakan membantu keluarga istrinya untuk membongkar kebusukan Laras, wanita itu sampai tidak bisa berkutik lagi di depan keluarga Bagas, hanya saja ada pengkhianat ini sehingga Laras masih bisa tau tentang keluarga Danantya.
"Makanya itu kita harus pergi dulu, gapapa kita mundur dari pada kita ketahuan Laras, di luar negeri kita bisa susun rencana baru supaya kamu bisa balas dendam sama Joshua sama Bagas juga."
Edo tersenyum licik, dia memang sangat licik karena bisa memanfaatkan Laras yang mudah di doktrin olehnya.
"Tapi kalo kita ke luar negeri, kapan pulangnya Edo? gimana kalo Bagas nanti malah nikah sama orang lain, aku beneran gak rela ya!" Laras sedikit merengek, rupanya dia tidak tau jika Bagas sudah menikah dengan Alya.
"Kamu tenang aja, kita bisa lakuin apapun nanti yang paling penting sekarang kita harus pergi dulu dari sini, kita harus cari tempat aman kalo kita nekat disini yang ada kita bisa di hukum." Edo berusaha kembali meyakinkan Laras.
'Sampai kapanpun lo milik gue Laras, Bagas itu udah punya istri dan gue gak akan biarin lo tau sebelum kita sampe ke luar negeri, gue tau lo bakalan bertindak nekat kalo tau Bagas udah nikah.' Edo menyeringai, ternyata dia memiliki rencananya sendiri.
'Di luar negeri sana gue udah siapin semuanya Laras, sebentar lagi kita bakal nikah dan lo bakal jadi milik gue selamanya! apapun bakal gue lakuin termasuk nikahin lo secara paksa.' batin Edo menatap penuh obsesi pada Laras.
Laras sama sekali tidak menyadari jika sikap Edo selama ini bukan karena tulus ingin membantunya, Edo melakukan semua ini agar Laras terus berada di sampingnya, Edo diam tapi dia menyiapkan rencana agar bisa mengikat Laras sepenuhnya.
"Tapi bener ya kamu harus bantu aku buat dapetin Bagas lagi, sekarang aku ikut sama kamu." Laras benar-benar percaya, Edo tersenyum puas.
"Nah gitu dong, sebentar lagi kita harus otw ke bandara penerbangan kita sebentar lagi."
Laras mengangguk paham meskipun hatinya sedikit ragu, Edo sangat senang karena selangkah lagi rencananya akan berhasil.
"Jadi dia gak kasih tau kalo aku udah punya istri sekarang?" Bagas yang mendengar semua percakapan tersenyum miring, Joshua yang duduk di samping Bagas ikut tersenyum miring.
"Dia emang rubah, licik nya gak ketolong." Joshua nampak santai, dia ingin sekali mengatakan di depan wajah Edo jika pria itu sangat angkuh mengira bisa lepas sepenuhnya dari pengawasan Joshua.
Tidak sadarkah Edo jika Joshua lebih dulu prepare, bahkan di meja tempat mereka duduk sekarang Joshua sudah menyiapkan alat yang bisa menyadap suara mereka, Joshua kini satu langkah di depan Edo.
"Menurut kamu apa rencana dia bawa Laras keluar negeri?" tanya Bagas, dia masih tidak menyangka jika Edo bisa bertindak selicik ini.
"Dia terobsesi sama cegil ini, cocok sama-sama gila dan pastinya dia gak akan biarin cegil ini lepas, semua yang dia omongin ke cewek itu cuma penipuan alias tipu-tipu, yang ada mungkin aja dia mau nikahin paksa cegil ini."
Joshua berkata sesuai dengan pengalamannya, dia juga dulu terobsesi pada Berlian tapi sekarang Joshua sudah berubah mencintai sewajarnya saja ya.
"Hmmm, kalo gitu kita bantu wujudin keinginan mereka, tapi di tempat yang gak akan mereka duga." Bagas menyeringai, Joshua menaikkan sebelah alisnya.
"Ada rencana apa?" Bagas mendekat kemudian membisikkan sesuatu, Joshua langsung mengangkat jempolnya.
"Itu artinya mereka bisa sama-sama nanggung hukuman juga." Joshua segera menghubungi anak buahnya untuk segera menyiapkan rencana yang di inginkan Bagas.
"Kalian gak akan bisa kabur!"
****
Edo dan Laras kini sudah masuk kedalam mobil, Edo memang sudah menyewa mobil yang akan menunggu di pintu samping restoran.
Mereka masuk dengan perasaan lega karena berpikir lolos dari kejaran anak buah Joshua.
"Edo kamu yakin ini udah aman?" Laras mendadak ikutan gugup, dia ingat bagaimana amarah Bagas dan itu sangat menyeramkan.
"Udah kamu tenang aja, aku udah atur semuanya sekarang kita bisa flight dengan tenang tanpa ada gangguan." ucap Edo percaya diri.
"Kenapa kalian bisa yakin bisa kabur gitu aja?"
DEG!
"S-suara i-itu.."
"B-bagas!"
Bersambung..........
terlalu jauh bab babny jadi sampai agak lupa alurnya.
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️