NovelToon NovelToon
Dominasi Langit

Dominasi Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Kultivasi / Pendekar / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: M Rizki Pratama

Pendahuluan:

Seorang pemuda yang tidak bisa berkultivasi dengan normal, seorang pemuda yang bahkan tidak layak disebut sampah, orang yang sia-sia.

Itulah yang selalu orang katakan saat melihatnya, tapi sekarang?

Apakah dia manusia? Ataukah Dewa? Mungkinkah dia Iblis?

Dengan satu tangan membawa perdamaian dan tangan lainnya membawa pembantaian, itulah yang selalu mereka katakan.

Saat dia hadir semua keberadaan akan tertekan, Langit dan bumi ada dalam genggamanya.

Dia adalah seorang pria yang menaklukan hati setiap orang hanya dengan tatapannya,
membuat semua orang rela mati hanya karena ucapannya.

Pria yang bangkit hanya untuk menjadi penguasa - Jiang Chen

Legenda mengatakan:
Jiang Chen adalah seorang revolusioner perang yang muda dan berbakat, tapi ketika dia marah bahkan langit akan terbelah dan bumi akan berguncang ketakutan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M Rizki Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31: Pemburuan

Tanpa terasa satu bulan telah berlalu, Jiang Chen, Jilu dan JiaYong akan segera mengakhiri kultivasi tertutup mereka.

Didalam gua Jiang Chen sedang duduk bersila dengan menutup matanya, tapi tidak lama kemudian Jiang Chen tiba-tiba membuka matanya dan angin disekitarnya pun berhembus.

Wooooosh!!

Saat Jiang Chen membuka matanya, dia mengeluarkan energi dari dalam tubuhnya, sehingga membuat udara di sekitar terdorong.

Jiang Chen mengerutkan keningnya dan bergumam dengan kesal "Walaupun sudah menggunakan Pill Kondensasi tingkat menengah, itu masih belum cukup untuk mambantuku menerobos ke ranah Kondensasi darah, siallll"

Setelah mengatakan itu Jiang Chen pun bangkit dan langsung pergi keluar gua, disana dia melihat bahwa Jilu dan Jia Yong sedang melakukan latih tanding. JiangChen juga cukup tekerjut dengan fakta bahwa mereka sudah menerobos ke tingkat yang sama dengannya, yaitu tingkat 9 Kondensasi Qi

Jilu dan Jia Yong tidak menyadari kehadiran Jiang Chen sehingga mereka asik dengan dunia mereka sendiri.

Terlihat Jia Yong yang sedang menembakan anak panahnya pada Jilu, sedangakan jilu pun berusaha menghindarinya sebaik mungkin dengan menggunakan langkah angin dan meninggalkan tombaknya untuk menancap di tanah.

"Makanlah ini Sialannn"

Jia Yong berteriak keras, sambil menembakan 5 anak panahnya pada Jilu.

Jilu yang menghadapinya tidak diam saja, dia pun mengambil Tombaknya yang sedang menancap di tanah dan langsung memutarkannya, untuk menangkis semua panah Jia Yong

Sreetsss... Sretsss...

Jilu yang berhasil menangkis semua serangan Jia Yong langsung tertawa "Hahaha..... Aku tahu bahwa kamu tidak akan bisa mengalahkanku"

"Kau pikir itu semua yang ku miliki" Jia Yong membalas dengan kesal, dan bersiap untuk melakukan serang lainnya.

Jilu pun tidak berani lengah dan langsung memasang posisi menyerang, seakan siap untuk menerjang kedepan kapan saja.

Namun tiba-tiba terdengar sebuah suara tepuk tangan dari samping, dan itu adalah Jiang Chen

Prok...Prok..

Jilu dan Jia Yong tiba-tiba mengalihkan pandangannya kearah suara tersebut, dan saat mereka melihat bahwa itu adalah Jiang Chen, mereka bahagia dan berkata dengan bersemangat

"BOSSSSS"

Jiang Chen hanya mengangguk "Perkembangan kalian sungguh luar biasa"

Jilu dan Jia Yong berkata serempak "Semua ini berkat bimbingan Boss"

Jiang Chen menggelengkan kepalanya dan tersenyum "Perkembangan kalian tidak ada hubungannya denganku, itu murni hasil kerja keras kalian dan aku hanya memberi jalan"

Jiang Chen melanjutkan "Bersiaplah kita akan berburu untuk beberapa hari kedepan"

Jilu dan Jia Yong sangat bersemangat mendengar itu, mereka sebenarnya sudah keluar 3 hari lebih awal, tapi tanpa perintah Jiang Chen mereka tidak berani bertindak.

Jia Yong bertanya "Boss, apakah kamu berhasil menerobos ke ranah Kondensasi Darah?"

Jiang Chen mengedarkan auranya yang masih di ranah Kondensasi Qi dan menggelengkan kepalanya

"Tidak"

Jilu dan Jia Yong terkejut karena mereka pikir Jiang Chen sudah menerobos

Jiang Chen melanjutkan "Walaupun begitu kekuatanku saat ini, harusnya cukup untuk menghadapi Kultivator tingkat 2 Kondensasi darah, dan untuk kalian harusnya itu cukup untuk menghadapi tingkat 1 Kondensasi Darah"

Jilu berbicara dengan sedikit kecewa "Aku pikir kekuatanku saat ini akan cukup untuk mengahadapi tingkat 2 Kondensasi Darah"

Jiang Chen menggelengkan kepalanya dan berkata "Setiap ranah memiliki jarak kekuatan yang cukup jauh, dan untuk kalian yang bisa bertarung Lintas Ranah sudah bisa di bilang Genius yang langka"

Jiang Chen menepuk pundak Jilu "Jangan terlalu serakah dan sombong, itu hanya akan menghambat perkembangan kalian, teruslah asah dirimu sendiri, sehingga tanpa sandar kau akan berada di puncak kehidupanmu "

Jilu dan Jia Yong mengangguk, lalu mereka pun pergi dengan Jiang Chen sebagai pemandu.

Jilu bertanya di dalam perjalanan "Boss apa tujuan kita hari ini?"

Jiang Chen menjawab dengan santai "Hari ini kita hanya akan berburu dan mengamati keadaan di sekitar"

Setelah melakukan perjalanan cukup jauh kedalam bukit akhirnya merekapun bertemu dengan seekor binatang, binatang itu sedang tertidur dan terlihat bahwa ada sebuah poho yang memiliki 3 buah di tangkainya

Jia Yong berkata dengan bersemangat "Buah Kondensasi"

Jilu mengangguk setuju "Lihatlah, buah itu di jaga oleh seeokor Beruang api"

Jia Yong mengangkat hidungnya dengan bangga "Ada apa dengan itu, dia hanya Hewan buas tingkat 9"

Jiang Chen mengangguk "Jia Yong benar itu hanya Hewan buas tingkat 9, tapi jika kalian tidak bisa menghabisinya dalam sekali serang, keributan yang kalian sebabkan sudah cukup untuk menarik perhatian binatang lainnya"

Jilu dan JiaYong mengangguk serius

"Biarkan aku maju lebih dulu" lalu Jilu pun melangkah maju menuju arah Beruang itu.

Beruang itu tidak menyadari kedatangan Jilu, karena dia sedang tertidur dan hanya saat jarak tinggal beberapa meter lagi, beruang itu pun menyadari kedatangan dan membuka matanya.

Namun, saat Beruang itu mencoba bangkit semua sudah terlambat, karena Jilu sudah berdiri di depannya dan hanya terpisah oleh beberapa langkah kaki lagi.

Jleb!!!

Melihat kebangunan Beruang itu, Jilu pun tidak membuang waktu lagi, dia pun segera melemparkan tombaknya yang langsung menancap pada jantung beruang itu.

ROARRR!!!

Beruang itu meraung kesakitan. Namun Jilu belum berhenti disitu, karena kemudian dia pun segera berlari kearah beruang itu sambil mencabut tombaknya dan langsung menebaskannya pada kepala beruang itu dengan cepat.

Setelah berhasil membunuh beruang itu, suasana pun perlahan kembali tenang. Namun Jilu tidak berani lalai dan langsung mengambil buah itu, kemudian dia pun kembali ke tempat Jiang Chen.

"Boss!!" Ujar Jilu sambil menyerahkan buahnya.

"Kerja bagus! terutama gerakan terakhirmu itu sangat mengagumkan" Ujar Jiang Chen sambil mengangguk ringan.

"Terimakasih Bos!" Jilu pun menangkupkan tinjunya dengan serius.

Beberapa saat kemudian mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dan terus menemukan beberapa buah kondensasi lagi, tapi tentu saja setiap buah memiliki hewan penjaganya masing-masing.

Perjalanan pun terus berlanjut dan hanya saat ketika hari mulai malam mereka pun akhirnya memutuskan untuk kembali.

Jiang Chen menghitung hasil buruan dan berkata dengan bahagia "Mari kembali, perburuan hari ini akan selesai disini, tapi hasil hari ini memang cukup memuaskan, kita berhasil membunuh 4 bintang buas dan mendapatkan 7 buah kondensasi"

Jia Yong yang pertama berteriak bahagia "Akhirnyaaaa... Aku sudah sangat kelelahan"

Jilu mengangguk setuju, karena ini adalah pemburuan pertama mereka setelah sekian lama beristirahat, sehingga ini memang cukup membuat mereka untuk kelelahan dan setelah berbincang cukup lama, mereka pun akhirnya kembali ke tempat istirahat mereka.

Pada hari kedua, Jiang Chen memutuskan untuk terus berburu, tapi kali ini dengan aturan yang sedikit berbeda, karena pada hari pertama Jiang Chen telah melakukan pengamatan, sehingga pada hari kedua ini JiangChen akan menjalankan rencananya.

Ditengah hutan Jiang Chen, Jilu, dan Jia Yong pun sedang berkumpul dan mengobrol riang.

Jiang Chen pun membuat sebuah peta ditanah dan menunjuk salah satu lokasi "Hari ini kita akan berpencar, dan setelah hari mulai malam, kita akan berkumpul lagi disini"

"Baik Bosss"

Jilu dan Jia Yong pun mengangguk setuju.

Jiang Chen segera mengingatkan "Ingat untuk tidak pergi terlalu dalam, dan jika ada bahaya kalian harus segera menghindarinya"

Setelah mengatakan itu, mereka pun langsung berpencar dan hanya setelah hari mulai malam, mereka pun berkumpul kembali.

Jia Yong berkata dengan semangat, sambil menunjukan buah yang ada ditangannya "Lihat Bos, aku mendapatkan 3 buah Kondensasi"

Jiang Chen mengangguk dan menepuk pundaknya "Baguss"

Jilu berkata dengan santai, sambil menunjukan 4 buah yang ada disakunya "Ini bos, tangkapan ku hari ini"

Jiang Chen mengangguk "Bagusss, kamu sudah berkerja keras"

Jia Yong bertanya "Berapa banyak yang kau dapatkan Boss?

Jiang Chen tersenyum dan mengeluarkan buah dari sakunya. Melihat itu Jilu dan JiaYong melompat terkejut dan berteriak

"Delapan, Delapan buah"

Pada hari ketiga, mereka masih terus berburu dengan mengunakan rencana Jiang Chen.

Jia Yong mendapatkan 5 buah, Jilu mendapatkan 6 buah dan Jiang Chen masih hanya mendapatkan 8 buah.

Pada hari keempat, Jia Yong mendapatkan 6 buah, Jilu 7 buah dan JiangChen mendapatkan 10 buah

Namun, Pada hari kelima Jia Yong belum juga kembali, walaupun hari sudah mulai malam dan hanya menyisakan Jiang Chen dan Jilu.

Jilu berkata "Boss, apakah kita akan mencarinya"

Jiang Chen menjawab dengan santai "Tunggu sebentar lagi"

Namun walaupun telah menunggu selama 1 jam Jia Yong masih belum datang, sehingga membuat Jiang Chen dan Jilu menjadi sangat khawatir.

Jiang Chen yang khawatir akhirnya berkata dengan dingin "Kita akan mencarinya sekarang"

Setelah mengatakan itu Jiang Chen dan Jilu pun langsung pergi kembali kedalam hutan dengan tergesa-gesa.

1
Muh Nasrun
Umur 10 tahun harusnya masih main kelereng, kenapa sdh mengetahui wanita cantik, apa umur segitu sdh bisa mengerti tentang pacaran dan sex, thor masih2 anak2 jgn ceritanya di buat spt orang dewasa.
Muh Nasrun
Thor, pakai ilmu apa Jian cheng, sampai bisa membunuh kawannya, memahami ilmu yg di baca di perpukaan saja blm, kenapa sdh menjadi lihai, tdk di jelaskan juga ilmu apa di pakai, apa abra katabra ilmunya, ceritanya dangkal thor.
Muh Nasrun
Thor, Jilu dan Jia long hanya dpt ilmu kurtivasi, kenapa sdh bisa bertarung, dari mana ilmunya, ceritanya di buat berlogika, jgn semuanya di buat instan saja, pembaca jadi bingung thor.
Jade Meamoure
Thor novel ini kan dah lama lho tp koq belum tamat jg ya
Jade Meamoure
haishhh kasian pak'e kena tendangan mulu dari mak'e nasib nasib
Jade Meamoure
hayooo jangan umpetin anak orang
Jade Meamoure
rasa'no
Jade Meamoure
sangat bagus masih ada tuan muda yg rendah hati begitu jg semua orang yang ada di klan
Yuda Suastika
upupupupupupuppupupu
Yuda Suastika
ingat ada ming mei
Yuda Suastika
kuattttttt
Yuda Suastika
upupupupupupupupupupupupupupupup
Yuda Suastika
upupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupup
Yuda Suastika
upupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupupup
Yuda Suastika
njuuuuuttt
Yuda Suastika
upupupupupupupup
Yuda Suastika
habisinnnn
Yuda Suastika
traveling again
Yuda Suastika
mantaaappp
Yuda Suastika
msntaappp,menjadi kuaatttttt..upupupupupupupupupup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!