Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEMINDAHAN SECARA MENDADAK
Sret… sret.. suara barang barang yang dimasukkan ke dalam kotak.
"Sunbae… apa benar semua yang dikatakan oleh orang-orang bahwa Sunbae akan di pindahkan ke kantor kepolisian Daejeon?" Tanya Kang Dae Hyun.
"Ya." Jawab Kim Da Eun singkat.
Kim Da Eun jalan menuju ke besmen untuk mengambil mobilnya dan diikuti oleh Kang Dae Hyun.
"Tapi Sunbae… kenapa gitu?apa yang membuatmu keluar dari kasus ini? Sunbae.. " Kang Dae Hyun mengikutinya sampai Kim Da Eun akan memasuki mobilnya.
"Aishh Kya bukankah sudah jelas kenapa kau tanyakan ha? Minggir." Da Eun mendorong Dae Hyun agar menjauh dari mobilnya.
"Ah aku benar-benar tidak percaya dengan semua ini aishh." Da Eun merasa tidak adil.
Sementara itu, di kantor Badan kepolisian Incheon.
"Aish yang benar saja? Kenapa harus aku yang dikeluarkan pak ? Semua orang juga bersalah disini, bukan hanya aku." Bantah Lee Hyejin pada kepala Oh Jun Myeong.
"Kya Hyejin-ah percayalah padaku kau akan dapat kembali lagi setelah di pindahkan kesana jadi terimalah saja ya?" Bujuk pak kepala Oh Jun Myeong.
"Aishh yang benar saja… ah terserahlah…Aku pergi.." Hyejin meninggalkan pak kepala Oh Jun Myeong di dalam kantornya.
"Anak itu benar-benar sulit dipercaya uch aku merinding." ucap pak Oh Jun Myeong melihat Hyejin marah-marah tidak jelas.
Hyejin berjalan menuju pintu keluar kantor kepolisian Incheon dan berkata,
"Cih akan ku pastikan aku akan kembali ke sini apa kau mengerti ha?" Hyejin berbicara sendiri sambil menunjuk kantornya.
Di jalan tanpa sengaja salah satu mobil di depan Hyejin berhenti mendadak dan membuat Hyejin menabrak bagian belakang mobilnya.
"Ah yang benar saja… siapa yang berhenti di tengah jalan seperti ini?apa mereka sedang mabuk ha? Aishh." Ucap Hyejin dengan kesal.
Hyejin menghampiri mobil tersebut dan mengetuk jendela mobilnya.
"Permisi… apakah anda mabuk sehingga cara menyetir anda buruk ha?permisi.."
Sementara di dalam mobil,
"Aisshh ada-ada saja…" pemilik mobil pun turun dan membuka pintu mobilnya.
"Kya apakah anda mabuk? Sehingga anda…ha.. " ucapan Hyejin terpotong karena terkejut siapa yang turun dari mobil tersebut.
"Mohon maaf Sunbae apakah anda baik-baik saja?" Hyejin meminta sambil membungkuk 45 derajat.
"Kya… kya.. berdirilah dengan tegap aku sekarang sedang kesal dan kau… kau makin membuatku semakin kesal jadi pergilah atau aku akan memakimu disini apa kau mengerti?" Ucap Da Eun dengan kesal.
"Iya siap saya akan pergi secepatnya.. kalau begitu… semoga hari anda menyenangkan…" Hyejin langsung berlari untuk menuju mobilnya.
"Arghh yang benar saja kenapa harus bertemu dengannya?" Hyejin menepi di sebrang jalan dan mengacak-acak rambutnya.
"Bagaimana kalau aku bertemu dengannya lagi arghh. Pasti itu adalah mimpi buruk." Hyejin membenturkan kepalanya di setir mobil nya.
Setelah ia selesai kesal dengan pertemuannya dengan Kim Da Eun ia mengambil telponnya untuk menghubungi seseorang.
"Hallo pak kepala Oh Jun Myeong mohon maaf saya tadi lupa tidak bertanya bahwa saya dipindahkan ke kantor kepolisian mana." Hyejin menanyakan pada pak kepalah Oh.
"Oh iya kamu di pindahkan di kantor kepolisian Daejeon, dan aku berpesan jangan sampai kamu di sana mengacaukan segalanya dan bertingkah sesukamu!"
"Iya siapp pak…" Hyejin menjawab dengan nada malas.
"Dan jangan sampai kamu mencemarkan nama kepolisian Daejeon dan…" ucapan pah Oh terpotong karena Hyejin menyelanya.
"Oke terimakasih pak semoga hari anda menyenangkan." Tutup Hyejin.
"Aishh anak ini benar-benar membuatku takut." Pak Oh merasa merinding.
Hyejin kembali menyetir menuju ke kantor kepolisian Daejeon. Untuk memperkenalkan dirinya pada tim barunya.
Sesampai di parkiran mobil ia melihat bahwa Kim Da Eun juga memarkirkan mobilnya di parkir tersebut lalu ia keluar menuju kantor kepolisian Daejeon.
"Waw Daebak tidak mungkin kan ia bekerja di sini?" Hyejin memiringkan kepalanya tanda tidak percaya.
"Wah amat sangat menakutkan jika ia bekerja satu kantor dengan ku wah.." Hyejin masih tidak percaya dan masih belum keluar dari mobilnya karena masih tidak bisa mempercayainya.
"Tidak… tidak mungkinkan ia bekerja di sini haha tapi bagaimana jika mungkin.. wah aku mungkin akan menjadi gila.." Hyejin terus bertanya-tanya apakah benar Kim Da Eun bekerja di kantor kepolisian Daejeon atau tidak.
"Aisshh sudahlah apapun yang terjadi aku akan tetap bekerja disini dan segera kembali ke Badan kepolisian Incheon. Aku akan memberanikan diriku untuk masuk kesana walau aku harus bekerja dengannya." Hyejin memutuskan untuk turun dari mobil dan masuk ke kantor kepolisian Daejeon.
"Hallo selamat siang semua perkenalkan saya kapten tim investasi Lee Hyejin dari Badan kepolisian Incheon siap ditugaskan di sini." Hyejin membungkuk untuk memberikan salam ke semua orang.
"Ah kapten Lee Hyejin silahkan… silahkan ini tempat duduk anda. Dan semoga anda betah selama bertugas di sini." Ucap wakil kepala tim Nam Soe Hyun.
"Ya terimakasih." Ucap Lee Hyejin.
"Oh iya kapten Lee perkenalkan saya Nam Soe Hyun wakil kepala, lalu mereka, Choi Nam Gil dan Park Jae Sung mereka adalah rekan anda selama anda bekerja di sini."jelas wakil kepala Nam.
"Ah iya baik salam kenal semuanya." Hyejin menyapa semua orang.
Dan mereka menanggapinya dengan baik.
Beberapa saat kemudian Kim Da Eun muncul dengan mengenakan seragam lengkapnya.
Mereka semua memberikan hormat terhadap kepala baru di timnya yaitu Kim Da Eun.
Hyejin yang melihatnya hanya terkejut tanpa memberi hormat padanya. Lalu di tegur oleh rekannya yaitu Choi Nam Gil.
"Hei beri hormat pada kepala baru kita.." ucap Choi Nam Gil pada Hyejin.
"Ah benar." Hyejin memberikan hormat walau ia gugup.
"Nah semua perkenalkan beliau adalah kepala baru kita Kim Da Eun dari Badan kepolisian Soul." Wakil ketua Nam memperkenalkannya pada seluruh anggotanya.
"Baik pak selamat atas kedatangannya." Ucap Park Jae Sung.
Da Eun tersenyum melihat rekan tim nya yang sangat antusias. Tetapi, ia membelalakkan matanya karena melihat Hyejin di tempat kerjanya.
"Kamu…" Da Eun menunjuk muka Hyejin.
"Selamat datang pak kepala perkenalkan saya Lee Hyejin dari Badan kepolisian Incheon yang baru dipindahkan ke kantor kepolisian Daejeon, dan saya siap bekerja dengan semua rekan tim termasuk anda…" ucap Hyejin tanpa merasa bersalah.
"Ha~ wah oke semoga kamu betah di sini." Ucap Kim Da Eun sembari menekankan kata betah.
"Ya saya akan berusaha semaksimal mungkin." Jawab Hyejin.
Wakil kepala Nam menjelaskan apa saja tugas yang akan dilakukan timnya untuk menjaga keamanan warga sekitar karena baru-baru ini ada kasus pembunuhan di daerah Daejeon juga.
"Nah untuk menentukan tim yang akan berpatroli sudah saya atur semoga kalian bisa bekerja sama dengan baik ya kedepannya. Baik petugas Park dan petugas Choi kalian satu tim dan dan kepala Kim dan kapten Lee akan menjadi pasangan tim lainnya oke?". Ucap wakil kepala Nam.
"Tapi… apakah tidak bisa jika saya bertukar dengan petugas Park atau petugas Choi?"
"No no ini sudah diatur ya jadi tidak bisa." Ucap wakil kepala Nam sambil menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.
"Arggh yang benar saja.." rengek Hyejin.
"Kau tidak mau bekerja dengan ku? Kalau begitu pulanglah! Dan jangan kembali." Ancam Kim Da Eun.
"Tunggu, saya akan bekerja dengan anda.." jawab Hyejin dengan senyum terpaksa.
"Bagus… ayo jalan.." ajak Kim Da Eun pada Hyejin.
"Ya saya akan jalan untuk menyusul Sunbae.." ucapnya dengan terpaksa..
"Akhhh " terdengar suara teriakan seorang perempuan dari kejauhan dan mereka berdua bergegas untuk memeriksanya.