NovelToon NovelToon
MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

MENIKAHI MUSUH KERAJAANKU (Seson 1 & 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Action / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:623.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ekouchi Aya

Apa?!! Menikahi Musuhku? Apa itu mungkin?... Namaku adalah Demian Wulfric, yaitu raja dari kerajaan Endom, kerajaan terkuat di belahan bumi Eropa. Aku disebut sebagai raja dari kayangan, karena parasku yang sangat rupawan dan sifatku yang sangat dingin.

Selama hidupku, aku menanggung amarah yang amat dalam kepada musuh yang telah membunuh orang tuaku dan memporak-porandakan rakyat serta kerajaanku.

Namun, takdir berkata lain, aku terpaksa harus menikahi putri dari musuhku, yaitu putri dari kerajaan Alamore yang bernama Putri Aurora Delacour. Ia adalah putri yang sangat cantik jelita yang memiliki 'Mutiara Abadi' di dalam tubuhnya. Mutiara yang membuatku sangat bergantung kepadanya dan aku harus menahan rasa cinta yang mendalam kepadanya, hanya karena masa lalu yang sangat menyakitkan di antara kami.

Bagaimana kisah perjalanan cinta kami selanjutnya? Jangan lewatkan kisah kami ya...

Jangan lupa like, komen & dukung cerita ini dengan 5 Vote yaah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekouchi Aya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan Yang Tertunda

Hai Readers tercinta, jangan lupa Like, komen and vote 5 cerita ini yah...

yuk dukung Author, supaya Authornya tambah semangat nih ....

Sore hari sebelum kejadian tragis yang menimpa Aurora di taman. Kai menemani Issabelle yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya. Kai masih merasa janggal dengan kejadian yang menimpa Issabelle. Kai pun mempunyai keyakinan, bahwa parfum milik Aurora tidak mungkin berada di tangan Issabelle kecuali ada seseorang yang sengaja meletakkan parfum itu di sekitar tempat tidur Issabelle.

Kai terus menatap wajah Issabelle yang malang sambil duduk di kursi dengan mengepalkan kedua tangannya. Ia terus memikirkan peri hal parfum itu, sampai tak terasa jika suara lembut Issabelle memanggilnya.

"Kakak ... " panggil Issabelle sembari mengusap-usap matanya.

"Issabelle, kamu sudah sadar?, apa ada yang sakit, hhmm?." Kai mendekatkan dirinya pada Issabelle.

"Tidak," jawab Issabelle sambil menggelengkan kepalanya.

"Kakak berjanji, kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi kepadamu," tutur Kai sembari mengusap rambut pirang Issabelle.

"Iya," timpal Issabelle menggenggam tangan Kai.

"Issabelle, bolehkah Kakak menanyakan sesuatu?" tanya Kai pada Issabelle.

"Kamu tahukan, jika kamu sangat sensitif dengan bau lavender, lalu kenapa kamu malah membawa botol parfum itu?," tanya Kai dengan sedikit serius.

"Seseorang yang telah memberiku botol itu Kak, dia bilang hadiah karena aku menjadi anak yang baik." Issabelle menjelaskan dengan sangat menggemaskan.

"Seseorang?, siapa?" tanya Kai sangat penasaran.

"Dia bilang, aku tak boleh menceritakan kepada siapa pun, ini sangat rahasia." Issabelle tersenyum polos.

"Kakak juga bisa menjaga rahasiamu, bisa kau ceritakan kepada Kakak?" bujuk Kai yang ingin Issabelle menyampaikan rahasianya.

Issabelle pun menarik pundak Kai hendak membisikkan sesuatu padanya. Setelah Issabelle memberitahu siapa orang yang telah memberikan botol parfum itu kepada Kai, ia pun sangat terkejut dan sedikit tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh Issabelle kepadanya.

"Kamu serius?" tanya Kai pada Issabelle. Issabelle pun menjawab dengan anggukkan kepalanya.

"Ya sudah, kamu istirahat lagi yah, Kakak masih ada urusan." Kai meninggalkan Issabelle di kamarnya.

* * *

Di kamar Aurora pagi itu, dengan cepat kugendong Aurora dan kutidurkan di atas tempat tidurnya. Pikiranku masih kosong, otak yang penuh dengan pertanyaan lenyap begitu saja. Semuanya hilang ketika melihat Aurora pingsan dengan hidung yang bercucuran darah. Aku tak tahu apa yang telah terjadi, aku hanya bisa meminta penjelasan dari pelayan pribadinya yaitu Mia.

Setelah beberapa saat, dokter pun datang hendak memeriksa Aurora. Di samping itu, Mia terus menceritakan secara detail apa yang sebenarnya terjadi kepada Aurora.

"Siapa yang berani-beraninya melakukan ini kepada Aurora?" gumamku sangat geram.

"Yang Mulia, tolong tangkap penjahat itu," saut Mia dengan nada memelas.

Tiba-tiba Kai dan yang lain masuk ke kamar Aurora dan menanyakan apa yang telah terjadi.

"Apa yang terjadi kepada sang Putri Yang Mulia?" Ken bertanya dengan nafas yang terengah-engah.

"Ada apa ini?" tanya Clara yang mulai berpura-pura ingin tahu.

"Yang Mulia, Anda sebaiknya tenang," tutur Kai yang berdiri menghadapku.

"Apa kalian mendengar sesuatu tadi malam?" tanyaku pada mereka semua.

"Tidak, Yang Mulia." Jawab mereka serentak.

Dokter pun telah memeriksa kondisi Aurora.

"Dokter bagaimana kondisi Aurora?, kapan ia bisa sadar?" tanyaku tak sabar.

"Dia pingsan karena kehabisan tenaga, kondisinya sekarang tidak memungkinkan untuk siuman, mungkin butuh beberapa hari." Dokter menjelaskan keadaan Aurora kepadaku.

"Bagaimana luka tusuknya?" tanyaku lagi.

"Sepertinya sudah mulai membaik, Yang Mulia. Anda tak perlu khawatir." Dokter itu pun kemudian pamit untuk meninggalkan kami.

"Pasti ada seseorang yang ingin menyelakai Putri Aurora, Yang Mulia." Jelas Ken sangat yakin.

"Kenapa firasatku sedikit aneh, apakah kejadian ini ada hubungannya dengan Clara?" Pertanyaan Kai yang terbelesit di dalam hatinya. Kai terus menatap dan mengamati gerak gerik Clara yang ikut serta berpura-pura khawatir kepada Aurora.

"Tapi, kenapa dia sengaja memberikan parfum lavender kepada Issabelle, padahal dia adalah orang yang paling tahu kondisi penyakit Issabelle." Kai terus memikirkannya.

"Aku harus menyelidikinya lebih dalam, apakah aku perlu menanyakan langsung padanya yah?" saut Kai bergumam kecil.

"Lebih baik, kalian semua silahkan keluar. Biarkan Tuan Putri istirahat dan memulihkan lukanya," terang Mia dengan mata berkaca-kaca.

"Biar aku yang menjaga Aurora, kalian silahkan tinggalkan kamar ini." Aku memerintahkan semua untuk keluar kamar.

Semua orang pun keluar kamar. Bibi Luis yang mendengar berita buruk itu juga ikut merasa prihatin. Ia tak percaya jika di sekitar rumah panti asuhannya terdapat orang jahat yang ingin melukai Aurora.

Aku pun memutuskan untuk mengundur waktu kepulangan kami semua ke kerajaan Endom. Karena kondisi Aurora yang belum stabil, sehingga butuh beberapa hari lagi untuk tetap tinggal.

Di kamar itu, aku duduk di kursi dengan perasaan tegang dan rasa tidak sabar. Aku ingin segera mendapat informasi dari Aurora secara langsung peri hal kejadian semalam. Aku juga merasa sangat kesal kepada Aurora, karena dia telah menyembunyikan masalah besar ini dariku semalaman.

"Aku memang selalu menganggapmu sebagai musuhku, tapi aku merasa sakit jika melihatmu terluka, Aurora." Perkataanku kepada Aurora yang masih terbaring tak sadarkan diri.

* * *

Di dalam ruangan kecil, Kai meminta waktu untuk berbincang-bincang dengan Clara. Awalnya, Kai merasa ragu dengan tindakannya itu. Tapi, dia tak bisa membiarkan Clara melakukan kejahatan terus menerus.

"Kenapa kau mengajakku kemari?" tanya Clara sambil menggenggam tangan Kai.

"Clara, apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku lebih dulu?" tanya Kai menginginkan Clara untuk mengakui perbuatannya.

"Apa maksudmu?" tanya Clara tak mengerti apa maksud Kai.

"Katakanlah semuanya padaku, sebelum semua orang mengetahuinya," ucap Kai memegang kedua bahu Clara.

"Memang apa yang harus aku katakan?" timpal Clara sambil menjatuhkan tangan Kai yang bertumpu pada bahunya.

"Apakah kau sangat benci sekali kepada Putri Aurora?" tanya Kai yang membuat Clara salah tingkah.

"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal itu?" tanya Clara berpaling membelakangi Kai yang tadinya berdiri di hadapannya.

"Cepat jawab aku!" Suara Kai mulai terdengar meninggi.

"Apa yang ingin kau dengar, aku memang sangat membenci Aurora sampai urat nadiku, kau puas??!!" Clara menatap Kai dengan tajam.

"Apakah hal itu yang membuatmu melakukan hal keji seperti itu?, kau sengaja mengambil botol parfum lavender milik Putri Aurora yang kemudian kau serahkan kepada Issabelle sebagai hadiah darimu karena ia adalah anak yang baik?, itu perbuatanmu kan?" tanya Kai dengan nada penyesalan.

"Apa yang kau katakan?, aku tak mengerti." Clara hendak meninggalkan Kai yang serius membahas masalah Issabelle.

Kai pun tak ingin Clara pergi begitu saja. Kai menarik tangan Clara dengan kuat seakan memberi tanda kepada Clara bahwa ia serius dalam masalah itu.

"Lepaskan aku Kai !" sentak Clara.

"Kenapa kau tega membahayakan nyawa Issabelle hanya karena dendammu pada Aurora?" tanya Kai dengan mata berkaca-kaca.

"Issabelle hampir mati karena parfum itu." Kai terus menggenggam erat tangan Clara.

"Kau pikir, hanya kau yang kehilangan orang tua dalam peperangan itu?, Dengar ..., kau tak berhak untuk merenggut nyawa anak-anak hanya karena kau ingin membalas dendam kepada orang yang tak bersalah," jelas Kai

"Orang tak bersalah katamu?" Clara mulai menahan emosi dan kesedihannya.

1
snaaflh_desu
mangat thor
Fetry Nokas
aa terharu banget 🥲
Fetry Nokas
aurora cantik banget raja damian juga 👑🤩
Fetry Nokas
Raja Nuel ko gatel banget yah
seorang raja ko sifatnya seperti itu menyebalkan
Fetry Nokas
ftonya ratu aurora dong
Ika Fitri
the best
Ika Fitri
semangat up Thor
Ika Fitri
like so much
Ika Fitri
aku padamu Thor
Ika Fitri
lanjut
Ika Fitri
seru abiss
Ika Fitri
vote ku untukmu thor
Ika Fitri
up
Ika Fitri
bagus karyamu Thor
Ika Fitri
seru banget
Ika Fitri
aku mendukungmu Thor
Ika Fitri
wow bintang Korea semua Thor
Ika Fitri
lucu thor
Ika Fitri
musuh dalam selimut
Ika Fitri
like like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!