Dimitri Romanov seorang CEO perusahaan Romanov Industries jatuh cinta kepada seorang aktris dan saat mereka akan bertunangan, sang Aktris dinyatakan berselingkuh dengan pria lain. Akankah Dimitri mempertahankan sang Pujaan Hati tetap disisinya atau ia lebih memilih menyerah dan kembali ke mantan tunangannya yang dulu?
Andai saja waktu bisa diputar, ia ingin memperbaiki semuanya - Dimitri Mikhail Romanov
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamu tak terduga
Anastasia sedang memasak ketika ia dikejutkan oleh suara bel. Ia bertanya-tanya siapa yang datang, karena ia sudah lama tidak menerima tamu.
"Hai Anastasia!"
"Aleandra,"serunya terkejut.
Anastasia langsung memeluknya dan ia menangis, lalu melepas pelukannya.Aleandra terkejut dengan reaksi Anastasia.
"Kamu dari mana saja. Kami mencarimu kemana-mana?"
"Begini aku harus menjelaskan sesuatu kepadamu."
Aleandra masuk dan langsung duduk. Anastasia merasa heran dengan sikap adiknya yang terlihat biasa saja seperti tidak ada sesuatu yang terjadi.
"Begini aku bukan Aleandra yang kamu kenal. Aku adalah saudara kembarnya."
"Eeeeeh,"serunya terkejut. "Saudara kembar?"
Aleandra mengangguk.
" Orangtuaku tidak pernah cerita kalau Aleandra punya saudara kembar. Mereka hanya bilang mengadopsi dari panti asuhan."
Aleandra kemudian menceritakan segalanya tentang kelahiran dirinya dan juga ketika ia bertukar posisi dengan Aleandra Ivanov. Anastasia sangat terkejut setelah mendengar ceritanya. Ia tidak pernah menyangka orangtuanya senekad itu demi mendapatkan Aleandra.
" Dan pantas saja kamu bersikap aneh di lokasi syuting. Ya Tuhan. Aku tidak percaya kalian bersaudara kembar."
" Maaf sudah merahasiakannya padamu. Itulah tujuanku datang ke sini untuk memberitahumu tentang ini. Aku dan orangtuaku datang ke sini, tapi kalian sedang pergi. Jadi hari ini aku memutuskan untuk datang lagi siapa tahu kalian sudah kembali. Di mana dia?"
Raut wajah Anastasia berubah jadi muram.
"Aleandra menghilang. "
"Apa maksudmu menghilang?"
Anastasia kemudian menceritakan semua apa yang terjadi selama setahun ini.
"Jadi Aleandra memiliki anak?"tanyanya terkejut.
"Benar. Ada orang yang menculiknya. Aku tidak tahu harus mencari Aleandra kemana lagi. Aku sudah memberitahu Dimitri tentang hilangnya Aleandra, tapi dia tidak tahu anaknya juga hilang."
"Aku harus memberitahu orangtuaku tentang hal ini."
"Apa mereka tidak ikut bersamamu ke sini?"
"Tidak. Mereka ada di rumah menunggu kabar dariku."
"Apa aku bisa menemui mereka?"
" Tentu saja.Pasti mereka senang bertemu denganmu."
🌻🌻🌻
Dimitri telah pulang ke rumahnya. Setelah membersihkan diri dan berpakaian, lalu pergi ke kamar Sofia untuk meminta penjelasan atas apa yang telah bibi Ester katakan kepadanya kemarin malam.
"Dimitri,ada apa?’’tanyanya heran.
Dimitri langsung masuk ke kamar Sofia.Raut wajahnya terlihat marah dan membuat Sofia ketakutan.
"Sofia kenapa kamu lakukan itu pada Lizzie?’’
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti."
"Kamu sudah mencoba membunuh Lizzie, kenapa?’’
Wajah Sofia mulai menegang dan wajahnya pucat.’’Itu..itu...aku tidak mencoba membunuhnya, mana mungkin aku melakukannya, aku menyanyangi anak itu. Sungguh,’’katanya gugup.
Dimitri masih tidak mempercayai perkataannya. ’’Kamu bohong."
"Aku tidak bohong. Percayalah padaku!’’
Wajah Sofia sudah basah oleh air mata.
"Kenapa kamu membenci Lizzie? Apa salah dia padamu sehingga kamu membencinya? Bukannya dirimu telah menyetujui untuk mengadopsinya seharusnya kamu menyayangi dia bukan membencinya."
‘’Aku jadi membenci anak itu karena dia adalah anakmu dan Aleandra seandainya dia bukan anak kalian berdua, aku tidak akan membencinya,’’ katanya dalam hati.
"Kenapa diam saja?’’
‘’ Pergi dari kamarku."
Sofia menutup pintu kamarnya di depan Dimitri. Ia kesal dan duduk di tepi tempat tidurnya.
’’Siapa yang telah mengatakan itu semua pada Dimitri? Apa bibi Ester yang telah mengatakan semuanya. "Sial!’’
Sofia memukul kasurnya dengan keras.
Setelah perasaan Dimitri kembali tenang dia pergi ke kamar Lizzie dan melihatnya sedang tertidur dengan lelap dan ia tidak tega untuk membangunkannya. Entah kenapa dirinya setiap kali melihatnya perasaannya menjadi lebih tenang dan damai . Semua permasalahannya dengan Sofia dan juga masalah kantor menjadi hilang begitu saja. Dimitri mengecup keningnya.’’Selamat malam sayang!’’
Dimitri menutup pintunya pelan-pelan dan kembali ke kamarnya. Malam ini tidak ada seorang pun makan malam di ruang makan, ia memutuskan untuk tidak makan malam, karena selera makannya telah hilang setelah bertengkar dengan Sofia tadi, sedangkan Sofia sedang menangis di kamarnya.
Sergei makan malam sendirian di kamarnya. Malam ini pun ia kembali memimpikan Aleandra dan kali ini Aleandra benar-benar terlihat sangat sedih dan terus memanggil-manggil anaknya. Sergei terbangun di tengah malam dengan keringat dingin yang mengucur dari dahinya. Cahaya bulan menerobos masuk ke dalam kamar dan hanya terdengar suara desiran angin di atas pucuk pohon .’’Aleandra...maafkan aku."
Keesokan paginya Dimitri baru saja keluar dari kamarnya dan melihat Sofia.
’’Pagi !’’sapanya.
Dimitri tidak mempedulikannya dan hanya menatapnya dingin. Akhirnya Sofia mengikuti suaminya turun ke bawah. Suasana di ruang makan terasa menegangkan.’’Ada apa dengan kalian berdua? Apa kalian sedang bertengkar?’’tanya Sergei.
‘’Tanyakan saja pada Sofia."
‘’Aku pergi dulu!’’
Dinitri beranjak pergi dari ruang makan masih dengan wajah suram dan dingin.Setelah menghilang dari ruang makan Sergei melirik Sofia.’’Apa yang terjadi diantara kalian berdua?’’
‘’Kami hanya bertengkar, tapi itu tidak apa-apa, karena setiap hari kami juga seperti ini."
Sofia pun juga sudah menyelesaikan makan paginya dan meninggalkan ruang makan.Dia menemui bibi Ester yang sedang membereskan pakaian bayi.
’’Pagi nyonya Sofia."
Sofia menatap geram padanya.’’Apa kamu yang mengatakan kepada Dimitri tentang diriku."
"Ti..tidak nyonya Sofia, aku...aku tidak mengatakan apa-apa padanya sungguh."
Sofia menatap tajam padanya dan seakan tidak mempercayai kata-katanya.
’’Kalau aku sampai tahu, kamu yang mengatakannnya pada Dimitri. Kamu akan menyesal. Ingat itu."
Sofia pergi dengan perasaan kesal dan bibi Ester mengelus dadanya berkali-kali.’’Ternyata nyonya Sofia itu memang jahat. Aku tidak mengerti kenapa tuan Dimitri bisa menikah dengannya."
Dimitri telah tiba di kantornya dan menyuruh Sabrina untuk memanggilkan seorang pengacara untuknya.[ ]