Gadis kaya raya yang lugu dan kurang kasih sayang, harus menikah dengan rekan bisnis papanya, dan ternyata usia keduanya begitu jauh berbeda. Pernikahan paksa itu hanya untuk pernikahan Bisnis.
Akankah Gadis itu menemukan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memadu Cinta
Warning!! edek-edek kecil skip dulu yahh bab ini hehehe....
--------------------------------------------------------
Angga menurunkan Gea setelah sampai di kamar mereka. Gea begitu kaget saat melihat kamarnya sudah di sulap menjadi kamar romantis dengan dihiasi bunga-bunga mawar putih di kamar mereka.
Angga berjalan ke meja dan mengambil sekuntum bunga mawar putih yang sudah disiapkan sedari tadi.
Kemudian Angga berlutut di hadapan Gea sambil memberikan setangkai bunga mawar putih itu, bagai pangeran yang sedang melamar pujaan hatinya.
"Gea Anastasya Utomo, maukah engkau menjadi milikku seutuhnya? menjadi ibu dari anak-anakku? dan membangun kebahagiaan kita sampai maut memisahkan??" Ucap Angga dengan penuh kesungguhan.
Gea masih menatap Angga dengan rasa tak percaya. Gea begitu terharu melihat kejutan yang sudah disiapkan suaminya itu hingga membuatnya meneteskan airmata bahagia. Gea yang seperti tersihir pun tak mampu berbicara dan hanya bisa mengangguk kan kepalanya kemudian ia menerima bunga pemberian Angga. Angga berdiri dan langsung memeluk erat Gea.
"Love you till Jannah my wife" Ucap Angga dengan berbisik ketelinga Gea.
Angga membawa Gea ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka sebelum 'ehem'. Dikamar mandi sudah terisi air susu di padu dengan taburan mawar merah didalam bathup. Setelah melepas semua yang melekat, mereka pun memulainya dengan berendam bersama. Angga begitu memanjakan Gea dengan sentuhan sentuhan cintanya, membuat Gea benar-benar merasakan indahnya cinta. Hampir 1 jam mereka habiskan memadu kasih didalam bathup, kemudian Angga mengangkat Gea dan membawanya ke ranjang mereka.
"Kamu udah siap menerima hukuman??" Tanya Angga dengan terus menatap Gea.
"Iyah" Jawab Gea malu- malu, wajah merahnya tak bisa ditutupi lagi.
Angga pun tak membuang waktu banyak dan benar- benar menghukum Gea dalam belenggu cintanya. Angga membawa Gea kedalam lautan cinta dan menyelaminya bersama, Gea merasakan kebahagiaan didalam hatinya saat ia sudah memberikan mahkota yang selama ini ia jaga kepada suami yang mencintainya. Rasa sakit sudah berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara. Rasanya mereka ingin menikmatinya lagi dan lagi. Bahkan setelah ini akan banyak lagi hukuman-hukuman manis yang akan terjadi❤
Suara adzan membuat mereka menyudahi pergulatan Panas mereka. Dengan sisa-sisa tenaga Angga menggendong Gea dan membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka. Gea pun yang sudah lemas seolah tak bisa lagi bangun akibat suaminya yang begitu ganas saat bersamanya dan akhirnya Angga yang memandikan Gea. Inget yahhh Hanya mandi wajib! kagak lebih!🤣
Setelah selesai membersihkan diri, mereka pun sholat berjamaah.
**
Mama Deta dan papa baru sampai di rumah Angga dengan membawakan berbagai macam oleh-oleh dari perjalanan bisnis mereka. Rumah Angga begitu terlihat sepi sore itu, mereka pun hanya bertemu dengan bibik.
"Angga sama Gea kemana Bik?? itu mobilnya ada didepan" ucap Mama didapur sambil menaruh oleh oleh diatas meja.
"Ada di atas nyonya dari tadi siang tuan Angga belum turun sama non Gea" ucap Bibik.
Mama Angga pun ke kamar atas untuk memanggil Angga dan Gea. Ternyata Pintu kamar pun tidak dikunci sehingga membuat mama Deta bisa masuk kekamar mereka. Mama pun kaget saat melihat kamar Angga yang dipenuhi bunga-bunga mawar, Mama langsung berfikir pasti mereka habis memadu cinta.
"Mama?" panggil Angga saat baru keluar dari kamar mandi.
"Eh Angga hehe maaf tadi mama nyelonong masuk, soalnya gak di kunci hehe. Emm Gea mana??" tanya mama begitu ingin tau keberadaan mantunya.
"Gea lagi tidur ma, kecapekan. Kita ngobrol di luar aja ya" ucap Angga sambil memeluk bahu mamanya dan memgajaknya keluar dari kamar. Angga tak mau tidur Gea terganggu. Mama Deta pun senyum senyum sendiri melihat Anak dan anak mantunya.
"Gea mana Ga?" Tanya Papa
"Gea tidur pa di atas, kayaknya kecapekan deh habis di gempur sama Angga. Hmm jangan-jangan kamu main kasar yah sama istrimu?!" ucap mama sambil menjewer telinga Angga
"Aww sakit maaaa,,,,, enggak kok, Angga gak main kasar. Cuma berkali-kali aja hehehe,,, " ucap Angga yang begitu terus terang membuat mama dan papanya tertawa senang.
Mereka pun mengobrol hangat di ruang tamu, tak lama Gea terbangun dan mencari keberadaan Angga. Perlahan Gea berjalan menuruni anak tangga, dan ia melihat ada Papa dan mama mertuanya yang tengah bergurau.
"Anak mantu mama udah bangun ya??" sapa Mama Deta.
"Loh mama dan papa kapan sampainya??" tanya Gea merasa tak enak.
"Habis ashar tadi. Sini duduk sayang " ucap Mama Deta.
Gea pun duduk di samping mamanya dan Angga, kemudian mereka pun mengobrol hangat sore itu. Mama dan papa tak henti hentinya menggoda Angga dan Gea membuat Gea begitu begitu malu sementara Angga malah semakin jadi. Setelah lama berbincang, mereka pun sholat maghrib kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Rencana awal mama dan papa akan menginap pun di batalkan, karena mereka tau, jika mereka menginap disana hanya mengganggu anak-anak mantunya memproses pembuatan cucu untuk mereka.🤭
.
.
.
.
.