Darah hal biasa bagiku, bahkan membunuh adalah keseharian ku. (Mr.Mafia)
Keikhlasan dalam menjalani hidup dan tentang rasa syukur atas apa yang tlah kita miliki.
Memberi merupakan hal yang paling membahagiakan bagiku, semua senyum dan canda tawa. (Gadis Muslimah).
Hingga pada masa kau bertemu dunia yang tak seharusnya,?
Gimana kelanjutan nya?
Apakah konflik Mr. Mafia dan Gadis Muslimah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Niswa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memasak.
Kruk
Kruk
Kruk
terdengar bunyi suara perut yang berasal dari milik Mark,
Annisa terkekeh geli, lalu ia pun berkata "Ingin makan sesuatu?"tanya nya pada Mark.
"hehehehe... " Hanya tersenyum dan menggaruk bagian belakang kepala yang tak terasa gatal tersebut.
"Ingin ku masak kan?" Tanya Annisa.
"Bolehkah?" Ucap Mark pada Annisa.
"Tentu, tunjukkan padaku, dimana dapurmu? dan kau ingin aku masakan apa?" Ucap Annisa pada Mark.
Lalu, Mark pun berjalan diikuti Annisa di belakang nya.
Annisa pun menaruh tas nya di atas meja dan memakai appron sebelum ia memasak.
"Kau tunggulah di meja makan terlebih dahulu Mark." Ucap Annisa pada Mark.
Mark pun tersenyum dan melangkahkan kakinya menunggu di meja makan.
5 Menit Mark menunggu, ponsel Annisa bergetar di dalam sana.
Lalu, Mark mengambil ponsel itu dari ransel Annisa.
Mark menyeritkan dahinya, saat disitu ada notifikasi pesan yang bertulisan "Kak Faiz" Dilayar Handphone Annisa.
Mark pun membaca pesan dari Faiz.
Kak Faiz.
Annisa, apakah kau baik-baik saja.?
Kak Faiz
Lelaki itu tidak menyakitimu kan?
Kak Faiz
Kenapa kau tidak membalas pesan ku?
Tiba-tiba ponsel Annisa berdering dan Mark langsung mengangkat ponsel itu.
"Dia baik-baik saja! dan tidak usah menganggu calon istri ku." Ucap nya dengan nada tegas dan dingin.
Mark pun langsung mematikan telfon tersebut tanpa ingin mendengar jawaban orang diseberang sana.
Mark pun mengepalkan tangan nya. Dia begitu ingin mencabik-cabik seseorang.
Annisa pun datang dari dapur membawa sepiring Nasi goreng dan segelas jus.
Ia melangkahkan kakinya mendekati Mark yang berada di Meja makan dan meletakkan makanan itu didepan Mark.
"Makanan sudah siap 😊 Ayo makan." Ucap Annisa menyuruh Mark makan.
Namun, Mark masih melamun dengan wajah menunjukkan kilat amarah.
"Mark" Ucap Annisa lirih memegang bahu Mark.
Mark pun menoleh kearah Annisa yang tersenyum kepadanya.
"Apa ada yang menelfon ku?" Ucap Annisa pada Mark karena saat ini ia melihat Mark memegang Handphone miliknya.
"Maaf tadi aku mendengar Handphone mu bergetar jadi aku mengangkatnya." Ucap Mark menjelaskan.
"Siapa yang menelfon?" Tanya Annisa. "Faiz" Ucap Mark dingin.
"Oh kak faiz." Ucap Annisa ber O ria.
"Siapa dia?" Ucap Mark dingin tatapan nya penuh selidik.
"Sudahlah, nanti akan ku jelaskan. Sekarang makanlah dulu." Ucap Annisa menyuruh Mark untuk memakan.
"Kau tidak makan?" Tanya Mark pada Annisa karena ia hanya menghidangkan satu piring nasi goreng dan segelas jus.
Annisa menggelengkan kepalanya dan berucap "Tidak, aku sudah makan tadi di cafe." Mark pun hanya menganggukan kepalanya.
Hanya butuh 5 menit Mark menghabiskan makanan dan minuman jus dingin itu.
"Sungguh, ini nasi goreng terenak yang pernah aku makan." Ucap Mark menuju masakan Annisa.
"Kau terlalu berlebihan." Ucap Annisa pada Mark.
"Sungguh aku tidak berbohong." Ucap Mark tersenyum.
"Lalu, siapa Kak faiz-faiz itu?" Ucap Mark bertanya dan menagih penjelasan Annisa.
Lalu, Annisa pun menceritakan semua tentang Kak Faiz yang hanya ia anggap sebagai kakak nya tak lebih.
Dan permasalahan di cafe, Annisa pun sudah menjelaskan kepada Mark kenapa ia bertemu dan makan bersama Faiz di cafe itu.
Namun begitu, Mark tetep tidak menyukai Annisa berdekatan dengan siapapun.
Tapi Mark tidak mengungkapkan rasa kesukaan nya tersebut secara gamblang pada Annisa.
🍃🍃🍃
Singkat cerita, Mark pun mengantarkan Annisa pulang ke rumah nya.
Karena hari sudah malam, dan ini sudah waktunya Annisa pulang ke rumah nya.
❤❤❤❤
Jangan lupa Like nya ya... 🤗 Author udan Update banyak ini.