NovelToon NovelToon
Sang Pendongeng

Sang Pendongeng

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kencan Online / Cintapertama / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Siapa sangka tulisan dongengnya yang ia tulis diblog, menjadi penolong seorang remaja yang tengah putus asa. Sejak saat itu Jiva Arunika menjadi sahabat online Kai Gentala Bhalendra, akankah hubungan keduanya berlanjut hingga ke dunia nyata?
Cerita selengkapnya hanya di novel Sang Pendongeng ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 - Unjuk Rasa

Kai berdiri di depan toko kue nenek Cempaka, ia memandangi wanita tua itu tengah melayani pembeli. Meski usianya sudah memasuki masa senja, tapi Cempaka terlihat masih cekatan dan gesit melayani pembeli.

Senyum manis yang menghiasi wajahnya saat menyapa para pelanggannya, itu adalah hal yang paling Kai rindukan dari neneknya.

"Datang lagi kemari ya," ucap Cempaka dengan ramah sembari melambaikan tangannya, kemudian ia tersadar jika sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya.

Cempaka tersenyum pada cucu laki-lakinya yang akhirnya melangkah mendekat padanya, beberapa detik kemudian Kai sudah berada dalam pelukannya. "Kai.. Cucuku sayang," ucapnya lirih.

Sesaat Cempaka melepaskan pelukannya, ia mendongak menatap Kai dengan penuh kerinduan sembari menangkup wajahnya. "Kau sudah sangat besar sekarang," ia mengelus lengan Kai dengan lembut, Cempaka masih bisa merasakan kerasnya otot lengan Kai meski Kai mengenakan stelan jas.

"Nenek tak berubah sama sekali, tetap cantik seperti dulu." Kai mengelus lembut wajah neneknya, tapi Cempaka menepis tangan cucunya. "Kau ini malah menggombal."

Cempaka berbalik mengambil sebuah piring kemudian mengambil beberapa kue kesukaan cucunya. "Kalau kau kemari untuk mencari Gita, dia masih di kampus." Ia berjalan menuju meja pelanggan, di ikuti Kai dari belakang.

Pria itu melihat-lihat dekorasi toko kue neneknya yang terasa begitu nyaman, semalam saat ia datang ia tak begitu memperhatikan sebab suasana toko lebih gelap karena sudah tutup.

Kai duduk di hadapan Cempaka sembari melahap kue buatan neneknya. "Aku tidak mencari Gita, aku datang untuk menemui Nenek." Justru ia sengaja datang ketika Gita sedang tidak ada. "Kue buatan Nenek paling enak di dunia, aku rindu sekali nagasari Nenek."

"Jangan bohong kamu. Ada apa?" Cempaka menatap Kai dengan serius, ia tahu Kai punya maksud tertentu datang menemui dirinya.

Dan benar saja, wajah seketika berubah menjadi serius. "Apa Nenek percaya begitu saja jika Ayah meninggal karena kecelakan tunggal biasa?"

Wajah Cempaka menjadi tegang, ia meremas jari jemarinya. "Entahlah," Cempaka menggelengkan kepalanya. "Walaupun Nenek berkata tidak, tapi Nenek tidak punya bukti apa pun. Waktu itu polisi hanya mengatakan itu pada kami."

Kai mengangguk mengerti, ia kemudian mengajak neneknya pergi berziarah ke makam ayahnya. Tapi sebelum itu ia meminta neneknya membungkus semua kue dagangan untuk di bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan yang mereka lewati sepanjang jalan, sebagai jum'at berbagi, tradisi yang dulu Kai dan Cempaka sering lakukan bersama ketika hari jum'at.

Cempaka senang, cucunya tak melupakan kebiasaan itu.

***

Gita baru saja tiba di tempat kerjanya, ia berjalan menghampiri Gala di ruang kerjanya untuk menanyakan beberapa stok barang yang tak kunjung datang padahal ia sudah melaporkan stok barang tersebut sudah menipis.

Ia mengetuk pintu kerja Gala berulang kali, tapi tak ada ada jawaban. Hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk membukanya. "Pak Gala..." Gita tak melihat tanda-tanda keberadaan Gala, padahal ia melihat mobil Gala ada di parkiran.

"Pak Gala sedang demo di perusahaan Maharaja Group," ucap Amel dari belakang Gita, hingga membuat gadis itu hampir saja terlonjak karena saking terkejutnya.

Seketika Gita berbalik. "Demo? Benarkah?"

Amel mengangguk. "Baru saja Pak Gala dan para supplier berangkat. Tadi malam salah seorang supplier ada yang di datangi orang yang tak di kenal menyuruhnya untuk mencabut somasi tersebut, tak hanya itu orang itu juga malah menghajar supplier habis-habisan."

"Oh... Terima kasih atas infonya." Gita menerobos tubuh Amel yang berdiri di depan pintu.

"Tapi Pak Gala melarang kita untuk ikut berdemo..."

Gita tak menghiraukan ucapan Amel, ia terus berlari keluar dari swalayan menuju parkiran tempat ia memarkirkan kendaraan roda duanya. Sebelumnya Gita memang belum pernah datang ataupun melewati perusahaan Maharaja Group tapi ia tahu lokasi perusahaan, berita mengenai perusahaan itu selalu di liput besar-besaran oleh media telivisi maupun online.

20 menit berkendara, akhirnya Gita tiba di perusahaan paling megah yang pernah ia lihat. Bagaimana tidak, perusahaan tersebut kini menjadi perusahan pengembang teknologi terbesar seAsia Tenggara.

Gita pernah bercita-cita, suatu saat nanti bisa bekerja di sana. Tapi cita-cita itu musnah saat mengetahui Maharaja Group menggunakan cara kotor untuk menyingkirkan rakyat biasa.

"Gita kenapa kau ke sini?" Gala begitu terkejut melihat kedatangan Gita, Gadis itu menerobos kerumunan dan berdiri di depan bersama Gala.

"Aku tidaak bisa diam saja melihat ketidak adilan terjadi," ucapnya menatap Gala.

Tepat di saat itu mobil yang Jiva kendarai tiba, tapi sayangnya ia tak bisa lewat gerbang depan karena banyaknya orang yang berdemo. "Dasar orang miskin bisanya hanya berdemo," gerutunya, ia terpaksa memutar melalui gerbang samping.

Jiva bergegas menuju ruang kerja Gema, namun ia staff pribadinya mengatakan Gema sedang tidak ada di tempat. Ia pun kemudian mendatangi Glen di ruang kerjanya. "Ada masalah apa ramai-ramai di depan?" ia mendekat ke arah Glen yang berdiri di jendela ruang kerjanya melihat para pendemo.

"Biasalah, orang-orang miskin seperti mereka selalu minta jatah." Glen berbalik menghadap Jiva sembari tersenyum pada gadis itu. "Kau tidak perlu khawatir, aku sudah menyuruh pihak keamanan untuk mengusir mereka sebelum ada media yang meliput."

"Kau mau minum apa?" Glen mengarahkan Jiva untuk duduk di sofa, namun gadis itu menolaknya. "Tidak aku tidak ingin minum, aku datang kemari mencari Gema. Dimana dia? Aku perhatikan dia sering kali menghilang akhir-akhir ini."

Wajah Glen terlihat kesal mendengar Jiva datang keruangannya untuk mencari Gema. "Mana aku tahu, aku tidak peduli dengannya. Ayolah temani aku minum sebentar." ia mengulurkan tangannya ke bahu Jiva, tapi Jiva langsung menepisnya. "TAku tidak mau." Gadis itu berbalik pergi keluar dari ruang kerja Glen.

Dan membuat Glen semakin kesal. "Dasar wanita sialan, sok jual mahal. Lihat saja nanti, aku akan membuatmu mengemis cinta padaku."

1
Sarah
Yah, mau gimanapun meski bukan sepenuhnya salahnya Gita, tapi... Gita juga memang salah sih.
Sarah
Parah, Si Gita. Beneran suruh security ngusir tanpa ngebela kalau Jiva bukan pencuri dong... Nyatanya ini tetap tidak baik yah. Nama baik orang lho ini masalahnya. Tapi aku bisa mewajarkannya karena Gita masih belum siap jujur sama Kai jadi dia belum mau bahas kenapa dia terus berbohong sama Kai ke Jiva. 😂
Sarah
Akhir bab 41 kakak.
Sarah
Bagus banget, kuberi empat mawar~🌹🌹🌹🌹
Sarah
Multitasking. 😭
Sarah
Oke kalau ini aku baru gak expect plotnya dia bakal langsung meninggal. 😀😭
Sarah
Oke, aku sudah menduga plotnya sejak nomor ayahnya tidak bisa dihubungi. 😃
Sarah
Btw ini main protagonisnya siapa yah? Aku masih agak bingung. Kai, Gita, atau Jiva? Hmmm... 🧐
Sarah
Gila, padahal umurnya masih remaja awal baru-baru puber tapi masa udah kepikiran niat yang sejahat ini sih Si Jiva??
Sarah
Gita... aku mengerti kesedihan kamu. Tapi dari pada kamu kesusahan sendiri lebih baik ikhlaskanlah sahabatmu itu. “Setiap Pertemuan Pasti Ada Perpisahan” kok. Belajarlah mulai berdamai dengan keadaan kayak Kai dan ayahnya...
Sarah
Gila... saking parahnya kelakuan emak dan selingkuhannya... anaknya sampai kepikiran mau membunuh lho. Remaja umur 16... sampai kepikiran mau bunuh ibunya dan selingkuhannya sekaligus? Jadi kriminal? Parah banget Tiara dan cowoknya itu.
Sarah
😭😭😭
Sarah
Kok gak kenal tapi bisa tertarik atau suka sih? Emang yang namanya suka pada pandangan pertama itu benaran ada yah?
Atau kalaupun emang benaran ada, apa yang membuatnya langsung tertarik sama Gita? 😕
Sarah
Dia cukup kejam karena seolah jadi sombong dan meninggalkan sahabatnya. Tapi aku mengerti... gak semua waktu yang kita anggap indah itu sama juga untuk orang lain. Dan harus memasuki tempat yang seperti itu pasti terasa menyakitkan. Jadi aku mengerti kalau dia ingin melupakan semuanya dan memulai hidup baru. Cuma dia... ya... gitulah. Yang dia lakukan agak gak tahu diri sih. Karena posisi itu harusnya 'kan buat Gita. Setidaknya bagiku gitu. Tapi aku ngerti sama keputusannya. Tapi tetap. aja...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
terimakasih Kak Irma untuk karyanyaa...❤️❤️❤️
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Alhamdulillah semua bisa berakhir bahagiaa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
alhamdulillah deh
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Kirana akhirnya sadar dan menolong Jiva
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astagfirullah...
galaa semoga kamu cepat balik pulang
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
eehhh...wahhh tak terduga sekali ini.
kasihan banget kamu kiranaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!