maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
"**Assalamualaikum.....
Seperti biasa jangan lupa, sebelum baca vote, nya.
dan sesudah baca jangan lupa like, dan komen nya.
Dan autor juga minta maaf kalau cerita nya, membosan kan.
Dan juga kalau cerita nya amburadul, autor juga sangat minta maaf yah, semua pembaca ku.
Terimakasih.....
Wassalamualaikum wr. wb**.
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊
"Var, kami pulang dulu, besok kami datang lagi kesini."
Sarah, dan Reyhan pulang dalam keadan tidak baik. Yah tidak karna Sarah, masih belum mau berbicara dengan Reyhan.
"Ayo, Sar masuk." Ajak Reyhan pada Sarah.
"Anda saja," Sarah tetap kekeh, diam diluar tanpa mau masuk kedalam rumah, Reyhan yang juga berarti rumah nya juga.
"Ayo, Sar."
"Aku gak mau, nanti calon istri mu pasti akan marah besar pada ku, jika aku masuk."
"Sar, aku sama Natali, akan menikah. Aku hanya ingin memiliki satu istri saja, yaitu kamu, Sar."
"Aku gak yakin, kalau kalian gak akan menikah."
"Memang benar, aku dan Reyhan akan menikah, bagus lah kalau kamu datang untuk mengucap kan selamat."
Natali datang dengan tiba-tiba, dan mengatakan, yang seharus nya tidak ia katakan.
"Oh iya, selamat yah, atas pernikahan kalian yang akan berlangsung tidak lama lagi." Jujur hati Sarah, sangat sakit. Saat ia mengatakan selamat nya, rasa nya ia ingin menangis, dan berteriak dengan keras nya.
"Gak, Sar. Kamu gak usah dengerin dia, itu bohong Sar. "
"Kata siapa bohong, kita kan memang akan menikah sayang."
"Stop deh, Nat. Kamu gak usah bikin rumah tangga orang lain hancur, " Reyhan mengatakan nya, dengan nada tinggi.
Sampai kapan pun juga, Reyhan akan tetap mencintai Sarah seorang. Reyhan udah tidak ada rasa lagi sama Natali, rasa suka dan sayang pada Natali, udah hilang.
"Tuan Reyhan yang terhormat, jika memang benar anda tidak ingin menikah lagi, seharus nya tidak ada berita yang bereda sangat luas."
"Sar, aku gak pernah menyebar kan info yang tidak jelas itu, aku sama sekali gak pernah nyebarin, berita kalau aku akan menikah lagi."
"Sayang, kamu kenapa sih, yang di katakan Sarah, itu benar. Kalau kita yang udah nyebarin berita nya, ngapain kamu tutupin lagi sih, yank."
"Dengar yah, Nat. Aku gak pernah nyebarin berita, kalau kita akan menikah."
Sarah merasa pusing mendengar perdebatan, mereka berdua. Sarah jatuh pingsan, karna kepala nya, yang tersamat sakit. Sedari pagi tadi, Sarah belum makan apa pun.
Reyhan tidak menyadari, saat Sarah pingsan. Karna ia terlalu fokus dengan Natali, yang sedari tadi berhasil membuat emosi nya, meningkat.
"Sar aku, har-."
Reyhan tidak melanjut kan kata-kata nya, ia kaget karna melihat Sarah, yang sudah tergeletak.
"Sarah, bangun Sar." Reyhan panik melihat keadaan Sarah, sangat pias. Reyhan langsung membawa Sarah kedalam, dan memangil Dina. Untuk merawat istri nya.
"Din, sekarang kamu cepat pangil lin dokter!"
"Baik tuan," Dina pergi keluar dari kamar Sarah, ia akan memangil kan dokter.
Sambil menunggu dokter nya datang, Dina membuat kan, air hangat dan bubur untuk Sarah.
Setelah menunggu, kurang lebih lima belas menit, dokter datang. Lalu memeriksa keada an, Sarah yang sangat pucat pasih.
"Dia kenapa dok?" Reyhan bertanya tidak sabaran, ia takut terjadi sesuatu pada Sarah.
"Seperti nya, nona ini belum makan sedari tadi pagi. Jadi membuat dia lemas, setelah nona ini sadar, tolong kasih dulu air hangat."
"Jadi tidak ada yang perlu di khawatir kan?"
"Tidak, hanya perlu makan teratur, dan istirahat yang cukup."
"Baik lah, terimakasih dok."
"Iya, sama-sama," dokter tersebut pergi keluar, di antar kan oleh Dina.
Reyhan merasa lega, karna tidak terjadi hal buruk, pada istri nya.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Aaaarrrggghhhh......"
"Kenapa sih, semua nya selalu aja gagal, kapan aku akan dapetin Reyhan, kalau kaya gini terus."
Natali terus aja marah-marah, karna setelah Sarah pingsan tadi, Natali gak di peduli kan oleh Reyhan.
"Aku harus pergi, kerumah tante Melda."
Natali pergi kerumah, Melda. Seperti biasa Natali dan Melda, akan selalu berbuat nekad kalau mangsa nya selalu lepas.
Di lain sisi, Varo masih terbaring di branker rumah sakit. Varo seneng jika bos nya, sudah menemukan kembali, istri nya.
"Syukurlah, jika bos sudah menemukan kebahagian nya, walapun aku harus jadi korban, nya. "
Varo tersenyum miris karna nasib nya, ia rela mengorban kan nyawa nya, demi bos nya sendiri.
Hari ini Varo sudah di boleh kan, pulang. Karna kondisi nya juga, udah lumayan membaik, tidak separah kemarin.
Varo pulang dari rumah sakit, menggunakan mobil nya, ia menyetir sendiri. Harus nya ia tidak boleh membawa mobil dulu.
🕊🐰🕊🐰🕊
"Syukur lah, akhir nya kamu sadar juga Sar." Reyhan tersenyum bahagia, karna Sarah telah sadar kan diri dari bunga tidur nya.
"Kenapa anda ada di sini?" kepala Sarah masih terasa sakit, jika ia terlalu banyak memikir kan sesuatu.
"Kamu gak usah nanya-nanya, yang gak penting dulu, sebaik nya kamu minum dulu."
Reyha memberikan, segelas air hangat. Lalu menyuapi, Sarah bubur.
Sarah tidak menolak, karna Sarah juga merasa perut nya minta di isi, jadi ia mau aja dari pada ia kelaparan, kalau kelaparan lagi kan jadi berabe jadi nya.
Setelah selesai makan, Sarah tidak di boleh kan, bangkit dari tempat tidur nya oleh, Reyhan.
"Kamu istirahat aja, yah. Pokok nya mulai sekarang kamu harus nurut, apa kata aku. Gak boleh ngelawan, ini perintah suami mu, kalau kamu melwan...."
"Iya aku tau, dosa kan."
"Istri ku memang pintar," Reyhan mengelus-elus kepala Sarah, sayang.
"Kamu mau ngapain?"
"Aku mau ke kamar mandi, aku ingin pipis. "
"Aku anterin yah?"
"Gak usah, aku bisa sendiri kok."
Sarah pergi kedalam kamar mandi, walapun kepala nya masih sangat berat dan pusing.
Reyhan khawatir dengan Sarah, sampai ia ikuti Sarah, ia diam di depan kamar mandi menunggu Sarah keluar.
'Cklek' pintu kamar mandi di buka, menampak kan Sarah, dari balik pintu.
"Kamu ngapai di sini?"
"Aki khawatir sama kamu, Sar. Makan nya aku ikun aja kamu sampai sini."
"Gak usah lebay deh, bantun aku aja lah, aku pusing banget."
"Siap nona, " Reyhan mengankat tubuh, Sarah
sampai ketempat tidur nya.
"Maksud aku bukan gini juga, dong tuan."
"Gak pa-pa lah, aku kan sayang sama kamu Sar, kalau aku gak sayang sama kamu gak mungkin, aku mau bawa kamu dari kamar mandi ketempat tidur." Ucap Reyhan perotes.
"Hmmm.... baik lah, terserah anda saja, aku mau istirahat dulu, kalau mau keluar jangan lupa..."