Hai ketemu lagi sama karya terbaru mommy, yang suka bisa lanjut baca ya, kalau memang tidak suka dan lainnya kasih komentar ya, jangan di rate terima kasih.
Pernikahan akbar anak keluarga terkaya dan terpandang namun nyatanya tidak menjanjikan akan berjalan lancar. Tepat di hari H Galih di tinggalkan oleh calon istrinya.
"Tidak ada, kak," ucap Gina adik dan juga sahabat calon istrinya setelah mencari ke ruangan make up.
"Bagaimana ini, Lih! Acara satu jam lagi!" Bingung dan panik Mulan sebagai orang tua.
"Cepat cari sekali lagi! Jika memang tidak ada terpaksa kita batalkan!" perintah Galang sang Papa pada asisten dan anak buahnya disana.
Setelah 30 menit tidak ada hasil, Galih yang sudah sangat kacau saat ini. Melihat seorang gadis yang masuk dari pintu samping bertepatan dengan matanya mengarah padanya.
"Tidak akan ku biarkan dia menghancurkan dan mempermalukan keluargaku! Dia akan menjadi istriku!" tekad Galih yang menuju ke arah wanita itu.
"Maukah kamu menikah dengan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy JF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Pagi hari ini Rosa bagun lebih lagi dari biasanya, malam yang begitu panjang tidak bisa memejamkan matanya dengan tenang. Mengingat potongan demi potongan masa lalu keharmonisan hubungan dengan Dirga hingga sampai di kejadian semalam yang sudah di buat trauma untuk dekat lagi dengannya.
Entah itu Dirga atau semua lelaki yang mendekat padanya, tubuh Rosa akan menolaknya. Rosa berharap tidak dengan suaminya, karena Papa mertuanya tubuhnya tidak menolaknya.
"Bang, kamu kapan pulang. Aku ga kuat kalau sendiri dengan keadaan seperti ini. Walau keluargamu sangat peduli dan hangat padaku. Yang aku butuhkan kamu Bang, cepatlah kembali," lirih Rosa.
Rosa yang masuk ke dalam kamar mandi dan berendam di sana, setengah jam lalu mandi dibawah shower yang segar di pagi ini.
Memakai kaos oblong yang kedodoran milik Galih dan celana pendek training yang juga milik suaminya. Keluar ke dapur agar bisa memasak sarapan buat satu keluarga. Namun di dapur sudah ada mertuanya.
"Ma," sapa Rosa.
"Ros, kamu sudah bangun. Kemari," ajak Mulan.
"Mama buat apa?" tanya Rosa.
"Mau mau buat bubur kacang ijo dan roti goreng isi ayam pedas," ucap Mulan.
"Hem, sepertinya enak, Ma. Apakah ada ketan hitamnya?" Tanya Rosa.
"Tentu, Sayang." jawab Mulan.
"Aku mau bantu, Ma," pinta Rosa.
"Iya, boleh. Aduk kacang ijonya dan lihat apakah sudah cukup matang belum. Kalau sudah masukkan jahenya Ros. Itu di sana sudah disiapkan," ucap Mulan.
"Ini, Ma," ucap Rosa yang mengangkat pisin yang isi jahe.
"Iya," ucap Mulan.
Rosa yang mengaduk bubur kacang ijo dan mengambil sedikit di sendok untuk di cicipnya. Sudah matang, dan baru dia masukkan jahe yang sudah di siapkan ke dalam panci.
"Tos, panaskan santan tapi sambil di aduk ya jangan di tinggal sampai berbuih baru matikan apinya. Jangan lupa beri garam dulu sedikit ya," ucap Mulan.
"Iya, Ma," jawab Rosa yang menaikkan panco kecil isi santan yang sudah di siapkan sama bibi artnya.
"Hati hati Ros! Gunakan spatula kayu saja untuk mengaduknya, sedikit panjang jadi tidak langsung kena panas uapnya." ucap Mulan yang memang pandai memasak dan juga suka sekali dengan kuliner.
"Sepertinya aku harus banyak belajar memasak sama Mama, nih. Mau ga Mama ajarin Ros?" tanya Rosa yang tangannya masih mengaduk santan.
"Tentu Sayang, dengan senang sekali." tersenyum Mulan. Karena dia saat sedang mengisi isi adonan dengan ayam suir balado.
"Matikan, Ros," pinta Mulan saat sudah mendidih santannya.
"Ketan item yang sudah bersih dekatkan di kompor, Ros. Lalu itu panci isi air mendidih dulu baru panaskan ke kompor. Baru masukkan ketannya," ucap Mulan.
"Oke, Ma," jawab Mulan yang sangat sigap membantu.
Setelah selesai roti pun sudah di goreng dengan api sedang mengarah kecil agar tidak gosong luar saja tapi dalamnya masih kurang matang.
Setengah jam sudah hidangan sarapan kali sangat spesial bagi Mulan, pertama kali dibantu menantunya.
"Bangunkan, Gina Ros," pinta Mulan.
"Oke, Ma." ucap Rosa.
Yang berpapasan dengan Galang di anak tangga.
"Pa, aku mau bangunkan Gina dulu." sapa Rosa.
"Dasar anak satu itu memang berbeda, jika sulit bangun cukup gelitikan telapak kakinya, Ros," saran Galang.
"Oh begitu, oke Pa," ucap Rosa yang lanjut naik tangga.
Tidak lama Rosa dan Gina sudah turun kembali. Memang ampuh saran Papa mertuanya itu.
"Bagaimana, Ros. Ampuh?" Tanya Galang.
"Sangat, Pa," cekikikan Rosa.
Syukurlah kamu sudah bisa tersenyum kembali. Papa sangat takut kamu terus dalam trauma. Batin Galang.
Akhirnya satu keluarga memulai sarapannya disana dengan tenang.
"Hem, ini buburnya ada yang berbeda rasanya," ucap Galang.
"Kenapa memang Pa?" tanya Mulan.
"Sepertinya lebih gurih dan manisnya pas. Enak Ma," puji Galang.
"Mama dibantu sama Rosa pagi ini, Pa. Berarti mantu kita tangannya bagus buat masak," puji Mulan yang melihat ke arah Rosa.
"Masa Ma?" tersipu malu masakannya mendapatkan pujian dari mertuanya.
"Hem, memang enak loh Kak, aku mau nambah." ucap Gina yang sudah menambahkan satu centong kembali ke mangkuknya.
"Tuh, lihat. Jarang banget dia akan menambah jika memang tidak seleranya," ucap Mulan.
Akhirnya sarapan mereka selesai.
"Ros, hari ini kamu tidak usah masuk kerja dulu. Papa akan rapat direksi jam 9. Besok baru kamu bisa kembali bekerja jika memang kamu mau," jelas Galang di meja makan.
"Baiklah, Pa," ucap Rosa.
"Kamu ikut Mama saja hari ini. Dari pada di sini sendirian, Ros. Mama yakin Gina akan pergi dengan team kerjanya lagi," saran Mulan.
"Memang Mama mau kemana?" Tanya Galang.
"Ada acara amal Pa," ucap Mulan.
"Mama mau kasih pelajaran dengannya hari ini, Pa," bisik Mulan.
"Oh, ya sudah jangan bawa mobil sendiri, Ma. Biar Pak Supri yang antar," pinta Galang yang sudah mengerti maksud istrinya.
Entah apa yang akan dibuat oleh Mulan diacara sana. Yang jelas dan pasti akan di buat malu dan sudah tidak akan berani menunjukkan taringnya kembali.
Lihat bagaimana aku akan membalas rasa sakit menantuku! Aku pastikan akan dibuat malu dan tidak berdaya. Batin Mulan.
"Tapi, Ma. Aku ga pernah ke acara itu. Aku takut bikin malu Mama disana," jujur Rosa memang dari kalangan bawah dan tidak mengerti etika dan aturan dalam acara bahkan bagaimana keadaan disana.
"Tenang saja, Kak. Mama pasti akan membantumu, tidak akan ada yang berani dengan Mama apalagi membuat masalah." jelas Gina.
"Yang ada Mamamu yang akan buat masalah disana," keceplosan Galang.
"Aaauw," seru Galang yang sakit pahanya oleh Mulan yang sengaja membocorkan rencananya.
"Sakit Ma, jangan di sini. Tapi disini baru enak," senyum smirk Galang bagian akhir katanya di bisikkan.
Bugh!
"Jangan macam macam ada anak anak!" bisik balik Mulan dengan suara di tekan setelah memukul bahu suaminya.
Tersenyum Rosa melihat sepasang suami istri yang menjadi mertuanya sangat hangat dan harmonis. Walau mereka bercanda di depannya namun sangat sweet di mata Rosa.
Aku ingin seperti mereka, hubunganku dengan Bang Galih. Ya Tuhan kabulkan doaku ini. Batin Rosa.
"Ma, Pa aku pamit dulu, sudah ada janji jam 8 lewat," pamit Gina.
"Hati hati," ucap Mulan yang menerima salim anaknya dan bergantian Gina ke Papanya baru ke kakak iparnya.
"Bersiaplah Ros. Kita juga akan berangkat setelah Papamu jalan, karena lokasinya lumayan agak jauh." pinta Mulan.
"Oh ya, baju sudah ada di kamarmu," lanjut Mulan.
"Makasih Ma," ucap Rosa yang sebenarnya tidak enak hati selalu saja kebaikan dari keluarga mertuanya di terimanya seperti anak kandungnya.
"Ma, jangan terlalu bar bar, itu pesan Papa," ucap Galang saat Rosa tidak ada diantara mereka.
"Kali ini jangan melarangnya Pa, aku akan buat mereka malu semalunya." ucap Mulan yang mengeraskan rahangnya.
Siapa suruh kamu yang mulai. Aku tidak akan membiarkan memantuku di tindas siapapun! Batin Mulan.
...****************...
Terima kasih semuanya yang selalu menanti up dan selalu setia dengan karya karya mommy ini.
Like dan komentarnya ya.
komen ya
temukan kebahagian mu...