Seorang gadis SMA yang bar - bar jodohkan dengan anak sahabat mamanya. Perjodohan itu tidak bisa di elakkannya, karena terikat dengan sumpah keramat yang di ucapkan oleh mamanya dengan sahabatnya tersebut.
Gadis itu tidak tahu, entah akan bagaimana dengan nasibnya kelak. Secara pria yang di jodohkan dengannya itu adalah orang yang sangat menyebalkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rill Ridho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
"Kyara!"
"Sudahlah! Sekarang terserah kamu maunya gimana? Aku sudah capek berpura-pura baik terus. " kata Kyara.
Kiara berlari keluar kamar dengan berderai air mata.
Setelah pertengkaran itu Kyara tidak mau lagi bertemu dengan Ardian, berpapasan pun ia tidak ingin. Bahkan Kyara rela tidur di sofa di ruang tamu hanya untuk menghindari Ardian.
Kyara bersiap untuk ke sekolahnya pagi ini, pagi-pagi sekali Kyara sudah meninggalkan rumahnya.
Ardian baru keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke meja makan. Di sana dia melihat seorang wanita paruh baya yang sedang menghidangkan sarapan di atas meja.
"Maaf mbok siapa ?" tanya Ardian menatap wanita itu dengan tatapan heran.
"Saya pelayan dari rumahnya Nyonya Rania, nona Kyara meminta saya untuk kemari karena katanya dia sedang ada ujian, jadi dia tidak bisa membersihkan rumah. " ucap Mbok Darmi menjelaskan kepada Ardian.
"Baiklah, sekarang Kyaranya mana?" tanya Ardian mencari Kyara.
"Non Kya sudah pergi tadi pagi - pagi sekali."
Ardian terdiam dan langsung duduk sendiri untuk sarapan. Setelah selesai sarapan harian pun berangkat ke Kantor.
Setelah sampai di kantor, Ardian langsung berjalan masuk ke dalam ruangannya dan mengerjakan tugasnya yang kemarin sempat tertunda.
Sementara di sekolah.
Kyara mengikuti mata pelajarannya seperti biasa pagi ini, ia berusaha untuk tidak memikirkan masalahnya saat sedang belajar. hingga sampai jam istirahat pun tiba.
"Kya, kita ke kantin yuk!" ajak Jessi.
"Hmm... kayaknya nggak dulu deh Jes, gue lagi Nggak selera makan. Kalian Pergilah berdua ! " tolak Kyara, Jessi dan Monik pun Saling pandang .
"Lu nggak apa - apa kan Kya? Apa lu sedang ada masalah?" tanya Monik menatap raut wajah Kyara.
Kyara tersenyum, seolah ia mengatakan kalau dia sedang baik - baik saja.
"Yang kemarin..."
"Gue lagi nggak mau bahas!"seru Kyara.
"Ayolah Kya, gue penasaran banget sama yang kemaren."rengek Monik.
"Apa dia pukul lo?"tanya Jessi khawatir.
"Kyara menggeleng. " Dia hanya kesal karena gue make baju yang terlalu terbuka." kata Kyara menunduk.
"Penampilan lo gimana? Bukannya kemarin itu penampilan lu itu biasa-biasa aja ya? " tambah Monik .
"Entahlah, yang jelas dia tidak ingin biar gue dengan pakaian seperti kemarin, katanya gue kayak wanita penggoda. " Kyara menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya di atas meja.
***
Saat perjalanan pulang sekolah, Kyara terjebak kemacetan yang disebabkan dengan adanya kecelakaan lalu lintas.
" Maaf pak di depan kenapa ya? " tanya Kyara pada seorang sepeda motor yang ada di samping mobilnya.
"Kayaknya ada kecelakaan deh dek." jawab pesepeda motor itu.
"Ohhhh...."
Kyara masih melihat kerumunan orang itu, di sela-sela kerumunan Kyara bisa melihat sepeda motor milik korban yang bertengger di tepi jalan.
"Loh, itu kayaknya dia pernah lihat deh motornya? "Kyara menepikan mobilnya dan turun tak jauh dari tempat kejadian . Kyara melerai kerumunan orang-orang dan berusaha melihat korban kecelakaan itu.
Kyara pun membelalakkan matanya saat melihat korban kecelakaan itu adalah Tio teman sekelasnya.
"Tio?"
Semua orang menoleh ke arah Kyara.
"Kamu kenal sam orang ini?"tanya salah satu penonton
" Iya Pak, dia teman sekelas saya. Pak tolong bantu saya buat akad dia ke mobil saya. Biar saya bawa dia ke rumah sakit. " kata Kyara dan membersihkan kepada orang-orang sekitar untuk mengangkat dia ke dalam mobilnya.
Bapak-bapak itu pun membawa Tio ke dalam mobil Kyara, dengan penuh kekhawatiran Kyara pun membawa Tio ke rumah sakit terdekat.
Kyara melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah, bagaimana cara agar Tio bisa cepat ditangani.
Sesampainya di rumah sakit Kopassus dengan cepat membawa dia ke ruangan ICU, sementara Kyara mengurusi administrasinya.
Kyara menunggu dia di depan ruang ICU, selamat datanglah seorang dokter wanita dengan raut wajah was-was dan khawatir menghampirinya.
"Apa kamu yang membawa Tio ke rumah sakit?" tanya dokter itu.
"Iya Dok, tadi dia mengalami tabrak lari kata warga yang ada di tempat kejadian "kata Kyara menjelaskan.
Dokter itu pun memegang bahu Kyara, kemudian berlalu kembali masuk ke dalam ruangan ICU.
"Aku hubungin keluarganya di mana ya, Aku kan nggak punya nomornya. Ya nanti nomor keluarganya nomor dia aja aku nggak punya."gumam Kyara.
2 jam berlalu....
Tio sudah dipindahkan ke ruang pasien, Kyara mengikuti suster dan dokter yang membawa Tio ke ruangannya.
Kyara tidak ikut masuk ke dalam, dia hanya menunggu di luar saja.
"Kamu tidak mau masuk?"
"Eh dokter, anu itu ehmm... Saya di luar saja, nggak apa-apa kok. Saya lagi bingung gimana caranya untuk menghubungi keluarganya Tio. Soalnya saya hanya teman sekelas dan kami tidak terlalu dekat dan saya juga tidak tahu di mana dia tinggal dong." ujar Kyara.
Dokter itu pun tersenyum pada Kyara.
"Nama kamu siapa?"tanya Dokter itu.
"Nama saya, Kyara dok." jawab kyara.
"Terima kasih ya Kyara, kmau sudah menyelamatkan putra saya" ucap Dokter itu pada Kyara.
"Hah? Jadi dokter ini... Mamanya Tio?" tanya Kyara kaget.
"Iya.."
"Ohh sama-sama do, kalau gitu saya pamit pulang dulu ya dok. Sudah malam, saya takut dicariin keluarga saya. "pamit Kyara.
"Iya, sekali lagi terima kasih ya kyara, saya tidak tahu entah bagaimana nasib anak saya jika tidak ada kamu." ucap mama Tio.
"Ayo saya anter sampai depan!"
Mama Tio mengntarkan Kyara sampai di depan mobilnya.
"Terima kasih dan hati - hati ya."
***
Sesampainya di rumah Kyara langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa bertanya kepada Mbok Darmi Apakah Ardian sudah pulang atau belum.
Tak lama Ardian pun sampai di rumah, Ingin rasanya Ardian menemui Kyara. Namun gengsinya mengalahkan segalanya, Ia pun mengurungkan niatnya untuk menemui Kyara.
Pagi harinya karena Kyara libur, ia masih bermalas-malasan di dalam kamar.
Ardian yang tadi malamnya tidur di sofa pun mulai membuka matanya ." Badanku rasanya seperti remuk. " keluhnya sambil merentangkan otot-ototnya.
Ardian berjalan ke wastafel dan mencuci wajahnya. Melihat Mbok Darmi yang sudah menghidangkan makanan, Ardian pun langsung duduk di meja makan.
"Kyara mana mbok?"tanya Ardian.
"Masih di kamar Den . " jawab mbok Darmi yang sedang menata sarapan di meja.
"Panggil dia dan suruh sarapan!" suruh Aridan
"Baik Den."mbok Darmi pun berjalan menuju ke kamar Ardian dan Kyara.
Tok... Tok... Tok...
"Non... Non Kyara!" panggil Kyara.
Kyara menyibak selimutnya dan berjalan membuka pintu.
"Iya, ada apa mbok?"
"Itu non, diajak sarapan bareng sama Den Ardian." kata mbok Darmi.
"Bilang sama dia, aku nggak laper. Suruh dia sarapan sendiri saja." kata Kyara.
Mbok Darmi pun mengangguk dan kembali ke meja makan dan Kyara pun kembali menutup pintu kamarnya.
"Den, kata non Kya..."
Ardian langsung berdiri saat melihat bahwa Darmi tidak membawa Kyara ke meja makan, Ardian bergegas ke kamar.
Tok... Tok... Tok...
" Ada apa lagi sih Mbok? "Kyara pun membuka pintu dan kaget melihat Ardian yang berdiri di depan pintu.
" Pak Ardian?"
tio bkn nya teman kyara
laki2 lemah...😏😏
kedua kk kyara mn siihh...kok gk ngawasin adek nya...mdh2 an ketahuan sm kk nya kyara gmn adrian yg punya pacar
cemburu luu yaa kyara d antar kenan..syukurin😄..luuu jalan sm pacar luu juga...