Erik Wira Pranata adalah seorang CEO berusia 27 tahun dengan satu anak. Anehnya ia memiliki anak dengan statusnya yang masih perjaka alias belum pernah menikah.
Kemudian, sang anak meminta sosok Ibu kepada Daddy nya. Erik pun bingung harus bagaimana, di satu sisi ia begitu trauma akan penghianatan di masa lalunya.
Bagaimanakah kelanjutannya ?
Mari baca kisahnya di sini.. :)
Jangan lupa follow IG : maeputrisarmi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Kasih Tau
Hari ulang tahun Mika pun datang..
Tepat pukul 09.00, Hana menjemput Bu Ratna dan Cio di kediamannya karena sebelumnya mereka telah bersepakat untuk berangkat bersama.
Hana melajukan mobilnya menuju ke kediaman Sinta.
Kebetulan hari ini hari Sabtu, jadi mereka sempat terjebak macet sekitar lima belas menit hingga pada akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Bu Ratna, Cio, dan Hana di sambut oleh Vino, dan Sinta. Sedangkan Mika masih berada di kamarnya karena sedang di make up oleh aunty nya, siapa lagi jika bukan si gadis cantik nan manis, Tisha.
Hana memperkenalkan Bu Ratna dan Cio kepada Vino dan Sinta.
"Mba, Bang, kenalin ini Mama Ratna dan Cio. Mama Ratna ini Mama nya Erik dan Cio ini anak kesayangan nya Erik".
Bu Ratna, Cio, Vino, dan Sinta saling berjaba tangan yang untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing.
Vino dan Sinta mempersilahkan Bu Ratna, Cio, dan Hana untuk duduk di tempat yang telah di sediakan.
"Mika dan Tisha dimana, Mba ? Kok belum kelihatan ?" Tanya Hana yang sedari tadi celingukan mencari pemeran utama dalam pesta ini.
"Tisha lagi make up in Mika di kamar.." Jawab Sinta.
Sontak hal itu langsung membuat Cio semangat.
"Mika ? Aunty Tisha ?" Tanya nya antusias.
"Iya, kenapa ? Kamu kenal mereka, sayang ?" Tanya Sinta heran.
Cio hanya mengagukkan kepalanya saja, ia tersenyum sumringah setelah mendengar nama Mika dan Tisha di sebutkan.
Kemudian, Bu Ratna angkat bicara.
"Ternyata benar dugaan Mama, Han.." ucap Bu Ratna tersenyum penuh arti.
"Maksud, Mama ?" Tanya Hana heran.
"Iya, maksud Tante apa ? Dugaan ? Dugaan apa ?" Tanya Sinta yang sama heran nya seperti Hana.
Bu Ratna tersenyum sebelum menjawab rasa penasaran orang-orang disekitarnya itu.
"Malam hari sebelum Erik berangkat ke luar kota bersama Tian, Mama mendapatkan undangan via WA dari Tisha, undangan yang sama seperti yang Erik dapatkan. Undangan itu di tujukan untuk Mama dan Cio." Bu Ratna menjeda kalimatnya, ia tersenyum.
"Kami sempat bertemu di Playground beberapa bulan lalu, kala itu Mama sedang bersama Cio dan Tisha bersama Mika. Kami sempat lunch dan ngobrol bareng, saling bertukar nomor juga. Mama sengaja enggak kasih tau ke Erik tentang itu, jika tidak pasti ia akan marah besar." Lanjutnya di akhiri dengan tawa ringan mengingat bagaimana posesif nya Erik pada Cio.
"Marah ? Maksud Tante ?" Tanya Sinta yang masih penasaran.
"Iya, karena di kali pertama pertemuan Cio dengan Mika dan Tisha terjadi suatu insiden dimana hal itu membuat Erik marah." Jawab Bu Ratna.
"Apa yang adik dan anak saya lakukan, Tante ?" Kini Vino yang bersuara karena tak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya.
"Kala itu Cio sempat tersesat di taman, Cio terpisah dengan pengasuhnya. Mika dan Tisha menghampiri Cio, Tisha mengizinkan Cio untuk memakan dua stick ice cream sekaligus, hal itu membuat Cio demam pada malam harinya. Tapi Tante sudah meminta maaf kepada Tisha tentang perlakuan Erik yang pernah memarahi Tisha saat tidak sengaja mereka bertemu di taman setelah kejadian itu. Ya begitulah anak Tante, dia sangat posesif pada putra kesayangannya ini." Jawab Bu Ratna terkekeh di akhir kalimatnya.
"Apa dia tau kalo Erik itu atasan kamu, sayang ?" Tanya Vino pada istrinya.
"Belum tau sih, Bang" jawab Sinta.
"Memang kenapa jika Tisha tau bahwa Erik atasan Sinta ?" Tanya Bu Ratna.
"Karena rencana nya Mba Sinta akan resign dan posisi nya sebagai sekretaris di gantikan oleh Tisha, Ma.." Hana mengungkapkan rencananya pada Bu Ratna.
"Oh.. begitu. Mama mengerti sekarang." Ucap Bu Ratna.
"Nah, kalo gitu jangan kasih tau dulu kalo Erik itu atasan Mba Sinta. Biar aja dia tau nya nanti kalo udah kerja gantiin Mba Sinta" usul Hana pada Sinta.
"Lalu bagaimana dengan Erik ?" Tanya Vino.
"Enggak usah dipikirin, biarin aja. Tante mau lihat seberapa professional nya dia dalam dunia kerja." Ucap Bu Ratna penuh keyakinan.
"Bukan hanya Erik yang perlu kalian sembunyikan dari pengetahuan Tisha, tapi Tian juga karena Erik pernah bercerita jika ia dan Tian pernah berebut meja makan dengan Tisha dan keponakannya. Kejadian itu terjadi ketika Erik belum tau jika Tisha lah yang menyebabkan Cio demam. Erik bercerita kepada Mama ketika ia sudah mengetahui siapa orang yang membuat anak kesayangan nya ini demam, haha.. sungguh unik memang anak itu" Ucap Bu Ratna tertawa.
"Ok, berarti di usahakan agar mereka tidak saling mengetahui satu sama lain terlebih dahulu." Ucap Hana dengan mantap.
Mereka semua mengangguk.
Tak lama kemudian, acara ulang tahun pun di mulai. Hari ini Tisha hanya mengetahui bahwa Bu Ratna dan Cio adalah sebagai tamu yang ia undang saja, tanpa mengetahui bahwa sesungguhnya keduanya itu berkaitan dengan Erik.
Pukul 15.00, Hana mengehentikan laju mobilnya tepat di halaman keluarga Pranata. Setelah Bu Ratna dan Cio turun dari mobil, Hana langsung pamit untuk segera pulang kerumahnya tanpa mampir dahulu.
Tepat pukul 19.00, Erik tiba dirumahnya, ia di antarkan oleh Alvaro.
Erik dan Tian hanya memerlukan waktu dua hari satu malam untuk menyelesaikan masalah yang ada di proyek luar kota karena bukti-bukti kesalahan dengan mudah ia dapatkan sehingga para pelaku kecurangan dapat segera di tindak lanjuti dan masalah pun sudah teratasi.
"Assalamualaikum.. Daddy pulang, Boy !" Seru Erik ketika memasuki rumahnya.
Para penghuni rumah menjawab salam dari Erik.
Dengan segera Cio berlari, ia ingin segera masuk ke dalam pelukan Erik yang sudah siap dengan posisi berlutut dengan merentangkan kedua tangannya.
Keduanya saling berpelukan melepas rindu, seketika rasa lelah, letih, dan lesu Erik menguap begitu saja tatkala mendapatkan pelukan hangat dari putra nya.
Bersambung...
terimakasih readers setia nya author 🙏
jangan lupa untuk like dan komentar nya ya, karena setiao dukungan dari kalian sangat berpengaruh besar bagi author 🙏❤️
katanya bahagia dg suami y??
nanti sakit sendiri.
menghapus kontak seseorang di hp suami percuma saja klo akhirnya terus berhubungan.
blokir aja sekalian kontak gak penting tuh
klo lg penat krn problem,obatnya adalah yang enak2 wkwk...
dasar bucin akut
jebol euy,gara2 cemburu wkwk
tisha ngasih no hp suaminya???