Raisa mana uang hasil jualanmu hari ini. Saat Mas Iwan melihat Raisa sedang menurunkan bahan - bahan makanan dari sepeda motornya. Habis mas," jawab Raisa singkat. Kamu itu ya suka banget capek - capek kalau hasilnya gak ada sama sekali. Mendingan gak usah kamu kerjakan!!! buang - buang waktu kamu dan juga buang - buang gas aja. Gas ibu jadi cepat habis karena kamu boros!!! Mas gimana to, gas juga tiap habis aku juga yang beli. Mana pernah ibu beli gas. Semua alat masak juga aku yang beli. Kompor mamaku yang kasih ya. Jangan lupa ya mas!!! Rumah yang kamu tempati saat ini juga rumah Mama aku!!! Harusnya kamu, ibu dan juga adikmu bersyukur sudah aku tampung dirumah ini. Dan satu lagi uang yang kau nikmati bersama ibu dan adikmu itu hasil jerih payahku bekerja di pabrik selama ini!!!1 Kamu hanya pengangguran pemalas yang sukanya memanfaatkan uang istri," seru Raisa penuh penekanan sambil berlalu meninggalkan Mas Iwan sendiri di teras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AULIA KHAIRIN NISA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
"Kalau kalian tidak percaya dengan hasil yang Raisa kasih lihat barusan itu, Mas Iwan bisa tes lagi, lakukanlah lagi. Dan hasilnya akan sama seperti tes itu. Gampang kan mas? Tak usah marah - marah di rumah Raisa.
Gak tahu malu benar - benar kalian ini. Sudah tahu kalian itu semua menumpang di rumah Raisa. Malah gayanya seperti Nyonya pemilik rumah
Raisa sudah lelah selama ini cuma dibutakan cinta. Hingga dijadikan sapi perah sama kalian semua. Raisa gak sadar.
Raisa juga punya lho rekaman kalian semua, saat kalian semua merencanakan niat busuk kalian itu, untuk menguasai harta - harta Raisa dari Rumah, motor, hingga gaji - gaji Raisa. Dan kalian menyalahkan Raisa seolah - olah Raisa MANDUL dan membenarkan tindakan Iwan yang mau nikah lagi sama wanita hamil yang bernama Romlah ini.
Dan terus Iwan bisa seenaknya saja menikah siri sama Romlah. Padahal yang MANDUL IWAN kenapa jadi Raisa yang kalian salahkan? !," cibik Raisa kesal menatap tajam suaminya itu yang dari tadi terus saja menunduk.
Terus buat kamu Dea adik ipar Mbak yang songong yang gak pernah bersyukur dan juga rasa terimakasih sama sekali. Jadi anak itu harusnya berterimakasih sama Mbak Ipar kamu ini lho Dea, dari Sekolah Dasar lho kamu Mbak sekolahkan di sekolahan elit disini, sampai Sekolah Menengah Atas pun juga sama kamu Mbak Raisa sekolahkan di sekolah elit bertaraf internasional.
Padahal sekolah negeri mah disini banyak yang gratis, tapi dengan sombongnya kamu tolak mentah - mentah dan memilih di sekolah elit. Apa kamu pernah berfikir biaya sekolah kamu itu dari mana Hah," bentak Raisa langsung menunjuk jari - jarinya di muka adik iparnya itu.
Wajah Dea sudah langsung memerah padam antara malu, marah, kesal, jengkel jadi satu dipendamnya dalam hati. Siapa suruh gak tahu diri banget.
Dan untuk Ibu Puput yang akan menjadi mantan mertua Raisa, Harusnya bisa lebih bersyukurlah sudah hidup enak, makan enak, semuanya sudah terjamin dari tempat tinggal, baju, belanja, perhiasan, makanan, life style, semuanya terjamin. Tapi kenapa anda itu kurang bersyukur sih bu memiliki mantu sebaik saya ini. Makan sudah langsung tersedia, pakaian sudah rapi tertata di dalam lemari, mau hangout, jalan - jalan, belanja tinggal pergi tanpa memikirkan harus bangun pagi pulang malam bekerja tinggal menengadahkan tangan saja sudah ada semua. Uang tinggal minta saja. Tapi kenapa selama ini sikap anda tidak mencerminkan seorang ibu mertua yang baik. Malah semena - mena memperlakukan Raisa dengan sangat buruk Hah," ucap Raisa langsung menaikan dua oktaf nada bicaranya sambil berkacak pinggang.
Dan untuk suami Raisa yang dulu Raisa cintai secara tulus. Kini rasa itu sudah mati terkubur, karena penghianatan kamu yang sudah sangat komplit. Ibu dan juga adik kamu itu bukan tanggungjawab Raisa itu tanggungJawab kamu Mas DASAR KEPARAT!!!!," Raisa terus saja melampiaskan semua amarahnya yang sudah tidak bisa dia bendung lagi.
Laki - laki yang malas bekerja, gak pernah kasih nafkah istri malah gaji Istri di Rampas sesuka hati kamu. Kamu bilang karena Raisa boros Mas. Itu cuma alibi kamu saja. Bukan Raisa yang boros, tapi kamu Gak tahu diri!!! Dasar lelaki PECUNDANG!!! BENALU TAK TAHU DIRI," umpat Raisa melampiaskan semua amarahnya kekesalannya yang telah lama tersimpan di dalam hatinya dengan sangat rapi. Saat ini Raisa tumpahkan semuanya. Raisa sudah bisa mengontrol emosinya yang kini sudah di ujung tanduk itu. Amarahnya yang semakin menggebu, dan kondisinya yang saat ini yang semakin memanas saja. Membuat semua yang berada disitu merasakan hawa panas.
Raisa sudah tidak peduli lagi, saat ini dirinya dan juga keluarganya menjadi tontonan gratis, warga lainnya yang sedari tadi sedang menonton pertengkaran yang terjadi di rumah Raisa.
Raisa hanya ingin melampiaskan semua kekesalannya selama lima belas tahun berumahtangga hanya dijadikan alat untuk memperkaya diri Iwan, Bu Puput dan juga Dea. Kini malah ditambah selingkuhan suaminya Iwan. Yang sudah berani menginjakkan kakinya tinggal dirumahnya. Saat Raisa menenangkan diri di rumah orangtuanya.
Dengan seenak hatinya Selingkuhan suaminya itu, berani tidur di kamar Raisa, hingga mengacak - ngacak isi lemari Raisa. Padahal suaminya Iwan selama ini tidak pernah berani membuka lemari baju milik istrinya itu. Ini malah Romlah berani sekali dengan tangan kotornya mengacak - ngacak isi lemarinya.
Hingga memasang pigura pernikahan siri mereka di dalam kamar dan juga ruang keluarga. Dan mencopot semua foto Raisa beserta foto Mama dan juga Papa Raisa, yang sengaja Raisa pasang di ruang keluarga dengan ukuran besar. Berani sekali Pelakor itu melakukan semua itu. Hingga membuat Raisa saat ini murka.
Sebelum Raisa kembali ke rumah Raisa itu, Raisa sudah meminta izin terlebih dahulu kepada Pak RT, Pak RW, dan juga beberapa keamanan, kalau seandainya nantinya akan terjadi keributan besar di rumah Raisa. Karena Raisa, akan mengusir semua orang - orang tidak tahu diri yang menumpang di rumah Raisa.
Raisa jadi selama ini hanya menjadi sumber uang kalian semua begitu kan," ujar Raisa santai, Raisa sudah bisa mengontrol semua emosinya yang tadi sempat memuncak dan menggebu - gebu itu.
Dan Raisa juga tahu, kalian berencana membeli dua rumah mewah kan, sama sebuah mobil dari hasil merampas uang gaji Raisa selama ini. Dan menjadikan Raisa hanya sapi perah untuk mencukupi semua kebutuhan kalian," cibir Raisa kesal.
Kalian pasti penasaran kan hasil rekaman Raisa itu. Mau mendenger dulu gak, sebelum kalian angkat kaki dari rumah Raisa ini. Tenang saja, Raisa yang baik hati ini akan memutarkan langsung rekaman itu untuk kalian dengar. Simak baik - baik iya. Jangan berisik!!!
Raisa mencoba meraih ponselnya di dalam sling bag berwarna merah marun itu. Tak berapa lama Raisa menyetel hasil rekaman yang tersimpan rapi di dalam ponsel.
*Bu bulan depan, setelah Raisa gajian nanti. Iwan akan nikah sama Romlah ya bu," begitu kata suaminya Iwan dengan percaya diri.
Cukup ibu setuju saja sama keputusan Iwan.
Soal Raisa itu soal gampang. Nanti kita singkirkan dari rumah ini. Toh Raisa anaknya goblok, gampang ditipu, sudah goblok, mandul lagi hahaha," seru Suami Raisa Iwan tanpa mereka sadari Raisa saat ini sedang menguping dan mengetahui semua kebusukan mereka.
Iwan juga sudah menyiapkan semua uang sisa gaji Raisa selama lima belas tahun ini. Cukuplah uang itu buat beli dua rumah mewah untuk Ibu dan juga untuk Iwan nanti, dan juga mobil mewah untuk Ibu.
Uangnya Iwan simpan di dalam lemari baju - bajunya Raisa. Agar Raisa tidak curiga. Ibu tenang saja lemarinya Itu selalu terkunci, jadi aman. Raisa juga jarang sekali membuka - buka lemari itu. Dan Raisa juga tidak tahu, kalau Iwan selama belasan tahun ini menyimpan uang itu disana," seru Iwan sambil memeluk ibu mertua Raisa dari belakang.
Tak ada salahnya kamu urus Syarikat Pak Anggoro di samping itu kamu bisa aja jalankan perniagaan yang kamu minat , Pak Anggoro tidak punya anak yang lain selain hanya Raisa ,
Berbaktilah kepada orang tua selagi mereka masih hidup Raisa jangan terlalu megah .