NovelToon NovelToon
The Trash Prince 10th Re : Life

The Trash Prince 10th Re : Life

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Menikah dengan Musuhku / Barat / Tamat
Popularitas:41.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Kisah seorang pangeran sampah yang di usir dari istana pada usia 15 tahun dan meninggal di usia 31 tahun, dia mengulang hidupnya tepat ketika di usir dan kembali terbunuh di usia 31 tahun. Akhirnya total pengulangan hidup nya mencapai sembilan kali, dia sudah mencoba berbagai macam hal, mulai dari pedagang, petualang rank S sampai membantu mereformasi kerajaannya. Ironisnya dia selalu terbunuh oleh seorang ratu kekaisaran yang sama selama sembilan kali di usia 31 tahun.

Di kehidupan ke sepuluhnya, dia berniat langsung menemui ratu yang saat itu masih bersekolah di akademi berstatus masih putri kekaisaran. Tapi ketika dia masuk ke akademi, dia malah menemukan hal hal baru yang dia tidak pernah tahu selama sembilan kali kehidupannya dan membuat rencananya berantakan, bagaimanakah kisah hidup sang pangeran sampah di kehidupan ke sepuluhnya ?

Genre : Fantasy,Comedy,Drama,Tragedy,Harem

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Helena sedikit menceritakan sejarah keluarganya, kerajaan Rosengard adalah kerajaan demon yang sama dengan kerajaan Caladolg dan bertugas menjaga sebuah gerbang yang di anggap gerbang neraka. Lokasi bekas kerajaan Rosengard adalah kerajaan Rellios yang di dirikan para pahlawan 500 tahun lalu di atas reruntuhan kerajaan Rosengard. Tapi keluarga kerajaan Rosengard masih ada keturunannya sampai sekarang dan saat ini Helena adalah keturunan terakhirnya. Tandanya adalah tanda lahir berbentuk mawar berwarana hitam yang muncul di pangkal belakang lehernya. Karena tanda lahir itu, sedari kecil Helena mendapat diskriminasi dan di jauhi oleh teman teman sebayanya karena di bilang anak iblis kecuali Doria yang selalu ada bersamanya.

“Jadi begitu...” Ujar Julia menunduk.

Sarah, Alisia dan Tsubasa yang tahu kalau Julia sebenarnya adalah Fumiko yang merupakan salah satu pahlawan yang terbunuh 500 tahun yang lalu, diam saja dan tidak memberi tanggapan apa apa.

“Kenapa kalian mendadak diam ? walaupun aku keturunan terakhir, aku tetap manusia dan bukan demon.” Ujar Helena.

“Tapi apa senpai dendam dengan para pahlawan yang menghancurkan kerajaan Rosengard ?” Tanya Julia.

“Hah ? para pahlawan dari dunia lain maksudmu ? justru mereka yang menyelamatkan keluarga kerajaan Rosengard dari sekte yang berniat membuka gerbang setelah mengetahui kebenarannya, begitulah yang ku baca di buku warisan keluargaku.” Ujar Helena.

“Huh ?” ke empatnya kaget.

“Julia-sama, bukankah kamu salah satu dari pahlawan itu ? kamu tidak ingat ?” Tanya Sarah berbisik.

“Hmm tidak, mungkin terjadinya setelah aku meninggal.” Jawab Julia berbisik.

“Memang pahlawan yang menolong ada berapa senpai ?” Celetuk Alisia.

“Kalau menurut buku itu, ada empat orang, terjadinya sekitar 400 tahun lalu, memang pahlawan ada berapa orang ?” Tanya Helena bingung.

“Oh gitu.....” Ujar Julia, Sarah, Alisia dan Tsubasa kompak dan tersenyum lebar.

“Ke..kenapa kalian tersenyum ?” Tanya Helena bingung.

“Biar aku ceritakan, Doria-senpai juga dengar ya.” Jawab Julia.

Langsung saja Julia menceritakan siapa dirinya dan siapa Art kepada keduanya, wajah Doria dan Helena langsung berubah menjadi kaget, setelah Julia selesai bercerita.

“Kenapa kalian menceritakan semuanya pada kami ?” Tanya Doria.

“Hehehe...selamat bergabung senpai no lima dan no enam.” Jawab ke empatnya.

“Haah...aku juga ?” Tanya Doria.

“Tentu saja, aku sudah melihatnya, kamu bermaksud mengalah demi Helena-senpai kan, jadi kita katakan kamu tidak perlu mengalah.” Jawab Julia.

“Uh....” Ujar Doria yang langsung menyelam.

“A..aku...juga termasuk ? kenapa ?” Tanya Helena bingung.

“Sudah jelas kan, alasan aku mengajak tanding tadi bukankah sudah jelas.” Jawab Tsubasa.

“Loh katanya tidak ada hubungan dengan Art-dono ?” Tanya Helena.

“Memang kan, tidak ada hubungan dengan pangeranku, tapi ada hubungannya dengan kami hehehe.” Jawab Alisia.

“Uh...blup..blup..blup...” Helena juga langsung menyelam mengikuti Doria.

Setelah itu, dengan ceria ke enamnya kembali ke perkemahan dan makan malam bersama dengan Art juga pengemudi kereta. Selagi makan malam, Art sedikit heran melihat Julia, Sarah, Alisia, Tsubasa terlihat sangat akrab dengan Doria sedangkan Helena duduk di sudut dengan wajah merah dan sesekali melihat ke arah dirinya.

“Huh...ada apa ? sejak kapan mereka jadi dekat begitu dan kenapa Helena-san melihat ku seperti itu ? tapi baguslah, biarkan saja kan ?” Tanya Art dalam hati.

Walau penuh tanda tanya, tapi Art tidak mau bertanya pada semuanya. Setelah makan malam, Julia, Sarah dan Tsubasa masuk ke dalam satu tenda, sedangkan Doria, Helena dan Alisia di tenda sebelahnya, mereka tidak keluar lagi dan Art berjaga di luar, duduk di depan api unggun sambil melihat bintang bintang yang bertaburan mengisi langit malam.

“Hei...” Julia menjulurkan kepalanya di atas wajah Art.

“Oh kamu belum tidur ?” Tanya Art.

“Tidak bisa tidur, boleh aku duduk ?” Tanya Julia.

“Tidak ada yang melarangkan, duduk saja.” Jawab Art.

Julia duduk di sebelah Art dan Art langsung menyelimutinya dengan selimut yang sedang dia pakai, tapi Julia malah masuk ke dalam selimut Art,

“Hehe jadi ingat dulu, kita sering begini ya bersama Mirai-chan, Ren-kun dan Shige-kun.” Ujar Julia.

“Hahaha iya, tapi dulu kita masih mikir bagaimana cara pulang ke bumi (walau aku sih enggak).” Balas Art.

“Mereka kemana ya ? aku kangen sama mereka.” Ujar Julia.

“Sama (mereka masih ada kok hanya saja mereka sembunyi karena masih ada ancaman di dunia yang tersisa, suatu hari nanti kita akan bersama lagi Fumi-chan, sementara sabar dulu.)” Ujar Art dalam hati dan menjawab Julia.

Art memeluk Julia dengan erat dan Julia merebahkan kepalanya di dada Art yang memeluknya dengan erat sambil mendengar suara kayu terbakar dan melihat bintang bintang di langit.

*****

Keesokan harinya, pagi pagi sekali, setelah bersiap siap dan berkemas, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke ibukota. Ketika semua sudah naik, kereta langsung berangkat menempuh perjalanan. Julia, Sarah, Alisia, Tsubasa, Doria dan Helena terus berlatih menggunakan sihir dimensional box yang sudah di ajari oleh Art sepanjang perjalanan dan Art terus memandu mereka. Setelah berjalan sampai siang hari dan  sedikit menjauh dari tepi hutan mengarah ke padang rumput yang luas melalui jalan besar, tiba tiba “Hiii hiieeeh.” Kuda yang menarik kereta berhenti dan kereta berhenti mendadak.

Para penumpang di belakang langsung jumpalitan karena kaget, Art berdiri dan membuka tirai, dia bertanya pada pengemudi di depan,

“Ada apa ossan ?” Tanya Art.

“Di depan...ada kereta pedagang yang di serang monster.” Tunjuk pengemudi kereta.

Art menoleh melihat ke depan, dia melihat segerombolan goblin yang menaiki serigala besar berwarna abu abu sedang mengepung sebuah kereta pedagang, dari kejauhan terlihat tembakan cahaya sihir berwarna biru yang merupakan sihir "magic missile"  sedang menyerang menembaki para goblin dan serigala dari dalam kereta.

“Ada ada saja...baiklah aku turun.” Ujar Art.

“Kita juga...” Balas Julia, Sarah, Alisia, Tsubasa, Doria dan Helena.

“Ugh...baiklah, karena mereka banyak, aku juga butuh bantuan (walau sebenarnya tidak perlu sih, hitung hitung naikin level merekalah).” Ujar Art.

“Baiklah, ayo semuanya.” Ajak Julia yang turun duluan.

“Yaaaa....” Teriak yang lain.

Tapi ketika Doria mau ikut turun, Art menarik lengannya dan memintanya duduk kembali, Doria sedikit bingung melihatnya,

“Kenapa Art-kun ?” Tanya Doria.

“Neesan masih belum pulih, walau level tinggi tapi belum bisa menggunakan semua kemampuannya, neesan tunggu di sini dulu. Percayalah padaku.” Ujar Art.

Walau kesal, tapi Doria mengakui kalau dirinya masih belum bisa bertarung secara penuh karena masih pemulihan. Akhirnya Doria duduk dan mengangguk,

“Baiklah, aku mengerti, kamu hati hati Art-kun...” Ujar Doria.

“Ya pasti, tunggu kami ya. Sekalian jaga kereta ini.” Ujar Art.

“Baik, terima kasih Art-kun.” Balas Doria.

Art langsung melompat turun dari kereta dan berlari menuju ke arah kereta yang di serang monster, tapi ketika sampai, seluruh monster sudah di basmi oleh Julia, Sarah, Alisia, Tsubasa dan Helena,

“Huh...aku tidak dapat apa apa ?” Tanya Art dalam hati.

Ketika mereka melihat Art, mereka langsung menghampiri Art dan bersama sama menuju kereta yang di serang, Art membuka tirainya dan melihat di dalam ada seorang gadis yang masih muda memakai kerudung dan membawa tongkat sihir yang lebih tinggi dari dirinya,

“Huh....Claire ?” Tanya Art reflek.

“Eh...Claire ?” Tanya Julia, Sarah, Alisia, Tsubasa dan Helena bersamaan sambil menoleh melihat Art.

“Anooo oniisan kenal aku ?” Tanya Claire yang juga terlihat bingung.

“Aaaah....kenapa semua yang ku kenal di kehidupan kehidupan masa lalu ku muncul satu persatu, kenapa juga bocah ini ada di sini.” Ujar Art dalam hati.

Claire adalah murid Mirea yang berusia dua tahun lebih muda darinya, dia bertemu Claire ketika Claire berusia 14 tahun ketika dirinya yang berusia 16 tahun bekerja di restoran dan Claire lah yang membawa Mirea ke restoran dan membuat Art jadi berguru pada Mirea karena di tawari Mirea setelah melihat bakat yang di miliki Art.

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
a/Panic/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
/Panic/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
good job Thor 👍
Mamat Stone
thanks Thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!