Marcus Norton di hianati tunangannya sendiri, dia di jebak, lalu di serahkan kepada musuh keluarga Norton.
Marcus di aniaya sampai sekarat, dan nyaris mati, lalu di buang ke tempat pembuangan mayat tidak di kenal, di pinggiran luar kota.
Bukannya mati! tidak terduga, Marcus malah mendapatkan suatu kekuatan yang begitu dahsyat.
"Lihat! bagaimana aku mengubah takdirku! kamu perempuan ja-lang! akan mengemis di bawah kakiku!"
"Tapi, maaf! sudah terlambat! aku sudah menemukan wanita yang lebih berkelas dari dirimu!"
"Matilah sana, dasar ja-lang!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Aura Marcus.
Ternyata Marcus tidak salah dalam memilih gaun pesta untuk Felicia, terlihat gaun itu sangat pas, dan sesuai dengan kulit, serta tubuh Felicia.
Tubuh ramping Felicia begitu indah di balut gaun biru lembut itu, dan kakinya terlihat anggun, memakai high heels mewah.
"Ternyata aku tidak salah pilih, kamu sangat cantik sayang, kemarilah!" Marcus mengulurkan tangannya pada Felicia.
Felicia memberikan tangannya dipegang Marcus, dan cincin yang tadinya terbuat dari cepit rambut Felicia, di lepaskan Marcus.
Lalu Marcus meraih sebuah kotak kecil dari saku jasnya, dan membuka kotak tersebut dengan pelan.
Tampaklah sepasang cincin yang begitu mewah di dalam tersebut, membuat mata Felicia terbelalak kaget.
Dengan lembut, Marcus memasukkan satu cincin itu ke jemari manis Felicia, menggantikan cincin pertunangan yang dia buat dari cepit rambut Felicia.
Lalu dengan lembut, ia kecup ujung jemari Felicia, setelah memasukkan cincin tersebut, dan tindakannya itu membuat wajah Felicia jadi tersipu malu.
"Ini cincin pertunangan kita yang asli, semoga kamu suka!" ucap Marcus.
"Aku suka, cantik sekali!" gumam Felicia terharu, sembari tersenyum bahagia.
Marcus mengulurkan kotak kecil itu kehadapan Felicia, agar gadis itu menyematkan satu cincin lagi, ke jari manisnya.
Perlahan Felicia meraih cincin itu, lalu menyematkannya ke jemari manis Marcus.
Marcus tersenyum puas melihat cincin itu sudah tersemat di jemarinya, ia pun menarik Felicia mendekat padanya.
Lalu mengecup dengan lembut bibir Felicia, yang terasa begitu manis, membuat seberkas cahaya tipis menerangi mereka berdua.
Marcus kemudian melepaskan kecupannya, dan kemudian mengulurkan tangannya, meraih satu kotak lagi, dengan ukuran sedikit besar, dari kotak cincin tadi.
"Apa lagi itu?" tanya Felicia penuh tanda tanya.
Marcus membuka kotak tersebut, dan tampaklah sebuah kalung berlian yang begitu mewah, di dalam kotak tersebut.
Membuat mata Felicia kembali terbelalak kaget, ia pikir, sejak kapan Marcus sempat berbelanja perhiasan!
Marcus memakaikan kalung itu ke leher Felicia, dan tampaklah gadis itu semakin cantik saja memakai kalung tersebut.
"Kamu cantik sekali, sayang" gumam Marcus.
Jemari Felicia menyentuh kalung itu, desain kalung itu terasa lembut di jemarinya.
Ia bisa bayangkan, harga kalung itu pasti mahal sekali.
"Ayo, kita pergi tampil di depan umum, agar semua melihat pasangan Pemilik Group Norton yang melegendaris!" ucap Marcus tersenyum lebar, memberikan lengannya supaya di rangkul Felicia.
Felicia tersenyum mendengar perkataan Marcus tersebut, ia pun merangkul lengan Marcus.
Di lobby pintu utama Mansion, Toni sudah standby berdiri di samping mobil, menunggu Marcus dan Felicia.
Dengan cepat Asisten Marcus itu, membuka pintu mobil untuk Marcus dan Felicia.
Mereka pun berangkat menuju tempat pesta.
Di sebuah aula Hotel bintang lima, pesta sudah berlangsung satu jam lalu.
Marcus merangkul pinggang Felicia, memasuki aula Hotel yang telah ramai, di penuhi undangan Tuan rumah pesta.
Semua mata sontak menoleh ke arah datangnya Marcus dan Felicia, mereka pun mulai berbisik satu sama lain, begitu mengenal siapa Marcus.
"Tadi jam tujuh malam, aku melihat cahaya itu, ternyata memang benar putra Norton yang di kabarkan sudah meninggal, tidak benar adanya!"
"Ternyata si pecundang, pewaris Norton yang katanya di bantai Nelson itu, tidak mati, buktinya dia terlihat sehat-sehat saja!"
"Siapa wanita yang bersamanya itu, cantik sekali, bukankah tunangannya sudah di ambil oleh si Nelson?"
Semua mata melihat ke arah Marcus, bersama bisikan-bisikan mereka, membicarakan Marcus, yang ternyata benar sudah mengambil alih Group Norton.
Mereka bisa merasakan aura Marcus yang kuat, berwibawa, berkuasa, dan mendominasi.
Banyak pasang mata wanita juga, terlihat diam-diam mengagumi Marcus.
Setelah mendengar kabar dari media sosial, tivi dan majalah, serta koran, ternyata Marcus memiliki kekuatan juga, walau mereka belum melihat dengan mata kepala mereka sendiri.
Sementara itu, di antara para tamu pesta tersebut, di sudut sisi dalam aula itu, sepasang mata wanita tidak percaya melihat Marcus, datang bersama dengan seorang wanita.
Dan, ia ingat, kalau wanita yang di rangkul Marcus itu, sudah mati setelah di siksa Marcus, dan anak buah Marcus.
Tapi, kenapa bisa ada bersama Marcus, dan terlihat begitu sehat?
Apa lagi melihat cara Marcus memeluk pinggang wanita itu, sepertinya hubungan mereka sangat akrab dan mesra.
Tanpa sadar tangan wanita itu terkepal dengan erat, ia tidak terima melihat kenyataan yang di lihatnya tersebut.
Bersambung......
andai ada sdikit detail ttg power & kmampuan host nya...mkn lbih asyekk ya..
oke lanjouutss.