Demi mencari tahu penyebab kematian sang adik yang sangat janggal. Shasa seorang agen rahasia harus menyamar menjadi seorang aktris.
Memasuki dunia yang bertolak belakang dengan identitas nya,membuat Shasa harus berhadapan dengan berbagai rahasia gelap dibalik kemerlapan dunia entertainment itu.
Mampukah Shasa membalas dendam atas kematian adiknya ketika Shasa harus berurusan dengan para mafia kelas kakap.
Apakah ia akan berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30 hari
Dokter melakukan CT scan atau computerized tomography scan pada Shasa yang terbaring menikmati waktu di mimpinya.
Hanya terlihat satu pria dari beberapa anggota agen yang menjadi bagian kehidupan Shasa. Pria itu tak sedikitpun melepaskan pandangannya dari apa yang dilakukan oleh dokter, dia hanya melihat dari jarak yang sudah ditentukan.
Setelah selesai, tampak tubuh Shasa kembali di bawa keruangan sebelumnya. Pria itu segera mengikuti dokter untuk mengetahui hasil CT scan yang telah dilakukan.
"Jadi Tuan...."
"Kendra." Jawab pria itu membuat dokter mengangguk dan melanjutkan ucapannya.
"Jadi tuan Kendra, dari hasil CT scan yang telah dilakukan. Seperti dugaan sebelumnya, bahwa ada tulang yang retak. Dan itu berada di tulang kering."
“Durasi penyembuhan patah tulang kaki bisa berbeda-beda tergantung pada sejumlah faktor. Ini meliputi usia, jenis patah tulang, dan lokasi patah pada kaki.” lanjut sang dokter.
"Jadi berapa lama dokter?"
"Patah tulang pada tulang kering (tibia dan fibula) membutuhkan waktu penyembuhan antara tiga hingga enam bulan."
"Ada yang lain? Sebelumnya ada pendarahan yang cukup parah. Bagaimana dengan itu?"
"Ya, itu juga menjadi bagian yang darurat. Kami sudah menambah darahnya. Kebetulan golongan darah pasien, kami memiliki stok. Jadi tidak perlu dikhawatirkan, masalah untuk pasien sadar kami tidak bisa memastikan. Tapi keadaannya sudah mulai stabil." Pria bernama Kendra itu mengangguk mendengar penjelasan dari dokter.
"Baik, terimakasih dokter."
"Sama-sama. Mungkin jika diberikan kata-kata penyemangat, dia akan sadar. Terkadang dukungan dari seseorang yang berarti akan membuat pasien lebih cepat sadar." Sebelum pergi sang dokter menyampaikan kata-kata yang membuat Kendra terdiam hingga sang dokter hilang dari pandangan nya.
Tidak ada raut khusus yang terbentuk dari Kendra setelah mendengar ucapan dokter. Ia justru melangkah masuk melihat keadaan Shasa yang terbaring menikmati mimpinya.
"Hei, bangunlah! Kau tidak tahu, kau sudah berhasil menyelesaikan misi S kita. Apa mimpi lebih menyenangkan daripada sadar kembali? Apa kau bertemu adikmu? Kalau kau tidak sadar, aku akan mengambil alih posisi mu. Aku yang akan menjadi orang yang berhasil menyelesaikan misi S." Tidak ada pergerakan dari Shasa, hingga sebuah notifikasi masuk membuat pria itu menyimpan ponselnya.
"Aku akan segera kembali. Sadarlah, mungkin saja setelah kau sadar kau mendapatkan hak istimewa." Kendra pergi setelah mengatakan apa yang ingin ia sampaikan.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Bangunan elit dengan lahan luas itu langsung menyambut kedatangan Kendra. "akhirnya, datang juga. Bagaimana?"
"Keadaan nya sudah membaik, tapi dia belum sadar."
"Hmmm, sepertinya dia menikmati waktu bersama keluarganya."
"Makanlah, kau belum makan setelah Shasa dirawat. Jangan sampai kau juga sakit, dan kami harus menyandingkan kalian di ruangan yang sama." Ada kekehan dari pria yang dipanggil Mr itu.
"Aku sedang menjaga makanan ku. Tapi, kebetulan pasokan makanan diet ku belum diisi. Jadi tidak ada salah untuk mencoba." Perlahan, kedua tangan Kendra mulai mengeksekusi makanan lezat itu.
"Bilang saja kau lapar." Kendra tidak menjawab, mulutnya mengunyah menikmati rasa yang menggoyang lidah nya.
Dalam sekejap, makanan lezat itu sudah tidak lagi tersisa. Minuman dengan gelas kaca itu juga langsung tandas. "Jadi, bagaimana keputusan pengadilan internasional?"
"Tentu sesuai yang kita inginkan. Walaupun Fredrick sudah tiada, tapi markas serta barang haram nya berhasil kita amankan. Shasa berhasil melakukan nya, dibalik kematian adiknya dia menyelesaikan dua tugas sekaligus. Aku tidak masalah dengan mimpi panjang Shasa, melihat cara kematian Frederik, aku bisa melihat keahlian Shasa yang dia berikan."
"Ambang batas."
"Ya."
Hampir sebulan Shasa menikmati waktu di mimpinya, hingga mata itu mulai terbuka. Tangannya juga ikut bergerak, membuat suster yang tengah memeriksa nya langsung memanggil dokter.
"Dokter!" Tak lama panggilan dari sang suster membuat dokter langsung datang dan segera mengecek kondisi Shasa.
"Syukurlah anda sudah sadar nona. Apa ada yang sakit?" Pertanyaan dokter membuat Shasa belum menjawab, justru terdiam sambil menatap langit-langit kamar.
"Nona?"
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
makasih author 🙏🙏🙏❤️❤️❤️❤️
gitu juga orang yg kamu aniaya, juga terasa sakit..