NovelToon NovelToon
Zhafira

Zhafira

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:367.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: zha...

Terlahir menjadi anak orang kaya raya pemilik Qolb Corporation pengusaha di bidang perhotelan. Zhafira Pradipta Qolb memilih hidup sendiri tanpa nama besar ayahnya menjalani kehidupan biasa.

Ketika menjalani kehidupan biasanya dia bertemu dengan Barra yang berhasil merebut hatinya namun bagaimana jika ada pria mapan dan tampan yang sudah mengincarnya sedari lama ingin memiliki Zhafira yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zha..., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengusaha berlian

...

Pukul 9 pagi Zhafira sudah didalam mobil bersama Sean dan Deri, menuju kantor dalam perjalanan tiba tiba hanfonya berbunyi, terlihat nomor baru tanpa nama Zhafira mengangkatnya.

/halo/terdengar suara wanita.

"Iya, dengan siap ini"

/Ini tante reina zhaf/ seketika muka Zhafira agak tegang.

"Eeh.. iya tante ,gimana"

/gak apa apa zhaf, tante hanya mau pamit pagi ini tante dan om harus kembali, tante gak enak kata barra kamu habis sakit dan semalam menyempatkan menemui om dan tante, terimakasih ya sayank/

"Jangan begitu tante, zhaf baik baik saja kog, zhaf juga senang berada ditengah keluaraga barra"

/Jaga diri baik baik ya zhaf, tante sayank sama kamu/

Telfon terhenti Zhafira berfikir sejenak jikalau mama ada pasti stiap waktu akan menyakan kabar ku jaga kesehatan jangan lupa makan dan perhatian kecil lainnya, tiba tiba dia merindukan mamanya.

"Sean kita kemakam mamah dulu"ucap Zhafira tiba tiba ingin berkunjung.

Kemudian Zhafira mengrim pesan kepada Meka.

Meka chat

(aku ke makam mamah dulu sebelum ke kantor)

30 menit kemudian Zhafira berjalan menuju nisan mamah nya dan duduk depan nisan.

"Mah, źhafira kangen"

Hampir satu jam Zhafira melamun memandangin nisan mamahnya, kerinduan yang mendalam akan sosok mamahnya yang telah lama pergi, Zhafira beranjak dan berjalan menuju mobilnya namun dari jauh sudah terlihat meka berdiri tak jauh dari mobilnya sedan hitam di depan lambogini milik Zhafira.

"Apa ada agenda pagi kau sampe menyusul kesini" ucap Zhafira yang sudah berhadapan dengan Meka sang asisten plus sekertatisnya.

Meka mempersilahkan Zhafira masuk ke mobilnya, dan langsung menjalankan kemudi.

"Ada pertemuan makan siang dengan tuan Bernard andriego pengusaha berlian yang sukses masih muda 29tahun infestor utama proyek selatan,"

"Faderiel ikut, dia yang memegang proyek itu bukan "

"Tidak, dia hanya ingin bertemu dengan mu, skedar perjamuan makan siang ,ini kali pertma dia bekerjasama dengan kita jadi kemungkinan kau belum pernah bertemu dengannya"

Tepat pukul sebelas siang Zhafira dan Meka sampai di sebuah restoran yang berada dihotel bintang 5.

Zhafira berjalan berdampingan dengan Meka, menuju resepsonis Meka menanyakan reservasi atas nama Bernard, dan seorang pelayan mengantarkan Meka dan Zhafira menuju ruang vip yang di depanya sudah ada seorang pria terlihat rapi dengan kemeja biru tua.

Pria itu tersenyum hormat, menyambut kedatangan Zhafira dan Meka.

"Nona zhafira" Zhafira hanya mengagguk.

"tuan bernad sudah menunggu silahkan masuk, tapi maaf hanya nona zhfira saja"ucap pria itu mendelik kepada Meka yang hendak mengikuti Zhafira.

"Its oke meka,"ucap Zhafira meninggalkan Meka.

Zhafira diantar pria berpakain rapi menuju meja vip dalam ruangan mewah itu terlihat meja bundar yg bisa di gunakan untuk 4 orang namun hanya ada 2 perlengkapan makan di atas meja itu dan pemandangan luar yang indah dari balik kaca samping meja makan, dan tentu seorang pria muda berparas menawan berkulit putih seperti orang bule dengan jas abu abu pas dibadan, Zhafira duduk depan tempat duduk Bernard.

"Trimkasih boy" ucap Bernadr agar Boy segera meninggalkan ruangan.

"Selamat datang nona zahfira" senyum ramah.

"Siang tuan bernard" duduk dengan sopan.

"Kau begitu cantik nona, buka lah "pinta Bernard menujukan kotak biru doker di depan Zhafira.

"Apa ini" tanya Zhafira yang enggan menyentuh kota tersebut.

"Ucapan terimakasih karena bersedia hadir disini"

"Anda tak perlu seperti ini tuan bernard"

"Terima lah, sebagai tanda kerjasama pertama kita" Bernard beranjak dan berjalan mendekati Zhafira kemudian meraih kotak bludru warna biru dongker, membukanya terlihat kalung berliontin berlian blue safir yang sangat cantik.

Zhafira masih diam tanpa kata dan hanya memandang isi kotak itu dengan wajah datar.

"Apa tujuan anda dengan pertmuan ini tuan bernard" ucap Zhafira masih mengabaikan hadiah mewah itu.

Bernard pun menutup kotak itu dan menarik kursi duduk diamping zhafira dengan tatapan tajam karena hadiah mewahnya diacuhkan Zhafira begitu saja.

"Kau terlalu buru buru nona, kita bisa membahasnya perlahan, masih banyak waktu untuk kita membicarakan kerjasama kita"

"Sekali lagi apa tujuan anda tuan bernard andriego"

"Saya hannya ingin sedikit lebih dekat dengan anda nona zhafira pradipta qolb" ucap Bernadrd penuh penekanan dan meraih tangan Zhafira yang diltakan dimeja.

Zhafra reflek menarik tangnnya, dan berdiri hingga kursi yang didudukipun bergetar ketika Zhafira tiba tiba berdiri.

"Maaf sepertinya pertemuan ini sudah melenceng dari seharusnya" tukas Zhafira mulai kesal.

Dan ketika Zhafira akan melangkah pergi tangan Zhafira ditarik kuat hingga Zhafira harus bertatapan langsung dengan wajah tampan yang sombong.

"Jangan buru buru nona, maaf jika saya terlalu cepat menyatakan ketertarikana saya" ucap bernar dengan lembut dan muka bersalah.

Zhafira pun duduk kembali ,setelah menarik nafas mengatur emosinya.

"Oke nona zhaf, saya akan bertrus terang, saya tertarik dengan anda , anda wanita cantik yang mempesona saya harap kita bisa lebih dekat kedepannya"

"Terimaksih tuan bernard, jika anda tak berkenan dengan sikap saya anda bisa menarik kembali dana anda yang digunakan untuk proyek selatan kami, saya tak keberetan, dan cukup tau anda tidak profesional dalam berkerjasama" ucap Zhafira lantang berdiri dan jalan meraih hendel pintu.

Tak disangka badan Zhafira ditari untuk kedua kalinya, dan seketika dalam pelukan Bernard dan reflek Zhafira mendorong namun Zhafira malah terpojok dalm kungkungan Bernard, seringai kemenangan, Bernard mencondongan wajahnya seakan ingin mencium bibir merah Zhafira yang brada di kendalinya.

Plaaaakk...

Tamparan yang panas tersemat dipipi bernard seketika matanya memincing emosi, Zhafira sangat geram.

"Jaga sikap anda tuan bernard" Zhafira keluar dari ruangan dan langsung di ikuti Meka di belakangnya yang menatap tanya melihat wajah asam Zhafira bahkan menutup pintunya terkesan membanting.

Boy pun langsung masuk, ketika pintu dibuka keras oleh Boy mendapati bosnya dengan wajah garang memegangi pipinya.

"Apa yang terjadi bos" tanya Boy hanya dijawab seringai kesal.

"aku rasa aku pernah melihat gadis itu bos" ucap Boy menghambur disamping Bernard.

'tapi dimana ya, aku yakin pernah berhadapan dengannya' batin Boy dalam hati.

"dia wanita populer akhir akhir ini dimajalah bisnis, pasti kau melihatnya disana" sahut Bernard namun Boy mengiyakannya.

"Cari tahu segala tentangnya boy, aku merasa tertantang mendapatkannya"

...

"Apa yang terjadi zhaf"

"Hub faderiel sekarang" ucap Zhafira hingga Meka langsung menelfon Faderiel sambil berjalan menuju lift, tak lama telfon terhubung dan Meka langsung menyerahkan kepada Zhafira yang kini sudah berada di dalam lift dengan Meka.

"Kembalikan semua dana dan batalkan kerjasma proyek selatan dengan berndard andriego, beri ganti rugi yang pantas untuknya karna pemutusan kerjasma sepihak" ucap Zhafira tanpa jeda dan langsung mematikanya.

Meka hanya terdiam melihat Zhafira yàng masih tersulut emosi, lift terbuka dilantai 1 lobi hotel Zhafira berjalan menuju pintu keluar.

"ZHAF" terikan dari seorang pria yang tengah duduk disofa lobi hotel.

Zhafira pun mencari asal suara, dan benar Zhafira mengenalnya tanpa ragu mendekatinya, merka berpelukan meka masihh mengekori Zhafira berdiri dibelakangnya.

"Max,,ap yang kau lakukan disini" ucap Zhafira sumringah melupakan kejadian menyebalkan tadi.

"Sedang menunggu seseorang" jawab max pria bertubuh kurus mata sipit dan berkaca mata.

"Meka, kenalkan ini max, dan max ini meka patner kerja ku" yah Zhafira selalu menyamakan temannya tanpa membedakan status nya.

Max adalah teman masa kecilnya sekaligus tetangga mereka bertemn sudah sedari kecil bahkan Zhafira selalu menggap max adalah saudaranya karna usia yang sama dan satu satu teman yang tak memanfaatkan kekayaan Zhafira waktu kecil, max adalah ahli it programer terbaik, bekerja dengan seorang bos besar setau Zhafira.

"Zhaf bagaimana kabar om stevanus"

"Baik, kapan kapan main lah papah pasti senang kau temui"

"Ehem ,,," sura deheman dari pria yang berdiri disamping Zhafira.

seketika Max berdiri dan sdikit menunduk, Zhafira pun mendongak memandang suara disampingnya.

"Derik" sahut Zhafira dengan muka masam kembali dan memandang Max yang begitu sopan berhadapan dengan Derik.

"apa kau bekerja dengan nya max"

"Iya zhaf dia bos ku"

Zhafira kembali duduk dengan melipat tanganya di depan Max juga kmbali duduk dan Derik menghempaskan badannya disamping sambil memeluk bahu Zhafira.

"Ada hubungan apa kau max dengan wanita ku"

"Chh,, aku bukan siap siap mu derik" bantah Zhafira.

"Dia teman kecil saya bos"

"Tunggu, apa sebenarnya kau yang melindunginya saat kabur 6 tahun lalu max" dengan wajah dingin Derik.

"Maaf bos" ucap Max menunduk.

"Kau ku bayar tapi kau menyembunyikanya dari ku" geram Derik.

"kau dibayar berapa sampai hati menghiantiku"

"Itu loyalitasnya terhadapku, kau jangan keras terhadapnya" jawab Zhafira.

"Atas dasar persaudaraan bos" ucap Max santai.

"Jika ada yang lebih cerdas dari otak mu ku pastikan kau habis hari ini max" geram Derik namaun Max adalah salah satu tim progremer terbaik diperusahannya.

"Aku harus pergi, see you max " ucap Zhafira menghilang dari balik pintu dikuti Meka dibelakangnya.

1
MomZiee
kereeen
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir, semangat terus berkarya, salam dari Menikah muda 😊🤗👍💜
Yun'@_Miu
like
Yun'@_Miu
like 👍
Yanti Agejul
keder keder loe......
Hasni Ahsan
😍🥰
Hamba Allah
mampir Thor atas nama cinta Karya pertama kuuu niii
Nurul Masnunah
awal cerita bagus
pertengahan cerita sedikit bosan
dilanjut karena penasaran endingnya ternyata bagus ceritanya, mungkin karena kurang menikmati saja saya hehe...
tatanan bahasanya keren
Yun'@_Miu
like 👍
Nurul Masnunah
terlalu banyak lelaki yang menginginkan satu orang wanita..
ceritanya bagus tapi kayanya hanya berputar² di peran laki² yang memperebutkan zafira
agak bosan sedikit sampe sini hehe
Nurul Masnunah
ceritanya bagus.. baru singgah baca di novel ini, mungkin kurang promosi ya..jadi yang singggah belum banyak
semangat aja Thor berkarya
Ida Saidah
knp gk sembunyi d ats pohon nenk bos
Yun'@_Miu
like 👍
Putri ava
♥️
Jujuk
like like
Jujuk
like
Jujuk
lanjut kak
Chacha
lanjut tour cerita nya
Dhina ♑
Nasi gorengnya bikin gagal fokus, jadi laper
Dhina ♑
mengapa pensiun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!