NovelToon NovelToon
TIGER'S

TIGER'S

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Harem / Bad Boy / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Karena kecerobohan seseorang Camelia harus mempertahankan hidupnya dari kejaran para penjahat yang menginginkan sesuatu didalam tubuhnya. Dia tidak sengaja menelan sebuah microchip yang berisikan informasi penting untuk para penjahat kelas kakap di seluruh dunia dan mengancam nyawanya. Melibatkan Sang Putra Mahkota keluarga bangsawan Albarack yang ternyata menjadi pelaku utama atas kecerobohan ini.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa yang akan dilakukan sang putra mahkota Albarack pada Camelia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiger's Bab 31

Dahliara tidak tenang saat melihat hujan turun semakin deras. Beberapa menit yang lalu dia memerintah tiga orang pengawal untuk mengikuti Tiger tanpa sepengetahuan putranya, ibu dari satu orang putra itu merasa khawatir kalau Tiger pergi sendiri mencari Camelia.

Dahliara sendiri terlihat mondar-mandir sembari menatap penuh harap ke arah pintu gerbang yang masih tertutup rapat. Tidak jauh darinya ada Lionel serta anggota keluarga Albarack lainnya tengah duduk, mereka tidak bisa berbuat apapun atau melarang Dahliara mengkhawatirkan dia anak muda yang saat ini belum kembali ke istana.

"Sudahlah Sayang, nanti mereka pasti pulang. Kita akan tahu alasan gadis itu memilih pergi dari sini," Lionel mencoba menenangkan, walaupun nyatanya itu tidak berhasil.

Belum sempat dia mendekati Dahliara, wanita yang berstatus sebagai istrinya itu terlonjak dan berlari menuju pintu utama saat melihat sebuah motor sport diikuti oleh mobil jeep hitam masuk kedalam kawasan istana Albarack. Rasa khawatirnya menguap, tapi belum hilang sepenuhnya terlebih melihat kondisi kedua anak remaja yang dia nantikan kedatangannya sejak tadi.

"Astaga, kamu kemana aja Sayang? Kenapa pergi dari sini?!" Dahliara langsung memberondong remaja perempuan yang baru saja turun dari motor sport sang putra. Keadaannya yang menyedihkan membuat dirinya lemas, seluruh pakaian sang gadis basah kuyup serta wajahnya sayu dan pucat.

"Mama tanya saja sendiri! Lain kali tidak perlu mencarinya, biarkan dia pergi kalau memang ingin pergi!" Tukas Tiger tajam, ekor matanya melirik pada Camelia yang masih tertunduk lesu dan pucat.

"Sialan!" Desisnya.

BRAAKK...!

Tanpa hati Tiger membanting helm yang di genggamnya, benda dengan harga jutaan rupiah itu sama sekali tidak tergores apa lagi hancur walaupun sudah di lemparkan begitu keras. Sang pemilik melenggang pergi dengan emosi yang belum stabil, sedangkan kedua perempuan didekatnya terkejut bukan main. Dahliara bahkan terpekik keras, dia segera memeluk Camelia saat melihat Tiger membanting helmnya tanpa aba-aba.

Dahliara pikir putranya akan menyakiti Camelia, tapi sepertinya walaupun benda lain yang menjadi sasaran kemarahannya tetap saja Camelia merasa dirinya lah yang saat ini di banting seperti itu oleh si Macan.

"Ayo kita masuk, ganti baju kamu setelah itu baru kita bicara." Dahliara membawa Camelia masuk, dia tidak peduli dengan lantai istana yang basah karena air hujan yang menempel di tubuh sang gadis.

Akan ada pelayan yang membersihkannya nanti,, begitu pikirnya.

Saat sampai di ambang pintu mereka di sambut oleh keluarga Albarack, Jiddah Yasmine dan Permaisuri Oceana atau Shena mengambil alih Camelia dan memberikan isyarat pada Dahliara agar menyusul Tiger.

Mereka tidak ada yang berani menyusul remaja pria itu ke kamarnya, Lionel yang hendak melangkah mengikuti Tiger pun di cegah oleh Jiddah Yasmine karena wanita tua itu tahu menantunya tidak akan berhasil membujuk sang cucu.

Tiger tengah marah saat ini!

Tanpa menunggu lagi Dahliara bergegas menyusul putranya setelah menyerahkan Camelia pada Mommy serta kakak iparnya. Dia tahu kalau saat ini Tiger pasti tengah melampiaskan emosinya, entah dengan cara apa, Dahliara berharap Tiger tidak melakukan hal yang berbahaya.

Tanpa mengetuk Dahliara masuk kedalam kamar. Dia bernapas lega saat melihat kondisi kamar masih rapih, tidak ada satu barang pun yang rusak. Berarti Tiger masih bisa mengendalikan emosinya, dengan langkah pelan Dahliara semakin masuk, matanya terus saja memindai setiap sudut ruangan hingga tertuju pada pintu kamar mandi yang terbuka tapi ada suara air yang mengalir.

Tiger berada disana!

Dahliara mendudukkan diri di kursi belajar putranya, matanya memindai barang-barang kesayangan Tiger yang tertata rapih disana. Bahkan ada beberapa piala serta piagam yang pernah Tiger dapatkan, bukan hanya dari sekolah melainkan ajang sebuah balapan resmi yang dikuti nya beberapa bulan yang lalu. Tapi setelah Tiger kelas 3 dan sebentar lagi akan lulus, dia mengurangi kegiatan itu.

"Kenapa Mama disini?"

Dahliara terlonjak, dia memejamkan matanya sejenak untuk menetralkan detak jantungnya yang meningkat. Kemunculan Tiger yang tiba-tiba membuatnya terkejut setengah mati, Tiger dan Lionel memang tidak ada bedanya selalu datang tanpa mengeluarkan suara.

"Memangnya Mama enggak boleh masuk kekamar anak Mama sendiri?" Dahliara membalikkan pertanyaan membuat Tiger berdecak.

Remaja pria yang hanya menggunakan sepotong handuk itu melewati Dahliara begitu saja. Dia meraih handuk kecil yang ada di atas tempat tidur lalu menggosokkan benda itu di kepalanya.

"Tiger, Mama tahu kalau kamu sedang-,"

"Mama tahu kalau aku sedang marah, terus kenapa Mama kesini? Harusnya Mama temani saja gadis itu, tidak perlu kesini!" Tiger menyela cepat. Dia berbicara tanpa menatap kearah sang Mama, Tiger tidak cukup berani melihat wajah Mamanya saat ini.

Kalau dirinya melihat raut wajah Dahliara yang sedih, pasti tidak akan tega menumpahkan semua kekesalannya.

"Mama lebih sayang pada gadis itu kan dari pada aku! Sudahlah, aku mau tidur kepalaku pusing sekarang!" Imbuhnya lagi tidak memberikan kesempatan pada Dahliara membuka suara. Tiger melemparkan handuk ditangannya ke sembarangan arah, bahkan dia sama sekali tidak mengganti handuk dengan pakaian layak.

"Sayang, enggak gitu. Kamu salah menilai Mama, Mama sama sekali enggak pernah-,"

"Terus apa sekarang?! Mama selalu saja menyalahkan ku sejak awal mengenal gadis itu, padahal bukan aku saja yang harus bertanggungjawab dengan semua ini. Papa pun turut andil, Lukas dan Emmir juga, tapi Mama malah menyuruhku untuk menikahinya sebagai rasa tanggungjawab! Ini tidak adil Ma, kenapa bukan Lukas atau Emmir saja yang menikahinya?!" Tiger melupakan semua isi hatinya. Jujur selama ini dia masih gamang, ragu bahkan sangat tidak setuju dengan keputusan sang Mama.

Terlebih dirinya lah yang selalu dipersalahkan disini, bahkan Sang Papa sama sekali tidak membelanya dan menolak keputusan Mamanya, padahal pria itu juga memiliki andil kuat dalam masalah ini.

"Saat dia memilih kabur dari sini, aku juga yang disalahkan. Kenapa Ma! Kenapa Mama seperti ini sama Tiger, apa Mama benar-benar mau Tiger pergi dari sini setelah menikahinya!" Tiger yang kalut semakin tidak terkendali, dia terus saja melontarkan kata- kata yang sama berulang kali. Keputusan yang diberikan Dahliara sepertinya cukup membuat dirinya kalut setengah mati, menikah muda tidak ada di jadwalnya. Liara bergeming, dia tidak mencegah apapun yang dilakukan Tiger saat ini, dia membiarkan sang putra berbicara kesana kemari mengungkapkan apa yang tersimpan di dalam hatinya selama ini.

"Baik, Mama enggak akan maksa kamu lagi buat nikahin Camelia sebagai rasa tanggungjawab. Tapi ingat, jangan pernah berharap apapun setelah masalah ini selesai, kamu enggak bakalan dengar atau tahu kabar Camelia selajutnya. Mungkin ide kamu bisa Mama manfaatkan, ya kamu benar sepertinya Mama bakalan jodohin dia sama cowok yang lebih bertanggungjawab juga gentle dan enggak pengecut, masih banyak kok pangeran Dubai yang pasti mau sama Camelia. Sekarang kamu ganti baju, terus turun dan makan. Mama enggak mau dianggap jahat sama anak Mama sendiri karena enggak nawarin makan!" Setelah mengatakan itu Dahliara berbalik. Berusaha menahan air matanya didepan sang putra ternyata sangat sulit, hingga akhirnya tangisannya tumpah saat pintu kamar Tiger tertutup rapat setelah dirinya keluar.

Dahliara memang tidak bisa menyalahkan Tiger sepenuhnya kalau putranya bersikap demikian, dia tahu kalau Tiger pasti tertekan selama ini dengan permintaannya.

"Dia membuatmu menangis?" sebuah suara bariton terdengar.

Lagi-lagi Dahliara tersentak, dia segera mengusap air matanya saat melihat Lionel tengah menatapnya tajam. Dahliara berusaha tersenyum dan bersikap baik baik saja, tapi sepertinya Lionel sudah tidak lagi bisa di bohongi.

"Aku enggak apa-apa benaran. Tadi aku cuma khawatir sama Tiger, ayo kita turun, kamu belum makan mal- SAYANGGGG...!" Pekikan diakhir kalimat terdengar dari mulut Dahliara saat melihat Lionel mendobrak pintu kamar Tiger dengan kasar.

Dia tahu Lionel tidak akan percaya begitu saja, Dahliara semakin panik dan khawatir kalau suami serta putranya akan terlibat adu mulut bahkan adu tinju karena masalah ini.

Dirinya harus bisa menjinakkan kedua makhluk ganas itu!

BERSAMBUNG...

SEE YOU TOMORROW😘😘😘

1
Diana Dwiari
ih ....buat apa punya saudara banyak di indo termasuk polisi jika kamu ga bisa nemuin dg cepat....
Diana Dwiari
ngapain susah2 cari alamat....bukannya bisa dilacak melalui mikrochip ditubuh Camelia....pada lupa ya
Diana Dwiari
Weh....meski diam tapi tetap perhatian.....
Diana Dwiari
Adam ya
Sherly Neovita
🥰🥰🥰🥰🥰
alpaca_09
ada ga sih novel nya om raga
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
udah tamat aja thor, masih kurang babnya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuuhhh ga kelar² bahaya ngintai Camelia dan bayi'nya dong.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aduuuhhh itu Ambu kasihan mamah Dahliara...heboh bener.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Aamiin ambu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Werrrr... Anak macan nerkam.🫣🫣🫣💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
harusnya mau sih karna nafkah bathin itu tujuannya bukan hanya untuk ngeluarin chiff itu aja tp sudah kewajiban kamu Camelian sebagai istri menuhin kebutuhan biologisnya Tiger sebagai suami mu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Azka ada² saja pencair dibsaat lagi tegang²nya suasana, mentang² bos cabe itu cabe di bawa² trs.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Emmir sama Lucas kah yg nyususl.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kemal thor bukan Kenan.. ada beberapa typo jadi kadang bacanya sambil mikir teka teki nyambungin.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
cieee ada yang mulai baper di belain Cuami Anak macan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
saaahh juga Anak singa sama Camelia, siap² di terkam aja tar pas sepi kamu Camelia.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
gkgkgkgk lucu anak singa kalau udah mulai bucin garang sama galaknya entah pergi kemana malah tingkahnya sekarang jadi kayak anak kucing.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya ketemuan juga... bakal jd nikah dadakan gemparin kampung ini mah, apa lagi kalau musuh bebuyutan tau pasti tambah iri.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jeng jeng jeneengng... bakalan jadi ketemu ga Tiger sama Camelia ya.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!