NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Menjadi Vampir Di Dunia Lain

Reinkarnasi Menjadi Vampir Di Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Vampir / Epik Petualangan / Dunia Lain / Romansa / Fantasi Isekai / Light Novel
Popularitas:114.6k
Nilai: 5
Nama Author: Katsumi

Di sebuah dunia yang bernama Envend dipenuhi oleh pertumpahan darah, kekacauan, kesedihan, kemarahan, kebencian, ada begitu banyak ras yang hidup dan selalu bertarung. Tak ada yang namanya perdamaian, ketenangan, hidup nyaman.

Karena pertarungan terus-terusan berlangsung tanpa akhir, para Dewa mengirimkan pemuda ke dunia itu. Memberinya kekuatan serta merubah rasnya menjadi seorang vampir, sebuah ras yang belum ada di dunia itu. Ras baru, kemampuan yang tak dikenali, kekuatan yang besar, semua itu akan menjadi bekal bagi pemuda itu.

Apakah ia bisa membawa perdamaian di dunia yang dipenuhi oleh kebencian itu? Petualangan seorang Vampir untuk membawa perdamaian dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katsumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 : Mencoba Untuk Percaya

Malam berlalu, pagi hari pun tiba. Semua orang berbaris di lapangan untuk memulai latihan. Berbeda dengan kemarin, sekarang kelompok mereka mulai disusun sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Bisa dibilang, satu kelompok tingkat kekuatan semua individu dalam kelompok sama.

Ferisu kembali memanggil harimau yang ia panggil untuk latihan kemarin. Namun, harimau itu hanya akan melawan dua kelompok, sedangkan sisanya akan melawan monster rank-B yang dipanggil bersamaan dengan harimau itu.

Semua orang langsung bertarung sesuai dengan kelompoknya masing-masing, menghadapi monster panggilan tersebut. Waktu berlalu dengan begitu cepat hingga langit menjadi jingga. Ferisu menarik semua monster panggilannya dan pergi ke tempat yang sepi, memandangi matahari yang mulai tenggelam.

Licia yang melihatnya, berjalan mengikuti secara perlahan. Dari balik sebuah pohon, ia mengintip Ferisu yang memandangi matahari terbenam dengan wajah yang terlihat murung. "Dia kenapa?"

Ferisu menoleh ke arah Licia dan tersenyum miris. Ketika melihat raut muka itu, Licia berlari kecil menghampiri Ferisu dengan wajah yang begitu khawatir. Licia tahu betul raut wajah itu, ia tak ingin melihat seseorang yang menunjukkan raut muka itu lagi.

"A-ada apa?" tanya Ferisu dengan terkejut saat Licia tiba-tiba memeluknya.

"Jangan menyerah! Kamu adalah orang yang hebat! Selama ini tak ada satupun orang yang berhasil membuat tempat yang bisa dihuni oleh banyak ras, jadi jangan menyerah!" teriak Licia dengan lantang.

"Apa yang kau bicarakan?" tanya Ferisu bingung. Lalu ia melihat ke arah wajah wanita yang memeluknya, sorot wanita itu menatapnya dengan tajam seolah berkata, "Jangan berbohong!"

Ferisu menghela nafasnya. "Baiklah, aku mengerti! Apa kau bisa melepaskan pelukanmu?" ucapnya dengan sedikit jengkel.

"Eh?! Ah, maaf!" Licia langsung melepaskan pelukannya dan berjalan mundur satu langkah dengan wajah yang sedikit memerah karena malu.

Ferisu mengangkat kepalanya melihat ke atas dan mulai berbicara, menceritakan semua hak yang membuatnya khawatir. Baginya, menciptakan sebuah tempat yang bisa dihuni oleh banyak ras hanyalah tujuan awal yang tak memiliki niat yang serius, semata-mata hanya untuk kepuasan dan sebuah tugas.

Namun, bukan berarti Ferisu tak ingin melihat tempat yang damai tanpa adanya permusuhan. Hanya saja, dirinya kesulitan untuk mempercayai seseorang, hal inilah yang membuatnya khawatir. Jika dia bisa mempercayai mereka (para penduduk desa Heiwa) seharusnya kejadian seperti sebelumnya tak akan terjadi.

Kenapa dia tak bisa mempercayai mereka, apa karena kurangnya ikatan atau mungkin pola pikirnya yang berbeda. Ferisu yang berasal dari dunia lain tentunya memiliki pemikiran yang berbeda dengan dunia ini (Envend). Sama halnya dengan Alfred yang juga merupakan seorang reikarnator yang membawakan teknik pertanian dan peternakan yang maju.

"Kamu tinggal mencoba untuk mempercayai seseorang, misalnya diriku," ucap Licia sembari menunjuk dirinya dengan serius.

Ferisu hanya tersenyum simpul, mendengar ucapan Licia, lalu ia pergi meninggalkan Licia dan kembali ke tenda miliknya. Malam ini Ferisu berniat untuk tidur karena sudah cukup lama ia tidak tidur, perasaan kantuk sudah tak bisa ia tahan lagi.

Ke esokan paginya, semua orang sedang membereskan tenda mereka masing-masing dan berkumpul untuk melanjutkan perjalanan.

"Kalian carilah tempat yang sulit di datangi oleh orang lain, menetaplah disana sebentar. Aku akan pergi sendiri menuju ke dungeon itu dan menaklukannya," ucap Ferisu dengan serius.

"Kenapa? Apa kami hanya menjadi beban bagi Anda?" tanya semua orang dengan wajah sedih.

Ferisu menggelengkan kepalanya, "Tidak, bukan itu maksudku. Tempat yang kita tuju sangatlah berbahaya, kalian yang belum bisa mengalahkan monster rank-B ke atas bisa apa? Aku akan kesana sendirian, aku... tak ingin kehilangan siapapun lagi."

Mendengar hal itu semua orang terdiam, mereka menundukkan kepalanya dan menerima apa yang dikatakan oleh Ferisu.

"Tapi, aku juga tak bisa meninggalkan kalian begitu saja tanpa keamanan, aku tak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali."

"Apa Anda akan memberikan sebotol darah lagi sebagai alarm peringatan bahaya?"

"Tidak, aku akan memasang lingkaran sihir yang membuat dinding penghalang."

"Bagaimana jika sihirnya menghilang?"

"Tenang saja, aku akan memasukkan 80% energi sihirku ke dalam lingkaran sihir, setidaknya itu akan bertahan kurang lebih selama 2 bulan."

Mendengar hal itu semua orang menjadi tenang, mereka setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ferisu. Saat ini mereka semua memasuki hutan dan memperluas tempat dengan cara menebang pepohonan untuk membuka lahan. Di tengah-tengah, Ferisu menggambar lingkaran sihir dan memasukan energi sihirnya untuk menciptakan sebuah penghalang yang kuat.

"Dengan begini seharusnya aku bisa pergi tanpa rasa khawatir," gumam Ferisu sembari mengelap keringat yang ada di dahinya dengan tangan kanan.

Saat itu Licia datang menghampirinya. "Ferisu-sama... ," panggilnya lirih.

Ferisu menoleh kebelakang, melihat Licia yang berdiri menatap dirinya. "Ada apa?" tanya Ferisu.

"Apa aku boleh ikut? Ah, tidak, maksudku aku ingin kembali ke desaku, tempatnya searah dengan tempat yang kamu tuju," ucap Licia.

"Aku mengerti, aku akan menghantarmu kembali ke desamu."

 "Terimakasih."

Ferisu berjalan keluar dari penghalang dan menembakkan sebuah sihir tingkat menengah, sihir itu berhasil terhalang dan tak bisa menghancurkan dinding sihir yang mengelilingi tempat itu.

"Bagus!" serunya dengan rasa puas. Ferisu berjalan masuk kembali dan berpamitan dengan semua orang, tapi ada beberapa orang yang ikut dengannya.

Licia (elf), Shiro (Catsith), Kurumi (Bunny), mereka bertiga akan ikut bersama dengan Ferisu, mengingat kemampuan mereka yang cukup baik dalam bertarung.

Kombinasi antasa Kurumi dan Shiro cukup baik. Shiro yang merupakan seorang catsith memiliki kemampuan bertarung yang cukup tinggi karena pergerakannya yang lincah serta insting yang kuat. Sedangkan Kurumi yang memiliki kemampuan langka (mata sihir yang dapat melihat masa depan) kemampuannya memang kuat, namun Kurumi belum bisa mengendalikannya sepenuhnya.

Saat ini ia hanya bisa melihat lima detik masa depan yang dapat membantunya menghindari serangan ataupun mengetahui apa yang ingin dilakukan lawannya. Terkadang ia juga bisa memimpikan masa depan yang jauh, namun hal itu bisa di ubah ataupun tidak.

Shiro sebagai prajurit garis depan, sedangkan Kurumi sebagai ahli strategi. Dalam tim mereka sebelumnya juga ada Licia yang menjadi pendukung, penyerang jarak menengah dengan busur panah yang dikombinasikan dengan sihir elemen angin.

Perjalanan mereka dimulai, meninggalkan semua orang di kedalaman hutan dengan dinding pelindung sihir yang kuat. Saat berjalan keluar dari padang rumput dan hutan mereka sampai di sebuah kawasan yang digenang oleh air, rawa.

...Pesan Author...

Sorry ya lama gak update, author cukup sibuk di rl sama ada kendala akun yang gak bisa login juga kemarin. Nanti Author usahain buat update kayak sebelumnya 1 hari 1 chapter, tapi jika ada kendala mungkin 2 atau 3 hari 1 chapter updatenya.

Kurang lebih author mohon maaf karena gak bisa up, toh author juga manusia gak luput dari kesalahan.

1
abdillah musahwi
kok jejak Ban 🤔
Kay
hmmm
Kay
Hmm
Kay
hmmmm
Kay
hmm
azkar044
ditunggu lanjutannya Thor👍
4You
wahai Author knp cerita ini gk ada lanjutannya
4You: oalah udh drop ternyata
total 2 replies
Kaisercipta
Lanjutkan Karyamu Author
fadyla Nurulroro
lanjut thor ceritanya menarik aku tunggu 🥰🥰🥰
Fana Yuki
lanjut thorr semangat
jancookk
wah ini mah tensei..beda nih tensei slime dan Mc nih vampire itu jg perempuan..
Momon-Sama
ya jangan kehilangan semangat!!
Momon-Sama
yg penting gak cabul bang 😅
AnS Duo
Jadi inget empire gw di stellaris. Gw pake ethic authoritarian, xenophile ama militarist. Jadi kayak lu harus akur kalo enggak lu mati. 😅
SweetiePancake
minum darah wanita ternyata malah ngebuatnya berevolusi/Scare/
SweetiePancake
sebuah dinding besar yang merupakan puncak pertahanan, namun disetiap dinding yang ada didalamnya terdapat beberapa pemukiman ras yang memiliki 1 ras disetiap 1 dinding, dengan ras manusia yang berada di dinding terdalam
SweetiePancake
ya wajar, lu kan bukan ras manusia melainkan pampir ;]
SweetiePancake
kalau pahlawan itu utusan dunia, sedangkan yang dimaksud legenda itu jelaslah utusan para dewa. Karena ras baru jelas merupakan kehendak dewa, berbeda dengan pahlawan yang dipanggil oleh suatu kerajaan untuk menyelamatkan dunia
SweetiePancake
bukannya beda?
SweetiePancake
Tiap komik/anime yang kalau mcnya dipanggil kedua lain ( bukan kerajaan yang bertindak tapi dewa ) selalu saja latar awalnya dibawah pepohonan. Sekali-kali kek muncul di pantai atau ga di pintu masuk goa /Hey//Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!