seandainya suara - suara semangat di ujung Telepon sana, bisa aku tukar dengan kata "Hallo " dari Ibuku,mungkin akulah wanita yang paling berbahagia didetik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kumala Nainggolan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERADU PANDANG
Ikan itu sangat lucu ." ucap Meilin dengan girang . Jari telunjuknya yang mungil menunjjuk pada Ikan kecil-kecil berwarna merah cerah , yang ada didalam Kolam Ikan minimalis pada Rumah tersebut . Wajahnya tampak seperti anak kecil yang tengah kegirangan ketika melihat ikan - ikan kecil tersebut . Ketika mommy nya Robert mengajak Meilin berjalan - jalan mengelilingi taman , yang terletak dibelakang rumah mereka , dan tak sengaja melintasi kolam ikan tersebut yang tampak tidak begitu luas , tetapi lumayan banyak ikan- ikan kecil dan besar didalamnya dengan berbagai jenis.
Jika hari libur , menginaplah disini sekali sekali . Lalu pada pagi hari , kamu boleh membantu saya memberi makan ikan - ikan tersebut ." canda Beate , sedikit menggoda Meilin.
beberapa menit yang lalu , Meilin tidak enak hati untuk menolak permintaan wanita tersebut , untuk menemaninya keliling taman kecil tersebut.
Sering - sering lah bertandang kesini Ibu Meilin . Anggap saja Rumah sendiri . " ucap Wanita itu lagi , yang adalah bernama Beate , Mommy nya Robert.
Baik Bu , dengan senang Hati ." ucap Meilin tersenyum pada Beate sambil merangkul tangannya . Terlihat ada kebahagiaan disana.
Walaupun Wanita itu sudah berusia kepala Enam , tetapi ia tampak masih strong dan enerjik . Kulit wajahnya juga hanya memiliki sedikit garis - garis halus , yang menandakan ia tidak terlihat setua umurnya.
Maaf ya nak Meilin , saya mengundang anda pada jam kerja !" ucap wanita itu lagi , sambil mengelus - elus punggung tangannya Meilin.
Tidak apa-apa Bu ." jawap Meilin lagi .
Baiklah...jalan- jalannya sudah cukup ya Nona - Nona cantik ." seru Robert , sambil memeluk wanita itu dari belakang , lalu mencium wajah Ibunya tersebut.
Tidak kah ada waktu sedikit lagi untuk kami berbincang - bincang Pak General Manager ? " tanya Beate dengan candanya , sambil menyentuh wajah Robert , Anak Sulungnya itu.
Kami harus kembali bekerja Nyonya , sebelum Owner kami memergoki kami sedang lari dari pekerjaan ." sahut Robert lagi pada Ibunya itu.
Meiilin sedikit mencuri pandang atas kemesraan ibu dan anak tersebut.
Hmmm...ternyata Pak Robert terlihat sangat begitu manis ." bathin Meilin terkesima.
Ditempat kerja ia begitu sangat dingin . Tetapi dirumahnya ia sangat hangat pada keluarganya ." bathin Meilin lagi.
Tampak Meilin terpesona akan keramahan pria tampan yang berada didepannya itu , bersama dengan ibunya.
Wanita itu tampak tersenyum manis pada anak Sulungnya tersebut , menandakan betapa bangganya ia memiliki anak seperti Robert.
Sering - seringlah mengajak Ibu Meilin kerumah kita nak ." kata wanita yang memiliki wajah kebarat - baratan itu , memandang pada Meilin , kemudian berpaling arah memandang Robert lagi secara bergantian.
Iya Mommyyyyy....lain kali aku akan aja Ibu Meilin lagi ya ." kata Robert , sambil mencium mesra kening wanita itu .
Tetapi untuk detik ini kami harus kembali ke Hotel sekarang ." kata Robert lagi , tersenyum manis pada Ibunya itu.
Meilin pun berpamitan dengan Daddy nya Robert.
Hmmm , saya tidak melihat tuan Hebrew..." tanya Meilin melihat kearah ruang keluarga , tempat dimana Meilin meninggalkan tiga pria itu tadi , yang tengah berbincang - bincang , ketika Beate mengajaknya berkeliling taman pada rumahnya tersebut.
Hebrew kembali ke Rumah Sakit , ada panggilan darurat dari Rumah Sakit , jadi ia tidak sempat untuk berpamitan ." kata Robert menjelaskan.
Baiklah..." sahut Meilin.
Robertpun mencium kedua pipi wanita yang melahirkannya itu , lalu berpamitan.
Meilin dan Robert naik kemobil , lalu melambaikan tangan pada kedua orang tua tersebut.
Mobil itu pun melaju kearah Hotel , tempat dimana mereka bekerja.
Hmmm..betapa hangatnya Keluarga itu ! " guman Meilin dan melirik pada pria disampingnya itu .Ternyata Robert juga kebetulan akan memandang Meilin , sontak mereka berdua kaget karena sudah saling pandang.
Dengan secepat Kilat mereka pun berpaling kembali , lalu masing - masing melihat kearah jalan.
Jantungku tidak karuan menatap mata itu !" bathin Meilin
Tatapan Bola mata berwarna coklat itu sangat mendebarkan jantungku ." bathinnya lagi , dengan jantung berdebar -debar.
Baru kali ini Meilin memandang matanya dengan jarak yang begitu dekat.
Bahkan Meilin merasakan tiupan napas Robert mengenai wajahnya dengan terasa hangat.