Jodoh manusia tiada yang tahu, kadang kita menganggap cinta harus memiliki meski nyatanya semuanya telah diatur dan diluar kendali manusia itu sendiri
pria tampan berusia tiga puluh lima tahun yang sudah menyandang status duda beranak satu,
memutuskan untuk merawat dan menjaga anaknya sendiri setelah berpisah dari orang yang dicintainya
Raditya tak lagi ingin menikah karena tak mau anaknya mempunyai ibu tiri yang banyak diceritakan orang sebagai ibu yang kejam.
namun akankah radit tetap pada pendirianya ataukah akan ada wanita yang mampu meluluhkan hatinya dan juga anaknya.
selamat menikmati cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
istri ngambek
"pa, ma besok maura ambil raport, mama sama papa bisa datang kan?" ucap maura memelas
ini kali pertamanya mengambil hasil ujiannya dan memiliki orang tua lengkap
"pasti dong, mama akan datang sama maura besok!" jawab yasmin pada maura
"papa gimana?" barra tak memberikan jawaban hanya diam saja sejak tadi
"buat kalian berdua apa sih yang ngga papa lakukan!" jawab barra so sweet
"ahhh yang bener! Kalau liburan boleh kan ya?
Maura mau ikut mama kerumah nenek ngga?" sindir yasmin
Sejak menikah keduanya belum benar-benar menikmati masa bulan madu dan libur kerja
Barra masih saja sibuk dan kini sudah hampir satu bulan lamanya
Yasmin tak diajaknya pergi atau sekedar piknik keluarga
"mama mau pulang kampung emang?
Boleh juga kalau maura libur, kita bisa pergi kesana
Nanti papa ambil cuti! Apa kalian setuju?" tanya barra seolah mengerti yasmin ingin mengunjungi orang tuanya
"mau pa, maura mau ke rumah nenek dan kakek!" sahut maura dengan hati senang
"kalau mama?" tanya barra dengan menatap yasmin
"aku sih yes!" jawab yasmin dengan nada datar
"tapi, jatahnya double ya kalau mas ambil cuti!" bisik barra ditelinga yasmin agar tak terdengar oleh maura
"masss!" reflek yasmin berteriak dan memukul punggung barra
"auuu maura papa dipukul mama!" barra mengadu pada maura berpura-pura kesakitan
"papa nakal sih buat mama marah!" ucap maura membela yasmin
Yasmin menjulurkan lidahnya meledek barra
"awas ya kalian, papa kurangi uang jajannya!" ancam barra
Dan ia melupakan sesuatu
"ya ampun! Mas lupa! ayo ikut,
Maura sama mba mia dulu ya. Papa ada urusan penting sama mama" ucap barra lalu menarik yasmin
Yang kebingungan
"oke pa!" jawab maura yang tak pernah rewel san selalu patuh ucapan papanya
"mas, tunggu dulu! Ini ada apa sih?" yasmin tetap mengikuti suaminya yang mengajaknya masuk.ke dalam.kamar
"mas jangan sekarang, kan bisa nanti malam mas!" ucap yasmin kesal
Padahal sekarang cukup jarang bermain dengan maura
Karena papanya yang lebih mau banyak ditemani
"kamu bicara apa sih sayang! Ayo duduk dan jangan kemana-mana!" barra meninggalkan yasmin duduk di sofa yang ada dikamarnya
"mas!
Mas aku keluar ya. Lama banget sih ngapain?"
Yasmin menghampiri barra yang tak bersuara
Yasmin khawatir pada suaminya.
"mas ada apa?" yasmin menemukan barra sedang membawa sesuatu
"kan mas bilang suruh duduk aja! Ayo" barra menuntun yasmin dan menariknya agar duduk dipangkuan barra
Bak film bollywood
"ini pegang!" barra mengambil sebuah kartu pipih berbentuk kotak
"buat apa mas?" tanya yasmin makin bingung
"maaf mas baru menyadari ternyata nafkahnya belum sempurna,
Ini tiap bulan limitnya lima puluh juta
Bisa buat kebutuhanmu, maura dan apapun yang kamu mau" barra menjelaskan fungsi kartunya
"ini satu lagi, kalau ada keperluan dapur atau sehari-hari san gaji para karyawan di rumah!
Setiap bulan mas tranfer lima puluh juta, kalau habis tinggal bilang aja!" barra memeberikan total dua kartu pada istri barunya
"mas ini banyak banget, aku masih punya tabungan kok!" tolak yasmin
Dirinya menikahi barra bukan uang semata dan ia merasa tak enak
Jika barra memberikan uang bulanan berlebih
"ini tak seberapa sayang, tabunganmu simpan saja hidupmu saat ini dan selamanya adalah tanggung jawab mas.
Jadi terima ini dan gunakan dengan baik.
Atau mas akan marah jika kamu tak mau menerima nafkah dari mas!" barra meletakan dompetnya di meja dan memeluk yasmin
"terima kasih ya mas, aku akan kelola uang ini dengan baik!" jawab yasmin
Sekilas yasmin melirik dompet barra yang teegeletak
Raut wajahnya berubah seketika
"makasih aja nih! Ngga di cium atau dikasih Dp buat nanti malam?" goda barra
Namun yasmin tetap.diam tak seperti biasa akan protes atau memukulnya jika barra menggodanya
"aku mau liat maura dulu mas, besok apa aja yang perlu dibawa!" yasmin melepaskan pelukan barra dan beranjak meninggalkan barra begitu saja
"sayang! tunggu!!" barra memanggil pun tak dihiraukan oleh yasmin yang sudah keluar pintu kamar
Lalu masuk ke kamar maura
Barra mengira istrinya tak mendengar panggilannya
Memang yasmin sangat menyayangi maura, sehingga tak ada perasaan apapun mencurigai perubahan sikap yasmin
"sayang, mama boleh tidur disini malam ini?
Takut besok kesiangan ngga ada yang bangunin!" ucap yasmin pada maura
"boleh mama! Maura senang sekali mama mau bobo sini!" maura memeluk yasmin dan meminta di ceritakan dongeng
Barra yang ditinggalkan yasmin cukup lama akhirnya keluar dari kamarnya dan mencari ke kamar maura
Barra tak jadi masuk.saat melihat adegan romantis antara anak dan ibu yang sangat mengharukan
Barra kembali ke kamarnya menunggu yasmin kembali.
Hingga tengah malam barra masih terjaga dan tak kunjung datang istrinya
Ia beranjak melihat yasmin dan maura, keduanya telah tertidur lelap
Barra mengangkat yasmin ke kamar dan meminta pengasuh maura untuk tidur menemani anaknya
Yasmin yang telah lelap tak sadar jika kini sedang melayang di udara karena di gendong sang suami
terima kasih telah meninggalkan jejak komentar dan like
author sangat berterima kasih dan jangan ketinggalan banyak cerita lainya yang tak kalah seru,
jangan lupa mampir
/Heart//Heart//Heart//Heart//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Bara sang Duda yang lagi membara di bakar asmara🤣💝
atas support, saran dan kritik untuk author!
ada karya baru lagi loh baru rilis.
yuk kepoin kisah novel selanjutnya