Sekretaris lama bernama Indira Maheswari adalah sekretaris yang memiliki kompenten tinggi walaupun penampilannya tidak menarik.Dengan kacamata super tebal dan rambut yang selalu di ikat.Indira sangat tidak menyukai bos barunya anak dari bapak Abraham yang bernama Danish Bastian Abraham karena perlakuannya yang sering membawa keluar masuk wanita cantik dan sexy di kantornya.Begitupun dengan Danish yang tidak menyukai sekretarisnya yang cupu.
Danish akhirnya terperangkap dengan sekretarisnya karena rasa tanggung jawabnya sebagai seorang pria yang telah menghamili Indira.
yuk...guys baca dan nantikan per episodenya💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana pergi ke luar kota. umur24
...Warning...
...Untuk umur 24 tahun keatas...
...Mohon atas kebijakannya dalam membaca, jangan dilanggar!...
Akhirnya Danish dan Indira sampai di kediamannya setelah operasi mata Indira berhasil.
" Bagaimana sayang, apakah operasinya berhasil? " Tanya Rosa menghampiri Indira. Indira mengangguk sambil tersenyum bahagia. Akhirnya matanya bisa melihat dengan normal.
" Ini semua berkat mas Danish ma. Terima kasih mas, sudah menemaniku dan membawaku ke dokter mata." Ucap Indira kepada Danish dengan penuh terima kasih. Indira sendiri tak menyangka bahwa Danish sampai rela membuang waktunya untuk menemani Indira dari pagi sampai sore.
" Terima kasih doang? Jangan lupa jatah malamku!" Bisik Danish tepat di sebelah telinga Indira yang berhasil membuat pipi Indira langsung memerah karena menahan malu.
" Bisa- bisanya dia membahas hal seperti itu di depan mama dan oma! " Batin Indira, langsung gugup.
" E'hem... " Ucap Rosa sambil tersenyum mendengar Indira memanggil Danish dengan panggilan ' Mas' Dimana sebelumnya Indira memanggilnya ' Pak'.
" Ya sudah, ma, oma.. Kita istirahat dulu, takut Indira kecapean mulai tadi, dari pagi sampai sekarang Indira gak istirahat. " Ucap Danish sambil menarik tangan Indira ke kamar.
" Benar. Lebih baik kalian istirahat! " Ucap Brata senang melihat perkembangan mereka yang semakin lengket.
" Danish beneran istirahat loh!! Jangan lakukan aktivitas apapun lagi! " Teriak Rosa kepada Danish, melihat Danish terburu- buru, Rosa seakan tau niat sang putra membawa istrinya langsung ke kamar.
" E.. Mas..? Wah, ternyata putraku sangat hebat dalam hal menggait wanita! " Ucap Rosa.
" Bagus, sudah lama aku mendambakan keluarga seperti ini. Ditambah lagi, aku akan segera melihat cicit laki- lakiku! " Ucap Brata yang sebentar lagi akan menjadi buyut.
" Benar oma! Aku juga sudah tidak sabar Sebentar lagi aku akan mempunyai cucu. Aku tidak menyangka akan menjadi seorang nenek! " Ucap Rosa juga ikutan merasa senang karena akan menjadi seorang nenek.
...***************...
Benar saja dugaan Rosa, bahwa Danish bukan menyuruh istrinya istirahat, malah meminta untuk melayaninya. Sudah hampir satu jam lebih Danish melakukan hubungan intim dengan istrinya dalam satu ronde. Bahkan Indira pun sudah terengah- engah kehabisan tenaga karena Danish sendiri, sepertinya masih bersemangat.
" Ah.. Mas.. cu..cukup.. Mas..." Ucap Indira dengan nafas tersegal- segal. Indira sendiri sudah tiga kali mengakhiri klimaksnya.
" Sebentar sayangku! Lima menit lagi! Ah... " Ucap Danish dengan peluh yang membasahi seluruh tubuhnya karena permainan yang panas yang tengah berlangsung cukup lama.
Lima menit darimananya, fikir Indira. Sudah berapa kali Danish mengatakan jika akan mengakhirnya setelah lima menit, nyatanya Danish masih meneruskannya seakan tak kenal lelah bahkan terlihat semakin bergairah.
Indira sendiri sangat heran, jika suaminya sangat tangguh dan tahan lama. Setelah beberapa menit kemudian, akhrinya Danish mengakhiri hubungan intimnya dengan puas.
Danish langsung memeluk Indira dari arah belakang dengan rasa puas karena berhasil mencapai klimaks lagi.
" Sayang satu ronde lagi ya? " Ucap Danish yang membuat Indira sontak begitu kaget.
" Apa? Satu ronde lagi? Ini sudah ronde ketiga kalinya, dan dia menginginkannya lagi! " Batin Indira merasa syok. Indira mengerti jika malam ini dia harus berolahraga panas cukup lama karena sebelumnya Danish mengatakan besok dia akan pergi ke luar kota selama seminggu untuk urusan bisnis.
Tapi, tidak mungkin juga Indira melayaninya sampai pagi karena tenaga Indira sudah benar- benar terkuras. Berbeda dengan sang suami yang seakan tak kenal lelah.
" Mas, tapi anak kita? " Ucap Indira membuat alasan untuk menolaknya baik- baik, padahal perut Indira tidak bermasalah seperti sebelumnya. Dimana Indira pernah pinsan karena ulah Danish yang menyetubuh*nya dengan amat kasar.
Namun kali ini, walaupun Danish melakukannya dengan durasi lama dan berkali- kali, perutnya terasa baik- baik saja dan ada rasa nikmat dam juga bahagia. Tidak seperti sebelumnya, dimana ia merasa tertekan dan juga terancam sehingga ia pinsan waktu itu.
Indira benar- benar kewalahan sekarang dan sangat lemas. Yah walaupun Danish yang banyak bekerja dalam hubungan intim ini, karena Indira yang masih belum mahir dalam urusan ranjang dan karena kondisinya yang hamil.
" Aku akan melakukannya dengan pelan, besok aku akan pergi ke luar kota selama seminggu, aku harus menghadiri pembukaan kantor baru disana menggantikan ayah serta melihat perkembangan kantor disana. Ini tidak bisa digantikan oleh siapapun. Jadi kau harus memuaskanku dan berolahraga lebih banyak lagi sayangku! " Jelas Danish.
" Aku tau, sudah berapa kali dia mengatakannya! Tapi organ int*mku sudah panas dan p*rih! " Batin Indira merutuki suaminya.
Belum ada sepuluh menit beristirahat. Tangan Danish sudah merayapi organ int*m milik Indira lagi. Membuat Indira tidak habis fikir dengan stamina Danish yang sangat kuat menyetubuh* dirinya.
Dengan pasrah Indira kembali melayani nafsu sang suami. Toh, besok sang suami sudah tidak di rumah. Fikir Indira. Walaupun nafas Indira kembali terengah- engah bahkan tubuhnya sudah melemas namun berbeda dengan Danish yang sangat bertenaga dan bersemangat di belakang tubuhnya.
Malam sudah berganti pagi, tanpa pakaian satupun mereka masih tertidur pulas karena hubungan intim. Terlihat Danish memeluk Indira dengan hangat. Sekitar pukul 10 pagi suara alarm pun berbunyi, dan Indira terbangun. Tubuhnya masih lemas dan tak cukup tidur karena aktivitas malamnya.
" Mas bangun mas! Ayo mandi, nanti ketinggalan pesawat! " Panggil Indira berusaha membangunkan Danish yang memeluk tubuhnya dari arah belakang.
" Sudah jam berapa sayangku? " Tanya Danish dengan mata masih tertutup.
" Jam 10 pagi! " Jawab Indira.
" Apakah perutmu baik- baik saja? " Tanya Danish mengkhawatirkan kondisi janinnya karena aktivitas malamnya yang lama, bahkan mereka baru tertidur jam 4 pagi.
" Ia aku baik- baik saja mas! Ayo segera mandi dan bersiap! " Ucap Indira.
" Bagus! Kurang satu jam lagi sayang! Aku harus menggunakan waktuku sebaik mungkin, bagaimana kalau kita... " Ucap Danish, sambil tangannya mulai merayap ke organ int*m milik istrinya.
Membuat Indira terkejut, karena nafsu kuat sang suami. Indira segera melepaskan diri dari cengkraman Danish yang akan melahapnya lagi. Bagaimana tidak, Indira baru saja bilang jika keadaannya baik- baik saja dan membuat kesempatan untuk Danish melakukannya lagi. Ternyata triknya, benar- benar tidak membahayakan sang bayi. Fikir Danish tertawa mesum.
" Tidak lagi! Ah, jangan mas! " Teriak Indira. Bagian bawahnya masih terasa panas dan cenut- cenutan, tapi Danish kembali berulah lagi.
" Mas, bagian bawahku p*rih.. Cukup mas! " Tolak Indira.
" Gak bakalan sayang! Kan ada pelum*s alami! Bentar saja. Tak akan lama, sisa waktuku 30 menit sayang! Rileks oke, biar gak sakit! " Bisik Danish. Indira hanya bisa pasrah ketika Danish sudah mulai menyatukan dirinya di bawah sana. Bahkan Indira juga tidak mampu melepaskan diri dari Danish yang mengcengkram pinggangnya.
Mereka kembali memadu kasih mengawali pagi dengan erangan tertahankan. Dimana para penghuni rumah selain dirinya pasti tengah beraktivitas di luar kamarnya. Daripada malu, Indira menutup suaranya dengan mengigit bibir bawahnya. Dengan nafas yang terengah- engah.