Gadis bernama Bulan yang bekerja sebagai pemandu wisata di sebuah pulau terpencil mendadak berubah setelah diperkosa secara brutal di dalam sebuah gua oleh para turis yang ia pandu. Bulan hampir meregang nyawa sebelum setetes air dari dinding gua bagian atas jatuh dalam mulutnya. Setetes air yang dikira Bulan itu ternyata adalah darah terakhir milik Medusa yang jatuh ke Bumi.
Perubahan apa yang terjadi pada Bulan setelah meminum tetesan darah milik Medusa?
Apa yang akan Bulan lakukan pada para pemerkosanya?
Adakah orang yang mampu melawan kekuatan Medusa di tubuh Bulan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuil Suci Athena...
Pertarungan Sauze dengan Medusa berlangsung lama tapi belum ada tanda-tanda dari keduanya akan mengakhiri pertarungan tersebut. Raga Bulan mulai mengeluarkan darah dari hidungnya lalu semilir anging berhembus hingga membuat Medusa merasakan sesuatu dan lansung limbung ketika serangan dari Sauze berhasil menghempaskan jiwanya. Dalam gerakan cepat, Sauze mengambil guci pemberian Dewi Athena lalu membuka mulut guci dan mengarahkan langsung ke arah jiwa Medusa yang tengah terkapar.
Hap…
Sauze mengatur nafas kemudian berjalan menuju alamnya. Dia akan langsung menyerahkan guci tersebut ke tangan ayahnya dan Dewi Athena sebagai pembuktian dirinya sebagai keturunan Perseus. Sementara di tempat yang berbeda, Bulan muntah darah kemudian tergeletak tak berdaya sampai satu jam kemudian seorang pelayan berteriak histeris melihat seorang wanita terkapar di sana.
“Siapa dia?” gumam pria pemilik rumah. Pengaruh Medusa hilang seketika setelah jiwa Medusa tertangkap.
“Tuan yang membawanya ke sini. Tuan bilang kalau dia teman dari Tuan.”
Reyno, seorang pria yang dipengaruhi oleh Medusa di bandara kini kebingungan setelah pengaruh itu menghilang.
“Tuan, ayo bawa ke rumah sakit!” seru pelayan membuat Reyno terkejut kemudian bergegas membawa Bulan ke rumah sakit.
Entah apa yang terjadi tapi setelah melewati serangkaian pemeriksaan, Bulan dinyatakan koma dan akan dirawat di rumah sakit dalam waktu yang tak dapat ditentukan. Dunia para dewa gempar setelah tertangkapnya jiwa Medusa yang selama ini menempati tubuh manusia. Athena dengan angkuhnya menunjukkan guci berisi jiwa Medusa yang tengah meronta di dalam sana pada semua penghuni alam langit.
“Inilah pahlawan kita selanjutnya! Sauze, putra Perseus, cucu dari Zeus!” Athena berseru menunjuk Sauze. Semua penduduk langit bersorak gembira mendengar seruan Athena. Mereka berteriak sambil mengacungkan senjata masing-masing ke atas. Setelah acara perayaan, Athena membawa jiwa Medusa ke kuil suci miliknya.
“Ayah, aku harus kembali untuk memberitahukan tentang ini pada para pria itu.”
“Baiklah!” Sauze kembali memasuki pintu portal yang langsung membawanya ke alam manusia lebih tepatnya ke Mansion Roy di mana William cs menunggunya.
Semua oran berdiri melihat Sauze turun dari tangga. Setelah menghilang selama lima belas menit, Sauze kembali dari lantai atas rumah Roy membuat semua oran takjub. William sudah memberitahukan para orang tua tentang Sauze dan kini mereka menatap Sauze takjub.
“Bagaimana?” tanya William menghampiri pemuda itu.
“Aku sudah menangkapnya dan maaf aku tidak bisa menyerahkannya pada kalian. Aku sudah membawanya ke Dewi Athena dan saat ini jiwanya sudah ditempatkan di salah satu kuil suci milik Dewi Athena.”
Semua tersenyum bahagia, “Jadi sekarang kami tidak perlu takut lagi?” tanya Robert.
“Aku rasa begitu.” Jawab Sauze.
“Bagaimana dengan wanita pulau itu?” tanya Don tiba-tiba.
“Tanpa jiwa Medusa mungkin wanita itu sedang sekarat karena selama ini jiwanya sendiri sudah mati karena terusir oleh jiwa Medusa yang kuat. Jiwa seorang manusia tidak kuat menghadapi jiwa seorang Gorgon kecuali jiwanya bisa menyatu dengan jiwa Medusa.”
“Intinya apakah wanita itu berbahaya atau kita bunuh saja dia sekalian?” tanya Don kembali.
“Tanpa jiwa, dia hanya akan menjadi mayat hidup. Kalau kau merasa terancam, silakan membunuhnya tapi aku tak yakin kalau dia berbahaya. Karena bisa jadi dia tidak akan mengingat kejadian apa pun setelah jiwa Medusa memasuki tubuhnya.” Ujar Sauze yang sedikit kurang suka mendengar penuturan Don soal membunuh. Sebagai keturunan Zeus, dia dibesarkan dengan baik dan tidak pernah membunuh selain musuh.
“Aku rasa kalau dia manusia maka akan mudah untuk kita membalasnya jika dia menyerang kita.” Seru Alex disetuji oleh yang lainnya.
“Aku datang hanya ingin memberitahukan ini pada kalian. Setelah ini aku akan pergi ke tempat lain.” Ujar Sauze membuat William cs terkejut.
“Kenapa kamu tidak tinggal bersamaku saja?” pinta William tapi sayangnya Sauze menggeleng.
“Aku pergi dulu. Selamat tinggal!” Sauze kembali ke lantai atas dan setelah itu tidak pernah kembali lagi.
“Masalah sudah selesai dan Mama harap kalian berhenti berbuat ulah pada wanita. Sudah saatnya kalian mencari wanita yang serius dan menikah! Berhenti main-main. Mama sudah iri melihat orang tua Mario yang diberikan cucu lima sekaligus.” Curhat ibu dari William membuat mereka saling lirik. Tentu saja ada makna dari lirikan tersebut yang hanya mereka ketahui.
Di salah satu negara, Mario baru saja mendapat kabar dari Stheno tentang kejadian yang menimpa Medusa. Mario sangat marah dan sedih mengetahui berita tersebut. Sesaat kemudian, pesan di grup pertemanan mereka kembali ramai dengan pembahasan tentang jiwa Medusa dan Sauze. Mario tidak menanggapi sedikitpun pesan tersebut. Ia memilih duduk di tepi pantai menatap langit malam yang dipenuhi bintang-bintang.
“Kemana aku harus mencarimu?” gumamnya.
Sreetttt…
Suara aneh membuat Mario bangkit lalu terlihatlah Poseidon dalam wujud manusia. Pria itu tertawa menatap Mmario, “Aku bisa membebaskannya jika kau minta.”
Mario tersenyum sinis, “Lalu apa?” tanyanya membuat Poseidon tertawa.
“Kau memang pintar. Pantas saja Medusa sangat mencintaimu. Tapi sayang, setelah ini kalian tidak akan bertemu lagi. Lebih baik kau cari wanita yang melahirkan anak-anakmu dari pada Medusa yang tidak akan pernah menjadi istrimu karena dia itu hanya jiwa Monster dan tidak akan utuh tanpa ragaa manusia.
“Aku akan menunggunya!”
“Bodoh! Athena sudah mengurungnya di kuil suci. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa masuk ke kuil suci itu termasuk dewa sekalipun. Medusa tidak akan bisa keluar dari sana karena kuil itu dibangun dengan kekuatan suci seorang perawan khusus untuk menjaga jiwa Medusa.”
Mario menatap nanar manusia jelmaan dewa laut di depannya, “Aku menyukai putrimu! Dia sangat cantik dan sama seperti Medusa saat aku temui pertama kali. Darah perawan setengah manusia di tubuhnya membuat tubuh dua putrimu sangat harum membuatku tidak bisa jauh dari mereka.”
“Jangan coba-coba menyentuh putriku!” ancam Mario membuat Poseidon tertawa keras.
“Kau itu hanya manusia lemah tanpa Medusa! Jangan berani mengancamku atau aku akan membuatmu menangis darah nantinya.”
“Kau-“ Mario hendak maju tapi Poseidon langsung mengarahkan angin hingga tubuh Mario terdorong ke belakang.
Poseidon menghilang diiringi tawa menggema memecah keheningan malam. Mario panik dan langsung menghubungi Stheno. Dia menceritakan tentang apa yang Poseidon katakan. Mario sangat panik dan tidak bisa berpikir jernih jika menyangkut anak-anaknya. Dia takut, “Tenanglah! Anak-anakmu lebih berbahaya dari ibunya bahkan Athena sendiri tidak akan bisa mengalahkan mereka. Itu sebabnya Sauze masih ditugaskan untuk mencari keturunan Medusa karena Athena takut jika anak-anakmu akan mengguncang dunia para Dewa termasuk singgahsana Athena.”
“Apa yang harus aku lakukan, Eno? Aku sangat takut.”
“Carilah raga wanita itu? Thea akan menyembuhkan raga ibunya.”
“Di mana aku harus mencari tubuh wanita itu? Dunia ini luas, Eno.” Mario frustasi.
“Dia ada di negaramu! Temui Megalodon, dia akan membawanya padamu!”
***
LIKE DAN KOMEN YA!!!
MAKASEEEHHHHH
aku menunggu titisan Medusa menikah dan berbahagia dengan pasangan ny juga aku ingin melihat Briana dan Jacob bersatu bahagia..