NovelToon NovelToon
Suami Licik Versus Istri Cerdik

Suami Licik Versus Istri Cerdik

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel / Selingkuh / Chicklit / Tamat
Popularitas:684.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: kisss

Jena memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, karena stress punya suami manipulatif dan licik. Selingkuh dengan tujuh wanita sekaligus, bahkan dengan pelayan di rumah pun suami Jena bernama Jino itu selingkuh.

Keluarga, sahabat dan mertua tak ada yang percaya kalau Jino selingkuh sebab pria itu sangat baik pada Jena.

Awalnya Jena juga tak percaya kalau belum melihat dengan mata kepala sendiri. Dia menggugat cerai Jino, malah mendapat tamparan dari ayahnya yang mengira Jena telah durhaka pada suaminya.

"Tuhan, sengaja membuat ku bereinkernasi agar bisa membongkar kebusukan mu, Jino. Aku tidak akan menggugat cerai mu, tapi aku akan membuat orang tua ku memaksa mu untuk menceraikan ku. Enak saja kamu selingkuh dengan tujuh wanita, sedangkan setiap malam kamu masih minta jatah sama aku. Cih, kamu kira setelah tahu perselingkuhan mu, aku masih mau melayani tubuh kotor mu itu," gerutu Jena setelah bangkit dari tidur panjangnya.

Wanita itu akan balas dendam pada suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan Pertama Jena : Mau Punya Anak

Guys, kalau ada banyak typo, silahkan bantu koreksi di paragraf nya yah. Nanti author revisi, karena maklum. author nulis cerita buru² sebab real life juga punya kerjaan.

...----------------...

Suara teriakan manja Jena terdengar mendayu-dayu membuat Jeno semakin bergairah. Mereka telah menikah nyaris setahun, tetapi hampir saat ada kesempatan Jeno selalu meminta haknya. Jena tidak bisa menolak, karena dirinya juga sangat menikmati permainan sang suami. Dia merasa sangat senang, sebab Jeno setia padanya. Mereka jarang bisa bermesraan, karena jadwal keduanya sangatlah padat.

Jeno bekerja sebagai dosen dan Jena sebagai dokter spesialis bedah. Terkadang Jeno libur, Jena bekerja. Begitulah sebaliknya, sehingga membuat keduanya jarang bermesraan.

Namun, Jeno dan Jena tetap memegang kukuh janji suci pernikahan. Mereka berdua tidak selingkuh sama sekali.

"Kamu suka?" tanya Jeno dengan nada sensual membuat Jena mengangguk kepalanya. Dia menggigit bibir bawahnya, merasa sangat nikmat.

"Lebih cepat," pinta Jena dengan suara serak.

Sang pria tersenyum senang. Dia segera melaksanakan perintah sang istri. Begitulah keduanya, setiap punya kesempatan untuk bermesraan, mereka berdua pasti akan melakukan hubungan badan.

Suara pekikan keduanya melengking menandakan mereka berdua telah sampai pada puncaknya. Jena tersenyum tipis saat sang suami memeluk erat tubuhnya. Terdengar nafas Jeno tersengal-sengal, pria itu segera bangkit dari tubuh sang istri lalu berguling ke kanan.

Dia memeluk pinggang Jena dengan erat. Sebuah kecupan manis ia berikan pada tengkuk leher istrinya.

"Terima kasih, Dinda!" bisik Jeno memanggil sang istri dengan panggilan kesayangannya. Jena tersenyum malu, dia menganggukkan kepalanya. Lalu menoleh ke belakang, mencium bibir sang suami untuk sesaat.

"Sama-sama, Kanda!" balas Jena membalasnya dengan suara lembut.

Jena mengelus lengan Jeno yang melingkar di perutnya. Ada satu hal yang sangat ingin dibicarakan dengan sang suami.

"Kanda, bagaimana kalau kita ikut program hamil? Aku sangat ingin punya anak darimu," pinta Jena hati-hati membuat wajah Jeno berubah pucat. Pria itu sangat takut punya anak. Dia trauma dengan masa lalunya. Takut sekali anak-anaknya hidup menderita dengannya.

"Aku sudah bahagia hidup berdua denganmu saja, Dinda. Untuk apa punya anak lagi? Nanti kamu capek," tolak Jeno secara halus membuat Jena menghela nafas berat. Dia berbalik lalu mengelus rahang tegas suaminya. Menatap dalam bola mata suaminya.

"Kita akan lebih bahagia kalau punya anak, Kanda. Nanti akan ada suara tawa dan tangis anak kecil di rumah besar kita. Saat kamu pulang kerja, bukan hanya aku yang menunggumu. Tapi, anak kita juga! Apa kamu tidak ingin mendengar suara anak kecil memanggilmu, Papa? Hemm? Kalau kita punya anak laki-laki dia pasti akan tampan sepertimu. Kalau perempuan dia pasti akan manis seperti ku!" rayu Jena membuat hati Jeno berdesir.

Dia membayangkan suatu hari nanti akan ada anak kecil yang memanggilnya dengan panggilan Papa. Pasti akan terdengar menggemaskan. Namun, dia takut … takut gagal menjadi orang tua.

Mata Jeno berkaca-kaca, Jena paham kalau suaminya trauma.

"Aku takut gagal membahagiakan mereka! Bagaimana kalau suatu saat nanti aku tidak punya uang, mereka akan makan apa? Bagaimana dengan pendidikan mereka? Aku tidak mau anak-anakku menderita, karena ketidakmampuan ku. Lebih baik aku tidak punya anak, dari pada punya anak tapi anakku tidak bahagia!" balas Jeno mengeluarkan isi hatinya.

Dia sangat ketakutan. Mungkin sebagian orang akan menganggap sepele, terlebih lagi pria. Bila punya anak ya sudah biasa.

Toh, rezeki sudah terjamin. Berbeda dengan pola pikir Jeno. Anak itu adalah tanggung jawab seumur hidupnya. Dia tidak boleh salah dalam memikul tanggung jawabnya sebagai ayah, karena akan berdampak buruk pada masa depan anak-anaknya.

Jena mengerti ketakutan sang suami. Dia segera mengelus rahang tegas suaminya. Kemudian, Jena cium pelupuk mata Jeno memberikan pria itu ketenangan hati.

"Kamu adalah pria paling bertanggung jawab yang aku kenal selain ayahku. Kamu pekerja keras! Jangan takut miskin dan gagal menjadi orang tua. Apalagi takut kalau anak-anak kita kelaparan nanti. Kamu tenang saja, Kanda. Kalau kamu tidak punya uang, ada uangku. Kita ini suami istri, sudah seharusnya saling berbagi beban, bukan hanya berbagi kebahagiaan. Sudah tugasku untuk melengkapi kekurangan mu, begitupun sebaliknya. Lagian kita juga punya orang tuaku. Mereka punya harta banyak! Tentunya, mama dan papa akan dengan senang hati membantu kita nanti bila memang ditimpa kesusahan."

"Yakinlah, Kanda. Tanamkan dalam jiwa dan hatimu, kalau aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Baik kamu kaya atau miskin, sehat atau sakit. Aku akan tetap berada di sampingmu, menjagamu dan menyayangi mu. Aku siap menjadi tongkat untuk menopangmu agar bisa terus berdiri! Aku mencintaimu, bukan karena rupa atau harta. Tapi, karena itu kamu!"

Jena berkata puitis dan romantis. Membuat hati Jeno berbunga-bunga. Matanya masih berkaca-kaca, bukan karena sedih, melainkan terharu dengan perkataan istrinya.

Sang istri sangat-sangat baik padanya. Menerima segala kekurangannya dan mencintainya dengan sangat tulus.

*

*

Bersambung.

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️

1
komalia komalia
bukan nya jeno udah setuju ya kalau jena punya anak
komalia komalia
gila memang gila
komalia komalia
menjijiikan
komalia komalia
kaya nya hanya pemikiran si jena si jono nya kaya nya engga selingkuh
Mutia Dilla
ceritanya bagus bgt. sy baru nemu ceritanya yg di luar dr ekspetasi awal. bener* bikin pinisirin pake bgt. pokoknya keren buat othor nya. 4 jempol./Kiss/
Ruk Mini
jiaaa...kg demen nehh..lgi tegang" y. off, heumeuszzz dweh, ...jgn lm" ye, keburu lupa. ok tq thor sgt menghibur ending y klgreget, tpi suka🙏👍👍👍
valen
lanjut dong Thor kok nanggung cerita nya
valen
bagus
Nina Rahayu
kebanyakan yg namanya dosen banyak selingkuh baik diluaran maupun sm siswinya sendiri 😁😁
Astina Putri
oh,ni orgnya yg bikin rusak,laras sang biang keladi,
andrana maula
Luar biasa
Mama Muda
kukira ganti orang,rupa nya masih itu wanita nya, Jena setan 😂😂😂 up dulu sampe dini
komalia komalia: lanjut Lagi
total 1 replies
eti kusmiati
Luar biasa
charis@ŕŕa
kmn thor q kok kangen....pindah t??
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Kafia Fauzan
kok g diteruskan Thor?
ajiu jiu
in author ny ke mana 🙃🙃🙃
M Raihan Afif Siahaan
up thor
M Raihan Afif Siahaan
sangat terharu thor
M Raihan Afif Siahaan
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!