NovelToon NovelToon
Vintage Heartbeats

Vintage Heartbeats

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Pernikahan Kilat
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu komentar mengubah hidup Dr. Briella Zamora dalam semalam.

Berniat menghancurkan reputasi mantan kekasihnya, Lexington Valerio—Briella justru terjebak dalam skandal yang mengancam Dirinya Sendiri.

"Kau tahu apa yang paling lucu, Lex? Aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki wajah orang lain agar terlihat sempurna, hanya agar aku bisa melupakan betapa hancurnya aku karena pria sepertimu."

"Rupanya waktu belum juga merubah kecerobohanmu, Briella Zamora."—Lexington Valerio.

Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Lampu jalanan Beverly Hills mulai menyala satu per satu saat mobil mewah itu meluncur membelah senja. Namun, di dalam kabin Rolls-Royce yang kedap suara itu, suasana jauh dari kata damai.

Lexington Valerio duduk dengan gelisah, berkali-kali melirik jam tangan Patek Philippe miliknya, lalu menatap punggung kepala Hadiyan yang sedang mengemudi dengan sangat santai.

"Hadiyan, bisa kau lebih cepat sedikit? Aku membeli mobil dengan mesin V12 ini karena kecepatannya, bukan untuk dipakai mengawal kura-kura menyeberang jalan!" gerutu Lexington dengan nada tidak sabar.

Hadiyan melirik dari spion tengah, wajahnya menunjukkan ketenangan yang provokatif.

"Maaf, Lex. Calon istrimu sedang hamil, bukan? Menurut jurnal kesehatan yang baru saja kubaca, guncangan berlebih pada trimester pertama bisa berisiko. Jadi, aku harus ekstra hati-hati demi keselamatan ahli waris Valerio."

Briella, yang duduk di samping Lexington, menutupi mulutnya dengan punggung tangan, berusaha keras menahan tawa yang nyaris meledak. Ia melirik Lexington melalui sudut matanya, melihat rahang pria itu mengeras hingga pembuluh darah di pelipisnya berdenyut.

Rasakan itu, Brengsek, batin Briella puas.

Lexington menyandarkan punggungnya ke jok kulit dengan kasar. Ia menoleh ke arah Briella yang tampak sangat menikmati kemenangannya.

"Apa kau benar-benar ingin aku hamili sekarang juga, Briella? Aku sudah benar-benar muak mendengar kata 'kehamilan' sejak tadi."

Briella menaikkan sebelah alisnya, menatap Lexington dengan berani. "Kau yang memulai kebohongan ini, Brengsek. Kau yang bilang pada Flavia kalau aku hamil agar kau bisa putus tanpa drama tambahan. Sekarang terima risikonya. Nikmati kecepatan siput ini sepuasmu."

"Berhenti memanggilku brengsek, Briella," desis Lexington, mencoba menurunkan volume suaranya meski nadanya tetap tajam. "Kau seorang dokter, kau berpendidikan tinggi. Kau harus belajar menghormatiku. Aku calon suamimu."

"Dalam mimpimu, Valerio," jawab Briella ketus sambil kembali menatap ke luar jendela.

"Kita akan menikah dalam dua minggu. Itu bukan mimpi, itu jadwal yang sudah tercatat di kalender pribadiku," balas Lexington tak mau kalah.

Gerbang besi raksasa dengan inisial V terbuka secara otomatis saat mobil memasuki kawasan Mansion Valerio.

Bangunan bergaya European Classic itu berdiri megah, dikelilingi oleh taman yang ditata dengan presisi.

Begitu pintu mobil dibuka oleh pelayan, Kimberly Valerio sudah berdiri di depan pintu masuk dengan gaun sutra berwarna champagne. Wajahnya berseri-seri, jauh lebih cerah daripada lampu kristal yang menggantung di lobi.

"Ah, Sayang! Mommy sangat merindukanmu!" Kimberly langsung menghambur melewati Lexington seolah putranya itu hanyalah tiang penyangga pintu, dan langsung memeluk Briella erat-erat.

Briella membeku sesaat. Tubuhnya kaku, namun ia berusaha memaksakan senyum terbaiknya. "Halo, Nyonya Kimberly. Senang bertemu Anda kembali."

"Nyonya? Oh, panggil aku Mommy, Briella! Kita sudah melewati tahap formalitas itu sejak kau menangis di klinikmu kemarin," Kimberly mengedipkan mata, membuat wajah Briella memanas seketika.

Lexington melangkah masuk dengan tangan di saku celana, berdehem cukup keras untuk mencari perhatian. "Mom, aku yang anak kandungmu. Bukan dia. Kau bahkan belum menyapa putra emasmu ini."

Kimberly menoleh sekilas, melambaikan tangan dengan acuh tak acuh. "Kau sudah besar, Lex. Kau tidak butuh pelukan setiap lima menit. Tapi Briella? Dia sedang membawa 'kabar gembira' di perutnya. Dia butuh banyak cinta!"

Lexington memutar bola matanya, melirik Hadiyan yang baru saja masuk membawa beberapa tas milik Briella. Hadiyan hanya mengangkat bahu, seolah berkata, 'Nikmati saja pertunjukannya, Bos.'

Makan malam disajikan di ruang makan utama. Meja panjang itu dipenuhi dengan hidangan mewah: Wagyu A5, truffle pasta, dan berbagai salad segar.

Daddy Felix sudah duduk di kepala meja, menyambut mereka dengan anggukan wibawa namun hangat.

"Duduklah, Briella. Makan yang banyak. Kau butuh nutrisi untuk dua orang sekarang," ucap Felix dengan suara beratnya yang menenangkan.

Briella duduk di samping Lexington, merasa sangat canggung. Ia menatap piring berisi salad dan pasta di depannya.

Di sana, tersebar potongan bawang merah mentah dan seledri yang cukup banyak—dua hal yang paling ia benci di dunia ini sejak kecil. Briella hanya menatap piringnya dengan ragu, memegang garpunya tanpa niat untuk mulai makan.

Tanpa sepatah kata pun, Lexington meraih piring Briella ke hadapannya.

Kimberly dan Felix terdiam, memperhatikan gerakan putra mereka. Dengan ketelitian seorang insinyur yang sedang memisahkan baut dari mesin, Lexington mulai memisahkan setiap potongan bawang merah kecil dan irisan seledri dari pasta Briella.

Ia melakukannya dengan sangat cepat, sangat rapi, dan seolah-olah itu adalah refleks yang sudah tertanam di otaknya selama bertahun-tahun.

"Ini," ucap Lexington datar, mengembalikan piring Briella yang kini sudah bersih dari segala hal yang tidak disukai gadis itu. "Makanlah. Jangan membuat alasan lagi."

Briella terpaku. Jantungnya berdenyut aneh. Ia teringat masa-masa mereka dulu, di mana Lexington selalu melakukan hal yang sama setiap kali mereka makan di kantin atau restoran cepat saji. Lima tahun telah berlalu, namun Lexington masih mengingat hal sekecil itu.

Kimberly menyenggol lengan Felix, berbisik cukup keras hingga terdengar oleh seisi meja. "Lihat itu, Felix. Mulutnya mungkin bilang benci dan terpaksa, tapi tangannya tidak bisa bohong. Dia masih menjadi pelayan setia Briella Zamora."

Lexington berdehem, wajahnya sedikit memerah. "Aku hanya tidak ingin dia ceroboh lagi dan tersedak bawang lalu membuat kekacauan di meja makan ini, Mom. Itu masalah efisiensi waktu makan."

"Tentu saja, Sayang. Efisiensi," goda Kimberly sambil memotong dagingnya. "Omong-omong, Briella, Mommy sudah memesan perancang busana terbaik untuk gaunmu. Kita akan melakukan fitting besok. Dan Lex, kau harus ikut. Aku tidak mau kau salah memilih warna jas yang menabrak warna tema pernikahan."

"Aku punya banyak pekerjaan di kantor, Mom," protes Lexington.

"Pekerjaan bisa menunggu, tapi pernikahan yang didasari 'kehamilan mendadak' ini tidak bisa menunggu," sahut Felix kalem, namun tegas.

Briella hanya bisa menunduk, menyuapkan pasta ke mulutnya. Rasanya sangat enak, namun ada rasa haru yang terselip di sana.

Di antara kebohongan dan drama gila ini, ia menyadari bahwa Lexington Valerio, pria yang ia sebut brengsek itu, ternyata tidak pernah benar-benar menghapus data tentang dirinya dari memori utamanya.

"Terima kasih, Lex," bisik Briella sangat pelan, hampir tak terdengar.

Lexington tidak menjawab, namun ia meletakkan sepotong daging terbaik dari piringnya ke piring Briella. "Makan yang banyak, Gadis Ceroboh. Jangan sampai kau pingsan sebelum sempat aku nikahi."

Briella tersenyum tipis di balik garpunya. Malam itu, di bawah tatapan penuh selidik Kimberly dan ketenangan Felix, Briella merasa bahwa mungkin, hanya mungkin, pernikahan gila ini tidak akan seburuk yang ia bayangkan. Meski ia tahu, setelah ini, drama baru pasti akan segera menyusul.

1
Almeera
pengen aku getok, tapi dia ganteng
Ros 🍂: getok cinta aja kak🤭😘
total 1 replies
Binti Rusidah
bagus sekali
Ros 🍂: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Almeera
best, konflik orang ketiga tidak berlarut 😍
Ros 🍂: Iya kak🤭
total 1 replies
azzura faradiva
next....☺️
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
azzura faradiva
kayaknya nanti ada sesuatu hal yang menyebabkan zane tdk jadi kembali....🤔
Ros 🍂: kak, silent 🤭😁
total 1 replies
Almeera
Latte kami cocoknya ratu lebah 🐝
Ros 🍂: ide baruuuu🤣 nanti tak jadikan Ratu lebah 🐝✌🏻🤣
total 1 replies
Almeera
enak yaa kalau hidungnya kek perosotan anak tk, kacamata anteng aja gak melorot😍
Almeera
sama sama gak gau diri artinya latte
Ros 🍂: heheh🤭
total 1 replies
azzura faradiva
biasanya tiap hari ngebut up terbaru bisa 3-4x,hari ini tumben enggak up...😔
Ros 🍂: Pengen Rasain dirindukan Reader dulu 🫶🌷🤭
total 1 replies
Almeera
Aku butuh Abang kaya gini, co di keranjang kuning ada gak ya?
Ros 🍂: bentar kak, author siapkan 😭🤭
total 1 replies
Almeera
Pasangan satu frekuensi 😍😍
Ros 🍂: Ma'aciww ya atas Jejak nya kak🫶😘
total 1 replies
Almeera
Kaaaaaa, Demi Tuhan aku kecanduan baca ini 😍😍😍
mana aku bacanya pake nada...
ditambah berada ikut kedalam alurnya
Ros 🍂: Walahhh ma'aciww kak🫶😘
total 1 replies
Almeera
nih coffe latte ginii nih, percaya diri itu perlu tapi Tahu Diri lebih penting
Ros 🍂: coffee latte 😭🤣
total 1 replies
Almeera
Astaga
Almeera
definisi mari bertemu di versi terbaik 🥲🥲🥲
Ros 🍂: Aaakkk😭
total 1 replies
Almeera
jokes orang cerdas selalu tepat 😍😍😍
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Almeera
Diborong semua sih Lex, terus aku harus cari kamu di orang yang mana 🥲🥲
Ros 🍂: semoga bisa dicari di dunia nyata ya kak🤭😘
total 1 replies
Almeera
🌹🌹🌹🌹 mawar terkirim, bentar aku meeting dulu
Ros 🍂: aaa Cemunguttt kak🫶💪🏼
total 1 replies
Almeera
yaa masa nyalahin pak RT
Ros 🍂: pak RT angkat tangan kak 😭
total 1 replies
Almeera
Kaaan kaaann kaaannn apa aku bilang dibahas teros hahahhaa
Ros 🍂: hahah Lexington said : 100 kebaikan tetap kalah dengan 1 perkataan 🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!