Shisil wanita cantik yang dinikahin oleh orang duda tampan beranak satu, shisil disuruh nikah mudah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexia Alexander, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
"Istirahatlah kekamar kamu"ucapan Wisaka yang melempar gelas wine.
"Kamar saja satu"ucapan Miranda yang kesal.
"Dasar wanita sombong, seenaknya menghancurkan rencana aku"ucapan Wisaka yang melempar gelas wine nya.
Prang
Miranda yang terkejut pun keluar dari kamar Wisaka, "Kau itu kenapa marah-marah tuan Wisaka?"ucapan Miranda yang heran terhadap Wisaka.
"Dasar wanita pengacau rencana"didalam hatinya Wisaka yang kesal.
"Jawab woy, jangan bengong begitu"...ucapan Miranda yang makin marah dengan Wisaka.
"Diam kau, wanita pembawa sial"ucapan Wisaka yang langsung pergi dengan membanting pintu apartemennya.
Brak
"Dasar pria sialan"teriak Miranda dari dalam apartemen Wisaka.
"Yang sialan itu kau Mira"teriak Wisaka yang pergi.
Wisaka pun keluar dari gedung apartemen dan pergi ke bar langganannya. sementara di ruangan kerja Danyal, "Danyal tadi aku dapat informasi tentang Wisaka dan adik tiri kamu"ucapan Alvaro yang membaca pesan dari ponselnya.
"Sekarang itu orang di mana?"ucapan Danyal yang duduk di kursi kerjanya.
"Dia sebuah bar"ucapan Alvaro yang masih dengan ponselnya.
"Lalu adik tiri istri aku dimana?"ucapan Danyal yang penasaran.
"Miranda berada di jalan Z Danyal"ucapan Alvaro.
"Jalan Z itu, bukan jalan apartemen milik Wisaka"didalam hatinya Devano yang menatap Danyal.
"Al selidiki jalan Z sekarang"ucapan Danyal yang bangkit dari tempat duduknya.
"Oke, aku akan ke markas lebih dulu"ucapan Alvaro yang langsung keluar kantor Danyal
"Stevan kau pulang sekarang dan perketat keamanan mansion kamu, aku tidak ingin kehilangan istri aku untuk kedua kalinya"ucapan Danyal yang panik.
"Danyal tenanglah, aku pulang dulu"ucapan Stevan pun segera pulang.
"Kau tidak pergi"ucapan Danyal yang kesal.
"Tidak, aku sedang mengecek semua rumah sakit di negeri"Ucapan Devano tanpa melihat Danyal.
"Oh, memang ada apa dengan itu Devan?"ucapan Danyal yang berjalan dekat jendela.
"Tadi Revan melaporkan ada seorang wanita yang operasi wajahnya sama persis seperti Tania"ucapan Devano yang membaca emailnya dari Revan.
"Itu rumah sakit mana?, tolong tanyakan kepada Revan"ucapan Danyal yang langsung menahan emosinya.
"Aku akan tanyakan, tapi kau mengambil rambut wanita tadi itu untuk apa"ucapan Devano yang penasaran.
"Untuk tes DNA mayat Tania dan ibu mertua aku, mami Clara"ucapan Danyal yang melihat Jendela.
"Kau mau mengali kuburannya Tania"ucapan Devano yang fokus ke laptopnya kembali.
"Tentu saja tidak Devano"ucapan Danyal yang berbalik badan dengan senyum menyeramkan.
"Lah terus darimana kau dapat rambut Tania dan tante Clara"ucapan Devano.
"Aku punya sehelai rambut Tania, kalau mami Clara aku akan minta dia melakukan tes DNA dengan sendiri"ucapan Danyal yang sambil duduk disebelah Devano.
Dan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang kerja Danyal.
Tok
Tok
Tok
"Masuklah"ucapan Danyal yang berdiri dan kembali ke meja kerjanya.
"Maaf tuan Danyal, hari ini ada rapat"ucapan Sean yang menunduk hormat kepada atasannya.
"Ayo kita kesana Sean"ucapan Danyal yang langsung keluar ruangannya.
"Kalau begitu aku pergi menemui Revan dulu"ucapan Devano yang menutup laptopnya.
"Hmm"ucapan singkat Danyal.
Danyal pun pergi ke ruang rapat dan sementara di markas bloody prince, "Zico bukannya kau harus berjaga di mansion milik Stevan"ucapan Alvaro yang berjalan santai ke ruang tengah markas.
"Saya di perintahkan oleh king untuk kembali dulu prince"ucapan Zico yang mengikuti Alvaro dari belakang.
"Begitu ya"ucapan singkat Alvaro yang duduk di sofa.