Dalam tahap revisi
Menikahi seorang cowok yang jelas jelas sudah ia ketahui perilakunya setiap hari selalu berbuat onar dan terkenal karena kenakalannya
Tapi ia tidak bisa menolak untuk membatalkan perjodohan yang sudah di buat orang tua mereka bahkan sejak mereka bayi
Karya : Myhani
Ig : @srihani.92
Fb : @srihani
Tg : @srihani
WA : 0852-2141-5356
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MOS
Ujian kenaikan kelas dan pelepasan kelas XII sudah selesai di laksanakan beberapa minggu yang lalu. Setelah libur panjang usai kenaikan kelas.
Kini semua murid dan calon murid baru sekolah Pelita telah berkumpul di lapangan, menggunakan seragam putih biru sesuai seragam sekolah masing-masing.
Upacara pembukaan akan segera di mulai. Nara, Baim, dan Mia dan beberapa pengurus OSIS lain sudah berdiri di depan lapangan. Nara tak henti mengulas senyum bahagia melihat banyaknya calon adik kelasnya itu.
Sementara sang badboy yang posesif bodyguard Nara, berdiri di teras dengan kedua tangan yang di masukan kedalam saku celana. Wajahnya yang tampan dan gayanya yang cool itu membuat calon adik kelas mereka menatapnya penuh damba terutama para gadis.
Nara sebagai mc, memperkenalkan dirinya lebih dulu dan jabatannya, selesai memperkenalkan dirinya dan para pengurus OSIS lain. Kepala sekolah adalah orang yang pertama Nara persilahkan untuk menyampaikan kata kata mutiaranya.
Selesai dengan pidato kepala sekolah dan para guru di lanjut oleh ketua OSIS yaitu Baim yang mengumumkan pengenalan juga aturan aturan sekolah yang Baim sampaikan dengan gayanya yang kalem membuat sebagian murid perempuan tertarik melihat sikap si Ketos.
Setelah selesai dengan upacara pembukaan di lanjutkan pembagian kelompok untuk acara MOS yang akan dilaksanakan seminggu ke depan.
Nara memberikan mic pada Baim setelah mengumumkan pembagian kelas, kemudian pamit lebih dulu menuju kelas yang menjadi bagiannya bersama Mia dan Reno sebagai patnernya selama seminggu ke depan.
"Hai.. adik-adik gue yang cantik dan tampan." Nara tersenyum manis, "udah pada kenal, kan, sama kita bertiga?"
"Kenal, kak," jawab mereka penuh semangat.
"Seneng banget deh, lihat semangat kalian ini."
"Kak Nara senyumnya manis banget deh, bikin gue meleleh." seru salah satu murid laki-laki yang duduk di sudut sebelah kanan.
Reno terkekeh seraya menggelengkan kepalanya, tetapi ia juga salut pada keberanian anak satu ini.
"Wow, nama lo siapa, dek." Mia menunjuk anak itu.
"Gue Arga Satria kak, tetapi kalo mau dipanggil Ayang sama Kak Nara juga boleh," ucap anak itu sambil berdiri dengan percaya dirinya, ia memberikan senyum manis andalannya.
"Waduh, gue digombalin, nih." Nara terkekeh, ia melihat kedua patnernya yang juga sedang menatapnya.
"Gu_" lagi anak itu ingin membuka suara tapi terhenti saat seseorang mengetuk pintu.
Daffin berjalan masuk tanpa menunggu ijin siempunya kelas, masih dengan kedua tangan di saku celana dengan pede ia mendekati Nara membuat Nara waspada takut jika Daffin berbuat aneh.
Pletak
"Genit." Daffin menyentil kening Nara, membuat bibir Nara mengerucut lucu
"Boy. Elo ngapain kesini?" pekik Nara tertahan.
"Gue mau bantuin elo, Jen." Daffin melihat murid-murid yang tengah menatapnya, "gue boleh gabung disini 'kan?" tanyanya pada semua murid.
"Boleh kak." jawab mereka, yang paling semangat menjawab tentu para gadis.
"Kak.. " seorang gadis mengangkat tangannya "Perkenalkan diri dong namanya siapa?"Daffin tersenyum tipis pada gadis itu.
"Gue, Daffin. XII IPS2." sejak ia rajin belajar pringakatnya pun naik, kini ia dan kedua temannya menjadi penghuni IPS2 dan meninggalkan kelas legendanya.
Murid perempuan menjerit tertahan melihat si cowok cool yang sedari tadi mencuri perhatian mereka kini berada di tengah-tengahnya. Tapi dalam benak mereka tentu menebak-nebak ada hubungan apa si cowok pujaan itu dengan Nara si waketos.
Daffin kembali melihat Nara.
"Please continue." Daffin mengacak rambut Nara, "gue bantu doa." bisiknya sebelum melangkah.
"Whatever badboy." ucap Nara kesal.
Sementara si pelaku sudah berjalan ke kursi kosong di belakang para murid dan duduk santai dengan kaki menyilang.
"Ra, ngapain cowok elo di sini sih?" bisik Mia dan Nara hanya mengedikan bahunya.
"Oke semua. Kita lanjutkan lagi perkenalannya dan abaikan yang baru saja terjadi." Nara kembali fokus pada tugasnya dan berusaha mengabaikan keberadaan Daffin.
Perkenalan berlanjut dengan diiringi tawa dan candaan dari para murid baru itu. Nara pun tak henti tertawa, membuat Daffin yang duduk di belakang pun ikut tertawa melihat tawa gadisnya.
****
padahal kan Nara tokoh sentralnya.