Aku istrinya, tapi aku disembunyikan layaknya simpanan. Dinikahi secara siri, kemudian suamiku menikah lagi. Aku pikir itu adalah puncak neraka duniaku, aku salah. Berpisah dengan putriku yang baru lahir ke dunia, itu lebih sakit dari pada luka hatiku.
Akulah Padma, wanita yang kalian hina hanya karena starta sosial yang berbeda. Ini aku, ini kisahku, tentang istri siri yang bangkit dari lubang hina yang kalian gali untukku. Satu persatu, akan kubalas kalian! Ini janjiku, dari jiwa yang kalian benci selama ini.
Follow IG author Sept : Sept_September2020
Selamat datang di karyaku ke 22. Selamat membaca, semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin Ku Teriak
Istri Rasa Simpanan Bab 31
Oleh Sept
Keny tidak menjawab, tapi langsung memegangi tangan papanya. Hal itu sontak membuat Padma speechless. Wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Rasanya tidak mungkin merusak kebahagian Keny. Biarlah masalah Guntur dan dirinya tidak mengusik mental Keny. Apalagi anak itu terlihat sangat senang, tahu kalau punya papa.
Sementara itu, ibunya Padma tidak banyak berkomentar. Sejauh yang ia lihat, putrinya tidak terlihat dengan pria lain selama ini. Mungkin masih menyimpan rasa pada Guntur, anak majikannya itu.
Kamar Keny
Malam ini Keny mau kedua orang tuanya tidur di kamarnya.
"Keny, Mama tidur di kamar Mama saja. Ranjangnya sempit," kata Padma mencari alasan.
"Mama, boboknya gak pakai guling."
Anak kecil itu mengambil guling dan semua boneka yang ada di ranjang dengan seprai hello kitty tersebut. Meletakkan semua barang-barang itu ke tempat lain. Kemudian menarik tangan papanya.
"Ayo, Pa!" seru Keny antusias tidur bersama kedua orang tuanya di ranjang yang sama.
"Sini Mama!" pinta Keny kemudian mengambil buku cerita baru.
"Mama bacain cerita, Keny mau tidur sama Papa!"
Guntur dan Padma saling menatap, kemudian keduanya tidur di tepi ranjang yang berbeda sisi. Sedangkan Keny, anak itu rebahan tepat di tengah-tengah.
Dengan terpaksa, Padma rebahan satu ranjang lagi dengan Guntur. Entah masih suami atau apa. Padma juga tidak tahu. Pernikahan mereka dulu adalah pernikahan siri. Dan sejauh ini Guntur belum pernah menalak Padma. Padma juga belum tahu kalau Bella dan Guntur sudah lama bercerai. Hubungan mereka benar-benar abu-abu. Tidak jelas dan tidak pasti.
***
Sudah larut malam, akhirnya Keny tidur. Padma pun meninggalkan ranjang. Pelan-pelan dia turun agar Keny tidak bangun.
"Mau ke mana?"
Pertanyaan Guntur membuat Padma menoleh. Ia pikir pria itu sudah tidur.
"Jangan menjadikan Keny sebagai senjataa!" sindir Padma dingin.
Tidak mau ribut, apalagi ini rumah Padma, Guntur memilih diam. Ia lebih baik pura-pura tidur agar tidak diusir malam itu, karena Keny juga sudah tidur.
Malam itu Padma tidur di kamarnya sendiri, meninggalkan Guntur yang ada di kamar Keny. Sepanjang malam ia tidak bisa tidur, gelisah dan memikirkan apa yang selanjutnya akan terjadi?
***
Matahari mulai terbit. Keny sudah bangun pagi-pagi sekali. Anak itu sangat ceria ketika bangun dalam pelukan sang papa. Guntur sendiri masih terlelap saat Keny keluar kamar mencari mamanya.
"Ma .. Mama."
"Iya, Sayang."
"Hari ini Keny mau sekolah diantar Papa."
Padma menelan ludah.
"Keny mau bilang sama teman-teman. Kalau Keny punya Papa," celoteh Keny dengan polos. Namun, cukup menggores hati Padma. Sebegitukah Keny selama ini mendambakan seorang ayah? Apa dia terlalu egois? Membiarkan Keny tidak tahu kalau dia masih punya ayah?
Sudut bibirnya tertarik ke atas, Padma mencoba tersenyum menatap putrinya saat ini.
"Boleh kan, Ma?" tanya Keny sambil menarik tangan Padma.
"Ya ... Papa antar!" ucap sosok pria yang berdiri di ambang pintu dengan mata yang masih mengantuk.
Kata-kata itu langsung membuat Keny sangat girang. Mulai dari sini, hati Padma mulai teriris.
***
Keny sudah wangi, sudah pakai seragam. Siap untuk diantar ke sekolah. Sementara papanya, Guntur memang sudah mandi, tapi masih pakai baju yang kemarin. Karena tidak sempat pulang, keburu nanti Keny telat sekolah.
Tiba di sekolah, Keny benar-benar memperlihatkan sang papa pada teman-temannya. Ia minta Guntur masuk sampai kelas. Dan semua anak dikenakan oleh Keny pada papanya.
"Pa ... ini Via ... ini Loly ... ini Ami ... ini Biyan ... Ini Canda ... "
Keny menyebut nama temannya, dan Guntur pun mengusap kepala putrinya itu.
"Keny sekarang sekolah dulu, nanti Papa jemput."
Padma yang ikut mengatar langsung menatap Guntur.
Karena memang waktunya sudah masuk, kedua orang tua Keny pun keluar. Kini keduanya ada di sebuah taman tempat Keny belajar.
"Tinggal lah bersamaku," ucap Guntur ketika mereka baru saja duduk di bangku taman.
'Menderita lagi?' batin Padma menjawab.
"Demi Keny," ucap Guntur lagi.
'Jadi hanya demi Keny? Lalu bagaimana denganku?' Padma kembali menjawab dalam hati.
"Jangan diam saja, kamu boleh marah padaku. Tapi ingat, Keny juga butuh sosok ayah."
Guntur terus saja mengoceh, tapi Padma tetap diam.
"Aku tidak akan melarang, kalau kamu mau mengunjungi Keny, dan itu artinya tidak perlu tinggal bersama. Itu bukan solusi!" ujar Padma dengan tenang.
Guntur menghela napas panjang, Padma sekarang benar-benar susah diajak kompromi.
"Keny butuh aku ... dan ... aku butuh kalian berdua," ucap Guntur kemudian. Ia juga berusaha meraih tangan Padma, tapi langsung ditarik dengan keras oleh Padma.
(Tidak semudah itu fergusooo!)
"Kenapa kamu begini?" protes Guntur karena Padma menepis tangannya.
"Kamu sudah punya Bella, istri sahmu itu. Jadi tidak usah membuatku dalam masalah. Sejauh ini, aku dan Keny sudah bahagia dan hidup tenang!" kata Padma, meskipun bohong.
"Bella? Ish ... kami sudah cerai saat kamu pergi meninggalkan aku."
Padma reflek menoleh, menatap wajah Guntur.
"SIAPA YANG PERGI? AKU DI USIR, MASSS!" teriak Padma esmosi.
Bersambung
IG Sept_September2020
Fb Sept September
maaf ya,klo slh..jngn di bully/Pray/