NovelToon NovelToon
The Celebrity CEO

The Celebrity CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:545.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: inkina oktari

Kiev Bhagaskara adalah selebriti lebih atas dari papan atas. Idola remaja itu telah bermetomorfosa sebagai pria idaman setiap wanita. Bukan hanya sukses menjadi musisi serta aktor profesional, pria itu berhasil merajai dunia bisnis dan disebut-sebut sebagai; The Celebrity CEO.

Sementara itu Rembulan Kivianisya mungkin merupakan supir truk paling menawan seantero negeri. Lain hal dengan Kiev yang bertemankan panggung megah, kilat kamera dan sorak penggemar yang bertalu, Kivia bersahabat dengan truk pengangkut hasil tambang, walkie talkie serta debu.

Sepuluh tahun yang lalu takdir memperkenalkan keduanya dalam sebuah pertemuan tak terduga. Dan di sanalah cerita mereka bermula.

----

ternyata kau bukan sekadar bayang yang singgah

kau menetap,
di sini

Inkina Oktari
The Celebrity CEO

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inkina oktari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

True Reason

Pakde Bambang dan Bang Juned didapuk menjadi penyanyi berikutnya. Kedua bapak-bapak itu bahkan menggunakan sapu ijuk sebagai microphone. Sementara Pi'i mengiringi dengan gitarnya.

Kivia tersentak saat Kiev perlahan duduk di sampingnya. Keduanya saling diam, hanya mendengarkan lagu Mungkinkah dari Stinky yang dinyanyikan Pakde Bambang dan Bang Juned. Lagu lama yang begitu hits saat Andre Taulani masih menjadi vokalis. Teristimewa untuk istri mereka di rumah.

Tetes air mata basahi pipimu

*Di saat kita kan berpisah

Terucapkan janji padamu kasihku

Takkan kulupakan dirimu

Begitu beratnya.... kau lepas diriku

Sebut namaku jika kau rindukan aku

Aku akan datang*

Mungkinkah kita kan selalu bersama

Walau terbentang jarak antara kita

Biarkan kupeluk erat bayangmu

Tuk melepaskan semua kerinduanku

“Aku rasa tempat ini penuh dengan rasa rindu,” ujar Kiev sembari mendekatkan tangannya pada api unggun.

Kivia mengangguk-angguk tanda setuju. “Iya, keliatanlah semua laki-laki di tempat kerja ini. Eh, Bu Maemunah juga deh. Kalau ada waktu bebas, mereka selalu manfaatin hal itu untuk komunikasi sama keluarga.”

“Gimana kalau kamu, Ya?” Kiev menatap Kivia dengan intens.

Kivia mengalihkan pandangan. “Hm, aku? Apa yang gimana?”

“Kamu nggak kangen sama keluarga kamu?”

Pertanyaan Kiev membuat Kivia gelisah. Hatinya, ada gemuruh di sana.

“Di sini keluargaku, Kiev.”

Kiev terdiam cukup lama. Kemudian pertanyaan kembali terlontar dari mulutnya.

“Alasannya sama dengan waktu kamu kabur sepuluh tahun yang lalu?”

Kivia menggeleng pelan. “Lebih dari itu.”

Kau kusayang, selalu kujaga

Takkan kulepas selamanya

Hilangkanlah keraguanmu

Pada diriku di saat kujauh darimu

Di antara euforia rekan-rekan mereka yang bernyanyi ria. Kiev dan Kivia bercakap dengan melibatkan perasaan cukup dalam. Salah satu dari mereka atau mungkin keduanya, sedang mencoba meredam kuat-kuat. Agar pembicaraan ini tak memercikkan banyak luka yang tersimpan.

“Aku tau kita nggak sedekat itu, tapi boleh aku tanya tentang ini?”

“Aku mau lebih tau apa pun tentang kamu, Ya,” batin Kiev menambahkan.

Kivia tersenyum. Senyum itu ... sebuah senyuman yang sulit untuk dijelaskan. “Kamu tau aku sepuluh tahun yang lalu, Kiev. Menurut kamu? Apa yang terjadi sama aku sekarang?”

Alasan Kivia saat kabur dan berakhir masuk secara random ke mobilnya adalah menolak gagasan ayahnya untuk dijodohkan. Lalu apa yang terjadi saat ini? Pasti masalah itu lebih complicated hingga Kivia harus mengambil jalan mengasingkan diri di tempat ini selama bertahun-tahun lamanya. Ada sesuatu yang menahannya untuk kembali ke rumah.

Tunggu, Kiev butuh waktu untuk berpikir.

“Kamu ... kabur dari rumah?”

Kemungkinan besar begitu, entah apa alasannya.

“Nggak, Kiev. Kamu salah.” Kivia menghela napas. Senyumnya semakin getir. “Aku nggak kabur dari rumah.”

Kiev tertegun memandang mata Kivia yang saat ini menggambarkan rasa rindu, marah, letih, sepi, dan ... detik selanjutnya, hampa.

“Aku ... aku diusir dari rumah.”

***

Kiev duduk di bagian belakang, ia mengenakan topi keselamatan dan rompi. Begitupula Pakde Bambang yang sedang mengemudikan Strada berwarna biru toska. Di samping Pakde, ada Bang Juned yang masih sibuk mengunyah kuaci.

Mobil besar itu memasuki area pertambangan. Tak ada lagi pemandangan rimbun pohon-pohon yang ada di sekitaran mess, sepanjang mata memandang hanyalah hamparan tanah yang luas dan berbagai jenis truk besar yang lalu lalang. Ada juga beberapa alat berat yang beroperasi.

Dari kejauhan, Kiev melihat Kivia yang menaiki tangga salah satu truk raksasa yang ada di sana. Kiev tak bisa menutup mulutnya dalam beberapa detik. Rasanya seperti mimpi melihat Kivia benar-benar mengoperasikan truk serupa monster itu.

Roda truk itu saja jauh lebih tinggi dari pada Strada yang ia tumpangi. Pakde Bambang terlihat berkomunikasi dengan walkie talkie yang terpasang di mobil. Pakde dan Bang Juned bertugas sebagai pengawas. Radio komunikasi berupa walkie talkie atau handy talkie di lokasi kerja hanya digunakan untuk kepentingan pekerjaan atau segala hal yang darurat di lapangan. Tidak untuk bicara ngalor-ngidul karena akan mengganggu jaringan radio komunikasi pekerja lainnya.

Zero accident. Itulah target mereka bersama.

Mata Kiev tertuju pada haul truck Kivia yang mondar-mandir mengangkut batu bara. Sebagai bahan bakar penghasil listrik dan kegiatan industri, kebutuhan batu bara masih sangat tinggi di negara ini. Tidak heran jika pekerja lapangan pun mendapat gaji yang sesuai, diikuti dengan konsekuensi kerja yang mereka hadapi. Maka dari itu safety adalah hal yang selalu dikampanyekan dalam pekerjaan ini.

“Pakde masuk. Unit 0058 lampu keselamatan belum dinyalakan, ganti,” tegur Pakde Bambang melalui radio komunikasi.

Sang operator truk HD itupun langsung menyahut berterimakasih dan menyalakan lampu keselamatan. Semua orang harus mematuhi SOP kerja yang diberlakukan. Jika tidak, nyawa yang akan jadi taruhannya.

Riwayat kelam dunia pertambangan pernah mencatat tewasnya beberapa korban jiwa karena tergilas truk haul atau truk yang terbalik karena berjalan di permukaan yang licin. Maka dari itu, semua orang tidak ingin hal itu terulang kembali. Mereka ingin bekerja sebaik-baiknya dengan selamat demi menghidupi keluarga di rumah.

Kiev sadar semua pekerjaan memiliki konsekuensi masing-masing. Namun, bagi seorang Rembulan Kivianisya. Apakah pekerjaan ini tidak terlalu berat baginya? Kenapa Kivia harus bekerja sekeras ini?

“Kamu salah, Kiev. Aku nggak kabur dari rumah. Aku ... aku diusir dari rumah.”

Maka dari itu, saat makan malam, Kiev duduk berhadapan dengan Kivia. Melihat Kiev yang hanya diam sejak tadi dan terus menatapnya dengan raut wajah yang sulit untuk dijelaskan. Kivia menengak habis kopi susu di gelasnya, gadis itu memiringkan kepala, kemudian melambaikan tangannya di depan wajah Kiev. “Kiev Bhagaskara, oi. Jangan ngelamun entar kesambet.”

Kiev menghela napas dan menegakkan posisi duduknya. Mata cowok itu malah semakin serius. “Kamu nyaman kerja di sini, Ya?”

Yang ditanya lantas mengangguk. “Yaaa ... kalau nggak nyaman aku nggak akan bertahan selama ini.”

“Kamu nggak capek kerja di sini?” tanya Kiev hati-hati, entah kenapa setelah melihat Kivia bekerja dengan truk super besar itu, sisi kekhawatiran Kiev langsung siaga satu.

“Nggak ngapa-ngapain juga capek, Kiev. Apalagi kerja, kan?”

“Tapi kamu perempuan, Ya. Ini kerjaan laki-laki.”

Kivia menghela napas dan tersenyum tipis. “Siapa bilang? Lagipula operator cewek bukan cuma aku kok.”

“Tapi di area ini cuma kamu satu-satunya, kan?” tanya Kiev lagi.

“Kalau cuman aku emangnya kenapa?”

Kiev terdiam cukup lama. “Aku khawatir sama kamu, Ya.”

“Kiev, bukan berarti aku bakal mati besok, kan? Setirnya my monster itu bahkan lebih ringan dari setir mobil mewah. Aku udah pengalaman bertahun-tahun. Aku nggak pernah terlibat accident apa pun. Dan aku cuma perlu hati-hati dan berdoa, terus menyerahkan semuanya kepada-Nya.”

Kembali senyap, Kiev bertanya dalam hati. Apakah ia sudah terlalu jauh?

Memangnya dia siapanya Kivia?

Lagipula selama ini Kiev benar-benar mendukung gender equality. Nggak ada yang benar-benar pekerjaan laki-laki atau pekerjaan perempuan. Kalau memang mampu dan punya komptensi di bidang itu, ya seharusnya tidak perlu dipertanyakan atau diragukan.

Toh di sini ia juga mengambil peran sebagai juru masak. Tidak ada yang aneh dengan itu walau pekerjaan memasak menurut steriotip adalah pekerjaan perempuan. Padahal bukan seperti itu nyatanya. Laki-laki juga tak masalah jika memasak atau melakukan pekerjaan rumah.

Jadi, mengapa Kiev berpikir seperti itu? Mengapa ia berpikiran sempit dan hadirnya double standard yang tentu tidak adil bagi Kivia.

“I’m so sorry, Ya. Aku nggak bermaksud begitu. Sekali lagi aku minta maaf.”

Kali ini Kivia terkekeh, lucu melihat wajah polos Kiev yang begitu merasa bersalah.

“Santai, Kiev. Terimakasih sudah khawatir sama aku.”

Kiev akhirnya bisa tersenyum melihat wajah ceria Kivia. “Kembali kasih.”

“Gimana latihan pantingnya?” tanya Kivia sembari mengulurkan camilan akar pinang pada Kiev.

“Aman, aku juga udah mulai nulis lirik ini, belum selesai sih hehe.”

“Wui, jadi nggak sabar.” Kivia bertepuk tangan seperti anak kecil. Namun, tiba-tiba ia berhenti. Seperti menyadari sesuatu.

“Kalau udah selesai, berarti kamu bakalan pergi?”

Kiev masih diam, tawa Kivia pun terdengar. Meski begitu, matanya terlihat sendu. “Ya pastilah ya. Ngapain juga aku nanya.”

“Hng, aku....”

Sebelum Kiev berbicara lebih lanjut, ponsel jadul Kivia yang hanya punya fasilitas senter selain sms dan telepon, berbunyi. Kivia juga agak kaget karena ada yang menghubunginya dari ponsel itu setelah sekian lama.

Kivia beranjak, raut wajahnya dipenuhi dengan keantusiasan ketika melihat siapa yang menghubunginya. Sambil berjalan cepat, cewek itu menoleh berisyarat pada Kiev bahwa ia harus mengangkat telepon yang Kiev balas dengan anggukan. Kiev tersenyum memandang Kivia yang terlihat begitu bersemangat. Apakah itu telepon dari keluarganya yang telah Kivia nanti-nantikan?

Dari tempat ia duduk, Kiev dapat mendengar dengan samar Kivia berbicara dengan bahasa inggris dengan british accent yang kental. Mungkinkah keluarganya itu sedang berada di luar negeri. Hm, apakah itu salah satu alasan ia tidak pulang?

Terlalu banyak pertanyaan. Kiev tahu, kunci jawabannya hanya pada Kivia.

Lagipula, Kiev berusaha keras untuk tidak seperti seorang polisi yang sedang menginterogasi seseorang. Kivia bisa bercerita jika ia mau, dan berhak diam jika tidak ingin berbagi pada siapa pun. Termasuk dirinya.

Namun, Kiev tak pernah menduga. Satu jawaban yang datang selanjutnya, berhasil menyita pikirannya hingga tak mampu untuk nyenyak dalam lelap.

“Telepon dari siapa, Ya? Seneng banget keliatannya.”

Kivia tersenyum begitu semringah. “Dari anak aku, katanya besok dia mulai masuk sekolah!”

Kiev membeku. Harusnya Kiev tahu, sembilan tahun itu waktu yang benar-benar lama.

****

Bersambung

1
ira rodi
ahmad rafi'i bin ahmad rifai ini sama dengan ismail bin mail....
uly@r
balik lagi kesini,, kangen
indahpurnamasari: makasih ya sayaaang
total 1 replies
uly@r
Kecewa
uly@r
Buruk
Ayu Bunda
semangat thor
ira rodi
bagus pake banget ceritanya....pokoknya mantapnya 1000x deh...thor emang the best.....
indahpurnamasari: aaak makasih ya kak udh baca... jangan lupa rekomendasiin temen temen buat baca yaa
total 1 replies
ira rodi
ceritanya sad ending yah.....
ira rodi
kaia kan nama ibu kandungnya kivia yg sudah meninggal....
indahpurnamasari: iya bener kakk tengah tengah baru sadar namanya sama...
total 1 replies
Dara
Gaya bahasanya bagus
indahpurnamasari: makasih udh baca kak 🙏
total 1 replies
D
Cerita yang sangat menarik dan tidak membosankan untuk diulang berkali-kali
tanti nudee
ceritanya bagus
romance.thriler.entertainer
ada unsur budaya kalimantan
pokoknya komplit
alurnya bagus
makasih
tanti nudee
numpang baca lagi ya kak
saya pembaca wp yang terdampar ke sini buat baca kelanjutannya, dan yahhh part ini bikin terhura banget
indahpurnamasari: terimakasih banyak 😘
total 1 replies
Ravistara
pembuka chapter yang bagus, ditambah tata bahasa yang rapi jali, kisah ini menarik untuk diikuti.
Ravistara
wah, bagus. rapi plot dan tata bahasanya.
adekku
cepatan tembak kiev kivianya dan lamar keburu kabur lg dya
SARI MEUTIA
bagusss banget cerita nyaaaa
indahpurnamasari: terimakasih... bantu promosi ke temen temen kakak yaaa
total 1 replies
Rina Hayati
keren banget
anonymous
Kiev keponakannya Ben
Mrs. Kingqueen
bagus bgt
indahpurnamasari: makasih udah baca dan komen ya kakk 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!