Di dunia ini kedamaian hanya berlaku bagi pemilik kekuatan.
Aku, Luo Tian Shan pemilik kekuatan sampah melaju melampaui kehormatan menggetarkan dunia.
Menjadi yang tertinggi menuju keabadian di atas seluruh kekuatan, melihat seperti apa dunia ini berjalan!
Penasaran kisahnya? ikuti terus kelanjutannya 😉
Promo diperbolehkan, Spam promo dilarang.
Jangan lupa support Author dengan like dan vote ya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenkyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 30 ~ Klan Api Ungu
Hal tak terduga terjadi ketika Tian Shan belum kembali ke klan. Belasan orang yang memakai jubah dengan warna dan corak yang sama, ungu gelap, sudah berada di dalam Aula Tetua.
Tetua Cheng Yan terlihat menatap serius sementara Tetua Zhan Zhui memejamkan kedua mata dengan tangan terlipat ke depan. Di dalam Aula Tetua hanya memiliki sebuah meja panjang dengan bangku berjumlah tak lebih dari 12 buah.
Tetua Cheng Yan duduk di bangku paling ujung menghadap ke belasan orang berjubah ungu gelap. Dirinya terlihat tenang namun tatapan matanya tak begitu ramah, sedangkan Tetua Zhan Zhui yang duduk disampingnya bereaksi sinis sebab ia duduk menghadap salah seorang yang paling tua diantara belasan orang berjubah ungu gelap.
Hanya empat orang yang duduk di bangku tersebut, selebihnya mereka hanya berdiri di belakang dari keempat orang tersebut.
“Katakan apa tujuan kalian datang kemari? Aku tak ingat pernah menerima surat perihal kedatangan kalian?” Tetua Cheng Yan membuka pembicaraan.
“Apa ini berhubungan dengan Ketua Chen Fang yang sedang tidak berada disini? Tetua Chan Lui?” timpal Tetua Zhan Zhui bersamaan dengan meletakkan kedua tangannya di atas meja menatap serius orang dihadapannya itu.
Belasan orang yang berada dibelakang keempat orang tersebut menatap tajam, reaksinya tidak begitu senang dengan ucapan yang dilontarkan Tetua Zhan Zhui.
“Ah... Kau masih saja selalu bisa membaca pikiranku saudara Zhui! Benar, kedatangan kami kemari bertujuan mengajak Klan Api Biru untuk bersedia bergabung dalam kompetisi usia muda beberapa bulan lagi,”
“Ketua kami berencana untuk membuka kembali hubungan antara Klan Api Ungu dengan Klan Api Biru melalui kompetisi ini! Dua kekuatan utama Kota Wujin sudah seharusnya lepas dari ketegangan selama bertahun-tahun, bukan?” terang Tetua Chan Lui yang memasang wajah ramah namun tidak dengan tatapan matanya.
Tetua Cheng Yan terdiam mendengar penjelasan yang disampaikan Tetua Chan Lui, begitu juga Tetua Zhan Zhui. Keduanya terdiam bersamaan, pikiran keduanya segera terisi kembali memori kenangan buruk masa lalu.
‘Klan Api Ungu sungguh telah membuat rencana besar yang selangkah lebih maju dari Klan Api Biru! Bagaimana bisa aku melupakan kejadian waktu itu? Masalah ini terlihat biasa dan rencana baik kalian ini siapa yang tidak mengenal dan mengingat apa yang telah diperbuat Klan Api Ungu waktu itu. Aku harus diskusikan masalah ini dengan tetua yang lain!’ batin Tetua Cheng Yan.
“Aku tidak menyangka Klan Api Ungu yang arogan bisa bersikap manis seperti ini? Apakah ini jebakan selanjutnya dari kejadian waktu itu?” ungkap tajam Tetua Zhan Zhui namun terlihat jelas oleh Chan Lui kepalan tangan Zhan Zhui yang disamarkan dibalik lengan panjangnya menandakan hal sebaliknya.
“Bukankah setiap masa akan terjadi perubahan? Begitu juga dengan klan kami, sudah sewajarnya kita saling memaafkan atas kejadian masa lalu dan menata kembali masa depan. Kota Wujin membutuhkan kita yang bersatu bukan berseteru. Apakah ini menurutmu adalah rencana licik kami? Tidak! Kau salah dalam hal ini, kami menyadari perbuatan kami di masa lalu dan Ketua Klan saat ini berusaha menebusnya!” urai ringkas Chan Lui bereaksi serius setelah memandang sesaat Zhan Zhui yang menyembunyikan niat membunuhnya.
Tetua Cheng Yan hanya menggeleng kepala ringan tanpa berniat menjawab, ia justru terfokus pada salah satu orang yang ada di belakang Chan Lui. Menyadari masalah ini tidak dapat ia putuskan sendiri, Tetua Cheng Yan memberi isyarat pada Tetua Zhan Zhui.
Perbincangan panjang segera terjadi setelah diskusi singkat, sementara Zhan Zhui meninggalkan ruangan untuk menemui Tetua Shen Zhang atas saran Cheng Yan.
Belasan orang dari Klan Api Ungu terlihat begitu arogan dalam menempatkan diri mereka, itu terlihat dari cara mereka yang tak menaruh hormat pada Tetua Cheng Yan. Mereka tidak sadar diri sebagai tamu, membuat Tetua Cheng Yan tersenyum sinis sembari memijat pelan keningnya.
Diwaktu yang sama Tian Shan tengah berjalan santai di belantara hutan tidak jauh dari danau air biru, ia cukup penasaran dengan segala jenis hewan yang ada di buku yang pernah ia baca. Guru Yun Zhizhi dan Shan Bing Tian memutuskan untuk menunda waktu sehari untuk kembali.
Keduanya cukup memahami bahwa rasa ingin tahu yang dimiliki Tian Shan berkaitan dengan bangkitnya kemampuan darah keturunan dalam dirinya. Semakin ia tahu banyak hal tentang dunia, semakin baik bagi perjalanannya menuju yang tertinggi.
“Guru? Apakah semua hewan bisa di jadikan inti jiwa?” tanya Tian Shan penasaran.
Yun Zhizhi menoleh ke arah hewan yang dilihat Tian Shan, “Oh...! Kau jangan salah sangka? Inti jiwa milik Tetua Shun Tong pengecualian yang jarang terjadi. Kau harus tahu bahwa tidak semua hewan bisa dijadikan inti jiwa terlebih orang-orang akan memilih hewan yang menurut mereka cukup kuat serta cocok pada jiwa mereka. Hewan petarung sama saja dengan manusia, mereka punya tingkat kemampuan sendiri.”
Yun Zhizhi cukup ramah dalam menjelaskan, itu berbeda dari beberapa waktu sebelumnya yang begitu keras dan kaku. Ia paham tentang apa yang ditanyakan Tian Shan, itu berkaitan dengan dirinya yang melihat inti jiwa milik Tetua Shun Tong yang bahkan lebih lemah daripada milik seorang Petarung Senior.
“Kalau begitu bukankah inti jiwa milikku menjadi yang terkuat di klan saat ini? Wah....” Tian Shan menjadi begitu bersemangat.
Bing Tian hanya menggelengkan paruhnya mendengar ucapan Tian Shan. Ia merasa akan membutuhkan waktu lama untuk memberikan pengetahuan tentang jenis kekuatan yang terdapat di dunia ini.
“Haih... Bocah payah! Tentu saja aku yang terkuat di benua ini. Kau cukup beruntung bisa memenangkan jiwaku!” seru Bing Tian dengan nada angkuhnya.
“Aku tidak mendengar? Coba ulangi sekali lagi!” protes Yun Zhizhi dengan muka datarnya.
Bing Tian terperanjat hingga hampir jatuh dari pundak Tian Shan, ia lupa dengan keberadaan Yun Zhizhi, ‘Aih... Aku lupa ada monster disini!’ gerutunya dalam hati.
“Ah tidak-tidak! Maksudku aku terkuat kedua setelah Kakak Yun Zhi. Iya em ... Aku yang kedua!” Bing Tian kelihatan takut hingga membuat Tian Shan terkekeh pelan.
Tatapan sinis Yun Zhizhi membuatnya bergidik, bagaimana tidak. Bukan hanya kasta mereka yang berbeda tapi juga kekuatan mereka terpaut jauh.
Terkadang Bing Tian juga merasa heran, selama ini ia belum pernah melihat kemampuan asli Yun Zhizhi. Hingga membuatnya berpikir kemungkinan bahwa kekuatan asli Rajawali Staris Biru belum sepenuhnya kembali.
Ia juga merasa ada yang aneh namun tak pernah berani mengatakan dan mempertanyakan. Posisinya yang lebih rendah membuatnya harus memanggil Yun Zhizhi kakak. Meskipun kemampuannya cukup unik dan langka yang berelemen es namun itu bukan apa-apa jika dibandingkan kekuatan elemen api dan angin milik Yun Zhizhi.
Tian Shan dibuat tertawa dalam hati dengan sikap kedua gurunya, ia lebih memilih diam daripada harus menanyakan sesuatu lagi dan mendengar ocehan yang sama dari keduanya.
Tian Shan lebih memilih mengamati tempat lain, melihat ada banyak jenis hewan yang terdapat di dalam Hutan Wujin, namun dari semuanya tak ada satupun yang terlihat cukup kuat. Bahkan ada beberapa diantaranya yang berlari menjauh ketika menyadari kehadiran Tian Shan.
Yun Zhizhi menjelaskan kebingungan Tian Shan bahwa itu sifat alami dari hewan yang akan menjauh jika ada bahaya mengancam. Jiwa Falcon Biru Perak yang telah menyatu dalam diri Tian Shan menyebabkan pancaran energinya begitu menekan bagi hewan petarung kelas dibawahnya. Ditambah dengan wujud kecil Falcon Biru Perak yang ada di pundak Tian Shan menjadikan beberapa hewan petarung kelas rendah akan lari bahkan sebelum melihat.
Ditengah-tengah penjelasan yang Yun Zhizhi berikan, terdengar sayup-sayup sebuah pertarungan hingga terdengar suara tangisan dan jeritan.
“Apa kalian dengar itu?” ujar Yun Zhizhi singkat yang langsung dibalas anggukan pelan keduanya.
“Kuharap aku salah! Tapi aku merasa ada hal buruk terjadi!” imbuh Bing Tian.
“Ayo pergi periksa? Aku juga merasakan hal yang sama!” balas Yun Zhizhi.
Tian Shan hanya menatap penuh kebingungan. Ia tak mengerti dengan apa yang dikatakan kedua gurunya.
“Hei bocah! Hentikan lamunanmu atau kau akan menyesalinya jika terlambat!” seru Bing Tian yang berada di pundak Tian Shan.
Yun Zhizhi telah lebih dulu berjalan cepat kearah terdengarnya pertarungan tersebut yang mengarah tak jauh dari Klan Api Biru bagian selatan meninggalkan Tian Shan yang masih termenung.
Seruan Bing Tian yang diakhiri patokan ringan ke kepalanya menyadarkan lamunannya. Dengan reaksi bodoh Tian Shan melirik Bing Tian sesaat kemudian berlari menyusul Yun Zhizhi.
#aku selalu tunggu updute-nya thor!!#
*semangat!!*