Follow ig 👉 @sifa.syafii
Fb 👉 Sifa Syafii
Karena sebuah kejadian yang tidak disengaja, Reyhan harus menikahi Tia, mahasiswanya sendiri. Meskipun tidak ada rasa cinta di antara mereka, tapi mereka berkomitmen tidak akan pernah bercerai. Bagi mereka pernikahan bukanlah main-main, dan mereka ingin menikah hanya satu kali dalam hidup mereka.
Di hari ke-tiga usai pernikahan mereka, kekasih Tia yang kuliah di luar negeri, datang. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Yuk simak ceritanya. 😍
NB : Novel ini berhubungan dengan novel yang berjudul "Kisah Cinta Arka".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Pesta pernikahan pun berakhir. Jasmine dan Arka menginap di hotel. Setelah masuk ke dalam kamar, Arka segera membuka kopernya untuk mengambil pakaiannya dan segera membersihkan diri di dalam kamar mandi. Jasmine merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
"Betapa melelahkannya hari ini. Huft!" eluh Jasmine, karena kelelahan tidak lama kemudian dia pun tertidur.
Arka keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Jasmine yang tertidur segera membangunkannya dan menyuruhnya mandi. Jasmine pun bangun dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Tidak berapa lama dia keluar lagi.
"Kak Arka, tolong turunkan resleting gaunku dong?" pinta Jasmine. Arka pun terpaksa membantunya karena tidak ada orang lain lagi di dalam kamar mereka.
Setelah itu Jasmine masuk ke dalam kamar mandi lagi. Dia berendam air hangat untuk menghilangkan rasa capeknya. Saat berendam Jasmine memikirkan nyanyian Arka waktu di pesta pernikahannya tadi.
"Bukankah Kak Arka tidak mencintaiku, kenapa dia menyanyikan lagu cinta? Sebenarnya lagu itu untuk siapa?" gumam Jasmine.
Setelah berendam dan membilas tubuhnya, Jasmine melilitkan handuk dan hendak keluar dari dalam kamar mandi, tapi ia ragu karena di dalam kamar ada Arka. Dia pun membuka pintu sedikit dan memanggil Arka.
"Kak ... bisa tolong ambilkan baju di dalam koperku?" pinta Jasmine pelan.
Arka yang tadinya rebahan membalas dengan cuek, "Berisik! Ambil sendiri!"
"Tapi ... tolong Kak Arka tutup mata ya?" pinta Jasmine.
"Enggak usah kepedean, aku enggak akan melihatmu!" balas Arka cuek.
Jasmine pun keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk yang melilit di tubuhnya. Dia membuka kopernya lalu mengambil pakaiannya. Setelah itu ia kembali masuk ke dalam kamar mandi. Dia berdiri di depan wastafel menghadap kaca dan menangis.
"Mama ... Papa ... Kak Rey ... hiks hiks, kenapa dia jahat banget sama Jasmine? Tahu gini Jasmine enggak mau nikah," gumam Jasmine. Dia mengusap air matanya sendiri lalu berjongkok di dalam kamar mandi meluapkan kekesalannya dengan menangis sendirian.
Sudah setengah jam, Jasmine belum keluar juga dari dalam kamar mandi. Arka pun bertanya - tanya kenapa Jasmine belum keluar juga. Dia pun mengetuk pintu kamar mandi, takut terjadi apa - apa pada Jasmine.
"Jasmine," panggil Arka di depan pintu kamar mandi. Namun tidak ada jawaban. Arkan pun memanggil Jasmine lagi tapi tetap tidak ada jawaban.
Dia pun terpaksa masuk ke dalam kamar mandi. Saat dia membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak di kunci, dia melihat Jasmine berjongkok dan menangis. Arka pun mendekatinya dan ikut berjongkok di depannya.
"Kenapa kamu masih belum berganti baju? Kenapa menangis?" tanya Arka.
"Kenapa Kak Arka masuk ke sini?" tanya Jasmine dengan mata sembab dan berusaha menutupi tubuhnya.
"Kamu lama di dalam kamar mandi, dan aku memanggilmu tapi enggak ada sahutan. Aku hanya takut terjadi apa – apa, nanti aku yang disalahkan," balas Arka.
"Tidak perlu mengkhawatirkanku. Pergilah!" usir Jasmine.
"Okey, segeralah berganti baju. Setelah ini kita turun ke bawah untuk makan malam, aku sudah lapar," ujar Arka lalu keluar dari dalam kamar mandi dan menutup pintunya.
Lima menit kemudian, Jasmine keluar dari dalam kamar mandi. Arka sudah menunggunya di sofa. Setelah Jasmine menyisir rambutnya mereka keluar kamar dan turun ke lantai dasar. Setelah mereka duduk di kursi yang kosong, segera pelayan menghampiri mereka dan memberikan buku menu.
"Saya mau pesan capuccino sama spagetti pedas," ujar Arka pada pelayan.
"Kamu mau pesan apa Jasmine?" tanya Arka pada Jasmine yang dari tadi diam saja.
"Jus alpukat dan salad buah," jawab Jasmine pada pelayan. Setelah mencatat pesanan pelayan itu pergi.
Suasana resto hotel sangat hangat dengan lampu warna kuning yang tidak terlalu terang. Harusnya itu terkesan romantis, tapi sayangnya mereka bukan pasangan yang saling mencintai. Jasmine dari tadi diam dan cemberut terus. Arka pun tidak perduli. Arka bersandar pada kursi dan memejamkan matanya menikmati suasana resto. Dia mendengarkan musik yang diputar resto itu. Tiba - tiba dia jadi teringat Tia.
Sing a song
Hembusan angin meniup wajah alam
Mataku tak berkedip menatap langit
Terlalu luas tak bertepi pandang
Bisakah aku menyentuh awan?
Berwaktu-waktu aku mengasuh rasa
Mendengarkan jiwaku berkata-kata
Tak mungkin aku abaikan kata hati
'Ku harus jujur pada hatiku
Kau dan aku tak bisa bersama
Bagai syair lagu tak berirama
Selamat tinggal kenangan denganmu
Senyumku melepaskan kau pergi
Engkau bukanlah sebuah kesalahan
Tak pernah aku menyesal mengenalmu
Tapi biarkanlah aku terbang bebas
Mencari cinta sejati
Hooo ....
Hati Arka tiba - tiba terasa sakit. Bagaimana caranya melupakan Tia? Padahal dia sudah berusaha dan bahkan sekarang dia sudah menikah, tapi dia belum bisa mencintai istrinya.