NovelToon NovelToon
THE MIRACLE OF FRIENDSHIP

THE MIRACLE OF FRIENDSHIP

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:162.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rizqi Wida

Sheira tak pernah menyangka jika cintanya dengan sang kekasih 'Andra' harus berakhir. Dia pun harus merelakan Andra untuk sahabatnya.

Demi menjaga hubungannya denga Reina, Sheira memutuskan untuk mengalah dan menyembunyikan hubungannya dengan Andra. Dia memilih untuk pergi dan menjauh dari mereka. Bagi Sheira persahabatan adalah segalanya.

Tetapi pada akhirnya kebohongannya pun diketahui oleh Reina. Terbongkarnya kebenaran itu membuat hubungan persahabatan mereka diujung tanduk.

Akankah persahabatan mereka terus berlanjut?
Atau justru persahabatan mereka akan hancur?
Dapatkah Sheira menemukan cintanya?

Penasaran dengan kisah persahabatan mereka, mari baca cerita selangkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Wida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Memanfaatkan Kesempatan

Setelah kejadian yang dilihatnya dirumah sakit tempo hari. Sheira terus berusaha mengumpulkan dan mencari kebenarannya. Kebenaran tentang kondisi papanya, dan alasan kenapa papanya bisa sampai dikota ini. Tetapi ternyata semuanya tak semudah yang difikirkan Sheira. Bahkan orang kepercayaannya pun belum mampu mengorek informasi lebih dalam. Dia hanya mengatakan jika dokter Hafis menemukan papa dipinggir jalan seorang diri dalam keadaan yang mengkhawatirkan.

“Jika dokter itu menemukan papa seorang diri. Itu artinya papa tersesat dikota ini atau justru terlantar. Eh… tunggu jika papa hanya seorang diri. Lalu dimana istrinya? Dimana wanita itu? Apakah papa tak lagi bersamanya? Tapi tidak mungkin wanita itu melepaskan papa semudah itu. Kecuali…. Jika dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini. Ya aku sudah menebak dari awal jika wanita itu tak sungguh-sungguh mencintai papa. Aku juga yakin jika anak yang ada dalam kandungannya saat itu bukanlah anak papa. Ah iya anak itu pasti sekarang sudah remaja. Lalu…. Jika papa saat ini ada disini, siapa yang mengurus perusahaan papa. Atau jangan-jangan wanita itu telah…..” batin Sheira bermain dengan praduga dalam fikirannya.

“Tidak ini tidak boleh terjadi. Wanita itu tidak boleh mengambil perusahaan papa. Bahkan dia tak memiliki hak sedikit pun atas perusahaan itu. Seharusnya mama lah yang mendapatkan hak, karena mama yang membantu papa merintis perusahaan itu dari nol." Sheira kembali bergumam.

"Cukup Sheira apa yang kamu fikirkan. Jangan berfikiran buruk dulu kamu belum tahu kebenarannya.” Batin Sheira seolah menasehati dirinya sendiri.

Saat Sheira tengah sibuk dengan lamunannya. Zia terus saja memanggil namanya. Namun tak ada respon dari Sheira. Sehingga Zia memutuskan untuk menghampiri Sheira.

   

“Shei… Sheira?” ucap Zia sembari menyentuh pundak Sheira.

   

“Eh.. iya ada apa nona?” tanya Sheira setelah tersadar dari lamunannya.

   

“Kamu mikirin apa sih? Dari tadi aku panggilin gak nyaut-nyaut.” Gerutu Zia yang merasa sangat kesal karena Sheira yang tak mendengarnya.

   

“Maaf nona saya hanya sedang sedikit melamun saja.” Jawab Sheira tersenyum kearah Zia.

   

“Lain kali jangan kebanyakan melamun. Ya sudah hari ini kamu pergi ke pabrik C. kemarin aku mendapat laporan jika terjadi beberapa masalah disana. Ada beberapa supliyer yang menghentikan pengirimannya.” Lanjut Zia membahas pekerjaan.

   

“Baik nona saya akan segera kesana.” Jawab Sheira dengan sigap.

   

“Tunggu..... pergilah bersama Bryant. Tadi aku sudah menghubunginya. Mungkin saat ini dia sudah ada di lobi. Cepat kamu susul dia dan tolong selesaikan masalah ini secepat mungkin. Jika para supliyer tetap menolak mengirimkan barangnya. Bersiap-siap mencari pengganti supliyer yang baru.” Sahut Zia memberi perintah.

   

“Siap nona, saya jamin semuanya akan beres.” Jawab Sheira sangat meyakinkan.

   

“Ya sudah berangkatlah.” Sambung Zia mempersilahkan.

   

“Baik permisi nona.” Kata Sheira. Setelah itu dia merapikan barang-barangnya kedalam tas dan segera meninggalkan ruangan.

   

“Kenapa harus dengan Bryant sih?” gumam Sheira merasa sedikit keberatan dengan rekan pilihan Zia.

Benar saja saat sampai di lobi. Bryant sudah menunggunya disalah satu sofa yang ada disana. Sheira langsung menghampirinya dan meminta maaf karena telah membuatnya menunggu. Tak lama kemudian mereka segera meninggalkan kantor. Mereka menuju pabrik yang dikatakan Zia. Mereka harus segera menyelesaikan masalah tersebut sebelum menjadi berlarut-larut.

Dalam perjalanan Sheira mengirim pesan pada penanggung jawab pabrik. Dia memberi tahu bahwa dia sedang menuju ke pabrik.

   

“Shei apakah masalahnya besar?” tanya Bryant sembari menyetir.

   

“Aku juga belum tahu seberapa besar. Kita lihat saja setelah sampai sana nanti.” Jawab Sheira fokus pada ponselnya.

   

“Semoga saja tidak membutuhkan waktu lama ya untuk menyelesaikannya.” Lanjut Bryant berharap.

   

“Aku juga berharap begitu.” Jawab Sheira.

   

“Kalau tugas kisa bisa selesai dengan cepat kan kita bisa makan siang bersama.” Kata Bryant yang langsung membuat Sheira menatapnya.

   

“Itu sih maunya kamu, jangan cari kesempatan dalam kesempitan.” Sahut Sheira.

   

“Bukan mencari kesempatan Shei. Tapi memanfaatkan kesempatan hehehe….” Jawab Bryant terkekeh.

   

“Dasar kamu ini.” Lanjut Sheira tersenyum sambil menggeleng.

Setelah sampai tempat tujuan. Sheira dan Bryant langsung menuju ruang manager. Disana juga sudah terlihat para supliyer menunggu kedatangannya. Tanpa basa-basi mereka langsung mengadakan meeting. Membahas semua masalah dan menyelesaikannya. Ternyata masalah utamanya adalah para supliyer ingin menaikkan harga yang telah mereka sepakati sebelumnya.

Setelah cukup panjang berdiskusi. Akhirnya mereka mendapatkan kesepakatan. Sheira memberikan dua pilihan dengan menaikkan harga hanya 10% atau mengganti mereka dengan supliyer yang baru. Kemudian mereka memilih option pertama. Mereka tidak ingin putus kontrak dengan perusahaan Zia. Belum tentu mereka akan segera mendapatkan kontrak baru dengan perusahaan lain setelah memutus kontrak dengan perusahaan Zia.

Tak lama setelah menyelesaikan meetingnya. Sheira dan Bryant memutuskan segera kembali kekantor. Tak lupa dia meminta pada manager pabrik untuk membuat kontrak baru sesuai kesepakatan tadi.

   

“Kita masih punya cukup waktu untuk makan siang.” Kata Bryant masih berusaha.

   

“Kamu ini masih saja kekeh ya.” Jawab Sheira.

   

“Jarang-jarang lo Shei kita bisa makan siang bareng. Ayo lah mau ya please…” kata Bryant sedikit memohon.

   

“Ah… iya iya baiklah.” Jawab Sheira menyetujuinya.

   

“Yes!! Thank you Shei.” Sahut Bryant dengan girangnya.

   

“Iya tapi kamu harus membawaku ketempat yang paling enak.” Kata Sheira memberikan syarat.

     

“Tenang saja, aku tahu tempat makan terenak disini. Kamu pasti akan menyukainya.” Jawab Bryant cukup percaya diri.

   

“Ok baiklah.” Jawab Sheira dengan nada sedikit ragu. Kemudian Bryant melajukan mobilnya ke sebuah cafe.

Dicafe itu terlihat ramai dengan pengunjung. Kebanyakan dari mereka adalah anak muda. Sepertinya karena konsep cafe tersebut yang instagramabel membuat kaum muda betah berlama-lama disini.

Setelah mendapatkan tempat duduknya. Mereka segera memesan makanan. Sheira memesan menu nasi goreng spesial. Sheira memang penggemar nasi goreng. Bahkan hampir semua jenis nasi goreng sudah pernah dicobanya. Sedangkan Bryant memesan cumi crispy dengan saus telur asin. Yang merupakan salah satu menu andalan di cafe ini.

Beberapa saat kemudian pesanan mereka sampai. Mereka mulai manyantap makanan masing-masing.

   

“Ternyata seleramu boleh juga.” Kata Sheira sembari menikmati makanannya.

     

“Jangan remehkan selera Bryant.” Jawab Bryant dengan sombongnya.

     

“Huh… langsung muncul sombongnya.” Sahut Sheira.

     

“Bukannya sombong tetapi memang itu kenyataannya.” Jawab Bryant membela dirinya.

     

“Yah terserah kamu lah.” Kata Sheira mengakhiri perdebatan mereka. Kemudian mereka kembali menikmati makan siang mereka. Sesekali Bryant menatap Sheira. Dia merasa senang bisa sedekat ini dengan Sheira. Seseorang yang selama ini sangat sulit untuk didekatinya.

Setelah menghabiskan makanan masing-masing. Bryant terlihat tertawa sembari menatap Sheira. Sheira yang menyadari itu merasa sedikit terganggu.

   

“Hey ada apa? Kenapa kamu tertawa?” tanya Sheira mencari tahu.

   

“Kamu ini makannya seperti anak kecil saja. Lihat tuh ada sisa makanan di sisi mulutmu.” Jawab Bryant sembari menahan tawanya.

   

“Benarkah?” sahut Sheira yang langsung ingin mengusapnya dengan tangannya. Namun tangan Bryant menghentikannya.

   

“Jangan pakai tangan nanti kotor. Sini aku bantu.” Kata Bryant yang langsung mengusap mulut Sheira dengan tisu. Sheira sangat terkejut dengan perlakuan Bryant. Sebelumnya dia tidak pernah mendapatkan perhatian seperti ini. Kecuali dari Andra, ya… itu pun juga sudah sangat lama. Mungkin juga Sheira sudah melupakannya.

Saat tangannya menyentuh mulut Sheira. Jantung Bryant langsung berdetak kencang. Apalagi saat tatapan mereka bertemu. Rasanya seluruh tubuhnya bergetar. Lalu dengan cepat dia menarik tangannya dan berusaha menyembunyikan groginya.

   

“Terimakasih ya.” Kata Sheira dengan malu.

   

“Tak masalah.” Jawab Bryant tersenyum.

   

“Sudah selesaikan? Sebaiknya kita segera kembali kekantor.” Ajak Sheira.

   

“Ok tunggu sebentar aku bayar dulu ya.” Kata Bryant hendak berdiri.

   

“Tunggu..... ini.” Ucap Sheira sembari menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah.

   

“Untuk apa uang itu?” tanya Bryant bingung.

   

“Ya untuk membayar makananku lah. Lalu untuk apa lagi.” Jawab Sheira menjelaskan.

   

“Tidak usah makanan ini aku yang taktir, kan aku yang mengajak.” Kata Bryant menolak.

   

“Benarkah, wah terimakasih kalau begitu.” Sahut Sheira yang kembali memasukkan uangnya. Bryant tersenyum melihat Sheira. Kemudian dia melanjutkan langkahnya menuju kasir. Setelah menyelesaikan pembayaran, mereka segera kembali kekantor. Sheira harus segera melaporkan hasil meeting hari ini.

Hai...Hai... Hai... readers yang tersayang 😁😁. Jangan pelit-pelit ya untuk memberi Like, Vote, dan komen untuk thor.

1
Hap£!π
ka baguss bgt ceritanya
Rizqi Wida: terimakasih 🙏😊
total 1 replies
Hap£!π
ak mewek ka...
Sri Puji Lestari
mksh thir ceritanya sangat bagus smg novel berikutnya banyak pembacanya aamiin YRA
Rizqi Wida: aamiin
terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Stefani Setyaningsih
keren thorr👍👍
Suherni Erni
mau mengubur perasaannya tp ngga mau buka hati buat yg lain munafik bgt sheira...
Astirai
menarik..... aku mampir thor..
ikutin jg bukalah hatimu untukku
Raditya Tita
sumpah pengen nonjok andra...
Rizqi Wida: sabar kak sabar, lagi puasa 😁
total 1 replies
Yhuli Yhuliati
kirain rein ny yg sengaja godain andra,ga tau nya andra yg berkhianat..
DeThe D'Costa
kayanya nanti jangan2 sih Reina mati trus Andra sama Sheira balik lagi
mudah mudahan feelingQ sala ya thor
Rini Haryati
Keren thor
nazaruddin thamrin
3 Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Bety Nurlaila
kak apakah novel ini lanjutan dari novel bidadari surgaku
Bety Nurlaila: oh iya kak makasih ya sudah diberitahu
total 5 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor.
Kohaku
First
Jungkook wife
Hadir lagi like dari "Istri yang Terabaikan". Mari saling support terus kakak. Ditunggu Feedback nya selalu. Semangat terus kakak.
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor.
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Rizqi Wida: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!