Mempunyai otak yang pintar sungguh keberuntungan bagi Ayna, Bea siswa yang ia dapat menjadikan kesempatan baginya untuk mencari keberadaan sang Ayah yang telah tega menelantarkan dia dan ibunya.
Bertemu dengan bocil bernama Abishek, pria keturunan india , membuat hidupnya lebih berwarna.
Apalagi Abi yang selalu mengganggu kehidupannya.
Membuat ia jatuh cinta secara perlahan pada lelaki tersebut.
Namun ada dinding tertinggi yang susah ditembus untuk cinta mereka.
Ibunda Abishek menghalalkan segala cara untuk memisahkan keduanya.
Akankah perjuangan Ayna dan Abhisek akan berbuah manis......ikuti kisahnya.
" Aku akan memperjuangkanmu...karena kamu adalah cinta pertamaku, I LOVE YOU". ucap Abishek.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Happy Reading
***
Abhisek kehilangan selera makannya setelah melihat interaksi antara Ayna dan Reyhan.
Apalagi tadi dia mendengar....
* Flasback on *
" Gimana kabarnya Ay , sehat ?".
" Alhamdulillah sehat Bang , Abang juga gimana?".
" Alhamdulillah sehat juga , jadi orang sibuk ya sekarang, Mama nanyain tuh ".
" Ah iya , Mama sama Ayah gimana Bang , maaf akhir - akhir ini memang sibuk banget soalnya ".
" Keduanya sehat , cuma rindu katanya , lama kamu gak ke rumah ".
" Iya , sampein maafku ke Mama dan Ayah ya Bang !".
" Iya , tapi janji kamu harus menengok mereka ".
Ayna mengangguk.
" Ayna janji Bang , mungkin minggu ini Bang ".
" Ini siapa , kamu gak kenalin ke Abang , Ay ?".
Reyhan melihat ke arah Abhisek , ia tau sejak tadi pria muda di depannya memandangnya dengan penuh tanya.
Ayna menepuk jidatnya.
" Ayna sampe lupa , kenalin Bang ...ini Bos tempat Ayna bekerja ".
" Bos...kenalin ini Abang Reyhan ".
Reyhan dan Abhisek pun berjabat tangan.
" Reyhan ".
" Abhisek ".
Keduanya menyebutkan nama masing- masing.
" Kamu masih terlalu muda untuk jadi Bos , benarkan ucapan saya , umurmu juga mungkin masih dibawah Ayna ?".
Reyhan menelisik penampilan Abhisek .
" Terima kasih atas pujiannya Bang...".
Abhisek tersenyum smirk....merasa diremehkan oleh Reyhan.
Dia Bos berondong Bang....tapi otak dia terlalu encer , masih muda sudah lulus kuliah...bisik Ayna di telinga Reyhan....membuat Reyhan menarik kata - katanya tadi , ia kira Abhisek naik jabatan karena pemberian dari orang tuanya.
Abhisek curiga apa yang dibisikkan Ayna ke Reyhan.
" Rupanya kamu pemuda berbakat ya ".
puji Reyhan , Abhisek pun tersenyum jumawa , jadi ia tau Ayna barusan pasti telah memujinya.
" Kenapa gak kerja di perusahaan Riko saja Ay !".
" Tidak ah Bang , aku lebih suka tantangan ...gak mau lah pake KKN , warga negara yang jujur aku tuh ".
" Apanya yang jujur , kamu juga dibantu sama Pak Samhadi , kamu kira Abang gak tau ".
" Hehehe...pokoknya intinya beda Bang ".
Reyhan sampai gemas dan mengacak kepala Ayna.
Mereka berdua terus berbincang melepas rindu....tanpa mereka sadari ada seseorang yang menahan kecemburuannya .
Apa - apaan , Mama ..Ayah....Ayna sudah sedekat itu dengan pria ini...lalu siapa lagi itu tadi , Riko....ya Riko...kenapa sainganku banyak sih....gerutu Abhisek di dalam hati.
" Ya sudah lanjutkan makanmu , biar Abang gratisin ".
" Eh jangan Bang , ini Bos ku yang traktir kok , sayang nanti uang dia gak kepake ".
" Kalo mau gratisin lain kali aja Bang , kalo aku bawa temen - temen aku ".
" Kalo kamu bawa semua temen - temen kamu , bisa tekor Abang...Ay ".
Canda Reyhan...hanya dibalas oleh tawa Ayna.
" Abang lanjutin kerja dulu ".
* Flasback of *
Mendengar Ayna mau main dan akan bertemu dengan orang tua Reyhan , menambah rasa kesal Abhisek.
Ayna yang sedari tadi cuek akhirnya sadar ketika sang Bos cuma mengaduk - aduk makanannya.
" Bos, gak dimakan...apa kurang enak ?".
" Hemm ".
" Jawab yang bener apa , hemm ...apaan itu ?".
" Selera makanku tiba- tiba menghilang?".
" Kenapa....apa mau aku suapin?".
ucap Ayna asal...tapi ditanggapi lain oleh Abhisek.
" Boleh...ayo suapi aku sekarang !".
What....ni bocah minta ditampol apa...Ayna mulai jengah.
" Ayo Ay, suapi ...".
rengek Abhisek seperti anak kecil.
hilang sudah wibawanya di depan Ayna tapi ia tidak perduli, yang Abhisek dapat perhatian dari mbak tercintanya ini.
" Tapi apa gak malu Bos ".
Tapi Abhisek malah pindah tempat duduk ke samping Ayna , ia pun mengarahkan tangan Ayna untuk mengambil makanan dan menyuapkannya ke mulutnya sendiri.
" Eemmm...kok jadi tambah enak ya Ay ".
" Coba lagi ".
Begitu terus ucapan Abhi sampai senua isi di piring habis.
" Kayak habis nyuapin bocah balita ".
sindir Ayna...tapi tak digubris Abhisek.
" Sekarang kita pulang!".
Setelah membayar, Abhi kembali menarik tangan Ayna.
" Aku pulang sendiri saja Bos ".
" Engga bisa , tunjukkan dimana kamu tinggal ".
Abhisek cukup heran penampakan rumah Ayna yang cukup besar , bukankah dia dulu sampai butuh kerja paruh waktu..
" Kamu ngontrak rumah sebesar ini Ay ?".
" Tidak , ini rumahku ".
" Mau mampir dulu ?".
basa basi Ayna.
" Ya , dengan senang hati ".jawab Abhi.
Kirain aku bakal nolak...pikir Ayna.
" Maaf Bos, duduk di teras aja ya , takut ada fitnah ".
Abhi menurut...tak lama Ayna kembali dengan secangkir teh hangat.
" Minum Bos !".
" Ay...aku mohon panggil aku Abhi seperti biasanya , aku merasa jauh jika kamu terus memanggilku Bos, telingaku jadi sakit ".
Hufttt....hembus nafas Ayna.
" Baiklah , tapi jika kita hanya berdua, oke ".
" Oke ".
" Maaf Ay , jangan tersinggung ya...kok bisa kamu tinggal di rumah sebesar ini..dan sepertinya kamu tinggal sendirian ?".
" Ceritanya panjan Bhi...".
Ayna berfikir haruskah ia menceritakan masa lalunya kepada Abhi....mungkin ada baiknya dia cerita agar Abhi tau siapa dirinya.
" Sebenarnya ini rumah suamiku ".
Deg...jantung Abhisek seperti berhenti berdetak mendengar kata suamiku.
" Tepatnya mantan suamiku ".
" Lalu dimana suami kamu Ay , aku tidak melihatnya...apa dia belum pulang kerja ".
Bibir Abhisek cukup bergetar menanyakan itu , ia takut menerima kenyataan yang mungkin akan sangat menyakitinya.
" Dia tidak akan pulang Bhi...tiga tahun lalu suamiku meninggal seminggu setelah kita menikah , dia kecelakaan saat kita merencanakan bulan madu ".
ucap Ayna sendu kembali mengingat kejadian itu.
" Maafkan aku Ay, kamu jadi mengingat kejadian pahit itu...maafkan aku !".
" Tidak apa- apa Bhi...itu sudah lama kok ".
" Kamu jadi tau kalo aku sekarang janda ".
" Apa masalahnya dengan Janda , aku tetap menyukaimu !" ucap Abhi spontan.
Ayna melihat ke Abhi , apa dia salah dengar dengan ucapan Abhi barusan.
" Ya Ay...aku sangat menyukaimu , aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu, saat kamu menolongku....I LOVE YOU MBAK !".
" Kamu terlalu capek Bhi , sebaiknya kamu pulang beristirahatlah ".
" Tidak Ay....aku benar- benar mencintaimu , kau tau sungguh tersiksa rasanya saat jauh darimu dan tidak bisa melihatmu , aku tidak main - main ".
" Bhi , kamu tau kan statusku apa...mana mungkin juga keluargamu akan menerimaku , kamu masih sangat muda , carilah gadis yang seumuran denganmu , aku terlalu tak pantas buat kamu !".
" Tapi aku tetap maunya kamu Ay ".
Abhi sampai berjongkok di depan Ayna yang sedang duduk.
" Kamu pikirkan dulu , tidak usah menjawab sekarang, tapi besok kamu harus jawab iya padaku !".
" Itu namanya pemaksaan , gak usah nyuruh untuk berfikir kalo ujung- ujungnya kamu yang nentuin jawabnya ...".
Abhi senang ketika tawa kecil keluar dari mulut Ayna.
" Nah gitu ,terus tersenyum, jadi makin cantik deh...".
" Aku pulang ya , mimpi in aku , dan ingat besok aku tagih jawabanmu, satu lagi aku tidak mau mendengar kata tidak...oke ".
ucapnya lalu pergi dari rumah Ayna.
Bersambung...
***
lagian Pak Amar gimana sih ngurus kelakuan istri aja gak becus tuh istrinya bikin ulah masukin orang gila kerumah anakmu
yg satunya lagi cs nya Ay jaman sekolah gimana kabarnya?? yg ini belom nikah dong